Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Sosialisasi Strategi dan Trik Sukses Seleksi CPNS sebagai Upaya Pemenuhan Indikator Kinerja Utama Universitas Teuku Umar Al Zuhri; Agus Pratama; Putri Maulina; Desi Maulida; Khairil Umuri; Ilka Sandela; Jalaluddin Jalaluddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Raflesia Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sosialisasi ini dilakukan dalam rangka pemenuhan Indikator Kinerja Utama (IKU) Universitas Teuku Umar poin 1 dan 3, yaitu membantu lulusan memperoleh pekerjaan yang layak dengan membekali kesiapan dalam menghadapi tes CPNS dengan berbagai regulasi yang ada saat ini dan menggerakkan dosen untuk berkegiatan di luar kampus dengan menggalakkan sosialisasi-sosialisasi yang berimbas pada kepentingan masyarakat umum. Harapannya dengan pembekalan tersebut mampu menghantarkan para peserta diterima menjadi abdi negara dalam upaya menjaring para pelayan publik yang prima serta cendekia Indonesia yang berwawasan, berketerampilan, dan berakhlak. Adapun metode yang penulis gunakan adalah presentasi menggunakan alat bantu slide power point dengan bobot materi berisi regulasi-regulasi yang harus diketahui oleh para peserta, strategi dan trik andalan dari para narasumber, cara mengelola waktu belajar dan tes yang apik, serta berisi bahasan-bahasan soal dengan mengangkat soal-soal yang pernah muncul di seleksi CPNS sebelumnya. Kemudian di akhir sesi ditutup dengan diskusi secara informal. Semua proses dilakukan melalui pemanfaatan media video conference zoom meeting. Hasil dari sosialisasi ini sangat dirasakan manfaatnya oleh para peserta, ini dapat diasesmen dari antusias dan intensitas pertanyaan yang diutarakan, bobot pertanyaan, kesungguhan untuk tetap standby mendengarkan meskipun sering terjadi system error disepanjang perjalanan sosialisasi, respon secara personal dari peserta kepada para narasumber, dan lainnya. Para peserta juga berharap akan ada sosialisasi lanjutan yang diselenggarakan demi kedalaman materi yang dikehendaki. Bahkan para peserta yang tidak sempat gabung karena memiliki kepentingan mendesak lain atau terlewat informasi, meminta secara personal kepada narasumber rekaman video meeting atau slide materi yang disampaikan. Kata Kunci: IKU 1 dan 3, Jadi ASN, Trik Sukses CPNS
KOMUNIKASI INOVASI DALAM ADOPSI BENIH UNGGUL BARU TANAMAN PANGAN PADA KELOMPOK TANI DI KABUPATEN NAGAN RAYA: Communication on Innovation in Adoption of New Superior Seeds of Food Crops on Farmers’ Group in Nagan Raya Regency Sarah Ridwan; Putri Maulina; Yuhdi Fahrimal
Jurnal Sains Terapan : Wahana Informasi dan Alih Teknologi Pertanian Vol. 12 No. Khusus (2022): Jurnal Sains Terapan : Wahana Informasi dan Alih Teknologi Pertanian, Vol
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jstsv.12.Khusus.165-180

