Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PARTISIPASI PEREMPUAN SEBAGAI ANGGOTA TUHA PEUT GAMPONG DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KECAMATAN MEUREUDU Munawiah, Munawiah; Kamaliah, Kamaliah
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v3i1.1947

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memberi gambaran tentang partisipasi perempuan sebagai anggota Tuha Peut gampong dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Meureudu. Lembaga Tuha Peut gampong merupakan badan permusyawaratan gampong, yang berfungsi mengayomi adat istiadat, membuat peraturan gampong dan menyalurkan aspirasi masyarakat setempat serta melakukan pengawasan terhadap penyelenggara pemerintahan gampong. Lembaga Tuha peut perempuan adalah wakil perempuan yang ada di dalam pemerintahan gampong yang menjunjung tinggi aspirasi perempuan. Keberadaan mereka sangat diperlukan dalam pemerintahan gampong karena banyak permasalahan yang terjadi dalam gampong, terutama permasalahan terkait dengan perempuan, maka harus dilibatkan perempuan dalam penyelesaian persoalan tersebut. Keterlibatan perempuan dalam pengambilan kebijakan di tingkat pemerintahan gampong akan membantu mencapai persamaan dan keadilan di tingkat gampong. Data diperoleh melalui wawancara anggota tuha peut perempuan dan laki-laki, keucik gampong. tokoh masyarakat dan unsur pemuda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan perempuan dalam lembaga Tuha Peut gampong tidak hanya dapat memberikan saran dan pertimbangan kepada kepala gampong (Keucik) namun mereka dapat juga melakukan pengawasan terhadap reusam gampong, pengelolaan keuangan gampong, dan juga mediator dan negosiator dari permasalahan yang terjadi di masyarakat.
TUMBUH KEMBANG ANAK DI DAYCARE UIN AR-RANIRY DAN PENGARUH KURIKULUM Munawiah, Munawiah; Jannah, Miftahul
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v1i1.780

Abstract

Tumbuh kembang pada usia dini cukup penting karena akan mempengaruhi perkembangan pada usia selanjutnya. Kurikulum juga mempengaruhi tumbuh kembang anak baik psikis yang berupa aspek kognitif, afektif, psikomotor, bahasa, emosi, sosial dan agama, maupun perkembangan dan fisik. Fisik yang sehat dan kuat ikut berperan dalam perkembangan psikis anak.Membahas tentang kurikulum tentunya sangat luas diantaranya kurikulum mencakup azas, prinsip, Pendekatan, dan proses pengembangan kurikulum, fungsi dan peranan pengembangan kurikulum, dan bagaimana perkembangan kurikulum di Indonesia, tulisan ini akan membahas tentang bagaimana pengembangan kurikulum selama ini dan khususnya kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini dan bagaimana pengaruh kurikulum terhadap tumbuh kembang anak.
Perempuan Aceh dan Human Security Munawiah, Munawiah; Melayu, Hasnul Arifin; Husna, Nurul
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v3i2.3440

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk membari gambaran tentang qanun syariat Islam di Aceh memberi perlindungan kepada perempuan dan peran negara dalam melindungi perempuan korban kekerasan di Aceh serta solusi yang diberikan negara terhadap kasus-kasus pelanggaran hak-hak perempuan.Istilah human security sebelumnya lebih mengarah membicarakan tentang hubungan antar negara yang dapat diartikan sebagai upaya suatu negara dalam menjaga serta melindungi keamanan negaranya dari serangan atau ancaman pihak lain khususnya yang berkaitan dengan ancaman militer. Namun belakangan human security sudah menjadi isu penting di era globalisasi artinya tidak lagi hanya menekankan pada keamanan negara, tetapi sudah berkaitan dengan manusia.Human security sudah terfokus pada bidang kekerasan fisik serta pelanggaran HAM ketika konflik terjadi dan semua bentuk ancaman lain seperti bencana alam atau kemiskinan. Infomasi dikumpulkan melalui pendekatan kulitatif dengan observasi, telaah dokumentasi dan wawancara mendalam data lapangan diperoleh Banda Aceh dan Langsa, sebagai analisis ditambah juga informasi di kabupaten lain. Hasil penelitian menunjukkan pada dasarnya negara sudah memberi perlindungan kepada warganya seperti yang tertera dalam Undang-undang namun dengan lahirnya qanun syariat Islam dalam pelaksanaaannya lebih banyak perempuan yang mendapat kekerasan, seperti razia busana muslim dan penjelasan dalam khalwat dapat menimbulkan pemahaman yang berbeda-beda tentang kapan berdua-duan menjadi tindak pelanggaran hukum.
PRESERVATION AND UTILIZATION OF LAKE ANEUK LAOT AS A SOURCE OF SOCIAL LIVELIHOOD FOR THE COMMUNITY IN SABANG CITY Abdullah, Munawiah; Naxrasya, Dhyaake; Ahmad, Muhammad Yunus; Mukhtar, Marduati; Rambely, Nurul Aliyah Sham Binti
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v11i1.29115

