Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : JURNAL PENELITIAN PERAWAT PROFESIONAL

Pengaruh Pemberian Booklet terhadap Peningkatan Pengetahuan tentang Gigitan Ular pada Palang Merah Remaja Wira Muliana, Dwi; Siwi, Adiratna Sekar; Maryoto, Madyo
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.2299

Abstract

Kasus gigitan ular kurang mendapat perhatian khusus dan sering diabaikan oleh masyarakat. 5,4 juta kasus gigitan ular terjadi setiap tahunnya di dunia, dan 1,8 sampai 2,7 juta kasus gigitan ular yang terjadi disebabkan oleh gigitan ular berbisa. Pada tahun 2017-2019 telah terjadi 136 kasus gigitan ular di Indonesia. Pembekalan pengetahuan kegawatdaruratan gigitan ular dalam penelitian ini adalah dengan media booklet. Booklet kegawatdaruratan gigitan ular dalam penelitian ini memuat informasi-informasi penting mengenai pengetahuan gigitan ular, kategori dan tingkat bahaya, tanda dan gejala, efek akibat gigitan, manajemen penanganan, serta tindakan pencegahan gigitan ular. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian booklet terhadap peningkatan pengetahuan tentang gigitan ular. metode penelitian yang digunakan yaitu pre eksperimen dengan desain penelitian one grup pre post test. Teknik sampling dengan total sampel sebanyak 110 siswa PMR WIRA. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Uji statistik penelitian ini menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh peningkatan pengetahuan setelah pemberian booklet pada siswa PMR WIRA dengan nilai p-value 0.000. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh pada peningkatan pengetahuan tentang gigitan ular pada siswa PMR WIRA.
Asuhan Keperawatan Hipervolemia pada Ny T dengan Gagal Ginjal Kronik Falah, Rifqy Al; Khasanah, Suci; Maryoto, Madyo
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 3 (2024): Juni 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i3.2344

Abstract

Hipervolemia mengacu pada peningkatan volume cairan tubuh. Data menunjukkan adanya peningkatan kasus Gagal Ginjal Kronis (GGK) di seluruh dunia, termasuk Indonesia. National Kidney Foundation (2017) melaporkan peningkatan jumlah orang yang menjalani hemodialisis, yang mencerminkan besarnya beban penyakit ini. Data Riskesdas (2018) menunjukkan 0,2% penduduk Indonesia terkena GGK, atau setara dengan lebih dari 500.000 orang. Penelitian ini memiliki arti penting dalam meningkatkan pemahaman asuhan keperawatan pada pasien GGK dan meningkatkan efisiensi perawatan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai asuhan keperawatan hipervolemia di ruang As-Syfa RSI Banjarnegara pada kasus Ny. T pasien gagal ginjal kronik. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif dalam konteks studi kasus yang melibatkan Ny. T dan hipervolemianya pada setting gagal ginjal kronik di ruang As-Syfa RSI Banjarnegara. Pendekatan yang diambil mencakup pengelolaan keseimbangan cairan, dihitung melalui perbandingan asupan dan keluaran cairan, dan pemberian transfusi darah selama tiga hari. Masalah hipervolemia, terkait dengan tidak berfungsinya sistem regulasi selama periode tiga hari, masih belum terselesaikan. Intervensi terus dilakukan, meliputi pemantauan tanda-tanda vital, pengawasan edema, dan penilaian laboratorium (hematokrit dan osmolaritas urin). Jika edema semakin parah, kolaborasi dengan tim medis akan dimulai. Evaluasi tiga hari menunjukkan bahwa masalah hipervolemia masih belum terselesaikan karena gangguan mekanisme regulasi.
Penerapan Intervensi Keperawatan Pemberian Parutan Mentimun untuk Membantu Menurunkan Tekanan Darah pada Pasien Astuti, Yuria Dwi; Maryoto, Madyo
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 6 (2024): Desember 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i6.3620

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang menjadi masalah utama di masyarakat terutama lansia yang merupakan penyakit degeneratif. Hipertensi tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan tenang.Mentimun merupakan salah satu jenis buah yang mudah ditemukan dan sering dikonsumsi oleh masyarakat dan dapat menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan penerapan intervensi keperawatan pemberian parutan mentimun untuk membantu menurunkan tekanan darah pada pasien di desa pandansari banyumas . Desain penelitian ini adalah deskriptif melalui studi kasus pada keluarga Ny. R dengan hipertensi. Peneliti dalam mengumpulkan data melalui tahapan proses anamnesis, pengamatan, phsysical assessment, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perkembangan kondisi keluarga Ny. R sebelum dan sesudah diberikan implementasi berupa pendidikan kesehatan tentang pentingnya penanganana hipertensi dan pemberian parutan mentimun untuk menurunkan tekakan darah. Kesimpulan masalah keperawatan keperawatan utama pada studi kasus ini adalah Manajemen Kesehatan keluarga tidak efektif (D.0115) berhubungan dengan Kompleksitas program perawatan/pengobatan tentang penyakit hipertensi. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan keluaraga Ny.R bias menjawab 80 persen pertanyaan tentang penyakit hipertensi dan bias memperagakan bagaimana cara mengolah parutan mentimun yang baik.
Aplikasi Pemberian Jus Buah Belimbing untuk Membantu Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Safinatunnajah, Kamiliya; Maryoto, Madyo; Afifah, Titi Nur
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 1 (2025): Februari 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i1.3673