Abstract

Superior seeds are one solution for improving agricultural production in Nagan Raya Regency. The main problem that occurs is the difficulty of adoption by farmers due to a lack of information regarding the benefits that will be obtained through superior seeds. Therefore, communication plays a role in the process of spreading ideas and technology so as to accelerate the process of agricultural modernization. This study aims to identify and explain the communication of innovations made between agricultural and food policymakers and farmers in Nagan Raya Regency. The method used in this research was descriptive qualitative by extracting information from agricultural policymakers in Nagan Raya Regency consisting of farmer groups, agricultural extension workers, and employees of the Department of Agriculture and Livestock in Nagan Raya Regency. The results showed that superior seed innovation in Nagan Raya Regency still focused on three types, namely, Rice, Corn, and Soybeans (Pajale) which were imported from outside the region because there were not enough supporting resources for developing superior seeds independently in Nagan Raya Regency. The communication process carried out by agricultural policymakers in disseminating superior seeds to farmer groups includes (1) introduction of target audiences based on demographic aspects and socio-economic status of farmers; (2) designing messages that are appropriate to the target group's target audience; (3) determination of methods and techniques using comparative study methods, demonstration plots, and demonstration plots; and (4) selection of communication channels that are limited to face-to-face communication and limited use of audio-visual media. ABSTRAKBenih unggul merupakan salah satu solusi bagi perbaikan produksi pertanian di Kabupaten Nagan Raya. Permasalahan utama yang terjadi adalah sulitnya adopsi dilakukan oleh petani karena kurangnya informasi terkait manfaat yang akan didapatkan melalui benih unggul. Oleh karenanya komunikasi berperan dalam proses penyebaran ide dan teknologi sehingga mempercepat proses modernisasi pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menemukenali dan menjelaskan komunikasi inovasi yang dilakukan antara pemangku kebijakan pertanian dan pangan dengan petani di Kabupaten Nagan Raya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggali informasi dari pemangku kebijakan bidang pertanian di Kabupaten Nagan Raya yang terdiri atas kelompok tani, penyuluh pertanian, pegawai Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Nagan Raya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi benih unggul di Kabupaten Nagan Raya masih berfokus pada tiga jenis komoditas, yaitu, Padi, Jagung, dan Kedelai (Pajale) yang didatangkan dari luar daerah karena belum cukupnya sumber daya pendukung pengembangan benih unggul secara mandiri di Kabupaten Nagan Raya. Proses komunikasi yang dilakukan oleh pemangku kebijakan bidang pertanian dalam mensosialisasikan benih unggul kepada kelompok tani meliputi (1) pengenalan khalayak sasaran berdasarkan aspek demografis dan status sosio-ekonomi petani; (2) merancang pesan yang sesuai dengan target kelompok sasaran; (3) penetapan metode dan teknik yang menggunakan metode studi banding, demplot, dan demfarm; dan (4) pemilihan saluran komunikasi yang terbatas pada komunikasi tatap muka dan penggunaan media audio-visual secara terbatas.
Peran Jurnalis Lokal dalam Peliputan Isu-Isu Deforestasi di Aceh Barat Al Zuhri; Putri Maulina; Anhar Fazri; Haris Fadhillah; Mohammad Fikrullah
Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/ji.v7i1.13102

Abstract

Berdasarkan catatan Global Forest Watch, Indonesia dalam lima tahun terakhir menduduki peringkat keempat di dunia sebagai negara yang mengalami deforestasi terbesar. Sementara itu pula, Provinsi Aceh merupakan salah satu daerah di Indonesia khususnya di Sumatera yang memiliki jumlah tutupan hutan setiap tahunnya. Deforestasi di Aceh terjadi melalui berbagai cara, seperti illegal logging, kebakaran hutan, atau konversi lahan hutan menjadi perkebunan. Media yang seharusnya berfungsi sebagai pendidik, pengawas, dan pemberi informasi, ternyata tidak memberikan liputan yang memadai tentang kasus perusakan hutan di Aceh. Dari pengamatan awal peneliti terhadap tiga media lokal, selama lima tahun terakhir sangat sedikit media lokal yang meliput berita tentang perusakan hutan dengan kualitas liputan yang baik. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji bagaimana penerapan profesionalisme jurnalis dalam meliput kasus deforestasi di Aceh Barat, kendala dan solusi jurnalis dalam menghadapi tantangan pemberitaan kasus deforestasi di lapangan. Profesionalisme jurnalis dalam kasus deforestasi dapat dikaji dari sudut pandang sains dan jurnalisme lingkungan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengungkap pengalaman jurnalis selama meliput di lapangan melalui wawancara mendalam, focus group discussion, dan dokumentasi terhadap enam wartawan lokal yaitu dari TV One, TVRI Aceh, Puja TV, RRI Aceh Barat, AJNN, dan Catat.co. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan jurnalisme berbasis sains dan lingkungan terlihat tidak ideal diterapkan oleh jurnalis di Aceh Barat dengan berbagai kendala dan tantangan. Adapun hal yang peneliti temukan mengenai beberapa tekanan yang menjadi kendala dan tantangan bagi jurnalis lokal dalam menerapkan jurnalisme berbasis sains dan lingkungan pada pemberitaan kasus kerusakan hutan dan lingkungan diantaranya kemandirian, akses informasi, kerjasama dengan berbagai sumber informasi, dan pelatihan khusus bagi jurnalis.
Political Branding Edy Rahmayadi pada Kampanye Pilgub Sumatera Utara Tahun 2018 melalui Instagram Iin Safia Banurea; Putri Maulina
JIKA (Jurnal Ilmu Komunikasi Andalan) Vol. 5 No. 2 (2022): Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.808 KB)

