Claim Missing Document
Check
Articles

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BUNGA WIJAYA KUSUMA (Epiphyllum oxypetalum) Ni Putu Rahayu Artini; I Wayan Tanjung Aryasa
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 4 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v4i2.864

Abstract

Telah dilakukan isolasi dan uji screening fitokimia fraksi antioksidan dari bunga wijaya kusuma (Epiphyllum oxypetalum). Ekstraksi metabolitnya dilakukan secara maserasi menggunakan metanol sehingga dihasilkan 45,2579 gram ekstrak kental metanol. Ekstrak kental metanol ini memiliki persen peredaman DPPH sebesar 66,42% pada menit ke-5 dan 70% pada menit ke-60. Partisi dilakukan menggunakan petroleum eter, etilasetat, dan lapisan air hingga diperoleh ekstrak petroleum eter yang memiliki persen peredaman paling besar, yaitu 60% pada menit ke-5 dan 155,1% pada menit ke-60. Senyawa yang terkandung dalam ekstrak petroleum eter bunga wijaya kusuma (Epiphyllum oxypetalum) adalah alkaloid, triterpenoid, dan saponin. Senyawa metabolit tersebut dapat menghaemolisis darah, sehingga bersifat toksik dan memiliki bioaktivitas sebagai antifeedant.
RANCANG BANGUN CHILLER BERBASIS MIKROKONTROLER UNTUK EVAPORASI SENYAWA BAHAN ALAM Ni Putu Rahayu Artini; I Made Agus Mahardiananta; I Made Aditya Nugraha
Jurnal RESISTOR (Rekayasa Sistem Komputer) Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal RESISTOR Edisi April 2022
Publisher : Prahasta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31598/jurnalresistor.v5i1.1082

Abstract

Chemical analysis uses a variety of solvents based on their level of polarity, such as non-polar, semipolar, and polar solvents. The solvent is used in the extraction process, both liquid-liquid extraction and solid-liquid extraction. Common extractions carried out in the fields of chemistry, pharmacy and other health sciences are solid-liquid extraction using samples in the form of simplicia from plants that are dried so that they become simplicia. Simplicia extracted with solvent. Extraction is carried out to concentrate the active compound and separate the solvent, so that it can be reused. Concentration was carried out using a rotary evaporator. A chiller-based rotary evaporator, namely a microcontroller-based chiller, is designed to accelerate temperature reduction, so that the evaporation and condensation process with the condenser is faster. Based on the results of the study, it was concluded that the chiller that was made was able to reduce the temperature of the water connected to the condenser section of the rotary evaporator and the heat from the waterbath with the duration of decreasing the temperature in the inlet-outlet reservoir between 183±2.88 seconds to 302±2.52 seconds from a water bath temperature of 40-600C.
UJI NILAI GIZI DAN KAPASITAS ANTIOKSIDAN PADA LOLOH TANAMAN CEMCEM (Spondias Pinnata (L.F) Kurz.) DAERAH DESA BEBALANG, KECAMATAN BANGLI, KABUPATEN BANGLI, BALI I Wayan Tanjung Aryasa; Ni Putu Rahayu Artini; Putu Gede Ayu Erika Juliari
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.609 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v15i2.10345

