Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : JURNAL FISIKA

Ketahanan Tekan Komposit Dari Resin Epoksi Berpenguat Serat Bambu Dian Wahid Hermawan; Masturi Masturi; Ian Yulianti
Jurnal Fisika Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v5i1.7369

Abstract

Serat bambu memiliki sifat mekanis lebih baik dibandingkan dengan serat alam yang lainnya. Oleh sebab itu, serat bambu dapat digunakan sebagai penguat komposit. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan komposit dengan polimer resin epoksi sebagai perekat serat. Komposit serat bambu dicetak menjadi dua sampel, yaitu sampel I berukuran 105 mm x 18 mm x 9 mm dan sampel II berukuran125 mm x 40 mm x 10 mm.  Resin epoksi dan serat dicampur dengan perbandingan 100:40. Sampel I dicetak dengan menyusun serat dengan sudut silang sebesar 00, 450, 900.  Sampel II dicetak dengan ukuran diameter yang berbeda yaitu serat berdiameter rata-rata 1 mm dan serat yang berdiameter rata-rata 0,01 mm. Kedua sampel dicetak dengan tekanan sebesar 2 kgf/cm2. Hasil uji ketahanan tekan didapatkan serat yang diameter lebih besar dan dengan arah silang 450 memiliki ketahanan tekan yang lebih baik.
PEMILIHAN JENIS BULIR POLIMER SEBAGAI PENYANGGA MATERIAL FOTOKATALIS TIO2 Hasniah Aliah; Andhy Setiawan; - Masturi; Mikrajuddin Abdullah
Jurnal Fisika Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v4i1.3848

Abstract

Salah satu cara untuk meningkatkan aktivitas fotokatalitik suatu material katalis adalah dengan melapiskan material katalis Titanium dioksida (TiO2)  pada permukaan polimer yang berukuran cukup besar, ringan, transparan dan bersifat termoplastik.  Untuk memilih jenis polimer terbaik sebagai material penyangga katalis, dilakukan pengujian pelapisan partikel TiO2 pada tiga jenis polimer berbentuk bulir, yaitu polystyrene (PS), linear-low density polyethylene (LLDPE), dan polypropilene (PP).Pelapisan material TiO2 di permukaan polimer dilakukan dengan menggunakan teknik thermalmilling berbasis oven listrik. Temperatur dalam proses milling diatur di sekitar titik HDT (Heat Deflection Temperature)material polimer dan berlangsung selama 60 menit.  Massa jenis dan transmitansi polimer setelah dilapisi TiO2 merupakan parameter fisik yang menjadi acuan dalam pemilihan polimer penyangga katalis. Imobilisasi menggunakan teknik thermal milling menghasilkan polimer PP berlapis katalis TiO2 yang homogen. Pabrikasi dengan parameter milling 100°C dan 60 menit menghasilkan PP berlapis katalis TiO2 dengan massa jenis rata-rata 0,872 g/cm3 sehingga dapat mengapung di permukaan air.  Di samping itu, PP berlapis TiO2 mempunyai transmitansi 58%. Polimer PP inilah yang kemudian dipilih sebagai material penyangga katalis TiO2 dalam proses penelitian selanjutnya.
ANALISIS INTERFERENSI CAHAYA LASER TERHAMBUR MENGGUNAKAN CERMIN DATAR “BERDEBU” UNTUK MENENTUKAN INDEKS BIAS KACA Emi Sulistri; - Masturi
Jurnal Fisika Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v3i1.3958

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola interferansi cahaya laser terhambur menggunakan cermin datar “berdebu”, untuk menentukan indeks bias kaca. Eksperimen yang instruktif dan ilustratif ini dapat dipersiapkan dengan peralatan yang sederhana dan murah, dan dapat dijadikan sebagai topik praktikum yang baik bagi mahasiswa. Dalam eksperimen ini, cermin datar yang bersih dikondisikan berdebu dengan menggunakan debu kapur tulis, tepung beras, dan bedak bayi. Variasi jenis partikel debu yang digunakan tidak berpengaruh pada geometri pola interferensi yang teramati, tetapi dapat berpengaruh pada kecerahannya. Hasil analisis didapatkan bahwa pola interferensi tercerah dimiliki oleh cermin datar yang ditaburi dengan bedak bayi. Indeks bias kaca yang diperoleh pada eksperimen ini dengan menggunakan laser He-Ne adalah nkaca = 1,57. Hasil ini sesuai dengan nilai indeks bias kaca yang telah dikenal luas yaitu sekitar 1,5. Sedangkan nilai indeks bias kaca yang dihasilkan dengan menggunakan laser dioda merah adalah nkaca = 1,64.
PENENTUAN PANJANG GELOMBANG SINAR MENGGUNAKAN INTERFERENSI CELAH GANDA SEDERHANA Moh. Nashir Tsalatsin; - Masturi
Jurnal Fisika Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v4i2.3828

