Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Manufaktur dan Uji Kinerja Mesin Perajang Hijauan Multifungsi mawardi, indra; bahri, Samsul; Cebro, Irwin Syahri; Hamdani, Hamdani
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 9, No 2 (2023): Oktober
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v9i2.8416

Abstract

The need for forage and tuber feed for farmers is increasing daily. The existence of chopping machines that have been developed before still needs to improve in the work process, where the work process has only one focus, namely chopping. Apart from that, machines that have been previously produced have a fixed construction (not mobile), thus limiting machine mobilization. The research aims to create innovations in the form of multifunctional forage chopping machines. This machine combines the processes of chopping and crushing greens and tubers. Apart from that, this machine is designed to use wheels, making it easier to move. The research method is divided into design and manufacturing processes, followed by performance testing. Performance testing uses elephant grass and cassava as raw materials using 1600, 1800 and 2000 rpm engine speeds. From manufacturing results, multifunctional forage chopping machines are available. This machine has 750 x 450 x 700 mm dimensions with a capacity for chopping elephant grass ranging from 72-150 kg/hour and crushing cassava ranging from 85-279 kg/hour. An engine speed of 2000 rpm shows the highest chopping and crushing results.
PEMBUATAN MESIN PENCUCI BIJI KOPI TYPE BATCH DENGAN DAYA 5,5 HP Dwi Saifullah; Nurdin Nurdin; Indra Mawardi
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 3, No 1 (2019): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v3i1.877

Abstract

Perkembangan area perkebunan kopi rakyat yang cukup pesat di Indonesia, salah satunya Takengon yang terletak di Aceh Tengah  perlu didukung dengan kesiapan sarana dan metode pengolahan biji kopi yang tepat, sehingga mengasilkan biji kopi yang berkualitas dan bernilai jual tinggi. Mesin pencuci kontinyu mempunyai kapasitas yang relatif besar, yaitu 1.000 kg biji kopi/jam. Kebutuhan air pencuci berkisar antara 5 - 6 m3 per ton biji kopi. Mesin pencuci ini terdiri atas silinder berlubang horisontal dan sirip pencuci berputar pada poros silinder. Tujuan dari pembuatan mesin ini adalah Dapat memproduksi mesin pencuci biji kopi type batch dan Dapat menganalisa Uji untuk kerja mesin dengan memvariasikan putaran dan waktu pencucian. Putaran yang digunakan adalah 20 dan 40 rpm dengan waktu pencucian 1,2 dan 3 menit.dengan menggunakan putaran 20 rpm mendapakan hasil 15% untuk 1 menit , untuk waktu 2 menit mendapatkan hasil 10% sedangkan untuk 3 menit mendapatkan hasil 5%, Sedangkan untuk putaran 40 rpm mendapatkan hasil dari 1  s/d 3 menit medapatkan hasl persentase 10%, 5%, 0%. Untuk putaran 20 rpm dengan waktu 3 menit mendapatkan hasil persentase yang sedikit yaitu 5%  sedangkan untuk putaran 40 rpm dengan waktu 3 menit mendapatkan hasil persentase yaitu 0% dengan hasil pada biji kopi tersebut bersih dari sisa lendir. Kata Kunci : Takengon, Harmonized System, kopi type batch.
Karakterisasi Papan Partikel Berbasis Limbah Ampas Tebu dan Polystyrene Andreas Andreas; Indra Mawardi; Nurdin Nurdin
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 7, No 2 (2023): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v7i2.4485

Abstract

Seiring bertambahnya penduduk maka berdampak terhadap peningkatan industri perkayuan di Indonesia, ketersedian kayu dihutan baik jumlah maupun kualitas semakin terbatas.Hal ini berpengaruh terhadap industri papan partikel yang semakin sulit mendapatkan kayu yang solid dan berkualitas. Metode penelitian ini diawali dengan mengumpulkan ampas tebu dan dibentuk menjadi partikel dengan mesh 20 dan 40. Fraksi penyusun papan partikel AT:PS yaitu 70:30, 60:40, 50:50. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa nilai keteguhan rekat, kekuatan lentur dan densitas sudah memenuhi standar mutu SNI 03-2105-2006 adalah variasi BP1 yaitu fraksi 30% ampas tebu dengan mesh 40 dan 70% styrofoam tetapi daya serap air pada variasi BP1 tidak memenuhi standar SNI 03-2105-2006. Keywords:Ampas tebu,polysterene, papan partikel.
PENGARUH LUBANG LALUAN COUNTERSINK DAN COUNTERBORE TERHADAP KARAKTERISTIK PELLET KAYU KELAPA SAWIT DENGAN PENAMBAHAN KARBON ARANG TEMPURUNG Abdel Peudada; Indra Mawardi; Ariefin Ariefin
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 4, No 1 (2020): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v4i1.1738

