Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Penurunan Perilaku Merokok Sebagai Pengendali Tekanan Darah Bagi Masyarakat Sawitri, Endang; marwanti, marwanti; supardi, supardi; Purnomo, Romadhani Tri; Mawardi , Mawardi; Febriati, Desi
TRIAGE Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/triage.v11i1.1028

Abstract

The habit of smoking is very detrimental to health, as it can trigger various diseases such as cancer, heart attack, impotence, pregnancy and fetal disorders. If the smoking habit continues for a long period of time it can cause death. To analyze the relationship between smoking habits and blood pressure. This type of research is Analytical observational with Cross Sectional design, data collection is done by visiting the respondent's house one by one. 88 men were willing to be respondentsRespondents who had mild smoking behavior with normal blood pressure were 5 respondents, respondents who had mild smoking behavior with prehypertension blood pressure were 5 respondents, respondents who had moderate smoking behavior with normal blood pressure were 28 respondents, respondents who had moderate smoking behavior with prehypertension blood pressure were 24 respondents, respondents who had moderate smoking behavior with Stage 1 hypertension blood pressure were 5 respondents, respondents who had heavy smoking behavior with normal blood pressure were 13 respondents, respondents who had heavy smoking behavior with prehypertension blood pressure were 8 respondents. Based on the results of the bevariate analysis, there is an insignificant relationship between smoking habits and blood pressure in RW 01 Juwiran Village, Juwiring District, Klaten Regency, which is indicated by a coefficient value of -0.094 with a p value of 0.386 (P>0.05).
Gambaran Kepatuhan Minum Obat Pada Lansia Yang Mengalami Hipertensi Di ILP Desa Temuireng Marwanti, Marwanti; Setyowati, Dewi; Elsera, Chori; Sawitri, Endang; Supardi, Supardi
TRIAGE Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/triage.v12i2.2070

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi adalah tekanan darah yang abnormal terjadi saat kondisi tekanan darah sistolik dan diastolik meningkat yang bisa diderita oleh berbagai usia, terutama yang paling rentan adalah usia lanjut, peningkatan tekanan darah dalam jangka waktu yang panjang dapat merusak pembuluh darah di organ jantung, ginjal, otak, mata, dan dapat mengakibatkan stroke, infark miokard, gagal ginjal. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Kepatuhan Minum Obat Pada Lansia Yang Mengalami Hipertensi Di Integrasi Layanan Primer (ILP) Desa Temuireng. Metode Penelitian : Desain penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan sejumlah 60 lansia yang mengalami hipertensi diambil dengan teknik purposive sampling. Hasil : Karakteristik responden paling banyak berusia 60-70 tahun, mayoritas berjenis kelamin perempuan sejumlah 48 responden (80%), tidak sekolah sejumlah 39 responden (65%), IRT sejumlah 31 responden (51,7%), lama menderita hipertensi >5 tahun sejumlah 50 responden (83,3%), status menikah sejumlah 46 responden (76,7%), berdasarkan gambaran kepatuhan minum obat hipertensi responden paling banyak tidak patuh sejumlah 47 responden (78,3%). Kesimpulan : Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kepatuhan minum obat pada lansia yang mengalami hipertensi di Integrasi Layanan Primer (ILP) Desa Temuireng sebagian besar tidak patuh sejumlah 47 responden (78,3%).
A study of cultural heritage and lunar new year cuisine: Preserving the sustainability of the Chinese community Fauziah, Miftahul; Ratnaningsih, Nani; Marwanti, Marwanti
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 10 No. 1 (2026): April (On Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v10i1.43593