Abstract

Hipertensi yang tidak terkontrol bisa memberikan penurunan fungsi sistem kardiovaskuler dan kualitas hidup para pasien hipertensi. Kategori hipertensi untuk usia dewasa (<60 tahun) adalah tekanan darah dimulai dari tekanan sistolik ≥140 mmHg dan diastolik >90 mmHg. Penanganan hipertensi bisa diterapkan melalui terapi non farmakologis, diantaranya menggunakan jus belimbing (Averrhoe Carambola Linn) yang dapat berfungsi menstabilkan tekanan darah. Temuan memiliki tujuan, mengelola asuhan keperawatan lansia dengan hipertensi melalui pemberian jus buah belimbing yang diberikan selama 7 (tujuh) hari, selanjutnya dilakukan analisis terhadap perubahan tekanan darah. Metode yang digunakan dengan studi kasus terhadap Ny.T dengan hipertensi. Pengumpulan data dilakukan dengan tahap anamnesis, observasi, dokumentasi dan phsysical assessment. Masalah keperawatan yang ditemui dalam kasus ini adalah nyeri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat nyeri karena hipertensi yang dirasakan Ny.T menurun setelah diberikan jus buah belimbing dalam waktu 7 (tujuh) hari. Ini sesuai dengan temuan Mariyati dan Wahyuningsih (2017) tentang keefektifan memberikan jus belimbing untuk lansia sebagai penurunan hipertensi didapatkan hasil adanya keefektifan dalam memberikan jus belimbing untuk lansia sebagai penurunan hipertensi. Permasalahan keperawatan utama oleh Ny.T yakni nyari akut (D.0007) berhubungan dengan Ny. T mengeluh sakit kepala dan terasa pusing, leher terasa kaku dan pegal- pegal kaki berkaitan dengan penyakit hipertensi, asuhan keperawatan dilakukan dengan cara identifikasi faktor yang memperingan dan memperberat nyeri yang disebabkan hipertensi, pemberian pendidikan kesehatan tentang hipertensi, menginformasikan pemicu atau penyebab nyeri, menginformasikan strategi mengatasi nyeri dengan teknik non-farmakologis dengan cara meminum jus buah belimbing untuk mengurangi rasa nyeri karena hipertensi. Hasil analisa pada asuhan keperawatan untuk Ny.T dengan hipertensi adalah masalah keperawatan teratasi sebagian, keluhan nyeri hipertensi menurun, dan tekanan darah yang tinggi menjadi cukup membaik.
Gambaran Derajat Luka Diabetikum Kronis pada Lansia Hadi, Umar; Kurniawan, Wasis Eko; Maryoto, Madyo
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 6 (2024): Desember 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i6.4238

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah karena defisiensi sekresi insulin atau resistensi insulin, atau kombinasi keduanya. Kondisi hiperglikemia pada pasien diabetes mellitus apabila tidak diobati dapat memicu komplikasi kesehatan seperti penyakit kardiovaskular, jantung iskemik, dan komplikasi diabetes lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran derajat luka diabetikum kronis pada lansia di wilayah puskesmas Bobotsari Purbalingga. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 30 sampel sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Uji analisis yang digunakan yaitu analisis univariat dimana hasil penelitian menunjukkan derajat luka pada lansia dengan luka diabetikum kronis berdasarkan karakteristik jenis kelamin sebagian besar jenis kelamin perempuan berada pada kategori derajat luka 1 sebanyak 11 (36,7%) responden, berdasarkan usia sebagian besar usia responden 60-74 tahun berada pada kategori derajat luka 1 sebanyak 18 (60%) responden dan berdasarkan riwayat pekerjaan sebagian besar responden dengan riwayat pekerjaan ibu rumah atau tidak bekerja berada pada kategori derajat luka 1 sebanyak 9 (30%) responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa derajat luka pada lansia dengan luka diabetikum kronis berdasarkan kepatuhan pola makan, responden yang termasuk kedalam kategori patuh mengalami derajat luka 1 sebanyak 13 (43,3%) responden.