Abstract

Selama ini, penanganan limbah industri kelapa sawit dilakukan dengan cara dibakar. Tentu saja hal ini mempunyai dampak negatif berupa pencemaran terhadap lingkungan. Untuk itu diperlukan adanya suatu pengolahan lanjut dengan teknologi aplikatif sehingga menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah, dengan memanfaatkan serbuk batang kelapa sawit menjadi wood pallet. Tujuan penelitian ini untuk, dapat menghasilkan pellet kayu kelapa, mendapatkan karakteristik pellet kayu kelapa sawit dengan penambahan karbon tempurung, mendapatkan pengaruh perubahan lubang laluan countersink dan counterbore terhadap karakteristik pellet kayu kelapa sawit. Metode penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh lubang laluan counterbore dan countersink terhadap karakteristik pellet kayu kelapa sawit dimulai dari mempersiapkan bahan baku, pencampuran, pencetakan, pengeringan, dan tahapan analisa. Sedangkan variasi persentasi karbon tempurung yang digunakan, yakni dimulai dari 0%, 10%, 20% dan 30%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pellet kayu kelapa sawit yang dihasilkan menggunakan jenis lubang laluan countersink yaitu : Nilai kadar air berkisar antara 12,8% - 11,5%, nilai kalor berkisar antara 4668 kal/g - 4395 kal/g dan densitas yang berkisar antara 0.4293 g/cm3 – 0.3573 g/cm3. Sedangkan dengan jenis lubang laluan counterbore, karakteristik pellet kayu kelapa sawit yang didapatkan dalam penelitian ini yaitu : Nilai kadar air berkisar antara 13.2% - 11.8%, nilai kalor berkisar antara 4644 kal/g - 4550 kal/g dan densitas yang berkisar antara 0.4127 g/cm3 – 0.3912 g/cm3. Maka dapat diambil kesimpulan bahwa dalam hal pembuatan pellet kayu kelapa sawit dengan jenis lubang laluan countersink dan counterbore tidak berpengaruh terhadap karakteristik pellet kayu kelapa sawit yang dihasilkan. Hal ini sangat dibuktikan dengan nilai kadar air, nilai kalor dan nilai densitas yang yang tidak jauh berbeda.Kata kunci : (wood pellet, serbuk batang kelapa sawit, countersink, counterbore)
MODIFIKASI KONSTRUKSI MESIN PENGUPAS KULIT ARI KOPI DENGAN DAYA 5 HP Muzammir Muzammir; Indra Mawardi; Samsul Bahri
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 2, No 2 (2018): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v2i2.524