Abstract

Aneuk Laot Village is home to a lake that serves as the primary source of livelihood for the local community. Residents play a vital role in maintaining the lake’s sustainability through mutual cooperation and adherence to rules that prohibit littering in the surrounding area. This reflects a strong collective spirit toward environmental preservation. This study aims to describe the level of community participation in preserving Lake Aneuk Laot, to understand the lake’s functions and benefits for residents, and to analyze the government's role in conservation efforts. A qualitative approach with descriptive research methods was used. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Analysis was carried out through data reduction, presentation, and verification. The findings show that the residents of Aneuk Laot Village actively contribute to the preservation of the lake, demonstrating high awareness by avoiding actions that cause pollution, such as littering. This individual and collective awareness significantly supports the lake’s sustainability. Lake Aneuk Laot provides essential benefits, such as a source of clean water for daily needs and irrigation for nearby crops. For local fishermen, it offers a steady source of income. The government supports sustainability through communication, monitoring, and protective actions to safeguard the lake from various threats.
Preserving Cultural Heritage in Aceh: Legal Frameworks and Community Initiatives in Gampong Pande Hasan Basri M. Nur; Abdullah, Munawiah; Husda, Husaini; Mukhtar, Marduati; Armia, Muhammad Siddiq
Lentera Hukum Vol. 12 No. 2 (2025): LENTERA HUKUM
Publisher : University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ejlh.v12i2.53740

Abstract

This paper examines the efforts to preserve cultural heritage in Aceh, Indonesia, with a specific focus on Gampong Pande, one of the oldest and most historically significant areas in Banda Aceh, Indonesia. As a site of early Islamic civilization in the region, Gampong Pande holds valuable tangible and intangible cultural assets, including ancient tombs, artifacts, oral traditions, and Islamic scholarly heritage. However, these cultural resources face increasing threats due to urban development, environmental degradation, and a lack of comprehensive preservation strategies. The study explores how the legal frameworks at the national and regional levels, particularly the implementation of Qanun (Acehnese regional regulations), are employed to protect and manage cultural heritage. These legal instruments provide a foundation for cultural governance, yet their effectiveness often depends on enforcement mechanisms and institutional coordination. In parallel, this study emphasizes the critical role of local communities in cultural preservation. It highlights how the residents of Gampong Pande have initiated grassroots movements to protect historical sites, resist commercial encroachment, and revive cultural practices. These initiatives demonstrate the importance of community participation, local wisdom, and intergenerational knowledge transfer in heritage conservation. This research underscores the need for a more integrated and participatory approach that combines top-down legal policies with bottom-up community action. It calls for stronger collaboration among government agencies, civil society, academic institutions, and local leaders to ensure the sustainable preservation of cultural heritage in Aceh. In conclusion, the preservation of Gampong Pande’s heritage means protecting physical structures and maintaining the region’s historical identity, spiritual legacy, and cultural continuity amid ongoing modernization and change. Keywords: Cultural Heritage, Aceh, Gampong Pande.
Pengaruh Dukungan Keluarga dan Sosial terhadap Keberfungsian Sosial Penyandang Disabilitas Psikososial di Aceh Utara dan Pidie Husna, Nurul; Fauziah, Mira; Julianto, Julianto; Abdullah, Munawiah; Hidayati, Siti Hajar Sri
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 4 No 9 (2024): JPTI - September 2024
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.644