Abstract

Telah dilakukan penelitian  penentuan panjang gelombang sinar menggunakan interferensi celah ganda sederhana,  Peneliti menggunakan peralatan yang sederhana, di mana peralatan tersebut bisa ditemuakan disekitar, seperti sterefom, bohlam,kertas mika berwarana, kayu dan lem. Proses pengujian dilakukan dengan bohlam sebagai sumber cahaya, bohlam yang dipakai adalah bohlam halogen berwarana putih, mika berwarna dijadikan sebagai filter, kertas sebagai celah. Cara kerjanya yaitu dengan meletakan filter di depan kertas HVS yang sudah diseset sedikit kemudian setelah cahaya polykromatik melewati filter berwarana  maka ada warna yang diserah dan ada warna yang diteruskan, warna yang diteruskan akan menghasilkan pola gelap dan pola terang, peneliti menggunakan dua warna mika yaitu merah dan hijau. Panjang gelombang dari  tiap mika berbeda, Berdasarkan hasil penelitian diperoleh panjang gelombang untuk sinar hijau adalah 711 nm dan untuk panjang gelombang sinar merah adalah 506 nm.
Pengaruh Perubahan Massa Zeolit Terhadap Kadar Ph Limbah Pabrik Gula Melalui Media Filtrasi Arista Rahayu; Masturi Masturi; Ian Yulianti
Jurnal Fisika Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v5i2.7411

Abstract

Pabrik gula merupakan salah satu industri yang menghasilkan limbah (padat, gas dan cair). Limbah pabrik gula menjadi salah satu permasalahan karena memberikan dampak negatif terhadap lingkungan. Limbah cair menjadi sorotan karena akan dibuang ke sungai yang airnya sering dimanfaatkan oleh masyarakat. Limbah cair umumnya lebih bersifat bahan organik yang mudah terurai oleh mikroorganisme yang jika dibuang ke perairan akan menyebabkan turunnya pH. Dibutuhkan suatu cara penanganan limbah cair pabrik gula yang dapat menghasilkan bahan buangan yang tidak menimbulkan pencemaran. Filtrasi merupakan proses pemisahan campuran solida likuida melalui media porous yang mana solida tersuspensi tertahan di dalam media dan likuida atau cairannya terlewatkan. Penelitian ini dilakukan dengan metode filtrasi. Variasi massa zeolit adalah 200, 300, 400, 500, 600 gram untuk mengetahui perubahan kadar pH pada limbah cair pabrik gula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan massa zeolit menyebabkan peningkatan kadar pH sebasar 6,09 sampai dengan 6,64.
Pengaruh Massa Biji Buah Mangga Arum Manis (Mangifera indica L.) Terhadap Kadar Bioetanol A. Cristina; Masturi Masturi; N. Istiana; P. Dwijananti; Sunarno Sunarno
Jurnal Fisika Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v5i1.7367

Abstract

Kebutuhan energi semakin meningkat, namun sumber daya alam atau bahan bakar fosil semakin menurun. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu sumber energi terbarukan untuk mencukupi kebutuhan tersebut. Salah satu alternatif pengganti bahan bakar fosil adalah bioetanol. Bioetanol diproduksi dengan cara fermentasi biji buah mangga arum manis menggunakan ragi roti Saccharomyces cerevisiae. Diketahui biji buah mangga tersebut memiliki kadar karbohidrat sebesar 19,53%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui massabiji mangga yang tepat dalam menghasilkan bioetanol dengan kadar yang tinggi. Penelitian dilakukan dengan pemberian massa biji mangga yang berbeda yaitu 25 gram, 35 gram, dan 45 gram. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa sampel 25 gram, 35 gram, dan 45 gram secara berurutan memiliki kadar etanol sebesar 4,78%; 6,64%; 1,48%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa massa biji mangga 35 gram menghasilkan kadar bioetanol yang tinggi.
Pemanfaatan Limbah Daun Jambu dan Polimer Alami Getah Karet Sebagai Bahan Alternatif Furniture Heru Damayanti; Masturi Masturi; Ian Yulianti
Jurnal Fisika Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v5i1.7368

Abstract

Limbah organik maupun anorganik seperti daun, kertas, sayuran, buah-buahan, styrofoam,dan plastik dapat digunakan sebagai sesuatu yang bermanfaat. Pada penelitian sebelumnya, sampah yang sering digunakan antara lain sampah styrofoam, sekam padi, kertas, plastik,dan serbuk kayu dapat dijadikan sebagai alternatif bahan bangunan, dan telah teruji kelebihannya, baik secara fisik maupun mekanik. Pada penelitian ini memanfaatkan sampah halaman yang kadang mengganggu dan tidak terkelola dengan baik, salah satunya adalah daun jambu. Komposit sampah daun jambu dapat digunakan sebagai bahan alternatif furniture seperti papan partikel yang berfungsi sebagai penyangga keyboard komputer, rak sepatu dan lain-lain. Daun jambu yang kering dibuat sebagai komposit dengan polimer alami getah pohon karet. Komposit dibuat dengan cara pencampuran sederhana (simple mixing) dengan perbandingan massa daun jambu dan getah karet masing–masing 5:1, 5:2, 5:3, 5:4 , 5:5 dan 5:6. Sampah daun kering yang sudah dihancurkan kemudian dipress dengan mesin pengepress  pada posisi berat 5 ton tekanan 39,81 MPa dan suhu kamar. Komposisi maksimum dari pencampuran komposit dengan polimer getah karet dapat diuji dengan melakukan uji kekuatan tekan. Kekuatan tekan yang paling baik menunjukkan bahwa komposit daun jambu dengan polimer getah karet layak untuk dijadikan sebagai bahan alternatif furniture pengganti kayu.
PENENTUAN KECEPATAN SUDUT MOTOR LISTRIK MANUAL DENGAN VARIASI KEBUTUHAN JUMLAH LILITAN DAN TEGANGAN LISTRIK Ahmad Khoiri; - Masturi
Jurnal Fisika Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v3i2.3817