Abstract

Masyarakat Bali tentunya sudah tidak asing lagi dengan minuman penuh khasiat yang bernama Loloh Cemcem. Minuman khas desa terbersih di Bali, yakni Penglipuran, Bangli ini merupakan minuman sejenis jamu yang kini sudah tersohor di seluruh wilayah luar Bangli. Daun cemcem adalah tanaman herbal yang diolah sebagai bahan baku untuk membuat loloh cemcem. Mulai dari memetik daun cemcem, mencuci, kemudian dimasukan ke dalam mesin penggilingan selanjutnya disaring untuk mendapatkan sarinya. Loloh cemcem memiliki rasa asam, manis, asin dan sedikit pahit. Rasa asam dari loloh cemcem didapat dari komposisi tamarin alias buah asam. Kemudian rasa manis dan asin didapat dari komposisi gula juga garam. Sedangkan rasa pahit didapat dari daun cemcem. Dari latar belakang tersebut perlu dilakukan penelitian untuk melihat nilai gizi dan kapasitas antioksidan dar loloh cemcem.  Untuk melakukan penelitian ini dialakukan dengan beberapa metode analisis untuk penentuan kadar protein mengggunakan metode Kjeldahl, penentuan kadar karbohidrat menggunakan metode anthrone, penentuan kadar lemak menggunakan metode titrasi, penentuan vitamin C menggunkan metode spektrofotometri UV-Vis dan menentukan kapasitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Dari pengujian didapatkan hasil loloh cemecem 1 dan loloh cemcem 2 untuk kadar protein sebesar 0,7631% dan  0,7647%, untuk kadar karbohidrat  sebesar 4,2779% dan 3,1700%, untuk kadar lemak sebesar 0,0087% dan 0,0017%, kadar vitamin C sebesar  26,7932 mg/100 g dan 27,0748 mg/100 g, dan kapasitas antioksidan sebesar 23,50 mg/L GAEAC dan 25,38 mg/L GAEAC.
Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Daun Jelatang Ayam (Laportea Interrupta (L.) Chew) Putu Lakustini Cahyaningrum; A.A A Sauca Sunia Widyantari; Ni Putu Rahayu Artini
Widya Kesehatan Vol 4 No 1 (2022): Widya Kesehatan
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v4i1.2802

Abstract

Pemanfaatan daun jelatang ayam (Laportea interrupta (L.) Chew) sebagai tanaman obat belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Hal ini karena kurangnya informasi yang diberikan. Selain itu, penelitian tentang tumbuhan jelatang ayam (Laportea interrupta (L.) Chew belum banyak dilakukan, sehingga perlu dilakukan pengujian awal untuk mengetahui kandungan dari daun jelatang ayam. Dalam penelitian ini bertujuan untuk menguji skrining fitokimia ekstrak etanol daun jelatang ayam. Metode yang digunakan adalah metode skrining fitokimia. Dari hasil penelitian diperoleh Ekstrak etanol daun jelatang ayam (Laportea. Interrupta (L.) Chew) mengandung metabolit sekunder seperti Flavonoid, alkaloid, triterpenoid, saponin, dan tannin.
PEMERIKSAAN STATUS KESEHATAN BODY MASS INDEX (BMI) DAN KADAR GLUKOSA DARAH DI SMA NEGERI BALI MANDARA Ni Putu Rahayu Artini; Desak Putu Risky Vidika; Ayu Saka Laksmita; I Wayan Tanjung Aryasa; Ni Putu Widayanti; Yulidia Iriani L.
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 8 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i8.2828-2833

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang mengalami masalah gizi double burden, yaitu underweight dan overweight. Masalah gizi dapat meningkatkan risiko penyakit rendah BMI seperti malnutrisi, hipoglikemia dan hipotensi. Sedangkan penyakit yang dapat disebabkan karena tingginya BMI dapat berupa obesitas, hiperglikemia, hiperkolesterol, hipertensi dan penyakit jantung koroner. Pemeriksaan tersebut dapat dilakukan melalui pemeriksaan gratis pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Program Studi Teknologi Laboratorium Medik, Universitas Bali Internasional dengan sasaran pada siswa, staf dan guru di SMA Negeri Bali Mandara. Pemeriksaan ini menggunakan metode point of care testing (POCT). Hasil pemeriksaan kesehatan siswa SMA Negeri Bali Mandara yang memiliki BMI < 18,5 dengan persentase 13,34%, BMI 18,5-24,9 sebanyak 80% kategori ideal, 6,66% memiliki BMI berlebih. Sedangkan untuk staf dan guru SMA Negeri Bali Mandara 1 orang memiliki kriteria BMI kurang ideal dengan persentase 2,38%,  BMI ideal dengan persentase 45,23%,  BMI berlebih dengan persentase 40,47% dan BMI kriteria obesitas dengan persentase 11,92%. Berdasarkan parameter kadar glukosa darah, semua siswa SMA Negeri Bali Mandara memiliki kadar glukosa normal. Sedangkan kadar glukosa staf dan guru SMA Negeri Bali Mandara hanya 4,77% yang memiliki kadar glukosa tinggi. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat tentang pemeriksaan BMI dan glukosa darah dapat digunakan untuk pengecekan status kesehatan.
Rancang Bangun Alat Pemantauan Infus Berbasis Arduino Dengan Pendeteksian Berat Infus, Jumlah Tetesan dan Penanda Darah Naik Pada Selang Infus I Kadek Agus Riki Gunawan; Ni Putu Rahayu Artini; GT. N. B. Gede Kresna Aditya
Widya Kesehatan Vol 4 No 2 (2022): Widya Kesehatan
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v4i2.3382

