Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Penurunan (Waste) Pada Proses Pembuatan Rice Hulling Roll (RHR) dengan Pendekatan Lean Manufacturing Mauluddin, Yusuf; Nawawi, Irfan Ahmad
Jurnal Kalibrasi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.23-2.1950

Abstract

PT. ABC is a rubber processing manufacturing company that produces Rice Hulling Rolls (RHR).The company faces challenges in meeting its weekly production targets due to a bottleneck in the turning process. This study applies a lean manufacturing approach using Value Stream Mapping (VSM) and Value Analysis Tools (VALSAT) to identify waste.The analysis results indicate that the main bottleneck occurs during the setup time of the lathe machine, which impacts production delays. To address this issue, the Single-Minute Exchange of Die (SMED) method was implemented, reducing setup time from 20 minutes to 10 minutes. Additionally, a time and motion study improved the efficiency of the turning process from 140 seconds to 130 seconds per cycle. As a solution, a Standard Operating Procedure (SOP) was developed, including setup time optimization guidelines and the implementation of left–right hand mapping to enhance turning process efficiency. This implementation is expected to reduce waste, improve production efficiency, and bring production output closer to the set targets. These findings offer practical contributions to the application of lean manufacturing in the manufacturing industry, with implications for industrial management in optimizing production processes.
Re-Layout Fasilitas Produksi Pada PD. Dua Saudara Dengan Menerapkan Good Manufacturing Practices Mauluddin, Yusuf; Hamidah, Ucu Siti
Jurnal Kalibrasi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.23-2.1955

Abstract

Industri pangan harus mampu menghasilkan pangan yang berkualitas dan aman. Hal ini diatur oleh Standar Nasional Indonesia, Cara Pembuatan yang Baik dan Peraturan Pemerintah tentang Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) untuk menjamin mutu pangan yang memenuhi persyaratan di atas. PD Dua Saudara merupakan industri rumah tangga yang berfokus pada bidang kuliner khususnya produksi tahu yang dibuat dengan mengolah kedelai melalui proses pengendapan protein. Metode yang digunakan yaitu System Layout Planning untuk meningkatkan tata letak departemen produksi tahu dengan mempertimbangkan Good Manufacturing Practices (GMP) sebagai dasar dalam perancangan fasilitas. Penelitian ini menghasilkan pengurangan jarak perpindahan dari 317 perpindahan menjadi 250 perpindahan dan ongkos material handling (OMH) juga mengalami penurunan sebesar 21% dari Rp. 40.006,83 menjadi Rp. 31489,54. Dalam penerapan GMP pada relayout fasilitas produksi ini perlu melakukan penggantian alat yang sesuai dengan GMP dengan investasi awal yang diperlukan perusahaan sebesar Rp. 9.339.000. Sehingga rancangan tata letak fasilitas produksi usulan ini lebih efektif dan efisien serta memenuhi standar Good Manufacturing Partices.
Perancangan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Di CV Bosstindo Mauluddin, Yusuf; Sihab Fajar, Sigit
Jurnal Kalibrasi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.23-2.2035

Abstract

CV. Bosstindo Presisi menghadapi permasalahan tingginya angka kecelakaan kerja yang berulang dari tahun ke tahun, yang mengindikasikan adanya kelemahan dalam penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Kondisi ini tidak hanya menyebabkan penurunan produktivitas dan kerugian material, tetapi juga berpotensi merusak citra perusahaan serta menimbulkan risiko hukum. Oleh karena itu, perusahaan memutuskan untuk merancang SMK3 secara manual dengan tujuan utama menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, mengurangi kecelakaan kerja, serta memastikan kepatuhan terhadap peraturan keselamatan yang berlaku. Dalam penelitian ini, pendekatan yang digunakan adalah integrasi antara metode OHSAS 18001 dan COSO Framework. OHSAS 18001 berperan dalam mengidentifikasi bahaya dan menilai risiko di berbagai aspek operasional, mulai dari penggunaan mesin, bahan kimia, hingga kondisi lingkungan kerja. Setelah identifikasi dilakukan, langkah-langkah pengendalian diterapkan, seperti penyediaan dan kewajiban penggunaan alat pelindung diri (APD), perubahan prosedur kerja agar lebih aman, serta peningkatan pelatihan keselamatan bagi karyawan. Sementara itu, COSO Framework diterapkan untuk memperkuat manajemen risiko secara menyeluruh, membangun sistem tata kelola yang lebih baik, menetapkan kebijakan keselamatan berbasis risiko, serta memastikan adanya mekanisme pengendalian yang efektif. Hasil dari penelitian ini adalah terbentuknya kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja yang menjadi pedoman utama dalam penerapan SMK3 di perusahaan. Selain itu, perusahaan membentuk organisasi Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) yang bertanggung jawab dalam pengawasan implementasi kebijakan K3, evaluasi berkala terhadap efektivitas SMK3, serta pelaksanaan pelatihan dan sosialisasi terkait keselamatan kerja. Dengan penerapan kebijakan keselamatan yang lebih ketat, peningkatan kesadaran karyawan, serta sistem pengelolaan risiko yang lebih komprehensif, diharapkan angka kecelakaan kerja di CV. Bosstindo Presisi dapat berkurang secara signifikan.
Pengembangan Metode Bundle Sebagai Model Pengukuran Kerja dalam Industri Manufaktur : A Systematic Literature Review Mauluddin, Yusuf; Hidayatullah, Anung Andi; Rizki, Rian Muhamad
Jurnal Kalibrasi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.23-2.2471

Abstract

Pengukuran kerja merupakan aspek penting dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas operasional di berbagai sektor industri manufaktur. Namun, metode pengukuran kerja konvensional seperti Stopwatch, MTM, Motion Study, Work Sampling, PBS Lean Manufacturing, CMS , dan Work Factor masih menunjukkan keterbatasan, baik dalam hal akurasi maupun kemudahan penerapan di lapangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) terhadap 50 artikel ilmiah dari berbagai sektor manufaktur untuk mengkaji kelebihan dan kekurangan metode yang ada. Hasil sintesis menunjukkan belum adanya metode yang secara optimal menyeimbangkan antara kompleksitas dan kepraktisan implementasi. Sebagai respon, dikembangkan pendekatan alternatif berupa Metode Bundle, yang mengelompokkan aktivitas kerja menjadi tiga fase utama: pra-proses, inti proses, dan pasca-proses. Pendekatan ini memadukan kekuatan beberapa metode eksisting yaitu Motion Study, Stopwatch, MTM, dan PBS. prinsip penyederhanaan dan adaptabilitas tinggi, sehingga lebih relevan untuk diterapkan di berbagai jenis industri yang memiliki keterbatasan teknis maupun sumber daya.