Abstract

Political branding is a personal strategy or political organization in building a positive image in the eyes of the public. Edy Rahmayadi is one of the candidates for governor who is running for the 2018 North Sumatra gubernatorial election from the Democratic Party faction. The purpose of this study was to find out how Edy Rahmayadi's political branding in the 2018 North Sumatra gubernatorial election campaign through Instagram media. The object of this research is Instagram posts that form political branding for +- 4 months, from 15 February to 23 June 2018 with a total of 528 posts, then narrowed down to 10 post analysis units. The method used is qualitative content analysis with a direct content analysis approach based on indicators from the theory of Mitsikopolou, 2008 and the results of data induction. The results of this study indicate that Edy Ramyadi's Political branding was formed through Personalities (relationship, responsive technology and personal values), Appreance (clothes, hair style and hand signs) and Political Key Message (hope, public support, activity reports and political values). Edy Rahmayadi’s political branding is a picture of a politician who compares his personality as a different figure from othe candidate pairs through indicator namely personalit, appreance and politicak key message. This can be seen from his post describer Edy Rahmayadi as aperson who is open to all circles of society, prioritizes credibility and is open for all the citizen.
Penerapan Syariat Islam dari Sudut Pandang Media dan Perempuan di Aceh Putri Maulina
Jurnal Komunikasi Global Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.054 KB) | DOI: 10.24815/jkg.v8i2.14959

Abstract

The discourse of the Sharia implementation in Aceh in the context of media places women as the most reported group. Serambi Indonesia is one of the local print media that has intensively covered the enforcement of Sharia in Aceh. This study aims to look at the discourse of Sharia enforcement in local media and how the female audiences as active audiences interpret the discourse conveyed by the media. The theoretical approach used in this study is Reception Analysis. This study is descriptive qualitative research. Data were collected using Ferdinand de Saussure’s semiotics on six news articles of Serambi Indonesia throughout 2014 and in-depth interviews with eight female informants who were selected by purposive sampling technique. The results of the study illustrated that the dominant discourse in the media was women in Aceh were prone to violate Sharia. Findings also documented the tendency of informants to occupy oppositional reading positions that the way Serambi Indonesia covered Shariain Aceh was more likely to discriminate against women.
PARTISPATORY DEVELOPMENT COMMUNICATION: OPTIMALISASI PERAN PEREMPUAN DALAM PROGRAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DPMGP4 KABUPATEN NAGAN RAYA Reni Juliani; Putri Maulina; Desi Maulida
JURNAL TRIAS POLITIKA Vol 7, No 1 (2023): April 2023, Jurnal Trias Politika
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/jtp.v7i1.4899

Abstract

ABSTRACTWomen have the ability to play a role as strategic actors in Indonesia's development, as well as women from Nagan Raya District. The purpose of this research is to dig deeper into optimizing the role of women in women's empowerment programs in partnership with the Office of Community Empowerment, Gampong, Population Control and Women's Empowerment (DPMGP4).A qualitative approach is the method of this research with informants coming from the person in charge of Sikula Geutanyoe program, which is a Student Organization Capacity Building Program for the State Administration Student Association (PPK ORMAWA HIMADISTRA) at Teuku Umar University in collaboration with DPMGP4. Data was collected by means of interviews, observation and documentation. Determination of informants with purposive sampling technique and totaling 5 people came from the person in charge of the Sikula Geutanyoe Program 3 informants and from DPMGP4 2 informants. The data that has been obtained is then analyzed through 3 stages, the first is selecting data, then presenting the data and the last step is making conclusions. The results of the research show that optimizing the role of women has been carried out through the "Sikula Geutanyoe" program. The results of this study are that optimizing the role of women has been carried out through the "Sikula Geutanyoe" program. The role of DPMGP4 of Nagan Raya Regency in empowering women is carried out through partnership programs and training provided to women by emphasizing understanding of 8 family functions, namely religious, socio-cultural, love, protection, reproductive, economic, socialization. and education, and environmental development. There is optimism from the women who are involved both in the training and in the management of the "Sikula Geutanyoe" Program to rise together and become one of the agents of development so that they can improve their standard of living for the better.ABSTRAKPerempuan mempunyai kemampuan memegang peranan sebagai aktor strategis pada pembangunan Indonesia ini, begitu juga dengan perempuan yang berasal dari Kabupaten Nagan Raya. Penelitian mempunyai tujuan menggali lebih dalam terkait optimalisasi peran perempuan dalam program pemberdayaan perempuan yang bermitra dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Gampong, Pengendalian Penduduk dan Pemberdayaan Perempuan (DPMGP4). Pendekatan kualitatif menjadi metode penelitian ini dengan informan yang berasal dari penanggungjawab program Sikula Geutanyoe yang merupakan Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara (PPK ORMAWA HIMADISTRA) Universitas Teuku Umar yang bekerjasama dengan DPMGP4. Data dikumpulkan dengan cara interview, pengamatan dan dokumentasi. Penentuan informan dengan teknik purposive sampling dan berjumlah 5 orang yang berasal dari penanggungjawab Program Sikula Geutanyoe 3 informan serta dari DPMGP4 2 informan. Data yang telah didapat lalu dianalisi melalui 3 tahapan, pertama penyeleksian data, lalu penyajian data dan Langkah terakhir dengan membuat kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pengoptimalisasi peran perempuan telah dilakukan melalui program “Sikula Geutanyoe”. Peran DPMGP4 Kabupaten Nagan Raya dalam memberdayakan perempuan dilakukan dengan program kemitraan dan pelatihan yang diberikan kepada kaum perempuan dengan menekankan pemahaman pada 8 fungsi keluarga, yaitu keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, ekonomi, sosialisasi dan pendidikan, dan pembinaan lingkungan. Adanya optimisme dari para perempuan yang terlibat baik dalam pelatihan maupun dalam kepengurusan Program “Sikula Geutanyoe” untuk bangkit bersamasama dan menjadi salah satu agen pembangunan sehingga dapat meningkatkan taraf hidup menjadi lebih baik.
KETERDEDAHAN INFORMASI BENCANA DAN KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT MENGHADAPI BENCANA BANJIR ROB DI KABUPATEN ACEH BARAT Farina Islami; Yuhdi Fahrimal; Asmaul Husna; Putri Maulina
Jurnal Media dan Komunikasi Indonesia Vol 4, No 1 (2023): MARCH
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmki.82761

