Claim Missing Document
Check
Articles

Optimisme pada Karyawan produksi : Adakah Peran Konsep diri dan Gratitude ? Alvano, Otniel Giovany; Matulessy, Andik; Suhadianto, Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 1 (2023): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i1.9785

Abstract

This study aims to explain the relationship between self-concept and gratitude with optimism in production employees. This research is motivated by the phenomenon of the lack of optimism of employees who work in a company because of dissatisfaction with their career. The attitude of optimism can be increased by having a positive self-concept and having good gratitude by employees. The method used in this research is correlational quantitative. The subjects of this study were all production employees at the research site. Participants in this study were obtained by means of saturated sampling technique. The scale of self-concept, gratitude and career optimism is used as a measuring tool in this study. The research results obtained by using the Bayesian linear regression correlation test show that self-concept and gratitude together can be a significant predictor of optimism in employees. This means that the higher one's self-concept and gratitude, the higher the optimism one has, and vice versa, so that the proposed research hypothesis is accepted. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara konsep diri dan gratitude dengan optimisme pada karyawan bagian produksi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kurangnya rasa optimis karyawan yang bekerja di suatu perusahaan karena ketidakpuasan akan karir yang dijalaninya. Sikap optimisme dapat ditingkatkatkan dengan dimilikinya konsep diri positif dan dimilikinya gratitude yang baik oleh karyawan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif korelasional. Subjek penelitian ini adalah seluruh karyawan bagian produksi di tempat penelitian. Partisipan dalam penelitian ini diperoleh dengan cara teknik sampling jenuh. Skala konsep diri, gratitude dan optimisme digunakan sebagai alat ukur dalam penelitian ini. Hasil penelitian yang diperoleh dengan menggunakan uji korelasi Bayesian linier regression menunjukkan bahwa konsep diri dan gratitude secara bersama-sama dapat menjadi prediktor yang signifikan terhadap optimisme pada karyawan. Artinya semakin tinggi konsep diri dan gratitude seseorang maka akan semakin tinggi optimisme yang dimiliki, begitu juga sebaliknya, sehingga hipotesis penelitian yang diajukan diterima.
Meningkatkan Regulasi Emosi dengan Mengurangi Deindividuasi pada Gen Z dalam Mencegah Perilaku Hate Speech pada Media Sosial Rahma, Dwi Nur; Matulessy, Andik; Pratitis, Nindia
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i2.9913

Abstract

Social media is a tool that allows someone to interact online without being limited by space and time. One of them is the social media Instagram, whose existence is often misused by irresponsible users to behave in hate speech. Group situations allow a person's self-awareness to be reduced and with low emotional regulation it allows a person to behave hate speech. This study aims to determine the relationship between deindividuation and emotion regulation with hate speech behavior in Generation Z who use social media. The method used in this research is quantitative correlation with a total of 115 Generation Z subjects aged 18-28 years. The collection of subjects using incidental sampling technique. The results of data analysis using Spearman's Rho Non-Parametric Correlation produced a significant positive relationship between Deindividuation and Hate Speech behavior in Generation Z of social media users and there was a significant negative relationship between Emotion Regulation and Hate Speech Behavior in Generation Z of social media users. The existence of a positive relationship means that the higher the deindividuation in Generation Z, the higher the Hate Speech behavior and vice versa. The existence of a negative relationship means that the lower the Emotion Regulation in Generation Z, the higher Hate Speech behavior will be and vice versa. Media sosial merupakan sarana yang memungkinkan seseorang dapat berhubungan secara online tanpa dibatasi ruang dan waktu. Salah satunya adalah media sosial instagram, keberadaannya sering disalahgunakan pengguna yang tidak bertanggung jawab untuk berperilaku hate speech. Situasi kelompok memungkinkan kesadaran diri seseorang akan berkurang dan dengan regulasi emosi yang rendah maka memungkinkan seseorang untuk berperilaku hate speech. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara deindividuasi dan regulasi emosi dengan perilaku hate speech pada Generasi Z pengguna media sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan jumlah subjek sebanyak 115 Generasi Z yang berusia 18-28 tahun. Pengumpulan subjek menggunakan teknik insidental sampling. Hasil analisis data menggunakan Korelasi Non-parametrik Spearman’s Rho menghasilkan hubungan positif yang signifikan antara Deindividuasi dengan perilaku Hate Speech pada Generasi Z pengguna media sosial serta terdapat hubungan negatif yang signifikan antara Regulasi Emosi dengan Perilaku Hate Speech pada Generasi Z pengguna media sosial. Adanya hubungan positif dapat diartikan bahwa semakin tinggi deindividuasi pada Generasi Z maka perilaku Hate Speech juga semakin tinggi dan sebaliknya. Adanya hubungan negatif dapat diartikan bahwa semakin rendah Regulasi Emosi pada Generasi Z maka perilaku Hate Speech akan semakin tinggi dan begitu juga sebaliknya.
Kesadaran akan Dampak Kontrol Diri Terhadap Impulsive Buying Pada Penggemar Kpop Aqshafa, Bintartiara; Matulessy, Andik; Rina, Amherstia Pasca
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i2.9918