Abstract

Perkembangan areal perkebunan kopi rakyat cukup pesat di Indonesia, Salah satunya di Takengon yangmerupakan ibu Kota Kabupaten dan terletak di Aceh Tengah. Didasari oleh hal tersebut penulis ingin membuatinovasi baru mesin pengupas kulit ari kopi sistem berjalan dengan daya 5 HP. Mesin ini merupakan modifikasidari rancangan mesin yang telah ada. Konstruksi mesin ditambahkan roda hingga mesin nantinya akan mudahdi pindah-pindahkan dari satu tempat ke tempat yang lain.tujuan dari penulisan ini Membuat mesin pengupaskulit ari kopi dengan daya 5 HP, Memodifikasi mesin pengupas kulit ari kopi menjadi sistem bergerak,Menganalisa hasil pengupasan kulit ari kopi dengan memvariasikan putaran mesin, Mampu memilih materialatau bahan yang tepat untuk komponen-komponen mesin pengupas kulit ari kopi yang akan di buat dari hasilpembuatan mesin ini mendapatkan variasi putaran Dari hasil yang ditabel 4.3 dapat di analisis hasil daripenguji biji kopi. Pada pengujian 1 x dengan putaran 600 rpm biji kopi tidak teklupas dengan sekitar 60 persen.Pada pengujian 2 x dengan putaran 600 rpm biji kopi tidak teklupas juga dengan baik sekitar 70 persen. Padapengujian 1 x dengan putaran 800 rpm biji kopi tidak teklupas dengan baik sekitar 75 persen. Pada pengujian 2x dengan putaran 800 rpm biji kopi tidak teklupas dengan Baik juga sekitar 80 persen. Pada pengujian 1 xdengan putaran 1000 rpm biji kopi teklupas dengan baik sekitar 90 persen. Pada pengujian 2 x dengan putaran1000 rpm biji kopi teklupas dengan sangat baik sekitar 95 persen.
Studi Aplikasi Limbah Karung Pupuk Sebagai Penguat Pada Komposit Gipsum Berlapis Muhammad Riphaldi; Indra Mawardi; Hamdani Hamdani
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 7, No 2 (2023): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v7i2.4477

Abstract

PT. PIM yang merupakan industri mitra bagi Politeknik Negeri Lhokseumawe memiliki permasalahan berupa limbah karung plastik bekas kemasan pupuk. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan kembali limbah karung plastik sebagai penguat pada komposit gipsum. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau karakteristik sifat mekanis dan fisis pada komposit gipsum berpenguat karung pupuk. Komposit gipsum diproduksi menggunakan tepung gipsum berjenis casting sebagai matrik dan serat karung pupuk sebagai penguat. Komposit gipsum tersebut dibentuk dengan 4 varian, yaitu variasi jumlah lapisan karung, 1, 2, 3, dan 4 lapis dan diciptakan komposit gipsum tanpa penguat atau 100% gipsum sebagai pembanding. Pengujian mekanis dan fisis berupa pengujian lentur, tekan, densitas, dan daya serap air dipelajari untuk mengetahui kelayakannya sebagai material bangunan. Pada hasil pengujian menunjukan meningkatkan jumlah lapisan karung pupuk mereduksi kekuatan lentur sebesar 53.90% dan kekuatan tekan hingga 52,55%. Namun demikian, semua nilai pengujian mekanis tersebut telah memenuhi persyaratan standar EN 13279-2. Penyebab penurunan tersebut terjadi akibat ikatan gipsum hanya berada di samping saja, tidak adanya ikatan antara gipsum tersebut pada bagian tengah material yang disebabkan karena sifat karung pupuk yang tidak mempunyai rongga atau pori-pori.Keywords: Komposit gypsum, karung plastic, pengujian mekanis, fisis
PENGARUH MODIFIKASI LUBANG LALUAN TERHADAP KARAKTERISTIK PELLET KAYU DARI KAYU SISA GERGAJIAN Franky Franky; Ariefin Ariefin; Zaini AK Zaini AK; Indra Mawardi
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 2, No 1 (2018): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v2i1.636

