Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengaruh Safety Climate dan Safety Leadership terhadap Safety Performance pada Pekerja Perusahaan Alat Berat Kalimantan Timur Puspitarini, Made Yenny; Martiana, Tri
Media Gizi Kesmas Vol 13 No 2 (2024): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2024)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v13i2.2024.641-651

Abstract

Background: Maintaining and repairing heavy machinery in coal mines included significant danger and may result in mishaps. Even with management's best efforts to provide acceptable employment, policies, practices, infrastructure, and safety gear, property damage and small injury occurrences nevertheless happen. Objective: Examine how safety leadership and the safety environment affect employees of East Kalimantan heavy equipment companies' performance in terms of safety. Method: A questionnaire was utilized in the study to gather data from 65 respondents who were chosen by simple random selection. Results: The safety climate is positively and significantly impacted by safety leadership, according to path analysis (path coef = 0.962). Safety performance is positively and significantly impacted by safety leadership and climate (path coef = 0.562 and 0.415, respectively). With safety climate acting as a mediator, safety leadership may influence safety performance (path coef= 0.3992). Conclusion:  Safety leadership and safety climate can be antecedents for the safety performance of East Kalimantan heavy equipment company employees. Companies need to strengthen safety leadership by ensuring leaders practice safety principles, as well as creating a safety climate that is conducive to increasing employee safety commitment.
Draft Analisis Postur Kerja dengan Menggunakan Metode RULA dan ROSA pada Karyawan Bagian Administrasi PT PLN (Persero) UID Jatim Gozali, Ade Justiawan; Martiana, Tri; Parlan, Parlan
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 5 No. 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.5.2.151-164.2024

Abstract

Pekerjaan perkantoran memiliki risiko ergonomi yang tinggi dan dampak tersebut tidak terlihat langsung seperti layaknya kecelakaan kerja namun hal ini lah yang mendasari perusahaan untuk menghiraukan risiko ini dengan beralasan perubahan stasiun kerja membutuhkan biaya yang besar. Maka dari itu penelitian dilakukan bertujuan untuk menilai postur kerja karyawan administrasi pada kantor PT PLN (Persero) UID Jawa Timur dengan menggunakan metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA) dan Rapid Office Strain Assesment (ROSA). Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan deskriptif observasional dengan pengumpulan data primer melalui observasi dan wawancara langsung yang terstruktur, serta data sekunder dari telaah dokumen. Jumlah sampel sebanyak 7 responden penilaian dengan metode RULA dan 2 responden dengan metode ROSA. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 3 dari 7 (42,8%) dengan penilaian RULA memiliki risiko sedang cedera yang diakibatkan posisi tubuh yang salah saat melakukan pekerjaan terutama pada posisi leher, bahu, punggung dan anggota tubuh lainnya pada bagian atas terdampak work-related musculoskeletal disorders. Sedangkan penilaian dengan metode RULA menujukkan hasil 2 responden (100%) memiliki risiko tinggi cedera yang diakibatkan oleh pengaturan tempat kerja duduk pada area kantor. terdampak work-related musculoskeletal disorders. Berdasarkan hasil penelitian rekomendasi jangka pendek yang dapat dilakukan oleh perusahaan yaitu membuat media promosi dan mensosialisasikan kepada karyawan terkait ergonomi kantor, mengagendakan senam bersama setiap minggunya dan melakukan toolbox meeting per tim saat pagi hari dengan diikuti pemanasan bersama sebelum memulai pekerjaan. Penelitian dilakukan bertujuan untuk menilai postur kerja karyawan administrasi pada kantor PT PLN (Persero) UID Jawa Timur dengan menggunakan metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA) dan Rapid Office Strain Assesment (ROSA). Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan deskriptif observasional dengan pengumpulan data primer melalui observasi dan wawancara langsung yang terstruktur, serta data sekunder dari telaah dokumen. Jumlah sampel yang dilakukan analisis sebanyak 7 responden terhadap penilaian dengan metode RULA dan 2 responden dengan metode ROSA. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 3 dari 7 responden atau sebesar 42,8% dengan penilaian RULA memiliki risiko tinggi terdampak work-related musculoskeletal disorders. Sedangkan penilaian dengan metode RULA menujukkan hasil bawah 2 responden atau sebesar 100% responden memiliki risiko tinggi terdampak work-related musculoskeletal disorders. Berdasarkan hasil dari penelitian ini penulis memberikan rekomendasi yang dalam jangka pendek dapat dilakukan oleh perusahaan yaitu, membuat media promosi dan mensosialisasikan kepada karyawan terkait ergonomi kantor, mengagendakan senam bersama setiap minggunya dan melakukan toolbox meeting per tim saat pagi hari dengan diikuti pemanasan bersama sebelum memulai pekerjaan.
MBKM Kesmas Report by Design FKM Unair at PT. Garuda Maintenance Facility Aeroasia TBK Hariyanto, Nandha Chinintya Lukiswara; Martiana, Tri
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v6i4.1701

Abstract

  The MBKM Kesmas by Design program bridges theoretical knowledge and practical OSH implementation at PT GMF AeroAsia Tbk., an aviation maintenance facility with high-risk operations. Objectives: This study aims to (1) identify hazards in scrap area grinding/manual handling, (2) assess risks via HIRADC analysis, and (3) propose targeted controls. Field observations, worker interviews, and risk evaluations were conducted, aligned with the hierarchy of control (elimination to PPE). The study identified 15 grinding hazards (e.g., sparks, vibration) and 6 manual handling risks (e.g., overload injuries), with high-risk activities (e.g., severed hands, back injuries) requiring engineering/administrative interventions. Post-control, residual risks were reduced to low/moderate levels. The program demonstrates how academic-industry collaboration can enhance OSH practices, urging adoption of digital hazard monitoring and standardized documentation. Findings are scalable to high-risk industries globally.