Abstract

This research was conducted with the aim of knowing the relationship between self-control and impulsive buying in young kpopers. K-pop fans, also known as Kpopers, are very loyal in supporting their idols. One way kpopers usually do is to buy various merchandise such as albums, light sticks, photo books, photo cards, and others. This research was conducted by distributing questionnaires with 141 young k-popers respondents with age criteria of 18-25 years, active students of Untag Surabaya, and k-popers. The sampling technique uses incidental sampling technique. The analysis process uses the Spearman's Rho correlation which shows a significant negative correlation between self-control and impulsive buying in young kpopers. The higher the level of self-control, the lower the impulsive buying of young kpopers. Conversely, the lower the self-control, the higher the impulsive buying. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dengan impulsive buying pada remaja kpopers. Penggemar K-pop atau yang dikenal dengan Kpopers yang mana sangat loyal dalam mendukung idolanya. Salah satu cara yang biasa dilakukan kpopers adalah dengan membeli berbagai merchandise seperti album, lightstick, photobook, photocard, dan lain-lain. Penelitian ini dilakukan dengan cara menyebar kuesioner dengan responden sejumlah 141 remaja kpopers dengan kriteria usia 18-25 tahun, mahasiswa aktif Untag Surabaya, dan kpopers. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik incidental sampling. Proses analisis menggunakan korelasi spearman’s rho yang menunjukkan adanya korelasi negatif yang signifikan antara kontrol diri dan impulsive buying pada remaja kpopers. Semakin tinggi tingkat kontrol diri maka semakin rendah impulsive buying nya pada remaja kpopers. Sebaliknya, semakin rendah kontrol diri maka semakin tinggi impulsive buying nya.
Kecanduan Internet dengan Fear Of Missing Out : Apakah Memiliki Keterikatan? Beige, Eka Putri Marina; Matulessy, Andik; Suhadianto, Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i2.9940

Abstract

This study aims to determine the relationship between Fear Of Missing Out and Internet Addiction in college students. This research is a type of correlational quantitative research. The participants in this study were 350 students from 1490 student population of the Faculty of Psychology, University of 17 Agustus 1945 Surabaya, who were taken using incidental sampling. The data collection method was carried out by distributing questionnaires using the Google form using the internet addiction scale and the fear of missing out scale. This study uses non-parametric statistics using the Spearman's Rho correlation data analysis technique with a correlation score of 0.279 and a significance level of 0.000 (<0.05) which indicates that internet addiction and fear of missing out among students at the University of 17 Augustus 1945 Surabaya is quite high and has a strong relationship in the same direction. This means that if internet addiction among students is high, then the fear of missing out for these students is also high, and vice versa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Fear Of Missing Out dengan Kecanduan Internet pada mahasiswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif korelasional. Partisipan dalam penelitian ini sebanyak 350 mahasiswa dari 1490 populasi mahasiswa fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya diambil menggunakan insidental sampling. Metode pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan google formulir dengan menggunakan skala kecanduan internet dan skala fear of missing out. Penelitian ini menggunakan statistik non parametrik dengan teknik analisis data korelasi Spearman's Rho dengan hasil skor korelasi 0,279 dan taraf signifikansi sebesar 0.000 (< 0.05) yang menunjukkan bahwa kecanduan internet dan fear of missing out pada mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya cukup tinggi dan memiliki hubungan yang searah. Artinya jika jika kecanduan internet pada mahasiswa tinggi maka fear of missing out pada mahasiswa tersebut juga tinggi, begitu pula sebaliknya.
Efikasi Diri dengan Keterikatan Kerja pada Barista Forexa, Alfaridzi Widya; Matulessy, Andik; Suhadianto, Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i2.9947