Abstract

Indonesians of Chinese descent, scattered across various regions, continue to contribute to the development of the Chinese community while enriching Indonesia’s cultural diversity. In a multicultural society, one of the main challenges faced is the process of acculturation, particularly amid the influence of modernity. This article discusses efforts to preserve the continuity of Chinese community traditions in Indonesia by highlighting the role of Lunar New Year cuisine as a form of cultural expression. Modernity and the acculturation of local cultures have led to variations in Lunar New Year culinary practices across different Chinese communities. This study aims to examine Chinese cuisine as an indicator of the continuity of traditions and community identity. The research method employed is qualitative, utilizing secondary data analysis through a literature review using the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis (PRISMA) approach. The findings indicate that Chinese community traditions have not declined but have instead transformed and blended with local culture. This is reflected in Lunar New Year celebrations in Indonesia, such as the Grebeg Sudiro festival, as well as ritual practices and traditional food offerings. Foods such as kue mangkok, kue keranjang (nian gao), and agar-agar hold symbolic meanings related to hopes for prosperity, happiness, and good fortune. Thus, the Lunar New Year celebration serves not only as a religious tradition but also as a means of cultural preservation and the strengthening of the multicultural identity of Indonesian society.   Warga Indonesia keturunan Tionghoa yang tersebar di berbagai daerah terus berkontribusi terhadap perkembangan komunitas Tionghoa sekaligus memperkaya keragaman budaya Indonesia. Dalam masyarakat multikultural, salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah proses akulturasi, terutama di tengah pengaruh modernitas. Artikel ini membahas upaya menjaga keberlanjutan tradisi komunitas Tionghoa di Indonesia dengan menyoroti peran kuliner Imlek sebagai bentuk ekspresi budaya. Modernitas dan akulturasi budaya lokal menyebabkan variasi dalam praktik kuliner Imlek di berbagai komunitas Tionghoa. Penelitian ini bertujuan mengkaji kuliner Tionghoa sebagai penanda keberlanjutan tradisi dan identitas komunitas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis data sekunder melalui studi literatur menggunakan pendekatan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis (PRISMA). Hasil kajian menunjukkan bahwa tradisi komunitas Tionghoa tidak mengalami kemunduran, melainkan bertransformasi dan melebur dengan budaya lokal. Hal ini tercermin dalam perayaan Imlek di Indonesia, seperti festival Grebeg Sudiro serta praktik ritual dan sajian makanan khas. Makanan seperti kue mangkok, kue keranjang (nian gao), dan agar-agar memiliki makna simbolis terkait harapan akan rezeki, kebahagiaan, dan keberuntungan. Dengan demikian, perayaan Imlek tidak hanya berfungsi sebagai tradisi keagamaan, tetapi juga sebagai sarana pelestarian budaya dan penguatan identitas multikultural masyarakat Indonesia.
Faktor Faktor yang Mempengaruhi Segmentasi Pasar Kuliner Bakso Malang: Kajian Systematic Literature Review (SLR) Fatimah Karim; Marwanti Marwanti; Sukamto Sukamto
Jurnal Teknologi Pangan dan Produk Pertanian Vol 2 No 01 (2026): Jurnal Teknologi Pangan dan Produk Pertanian (JTePP)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jtepp.v2i01.973

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan sistematis terhadap faktor determinan segmentasi pasar kuliner bakso di Kota Malang melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Analisis dilakukan terhadap 34 literatur terpilih dalam rentang waktu 2021–2026 yang mencakup baksom malang, studi kasus usaha kecil manengah, perilaku konsumen, dan inovasi teknologi. Hasil kajian menunjukkan bahwa segmentasi pasar bakso Malang telah bertransformasi dari pasar tradisional yang homogen menjadi ekosistem yang sangat terdiferensiasi. Temuan utama mengidentifikasi empat dimensi utama yaitu : psikografis, perilaku digital, ekonomi, dan inovasi produk. Faktor psikografis menempatkan bakso sebagai identitas kultural dan medium interaksi sosial, sementara dimensi digital melahirkan segmen konsumen baru yang berbasis pada ulasan media sosial dan platform pengiriman daring. Secara ekonomi, harga dan lokasi tetap menjadi variabel dominan bagi segmen konsumen sadar anggaran (budget-conscious). Selain itu, adopsi teknologi vacuum packaging ditemukan sebagai strategi untuk memperluas jangkauan pasar menuju segmen pangan dalam bentuk frozen food yang berskala nasional. Kesimpulan dari hasil kajian adalah bahwa keberlanjutan industri bakso Malang sangat bergantung pada integrasi narasi warisan budaya (heritage) dengan inovasi teknologi digital. Implikasi praktis dari penelitian ini merekomendasikan para pelaku usaha kecil menengah untuk melakukan diversifikasi produk dan digitalisasi pemasaran guna mempertahankan keunggulan kompetitif di tengah dinamika preferensi konsumen yang semakin kompleks. Kata Kunci: Segmentasi Pasar, Bakso Malang, Perilaku Konsumen, Wisata Gastronomi.
Malang Meatballs as a Representation of Cultural Identity and Local Culinary Tourism: A Gastronomic Perspective Fatimah Karim; Marwanti Marwanti
Jurnal Kawistara Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.108069

Abstract

Local culinarians have been mostly studied in terms of economic and tourism aspects. Beyond this material dimension, this study examines Malang meatballs, popularly called Bakso Malang, as cultural identity as a representation that serves as both a symbol of regional identity and a pillar of the creative economy. Using the lens of gastronomy, the focus of this study is to trace the historical narratives, culinary practices, and symbolic values embedded in the product. Data was collected through observation, in-depth interviews, and documentation at four iconic businesses, including the grilled meatballs of Pak Man, meatballs of Damas, meatballs of Bejo, and meatballs of Priyangan. Analysis was conducted thematically with verification through triangulation of sources. The findings indicate that Malang meatballs represent a cultural identity that reflects the creativity and resilience of the local community. Sustained innovation in processing techniques and presentation styles, as seen in the businesses studied, has proven to enrich consumers’ sensory experiences without eroding their traditional roots. Strategic business locations and inclusive service offerings also contribute significantly to Malang’s culinary tourism landscape, as evidenced by the achievement of 3.1 million tourist visits in 2024
Malang Meatballs as a Representation of Cultural Identity and Local Culinary Tourism: A Gastronomic Perspective Fatimah Karim; Marwanti Marwanti
Jurnal Kawistara Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.108069