Abstract

Penyandang disabilitas psikososial sering mengalami kesulitan dalam berfungsi secara sosial, yang dapat menghambat integrasi mereka ke dalam masyarakat. Aceh merupakan salah satu provinsi dengan jumlah penyandang disabilitas psikososial tertinggi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dukungan keluarga dan dukungan sosial terhadap keberfungsian sosial penyandang disabilitas psikososial di Aceh Utara dan Pidie. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 20 responden. Data dikumpulkan menggunakan skala dukungan keluarga, dukungan sosial, dan keberfungsian sosial. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa dukungan keluarga dan sosial tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap keberfungsian sosial (p>0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa faktor lain seperti manajemen diri, strategi koping, harga diri, dan hubungan sosial mungkin lebih berperan dalam menentukan keberfungsian sosial penyandang disabilitas psikososial. Penelitian ini memberikan wawasan baru bagi perancang kebijakan rehabilitasi sosial dalam merancang intervensi yang lebih efektif untuk kelompok ini.
REFLECTION OF SUFI POCUT DI BEUTONG IN ACEH’S MANUSCRIPT Abdullah, Munawiah; Husna, Nurul; Akbar, Arif; Zaenab, Cut
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v9i2.19983

Abstract

Abstrak: Tulisan ini bermaksud untuk mendeskripsikan sosok perempuan sufi di Aceh yang dikenal dengan sebutan Pocut di Butong yang terdapat dalam naskah tersebut. Sejarah panjang tasawuf di Aceh memberikan peranan yang sangat penting bagi masyarakat Aceh. Aceh yang juga dikenal dengan nama Serambi Mekkah, pada saat itu diterapkan syariat Islam. Keberadaan para sufi atau pembawa tasawuf begitu esensialnya agar ajaran tersebut terus berkembang. Sufi di Aceh terkenal di kalangan laki-laki karena sikap mereka yang tidak peduli terhadap perempuan. Di kalangan sufi perempuan, keberadaannya sangat minim dan tidak tertulis dalam sejarah apapun. Yang paling sering disebutkan adalah Rabiah al-Adawiyah, namun sufi perempuan masih perlu lebih banyak dipublikasikan, dan lain halnya jika tokohnya laki-laki. Penelitian ini merupakan tinjauan naskah ‘Munajat Perempuan Sufi Aceh Pocut di Beutong’ mengenai eksistensi dan peran seorang sufi perempuan berinisial Pocut di Beutong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi-puisi dalam buku ‘Munajat Wanita Sufi Aceh’ menjelaskan bahwa keberadaan dan peranan Pocut di Beutong sangat berarti pada masa itu. Hal ini terlihat dari sejarah yang diceritakan dalam buku tersebut mengenai bagaimana Pocut di Beutong turut membantu mempertahankan tanah Aceh dengan berbagai cara, seperti berdoa, mengajar, mengembangkan amalan, dan berupaya mendekatkan diri kepada Allah. Hal ini sama pentingnya dengan Cut Nyak Dien dan pahlawan wanita lainnya yang akan berperang.Kata Kunci: Naskah; Wanita Sufi; Aceh.Abstract: This paper intends to describe the Sufis woman in Aceh, known as Pocut di Butong contained in the manuscript. The long history of Sufism in Aceh provides a crucial role for the people of Acehnese. Aceh, also known as Serambi Mecca, at that time of Islamic law was implemented. The existence of Sufi or carriers of Sufism is so essential that these teachings continue to develop. Sufi in Aceh have been popular with men for their disregard for women. Among female Sufis, their existence is minimal and not written in any history. The most often mentioned is Rabiah al-Adawiyah, but more female Sufis still need to be published, and it is different if the character is male. This study is a manuscript review of ‘Munajat Perempuan Sufi Aceh Pocut di Beutong’ regarding the existence and role of a female Sufis with the initial Pocut di Beutong. The study results show that the poems in the book ‘Munajat Wanita Sufi Aceh’ explain that the existence and role of Pocut di Beutong was very significant at that time. This can be seen from the history recounted in the book regarding how Pocut di Beutong also helped defend the land of Aceh in different ways, such as praying, teaching, developing practice, and attempting to get closer to Allah. This is just as important as Cut Nyak Dien and other female heroes going to war.Keywords: Manuscript; Sufis Woman; Aceh. 
Moderation of Thought in the Age of Radicalism: The Role of Social Media and Political Education in Countering Hate Content Abdullah, Munawiah; Amiruddin, M. Hasbi; Dewi, Ernita; Mannan, Nuraini H. A.
Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education Vol. 6 No. 1 (2025): Integrative Islamic Education
Publisher : Pascasarjana Universitas KH. Abdul Chalim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/tijie.v6i1.1373