Abstract

Infus intravena diberikan kepada pasien karena komposisi tubuh, kadar air, dan elektrolit perlu seimbang untuk mempertahankan volume cairan yang konstan dan stabil. Ketidakseimbangan elektrolit dapat menyebabkan gagal ginjal, syok, dan kematian. Darah di jalur infus membentuk bekuan darah (blood cloth). Hal ini dapat mempengaruhi kelancaran aliran cairan jika tidak segera ditangani. Alat pemantauan infus ini bertujuan agar dapat meminimalkan masalah yang diakibatkan oleh kelalaian perawat pada pasien. Menggunakan metode eksperimen dengan pengembangan atau research and development (R&D). Adapun hasil Pengukuran dengan sensor berat yaitu saat berat mencapai 10 mg, alarm akan dipicu dan ditampilkan di Liquid Crystal Display (LCD). Saat mengukur tetesan infus, toleransi tetesan untuk menyalakan alarm berkisar dari -3 tetes per menit hingga +3 tetes per menit. Ketika infus dalam keadaan ini, alarm akan berbunyi. Saat mengukur darah yang naik, alarm peringatan dengan tampilan LED diaktifkan ketika layar LCD menunjukkan "BAHAYA: DARAH NAIK". Hasil baca sensor 100% berhasil mendeteksi habisnya infus, meghitung tetesan infus serta adanya darah naik pada selang infus.
Green Synthesis of Silver Nanoparticles using Kayu tulak Leaf (Schefflera Elliptica Harms) Infusion as a Bio-reductant and Its Antibacterial Activity I Wayan Tanjung Aryasa; Ni Putu Rahayu Artini
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 25, No 6 (2022): Volume 25 Issue 6 Year 2022
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jksa.25.6.212-217

Abstract

Metal nanoparticles and exploration of green synthesis can be applied to lung tissue therapy, cancer, and even vaccines. Additionally, due to the rise in microbial resistance or the demand for novel antibiotics, the use of NPs as an antibacterial agent has expanded. Meanwhile, using methods to produce metal nanoparticles based on the abundance of biodiversity as a green-reducing agent will be safer. In the present study, Kayu tulak leaves extract served as the green-reducing agent. The synthesized silver nanoparticles were characterized using a UV-Vis spectrophotometer, PSA (Particle Size Analyzer), and TEM (Transmission Electron Microscope). The results showed that the silver nanoparticles synthesized using Kayu tulak leaf extract at concentrations of AgNO3 1 and 2 mM had absorbance peaks at 436.5 nm and 467 nm, respectively. The average particle size distributions of the two silver nanoparticles were 88.2 and 16.9 nm, respectively. The characterization of silver nanoparticles using TEM obtained a mixture of spherical, hexagonal, and triangular shapes. The silver nanoparticles synthesized using Kayu tulak as a bio-reductant exhibited antibacterial activity. At AgNO3 solutions of 1 and 2 mM, silver nanoparticles showed antibacterial activity against Escherichia coli with inhibition zone diameters of 6.39 ± 0.30 mm and 8.28 ± 0.19 mm (moderate inhibition), while against Staphylococcus aureus were 4.30 ± 0.24 mm (weak inhibition) and 6.39 ± 0.27 mm (moderate inhibition).
Antibakteri Cuka Apel Terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus Secara In Vitro I Wayan Tanjung Aryasa; Ni Putu Rahayu Artini
THE JOURNAL OF MUHAMMADIYAH MEDICAL LABORATORY TECHNOLOGIST Vol 5, No 2 (2022): The Journal Of Muhammadiyah Medical Laboratory Technologist
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmlt.v5i2.14103