Abstract

Pada Industri kayu selama ini melakukan penindakan limbah dengan cara dibakar yang dapat memberikan dampak negatif pada lingkungan seperti polusi udara. Maka dari itu diperlukan suatu tindakan untuk mengolah limbah industri tersebut menjadi teknologi yang praktis sehingga dapat menghasilkan suatu produk yang bermanfaat, dengan memanfaatkan serbuk gergajian kayu yang diolah menjadi pellet kayu. Namun masalah yang sering dihadapi pada karakteristik Pellet kayu adalah nilai kerapatan yang sangat minim yang di mana sangat mempengaruhi nilai karakteristik lainnya. Tujuan penelitian ini adalah memodifikasi lubang laluan pada Wood Pellet Machine dengan menggunakan Countersink dengan sudut kemiringan 45o guna meningkatkan nilai karakteristik pada pellet kayu dan membandingkan hasil dengan lubang laluan yang belum dimodifikasi. Metode penelitian ini dilakukan untuk memodifikasi lubang laluan dimulai dari mempersiapkan alat dan bahan modifikasi, proses pencetakkan pellet kayu , dan tahapan analisa. Sedangkan variasi pemberian perekat (binder) tapioka dilakukan secara berbeda, yakni dimulai dari 10% perekat, 15% perekat, dan 20% perekat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pellet kayu yang dihasilkan dalam penelitian Junaidi (2017) adalah dengan kadar air berkisar antara 9.85% - 8.91%, Nilai kalor berkisar antara 17058 J/g (4074 kal/g) – 17555 J/g (4192 kal/g) dan densitas yang berkisar antara 0.76 g/cm3 – 0.81 g/cm3. Jika dibandingkan ketika setelah dilakukan modifikasi lubang laluan, karakteristik pellet kayu yang didapatkan dalam penelitian ini adalah dengan kadar air berkisar antara 10.49% - 7.13%, Nilai kalor berkisar antara 17077 J/g (4078 kal/g) – 17291 J/g (4129 kal/g) dan densitas yang berkisar antara 0.82 g/cm3 – 0.86 g/cm3.  Maka dapat diambil kesimpulan bahwa pemodifikasian lubang laluan sangat berpengaruh terhadap karakteristik pellet kayu yang dihasilkan jika dibandingkan sebelum dilakukan pemodifikasian lubang laluan. Hal ini sangat dibuktikan dengan nilai kadar air, nilai kalor dan densitas yang berbeda.  Kata Kunci : Pellet Kayu, Modifikasi, Countersink, Serbuk Gergaji, Tepung Tapioka.
PENGARUH PERSENTASE PEREKAT TERHADAP KARAKTERISTIK PELLET KAYU DARI KAYU SISA GERGAJIAN Junaidi Junaidi; Ariefin Ariefin; Indra Mawardi
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 1, No 1 (2017): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v1i1.379

Abstract

Selama ini, penanganan limbah industri penggergajian dilakukan dengan cara ditumpuk, dibuang kealiran sungai serta dibakar. Tentu saja hal ini mempunyai dampak negatif berupa pencemaran terhadaplingkungan. Untuk itu diperlukan adanya suatu pengolahan lanjut dengan teknologi aplikatif sehinggamenghasilkan produk yang memiliki nilai tambah, dengan memanfaatkan serbuk gergajian menjadi woodpallet. Tujuan penelitian ini untuk, membuat produk wood pellet dengan memanfaatkan limbah kayu industri,mengetahui komposisi perekat dan air yang terbaik untuk pembuatan wood pellet, mengetahui karakteristik dariwood pellet. Metode penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik pelet kayu mulai dari persiapanbahan baku, pencampuran, pencetakan, pengeringan, dan tahapan analisa. Sedangkan variasi pemberianperekat tapioka dilakukan secara berbeda dimulai dari 10% perekat tapioka, 15% perekat tapioka dan 20%perekat tapioka. Hasil penelitian menenjukkan bahwa dengan perlakuan perekat tapioka 10% memperolehkadar air 9.85%, dan nilai kalor 17058 J/g (4074 kal/g), perlakuan perekat tapioka 15% memperoleh kadar air9.17%, dan nilai kalor 17488 J/g (4176 kal/g), dan perlakuan perekat tapioka 20% memperoleh kadar air8.91%, dan nilai kalor 17555 J/g ( 4192 kal/g). Maka dapat diambil kesimpulan Jenis perekat dan ukuranserbuk tidak perpegaruh nyata terhadap nilai kadar air begitu juga interaksi kedua faktor tersebut, namunberpegaruh sangat nyata terhadap nilai kalor serta interaksi keduanya.Kata Kunci: Wood pellet, Serbuk gergaji, Tepung Tapioka, Limbah kayu industri.
Manufaktur Dan Pengujian Sifat Mekanis Komposit Gipsum Berlapis Berpenguat Serat E-Glass Tipe CSM Alfonso, Ali Umar; Mawardi, Indra; Bahri, Samsul
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 9, No 1 (2025): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v9i1.6634