Abstract

This study analyzes the role of social media and political education in moderating thought in the era of radicalism, particularly in dealing with hate content. Social media plays a dual role: disseminating useful information and spreading hate content that incites radicalism. This article uses a qualitative approach with descriptive analysis methods. The research location is in the Province of Aceh. Primary data consists of in-depth interviews with local intellectuals, including academics, religious scholars, and community leaders. The results show that social media significantly influences public opinion and people's mindsets. However, through proper political education, social media can be used to spread values of moderation and tolerance and reduce the impact of hate content. Political education that is inclusive and based on national and humanitarian values has proven effective in instilling a moderate attitude. A curriculum emphasizing dialogue, tolerance, and respect for differences is crucial.
Konversi Agama Perempuan Etnis Cina Blangpidie Ke Islam (Kajian Sejarah dan Dinamika Islam di Abdya) H.A. Mannan, Nuraini; Hirrati, Hirrati; Munawiah, Munawiah
Takammul : Jurnal Studi Gender dan Islam Serta Perlindungan Anak Vol. 13 No. 2 (2024): Takammul
Publisher : Pusat Studi Wanita UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/takamul.v13i2.29136

Abstract

The existence of ethnic Chinese in Blangpidie before Indonesia's independence and even until now has carried out religious conversion. This study aims to determine what factors influence the decision of Chinese women to convert to Islam in Blangpidie and the form of social interaction between converts and the community in Blangpidie in everyday life. This study uses a qualitative approach to make it easier to obtain valid data through interviews, observations, and documentation. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and verification/conclusions. The results of the study indicate that there are several factors that influence the decision of Chinese women to convert, namely divine factors, psychological factors, educational factors, mental/mental pressure factors, and social factors. The form of social interaction between converts and the community in Blangpidie in everyday life is very good in behavior, mutual respect, respect for others, mutual help between each other, love of peace and harmony. This can be seen from the form of cooperation and concern that exists between converts and the Blangpidie community.
Pendampingan Psikososial Anak Pasca Banjir di Desa Pohroh Kecamatan Bandar Dua Kabupaten Pidie Jaya Inayatillah, Inayatillah; Ramadhan, Rahmat; Banati, Aghisni; Rahmah, Alfa; Aisyah, Aisyah; Fatimah, Siti; Fadhlina, Amilah; Mukhtar, Marduati; Abdullah, Munawiah; Zahra Rizki, Alya
ZONA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2026): ZONA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/zona.v3i1.495

Abstract

Anak-anak merupakan kelompok rentan yang mengalami dampak psikososial signifikan akibat bencana banjir. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkuat kondisi psikososial anak pasca banjir melalui pendampingan yang suportif, partisipatif, dan berkelanjutan. Pengabdian dilaksanakan oleh mahasiswa dan dosen dalam program KPM Tematik Kebencanaan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh di Desa Pohroh, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya. Metode pengabdian yang digunakan adalah pendekatan psikososial-partisipatif, dengan menempatkan anak sebagai subjek utama dalam proses pemulihan. Bentuk kegiatan meliputi trauma healing berbasis permainan, aktivitas kelompok, belajar sambil bermain, perlombaan edukatif, serta interaksi sosial yang aman dan menyenangkan. Kegiatan dilaksanakan secara bertahap selama masa pengabdian untuk membangun rasa aman, kepercayaan diri, dan relasi sosial anak. Hasil pengabdian menunjukkan adanya penurunan kecemasan, meningkatnya partisipasi anak dalam aktivitas sosial, serta terbentuknya suasana psikososial yang lebih positif di lingkungan desa. Pengabdian ini menunjukkan bahwa pendampingan psikososial berbasis komunitas efektif digunakan sebagai strategi pemulihan anak pasca bencana banjir.