Abstract

 The research objective is to analyze the influence of individual characteristics and disclosure of disaster risk information on community preparedness in facing coastal floods. The methodology used is explanatory research with a quantitative approach. In this study, a questionnaire was used with the number of samples were 82 respondents who were in the desa Pasir, Kec. Johan Pahlawan, Kab.Aceh Barat. The results of this study indicate that the individual characteristics of gender, age, and final education have a significant effect on community preparedness to face coastal flooding, but are classified as quite weak. Meanwhile, the disclosure of disaster risk information, namely the intensity of media use, the frequency of media use, and the quality of information has a significant effect on community preparedness to face coastal flooding, and is classified as strong.   
Narasi Jilbab dan Realitas Simulakra di Akun Instagram @buttonscarves Putri Maulina; Ainal Fitri; Dony Arung Triantoro
Jurnal Komunikasi Global Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkg.v12i1.31232

Abstract

Buttonscarves menjadi brand fashion jilbab yang menargetkan perempuan muslim dengan kelas sosial menengah ke atas sebagai konsumennya. Melalui akun Instagram @buttonscarves, produsen fashion jilbab ini berupaya menarik perhatian konsumen dengan menciptakan beragam narasi sehingga terciptanya realitas-realitas tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana realitas perempuan muslim dan jilbab diciptakan dalam narasi Buttonscarves di akun Instagram @buttonscarves. Peneliti juga menggunakan sudut pandang Baudrillard tentang Simulakra dan Hiperrealitas. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dan metode analisis semiotika Jean Barudrillard terhadap sembilan teks berupa video dan foto yang ada di akun tersebut di sepanjang tahun 2022. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Instagram @buttonscarves menciptakan simulasi realitas terhadap perempuan Muslim berjilbab. Narasi simulakra dalam Instagram @buttonscarves menunjukkan hiperrealitas nilai- nilai perempuan Muslim dan jilbab yang dapat membius khalayak perempuan Muslim. Sehingga jilbab tidak lagi dipandang dari nilai-nilai aslinya, namun menjadi realitas simulakrum murni dari citra yang diciptakan oleh Buttonscarves. Buttonscarves is a hijab fashion brand that targets Muslim women belonging to the middle and upper social classes. Through the Instagram account @buttonscarves, this hijab fashion producer attracted consumers’ attention by constructing narratives that shape distinct realities. This study delves into how the Buttonscarves’ narratives on the @buttonscarves create the reality of Muslim women and the headscarf. In analyzing this phenomenon, Baudrillard's concepts of Simulacra and Hyperreality serve as theoretical underpinnings. Employing a qualitative approach, this research adopts the Jean Baudrillard Semiotics Analysis method to analyze nine texts, encompassing videos and photos posted throughout 2022. The study's findings shed light on the Instagram account’s ability to engender a simulated reality of Muslim women wearing headscarves. Simulakra's narrative on Instagram @buttonscarves shows the hyperreality of Muslim women's values and the headscarf that can anesthetize Muslim women audiences. Consequently, the headscarf is no longer seen from its original values but becomes a pure simulacrum reality of the image created by Buttonscarves.
Narasi Jilbab dan Realitas Simulakra di Akun Instagram @buttonscarves Putri Maulina; Ainal Fitri; Dony Arung Triantoro
Jurnal Komunikasi Global Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkg.v12i1.31232