Abstract

Local culinarians have been mostly studied in terms of economic and tourism aspects. Beyond this material dimension, this study examines Malang meatballs, popularly called Bakso Malang, as cultural identity as a representation that serves as both a symbol of regional identity and a pillar of the creative economy. Using the lens of gastronomy, the focus of this study is to trace the historical narratives, culinary practices, and symbolic values embedded in the product. Data was collected through observation, in-depth interviews, and documentation at four iconic businesses, including the grilled meatballs of Pak Man, meatballs of Damas, meatballs of Bejo, and meatballs of Priyangan. Analysis was conducted thematically with verification through triangulation of sources. The findings indicate that Malang meatballs represent a cultural identity that reflects the creativity and resilience of the local community. Sustained innovation in processing techniques and presentation styles, as seen in the businesses studied, has proven to enrich consumers’ sensory experiences without eroding their traditional roots. Strategic business locations and inclusive service offerings also contribute significantly to Malang’s culinary tourism landscape, as evidenced by the achievement of 3.1 million tourist visits in 2024
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN MOTIVASI PENYUSUNAN SKRIPSI PADA MAHASISWA Endang Sawitri; Marlina Fitriani; marwanti; Agus Murtana
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 21 No 1 (2026): Volume 21 Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v21i1.2320

Abstract

Final-year students often face obstacles in completing their thesis, such as difficulties in determining the title, lack of references, communication barriers with lecturers, and poor time management. Family support is an important factor in increasing students’ motivation and self-confidence. This study aims to determine the relationship between family support and thesis-writing motivation among final-year undergraduate nursing students at Muhammadiyah University of Klaten. This research employed a quantitative approach with a cross-sectional method. Respondents were selected using total sampling, consisting of 72 students who met the exclusion criteria. The study was conducted among final-year undergraduate nursing students at Muhammadiyah University of Klaten, with data collection carried out over two weeks, from June 10 to June 17, 2025. The data collection instruments used were the family support questionnaire and the thesis-writing motivation questionnaire. Bivariate analysis using Kendall’s Tau test showed a significant relationship between family support and thesis-writing motivation (p-value = 0.000; r = 0.828), indicating a very strong correlation between family support and thesis-writing motivation. The findings revealed that the level of family support received by students—including emotional, informational, appraisal, and instrumental aspects—was high (44.4%), and the students’ motivation in completing their thesis—based on enthusiasm, persistence, and self-confidence—was strong (47.2%). The conclusion of this study is that there is a significant relationship between family support and thesis-writing motivation among final-year undergraduate nursing students at Muhammadiyah University of Klaten, with a correlation coefficient of 0.828.
IMPLEMENTASI METODE INQUIRY DISCOVERY PADA MATA KULIAH PRAKTIK SENI PENYAJIAN MAKANAN : IMPLEMENTASI METODE INQUIRY DISCOVERY PADA MATA KULIAH PRAKTIK SENI PENYAJIAN MAKANAN Kokom Komariah; Marwanti; Wika Rinawati
Jurnal MEKOM (Media Komunikasi Pendidikan Kejuruan) Volume 2, Issue 1, Februari 2015
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengimplementasikan kegiatan inquiry dan discoverydalam rangka menemukan kreativitas praktik seni penyajian makanan; (2) Manfaat apa yang diperolehmahasiswa dalam pembelajaran inquiry-discovey. dalam praktik seni penyajian makanan. Jenis penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas, metode penelitian dimodifikasi dari Kemmis, setiap siklus dibagi 3 tahap yaitu perencanaan, observasi dan tindakan serta refleksi Pengumpulan data melalui observasi, angket dan wawancara. Subjek penelitian adalah mahasiswa 39 orang mahasiswa. Objek penelitian adalah penerapan metode inquiry dan discovery. Analisis data dilakukan secara deskiptif kuantitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa: (1) Implementasi metode inquiry dan discovery, dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus, yang masing-masing terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Temuan dari siklus tersebut memantapkan bahwa tahapan inquiry dan discovery yang dilakukan oleh mahasiswa meliputi 7 (tujuh) tahap yaitu mengkaji tugas-tugas yang diberikan, melakukan pengumpulan materi untuk dikaji dan didiskusikan, melakukan pemilahan topik seni penyajian makanan, menemukan inti permasalahan dan pembuatan produk spm, menemukan prinsip prinsip untuk pembuatan produk spm, mempresentasikan tugas hasil proses inquiry didepan kelas, mewujudkan produk yang dikaji sebagai proses inquiry.(2) Manfaat yang dirasakan mahasiswa setelah mengikuti proses inquiry dan discovery adalah: mempunyai wawasan yang lebih luas; mengetahui lebh awal tentang produk yang akan dibuat; mengetahui perkembangan desain terkini; mengetahui teknik yang baru; mengetahui peralatan terbaru.