Abstract

How a company views employees has changed. If previously companies viewed employees as resources that could be utilized by companies to achieve their goals, now they see employees as the main capital that will help companies run, develop and achieve the goals they want optimally. The challenge in the industrial world is not only retaining talent, but also the process of making employees have an attachment to employees. The purpose of this study was to determine the relationship between self-efficacy and work engagement. The sampling technique uses incidental sampling technique with the Slovin formula and uses a correlational quantitative approach. The intended subject is a barista in Surabaya. The data collection instruments in this study were self-efficacy and work engagement scales. The data in this study were analyzed using the Spearman-Rho correlation coefficient with the results proving that there is a significant relationship between self-efficacy and work engagement. This finding indicates that the higher the self-efficacy level of a barista, the greater the perceived level of work engagement. Bagaimana suatu perusahaan melihat karyawan telah berubah. Jika sebelumnya perusahaan memandang karyawan sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan mereka, sekarang mereka melihat karyawan sebagai modal utama yang akan membantu perusahaan menjalankan, mengembangkan, dan mencapai tujuan yang diinginkannya secara optimal. Tantangan dalam dunia industri bukan hanya mempertahankan bakat, tetapi juga proses membuat karyawan memiliki keterikatan dalam diri karyawan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan keterikatan kerja. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling dengan rumus Slovin dan menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Subjek yang dituju adalah barista di Surabaya. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu skala efikasi diri dan keterikatan kerja. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan koefisien korelasi Spearman-Rho dengan hasil yang membuktikan adanya hubungan yang signifikan antara efikasi diri dengan keterikatan kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat efikasi diri seorang barista, semakin besar pula tingkat keterikatan kerja yang dirasakan.
Kontrol Diri, Efikasi Diri, dan Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Ramadhanti, Fadillah Lintang; Matulessy, Andik; Suhadianto, Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 1 (2024): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i1.10436

Abstract

Tingkat prokrastinasi akademik mahasiswa serta tingkat kontrol diri dan efikasi diri menjadi fokus penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional yang lazim digunakan dalam penelitian kuantitatif. Menggunakan metode quota sampling dan mengambil sampel representatif sebanyak 263 mahasiswa tingkat sarjana Universitas 17 Agustus 1945 di Surabaya. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa hubungan antara kontrol diri dan efikasi diri dengan prokrastinasi akademik secara simultan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kontrol diri dan efikasi diri dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Hasil uji parsial menunjukkan ada hubungan negatif yang signifikan antara kontrol diri dengan prokrastinasi akademik. Hasil uji parsial menujukkan tidak ada hubungan negatif yang signifikan antara efikasi diri dengan prokrastinasi akademik, artinya hipotesis pada penelitian ini ditolak. Disarankan untuk mahasiswa memperbaiki kontrol diri yang dimiliki dan meningkatkan efikasi diri yang dimiliki untuk mencapai target yang ingin dicapai
Prokrastinasi akademik mahasiswa: Bagaimana peranan regulasi diri dalam belajar dan dukungan sosial? Aisha, Elvira Nur; Matulessy, Andik; Suhadianto, Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 1 (2024): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i1.10463