Abstract

Vinegar has the chemical name acetic acid derived from the Latin word acetum, acetic acid, ethanoic acid, or vinegar is an organic acid chemical compound that is the most important carboxylic acid in commerce, industry, and laboratories known as a sour taster. and aroma in food. But keep in mind that vinegar can work as a disinfectant. One type of vinegar that we know is apple cider vinegar. Based on the background that has been stated above, the problem formulated in this study is how apple cider vinegar inhibits the growth of Escherichia coli and Staphylococcus aureus bacteria. The analysis of this research is in the form of a quasi-experimental, namely by comparing the inhibitory power of apple cider vinegar and control on the growth of Escherichia coli and Staphylococcus aureus bacteria and post-test only control group design. Based on the results of the research that has been carried out, the results show that the diameter of the inhibition zone formed on Escherichia coli bacteria for foreign apple cider vinegar, Indonesian apple cider vinegar, and local apple cider vinegar is 12.33 ± 0.12 mm, 2.21 ± 0.12 mm and 7.42 ± 0.09 mm. While the diameter of the inhibition zone formed on Staphylococcus aureus bacteria for foreign apple cider vinegar, Indonesian apple cider vinegar, and local apple cider vinegar was 14.56 ± 0.46 mm, 0.00 ± 0.00 mm, and 10.36 ± 0.27 mm. So it can be concluded that apple cider vinegar has antibacterial activity against Escherichia coli and Staphylococcus aureus bacteria.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SERBUK INSTAN KOMBINASI TEMU MANGGA (Curcuma Mangga Val.) DAN DAUN ANTING-ANTING (Acalypha indica L.) Putu Lakustini Cahyaningrum; Ni Putu Rahayu Artini
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 2, No 1 (2018): JURNAL KESEHATAN TERPADU
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.499 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari kombinasi dua tanaman yaitu temu mangga (Curcuma mangga Val.) dan daun anting-anting (Acalypha indica L.) yang diolah dalam bentuk minuman serbuk instan.Hal ini dilakukan agar memudahkan dan praktis dalam penyajian serta memiliki waktu simpan yang lebih lama. Langkah awal yang dilakukan yaitu proses pembuatan serbuk instan melalui kristalisasi. Dari proses kristalisasi diperoleh jumalah serbuk instan temu mangga dan daun anting-anting sebanyak 840 gram. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumur (modifikasi kirby Bauer). Dari hasil penelitian diperoleh bahwa konsentrasi serbuk instan menunjukkan adanya aktivitas antibakteri pada konsentrasi 80% dan 100% dengan daya hambat yang tergolong kuat sedangkan pada konsentrasi 60 % tergolong sedang dan pada konsentrasi 20% dan 40% tergolong lemah sebagai antibakteri.Peningkatan konsentrasi serbuk instan yang diberikan dari 20%, 40%, 60%, 80% dan 100% menunjukkan semakin besar diameter zona hambat yang terbentuk disekeliling sumur, karena semakin meningkatnya senyawa-senyawa berkhasiat dalam serbuk instan yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri E.Coli.Kata Kunci : aktivitas antibakteri, serbuk instan, Curcuma mangga Val, dan Acalypha indica L.ABSTRACTThis study aims to determine the antibacterial activity of a combination of two plants, namely the meeting of mango (Curcuma mangga Val.) And earring leaves (Acalyphaindica L.) which are processed in the form of instant powder drinks. This is done to make it easy and practical in presentation and has a longer shelf time. The first step taken in the process of making instant powder through crystallization. During the crystallization process, there were 840 grams of instant powder meeting mango and earring leaves. Antibacterial activity testing using well diffusion method (modified by Bauer). The results showed that the concentration of instant powder showed antibacterial activity at concentrations of 80% and 100% with a relatively strong inhibitory power while at concentrations of 60% were classified as moderate and at concentrations of 20% and 40% were classified as weak as antibacterials. Increased concentrations of instant powder given from 20%, 40%, 60%, 80% and 100% indicate the larger diameter of inhibiting zones formed around the well, due to the increasing of efficacious compounds in instant powders that can inhibit the growth of E.Coli bacteria.Keyword : antibacterial activities, instant powder, Curcuma mangga Val, Acalyphaindica L.
ANALISIS KADAR HEMOGLOBIN DAN HEMATOKRIT PADA PENGUKIR KAYU DI DESA KUWUM ANCAK, KECAMATAN MARGA, KABUPATEN TABANAN Ni Putu Rahayu Artini; I Gusti Ayu Komang Purnamasari; Ayu Saka Laksmita W
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 5, No 1 (2021): JURNAL KESEHATAN TERPADU
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.209 KB)