Abstract

Penentuan kecepatan sudut dalam motor listrik diperlukan suatu alat yang bisa mengkonkretkan konsep gaya Lorentz menjadi energi mekanik, sehingga diharapkan analisis masalah dan konsep gaya Lorentz  jadi lebih mudah. Kecepatan sudut motor listrik manual diperoleh 17,33 rad/s pada variasi lilitan 280, 330 dan 380 yang memenuhi persamaan  y = 0.054x - 0.657 dan R² = 0.842 artinya 84.2% dari seluruh variasi jumlah lilitan dapat diterangkan oleh regresi, dan 5,8 % lagi yang tidak dapat diterangkan model yang digunakan termasuk ketidaktelitian dalam pengamatan. Sedangkan 19,15 rad/s kecepatan sudut pada variasi  tegangan dengan y= -1.015x + 10.00 dan R2 0,980 artinya 98 % kontribusi variasi tegangan 6, 9 dan 12 volt terhadap besarnya kecepatan sudut motor listrik manual. Sehingga dua variabel yang di variasi ini memenuhi kebutuhan pada penentuan kecepatan sudut motor listrik, semakin besar kecepatan sudut yang dihasilkan semakin besar lilitan dan tegangan yang dibutuhkan.
Co-Authors - Sucipto - Sutarti, - A. Cristina A. Setiawan A.A. Ketut Agung Cahyawan W Adam, A. A. S. Adelina Ryan Candra Dewi Agus Ulin Nuha Ahmad Khoiri Alfian, A. M. Amrullah, M. F. Andhy Setiawan Andhy Setiawan Anton Winarto Arghob Khofya Haqiqi Arif Hermawan Arista Rahayu Bambang Subali Budi Astuti Dewi Risma Winari Dian Novita Sari Dian Wahid Hermawan Dian Wahid Hermawan Diansyah, A. M. Ema Chintya Permatasari Emi Sulistri Emi Sulistri, Emi Frilisa Dliyaul Haya Galuh Ayu Riyanti H. Aliah, H. Hamdan Hamdan Harra Hau, Rambu Ririnsia Hartono Hartono Hartono Hartono Hasniah Aliah Hasniah Aliah Heru Damayanti Husna Noor Mufida Husna Noor Mufida Ian Yulianti Ian Yulianti Ian Yulianti Ian Yulianti Ian Yulianti Ian Yulianti Ian Yulianti Ian Yulianti Ian Yulianti Ian Yulianti Ian Yulianti Ian Yulianti Ian Yulianti Ian Yulianti Ian Yulianti Ian Yulianti Indra Rahmatul 'Ula Irina Mei Risca Pratama Ivan Setia Arianto Landiana Etni Laos, Landiana Etni Lisa Puspitasari M. Abdullah M. Yusuf Mamik Indaryani Maya Puspita Sari Mikrajuddin Abdullah Mikrajuddin Abdullah Moh. Nashir Tsalatsin Moh. Nashir Tsalatsin, Moh. Nashir Muchsin Muh Syukri Ahsani Muh Syukri Ahsani Musa Dimyati N. Hindarto N. Istiana Nur Khoiri Nurlatifah, A. Nurulia Fajriani Obimita Ika Permatasari, Obimita Ika P. Dwijananti P. Marwoto Rahmat, R. Rizka Silviana Hartanti Rizki Riyansyah Rosyidatul Munawaroh Rosyidatul Munawaroh S. Rustad, S. S. Said S. Susilawati, S. Sahiruddin, S. Salvo Kahumbu Hau Shodiq Eko Ariyanto Siswanto Siswanto Siswanto Siswanto Soleman Dappa Talu Suharto Linuwih Sujarwata Sujarwata SUKOWATI, DWI Sumarli Sumarli Sumarli Sumarli Sunarno - Sunarno Sunarno Supriyadi Supriyadi Sutikno Madnasri T. Maulana, T. Ulya Santa Anugrahaini Vivi E. Roshanty Husin Wijayanto, W. Xaphakdy, S. Yeni Purwiyantini Yunita Putri Kusrinaningrum Yusri, A. N. H. S.