Abstract

Abstract The aim of this research is to comprehend the correlation between self-regulation in the learning process and social support in relation to the academic procrastination tendencies among students. This study employs a quantitative approach with a correlational design. The research sample includes all active students at Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, and the sampling method utilized is quota sampling. The research instruments consist of three psychological scales, namely the Tuckman Procrastination Scale (TPS), the self-regulation in learning scale, and The Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). The results of the multiple regression analysis reveal a significant correlation between self-regulation in learning and social support with the level of academic procrastination among students. Partial test results between self-regulation in learning and academic procrastination indicate a significant negative relationship. Similarly, partial test results between social support and academic procrastination also show a significant negative relationship. In other words, higher levels of self-regulation in learning and social support are associated with lower levels of academic procrastination. Keywords: academic procrastination; self regulation in learning; social support Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami korelasi antara regulasi diri dalam proses belajar dan dukungan sosial terhadap kecenderungan prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian ini mencakup seluruh mahasiswa aktif di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode quota sampling. Instrumen penelitian terdiri dari tiga skala psikologi, yaitu Tuckman Procrastination Scale (TPS), skala regulasi diri dalam belajar, dan The Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Hasil analisis regresi ganda menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara regulasi diri dalam belajar dan dukungan sosial dengan tingkat prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Hasil uji parsial antara regulasi diri dalam belajar dengan prokrastinasi akademik menunjukkan ada hubungan negatif yang signifikan; hasil uji parsial antara dukungan sosial dan prokrastinasi akademik juga menunjukkan ada hubungan negatif yang signifikan dengan kata lain, semakin tinggi regulasi diri dalam belajar dan dukungan sosial maka semakin rendah tingkat prokrastinasi akademik. Kata kunci: dukungan sosial; prokrastinasi akademik; regulasi diri dalam belajar
Kecemasan Masa Depan pada Mahasiswa Tingkat Akhir: Adakah Peranan Internal Locus of Control? Putri, Marsella Aprilola Dwi; Matulessy, Andik; Pratitis, Nindia
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 2 (2024): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i2.10551

Abstract

AbstractThe uncertainty of life in the future makes final year students feel worried about the failure experienced later in fulfilling existing tasks and demands so that this can trigger final year students to experience future anxiety. This study aims to determine the relationship between internal locus of control and future anxiety in final year students. This research is a type of quantitative research using correlational research. The subjects in this study were 321 final year students. The research instruments used the internal locus of control scale and the Future Anxiety Scale (FAS) adapted from Zaleski (1996). The data analysis technique used Spearman's Rho analysis technique with the help of the IBM Statistical Package for Social Science (SPSS) version 25 for windows program. The results showed a significant negative relationship between internal locus of control and future anxiety in final year students, meaning that the higher the internal locus of control, the lower the future anxiety of final year students. Conversely, the lower the internal locus of control, the higher the future anxiety of final year students.Keywords: Final Year Students; Future Anxiety; Internal Locus of Control AbstrakKetidakpastian kehidupan di masa depan membuat mahasiswa tingkat akhir merasa khawatir akan kegagalan yang dialami nantinya dalam memenuhi tugas dan tuntutan yang ada sehingga hal tersebut dapat memicu mahasiswa tingkat akhir mengalami kecemasan masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara internal locus of control dengan kecemasan masa depan pada mahasiswa tingkat akhir. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan penelitian korelasional. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 321 mahasiswa tingkat akhir. Instrumen penelitian menggunakan skala internal locus of control dan The Future Anxiety Scale (FAS) yang diadaptasi dari Zaleski (1996). Teknik analisis data menggunakan teknik analisis Spearman’s Rho dengan bantuan program IBM Statistic Package for Social Science (SPSS) versi 25 for windows. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan negatif yang signifikan antara internal locus of control dengan kecemasan masa depan pada mahasiswa tingkat akhir, artinya semakin tinggi internal locus of control maka semakin rendah kecemasan masa depan mahasiswa tingkat akhir. Sebaliknya semakin rendah internal locus of control maka akan semakin tinggi kecemasan masa depan mahasiswa tingkat akhir.Kata kunci: Internal Locus of Control; Kecemasan Masa Depan; Mahasiswa Tingkat Akhir
Persepsi Leadership Agility dengan Work Engagement pada Karyawan Retail Putra, Mohammad Ilham Arief; Matulessy, Andik; Suhadianto, Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 2 (2024): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i2.10566