Abstract

Serat E-glass tipe CSM merupakan salah satu material jenis filler yang sering digunakan pada material komposit, maka dalam penelitian ini akan digunakan tepung gipsum yang berjenis casting sebagai matriks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat mekanik (kekuatan lentur dan kekuatan tekan) dan sifat fisis (densitas dan daya serap air) pada komposit gipsum berlapis berpenguat serat E-glass tipe CSM. Metode penelitian ini diawali dengan pencetakan komposit gipsum dengan berbagai jenis variasi lapisan penguat dari serat E-glass. Sebagai pembanding dicetak spesimen tanpa penguat (100% gipsum) diberi kode GE0. Masing-masing variasi lapisan E-glass dicetak sebanyak tiga spesimen. Konfigurasi komposit gipsum dengan berbagai variasi lapisan E-glass diberi kode dengan nama GE1, GE2, GE3, dan GE4. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sifat mekanis kekuatan lentur komposit gipsum berpenguat serat E-glass paling tinggi dihasilkan oleh varian tanpa penguat pada varian GE0 sebesar 4,10 Mpa dan yang terendah pada varian komposit gipsum 4 lapisan penguat pada varian GE4 sebesar 1,51 MPa, nilai kekuatan tarik komposit gipsum berbanding terbalik dengan nilai kekuatan tekan, kekuatan tekan komposit gipsum berpenguat serat E-glass paling tinggi pada varian GE4 sebesar 8,79 Mpa dan yang terendah pada varian GE1 sebesar 5,05 MPa. Dan pada sifat fisis pengujian densitas komposit gipsum paling tinggi dihasilkan oleh varian tanpa penguat (GE0) sebesar 1199 kg/m3 dan densitas paling rendah dihasilkan oleh varian GE4 sebesar 982 kg/m3, dan sifat fisis pengujian daya serap air paling tinggi dihasilkan oleh varian 43,97% dan yang terendah dihasilkan oleh varian tanpa penguat (GE0) sebesar 24,79%.Keywords: komposit gipsum, serat E-Glass tipe CSM, manufaktur, sifat mekanis, sifat fisis.
Inovasi Teknologi Cultivator dalam Pemberdayaan Petani Palawija di Desa Mane Kareung, Kota Lhokseumawe Mawardi, Indra; Hanif, Hanif; Nurdin, Nurdin; Haiyum, Muhd; Muhammad, Muhammad; Nur, Faisal Muhammad; Aljufri, Aljufri
Jurnal Vokasi Vol 9, No 1 (2025): Maret
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v9i1.6574

Abstract

Petani palawija di Desa Mane Kareung Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe menghadapi kendala dalam proses pengolahan lahan. Proses pengolahan lahan berupa penggemburan tanah masih dilakukan secara konvensional, yaitu dengan menggunakan cangkul dan garu untuk menggemburkan tanah. Cara manual tersebut membutuhkan waktu dan tenaga yang lebih banyak. Abdulah sebagai mitra dalam Program Kemitraan Masyarakat (PKM) menghadapi kendala yang sama. Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah untuk menerapkan inovasi teknologi mesin penggembur tanah (cultivator) pada proses pengolahan lahan sebelum dan saat tanaman palawija berproduksi. Penggunaan mesin cultivator diharapkan dapat menghasilkan tanah yang lebih subur dan gembur, sehingga tanaman dapat tumbuh dengan optimal. Penyelesaian permasalahan ini dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari perancangan, pembuatan atau fabrikasi mesin cultivator, hingga implementasi mesin tersebut kepada mitra. Selain itu, mitra juga mendapatkan pelatihan terkait perawatan mesin. Mitra diharapkan mampu meningkatkan produktivitas hasil pertanian dengan mesin penggembur tanah tersebut. Dari hasil dari program ini, telah berhasil terbangun dan terimplementasi mesin teknologi tepat guna cultivator bagi mitra dalam meningkatkan produktivitas palawija. Mesin ini memiliki spesifikasi sebagai berikut: Dimensi: Panjang × Lebar × Tinggi (600 × 550 × 1100 mm), Penggerak: Motor bakar berdaya 0,3 HP, Putaran maksimum: 200 rpm, Kapasitas kerja: 0,2-0,5 hektar per jam. Selain itu, hasil implementasi menunjukkan bahwa mitra telah mampu mengoperasikan dan merawat mesin pembudidaya yang diberikan. Dengan mesin ini, proses penggemburan tanah untuk palawija menjadi lebih mudah, efisien, dan efektif.