Abstract

Pekerja pengukir kayu merupakan pengrajin terampil yang membuat struktur kayu menjadi indah dalam pengerjaannya pengukir kayu berpotensi menghirup timbal yang terkandung dalam cat dari proses pengecatan kayu pada perusahaan pengukir kayu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar hemoglobin dan hematokrit pada pengukir kayu di Desa kuwum Ancak, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. Penelitian ini merupakan penelitian operational research non eksperimental. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2020 – Mei 2020. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 pengukir kayu. Pemeriksaan kadar hemoglobin dan hematokrit menggunakan alat hematologi analyzer. Rata-rata kadar hemoglobin pada pekerja perempuan diperoleh dengan kadar 12,6 ± 0,2 g/dL dan pada laki-laki kadar hemoglobinnya diperoleh 14,2 ± 0,2 g/dL. Rata-rata kadar hematokrit pada pekerja perempuan diperoleh dengan kadar 37,3 ± 0,2% dan pada laki-laki kadar hematokritnya diperoleh 40,8 ±0.3%. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan kadar hemoglobin normal sebanyak 93,3% responden dan yang tinggi sebanyak 6,7% responden sedangkan kadar hematokrit normal sebanyak 70% responden dan yang rendah sebanyak 30% responden. Sehingga diperlukan adanya kesadaran dari pengukir kayu untuk menggunakan alat pelindung diri untuk mengurangi paparan debu dan bahan kimia selama bekerja. Kata Kunci : hemoglobin, hematokrit, pengukir kayu
Co-Authors Aditya, GT. N. B. Gede Kresna Agus Mahardiananta, I Made Agus Riki Gunawan, I Kadek Anak Agung Ayu Sauca Sunia Widyantari Apriyanthi, D.P. Risky Vidika Arya Suagianta, I Kadek Arya Sugiantara, I Kadek Ayu Saka Laksmita W Bernof, Boren Feren Darmayanti, Ni Putu Ovy Desak Putu Risky VA Desak Putu Risky Vidika Apriyanthi Dewi Puspita Apsari Dewi, Ade Ayu Yasinta Dwi Aprilianti, Ni Kadek Dwijastuti, Ni Made Sri Gaghana, Cressenda Enjelya GT. N. B. Gede Kresna Aditya Hendrayana, I Made Dwi I Gusti Agung Ayu Dharmawati I GUSTI AGUNG AYU SATWIKHA DEWI - I Gusti Ayu Komang Purnamasari I Kadek Agus Riki Gunawan I Made Aditya Nugraha I Made Dwi Hendrayana I Made Dwi Hendrayana I Nengah Wirajana I Wayan Tanjung Aryasa Ida Bagus Putra Manuaba Iriani, Yulidia L., Yulidia Iriani Made Adhyatma Prawira Natha Kusuma Maria Agustina Fitriayu Refi mastra, nyoman Ni Kadek Mona Fujiastuti Ni Kadek Mona Fujiastuti Hendriani Ni Luh Made Rahayu Widya Lestari Ni Luh Putu Ari Sukmayanti Ni Putu Dinda Setiawati Ni Putu Wida Yanti Ni Putu Widayanti Ni Putu Widiantari Paulina Kadam Putra, Putu Ngurah Arya Adi Putu Eka Arimbawa Putu Gede Ayu Erika Juliari Putu Lakustini Cahyaningrum Putu Yudhistira Budhi Setiawan Rasmi, Kadek Anidia Ratih, Gusti Ayu Made Risky Vidika A sabakthani kayoi Septiasari, Ni Putu Senshi Siti Sunari, A A Mas Sri Wahjuni Sugianta, Kadek Arya Supariani, Ni Nyoman Dewi Vidika A, Risky Vidika, Desak Putu Risky Wahyu Dwijani Sulihingtyas Wartana Putra, I Gusti Ngurah Agung Windra Widyantari, A.A A Sauca Sunia Yulidia Iriani Yulidia Iriani L.