Abstract

Work Engagement pada karyawan sangat diperlukan dalam perusahaan. Work engagement yang rendah dapat berdampak buruk bagi perusahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara variabel X dan Variabel Y. Dimana varibel Leadership Agility berperan sebagai variabel X dan Work Engagement yang berperan sebagai variabel Y. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kuantitatif Korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah Karyawan Retail di Tunjungan Plaza. Partisipan penelitian sebanyak 107 Partisipan yang diambil menggunakan teknik Total Sampling. Instrumen penelitian menggunakan skala Work Engagement (α=0,687), skala Leadership Agility (α=0,747). Teknik analisis data menggunakan menggunakan teknik Analisa bivariat. Hasil penelitian menunjukkan tingkat koefisien korelasi sebesar 0,19 dengan taraf signifikansi 0,00 (<0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa Hipotesis dapat diterima. Penelitian ini menyimpulkan semakin positif tingkat persepsi leadership agility yang dimiliki oleh seorang karyawan, maka akan semakin kuat tingkat work engagement yang dimiliki oleh seorang karyawan.
Leisure Boredom dengan Kecenderungan Kecanduan Smartphone pada Mahasiswa Alivan, Abil Nur; Matulessy, Andik; Suhadianto, Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 2 (2024): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i2.10570

Abstract

Kemajuan teknologi telah mengubah kehidupan masyarakat secara signifikan. Penggunaan smartphone telah meningkat, berbagai efek samping yang ditimbulkan karena penggunaan smartphone yang berlebihan pun telah muncul. Selain memberikan dampak positif, smartphone juga dapat memberikan dampak negatif, salah satunya menjadi cemas ketika jauh dari smartphone, salah satunya kecanduan smartphone. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan leisure boredom dengan kecanduan smartphone pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 417 mahasiswa yang merupakan mahasiswa aktif di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik convience sampling. Partisipan yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 192 mahasiswa.
Co-Authors Abdul Muhid, Abdul Aflaha, Nadia Nufida Aisha, Elvira Nur Aisyah, Syafira Putri Al Farabi, Iltizam Alivan, Abil Nur Alvano, Otniel Giovany Amalya, Iffah Dewi Amanda Pasca Rini, Amanda Pasca Amel, Zayna Faisa Aqshafa, Bintartiara Asmoro, Agung Rian Asy'ari, M Beige, Eka Putri Marina Bilqis Rahmanda Hakim Christina, Dessy Dinar Rapmauli T, Dinar Rapmauli Diyanti, Daffa Dwi Sri Elentina, Mitory Ditya Rantika Farihah, Siti Finiswati, Endang Forexa, Alfaridzi Widya Goman, Evita Handayani, Retno Sri Hapsari, Dwi Ria Maya Herlan Pratikto IGAA Novi Ekayati IGGA Noviekayati Julian H Weno, Julian H Karundeng, Imory Rebecca Jayata Kusumawati, Elza Lestari, Bawin Sri Lie, Isaac Limanago, Yuci Lukmanul Hakim Lydia Edmay Viveca David Ma'rufah, St Maduriani, Ismi Maharani, Riska Tantri Martin, Ricky Alejandro Murni, Candra Niken Titi Pratitis NIKMAH, KHOIRUN Nilam Puspasari, Dinda Ningrum, Eka Cahya Ningrum, Rr. Eka Cahya Nugraha Arif Karyanta Nugrahani, Elisa Retno Nurmala, Vina Rizka Paramitha, Maisya Permata, Rezha Anugrah Pratitis, Nindia Purwita, Kiky Marsya Aliyya Putra, Mohammad Ilham Arief Putri, Marsella Aprilola Dwi Qudriyah, Siti Khabibatul Rahma, Dwi Nur Rakib, Mohammad Indra Ramadhan, Abad Gading Ramadhanti, Fadillah Lintang Riana, Nadya Okta Rina, Amherstia Pasca Rohmah, Lailatul Sifa'ur Rr. Amanda Pasca Rini, Rr. Amanda Pasca Safira, Cintya Ma’alis Samudra, Eric Arizona Sayidah Aulia Ul Haque Suhadianto, Suhadianto Suhardi . Sulistianingsih, Dwi Hilda Sulistiyowati, Anugrah Suryanto Suryanto Suryanto, S Tantri, Krisnia Ken Tatik Meiyuntariningsih Triastutik, Arik Utomo, Rizky Amelia Uyun, Jauharotul WAHYU HERMAWAN, WAHYU Wungu, Klaudia Mustika Yanuar, Rizqi Yudha, Trigasi Carina Ayu