Abstract

Buttonscarves menjadi brand fashion jilbab yang menargetkan perempuan muslim dengan kelas sosial menengah ke atas sebagai konsumennya. Melalui akun Instagram @buttonscarves, produsen fashion jilbab ini berupaya menarik perhatian konsumen dengan menciptakan beragam narasi sehingga terciptanya realitas-realitas tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana realitas perempuan muslim dan jilbab diciptakan dalam narasi Buttonscarves di akun Instagram @buttonscarves. Peneliti juga menggunakan sudut pandang Baudrillard tentang Simulakra dan Hiperrealitas. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dan metode analisis semiotika Jean Barudrillard terhadap sembilan teks berupa video dan foto yang ada di akun tersebut di sepanjang tahun 2022. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Instagram @buttonscarves menciptakan simulasi realitas terhadap perempuan Muslim berjilbab. Narasi simulakra dalam Instagram @buttonscarves menunjukkan hiperrealitas nilai- nilai perempuan Muslim dan jilbab yang dapat membius khalayak perempuan Muslim. Sehingga jilbab tidak lagi dipandang dari nilai-nilai aslinya, namun menjadi realitas simulakrum murni dari citra yang diciptakan oleh Buttonscarves. Buttonscarves is a hijab fashion brand that targets Muslim women belonging to the middle and upper social classes. Through the Instagram account @buttonscarves, this hijab fashion producer attracted consumers’ attention by constructing narratives that shape distinct realities. This study delves into how the Buttonscarves’ narratives on the @buttonscarves create the reality of Muslim women and the headscarf. In analyzing this phenomenon, Baudrillard's concepts of Simulacra and Hyperreality serve as theoretical underpinnings. Employing a qualitative approach, this research adopts the Jean Baudrillard Semiotics Analysis method to analyze nine texts, encompassing videos and photos posted throughout 2022. The study's findings shed light on the Instagram account’s ability to engender a simulated reality of Muslim women wearing headscarves. Simulakra's narrative on Instagram @buttonscarves shows the hyperreality of Muslim women's values and the headscarf that can anesthetize Muslim women audiences. Consequently, the headscarf is no longer seen from its original values but becomes a pure simulacrum reality of the image created by Buttonscarves.
MANAJEMEN KOMUNIKASI BENCANA BPBD NAGAN RAYA PADA SITUASI TERDAPAT POTENSI BENCANA Friska Marina; Putri Maulina; Said Fadhlain
JIMSI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ilmu Komunikasi VOLUME 1 NOMOR 1 (MARET 2021)
Publisher : JIMSI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Nagan Raya, khususnya Kecamatan Tripa Makmur memiliki kecenderungan intensitas kejadian tinggi dan berulang, dampak besar dan luas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memiliki peran strategis dalam menanggulangi bencana khususnya bencana banjir yang masuk kedalam 5 bencana prioritas. Manajemen Komunikasi Bencana sangat dibutuhkan khususnya pada situasi terdapat potensi bencana, untuk mengurangi risiko bencana dan mempercepat proses penanganan ketika terdapat potensi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen komunikasi bencana BPBD Kabupaten Nagan Raya pada situasi terdapat potensi bencana banjir. Penelitian ini dikaji menggunakan konsep manajemen komunikasi Puji Lestari (2006) dengan indikator Perencanaan (komunikasi berbagai arah), Pengorganisasian (kemitraan), Pengendalian (kepemimpinan motivasi), Evaluasi (koordinasi). Data dikumpulkan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan penyajian analisa secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan  manajemen komunikasi BPBD pada situasi terdapat potensi bencana belum optimal, disebabkan oleh beberapa faktor: 1). Pada tahap mitigasi bencana banjir, belum adanya sosialisasi secara langsung kepada masyarakat. 2). Masih minimnya sarana dan prasarana mitigasi bencana oleh terbatasnya anggaran. 3).Belum adanya sistem peringatan dini. 4). BPBD Kabupaten Nagan Raya belum memiliki akun media sosial dan juga website resmi.