Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

The Role of Acupuncture in Cancer Care: From Symptom Alleviation to Tumor Suppression: A Narrative Review Setiawan, Natasha; Mihardja, Hasan
Indonesian Journal of Cancer Vol 18, No 1 (2024): March
Publisher : http://dharmais.co.id/

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33371/ijoc.v18i1.1111

Abstract

Background: Cancer remains a prevalent disease worldwide, a leading cause of mortality worldwide. Cancer presents numerous treatment challenges, from determining the efficacy of treatment modalities to managing a wide array of therapy-related side effects. Acupuncture, a traditional form of therapy, is increasingly being recognized for its potential in alleviating cancerrelated symptoms and treatment side effects. Acupuncture functions by targeting specific points in the body, leading to the modulation of neurotransmitters within the central nervous system. Research has shown that acupuncture can alleviate cancer-related symptoms that range from chemotherapy-induced nausea and vomiting, pain, and several other side effects. This mechanism has been linked to the reduction of inflammation and alleviation of pain, proving beneficial to cancer patients. Its effectiveness varies across different types of cancers. As cancer research continues to grow, so does the research on genetic role in cancer.  Methods: This narrative review assessed the influence of acupuncture on gene expression regulation in cancer. We searched three databases and found eight studies indicating that acupuncture plays a role in cancer management through the regulation of gene expression.  Results: Studies have suggested acupuncture’s potential in reducing tumor growth in different types of cancer, such as osteosarcoma, breast cancer, and colorectal cancer, possibly through mechanisms involving gene regulation and inflammatory cytokines.  Conclusions: While genetic factors can influence individual responses to acupuncture, the therapy is generally considered safe and has been accepted by a significant percentage of cancer patients and caregivers.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DENGAN ASUHAN MANDIRI AKUPRESUR UNTUK MENINGKATKAN NAFSU MAKAN PADA BALITA STUNTING Viventius, Yoshua; Mihardja, Hasan; Lazuardi, Didi; Srilestari, Adiningsih; Nareswari, Irma; Djaali, Wahyuningsih; Nugraha, Deity; Setiawan, Natasha; Konda, Yuanti Yunus; Syailindra, Firza; Fitriani, Elies
Jurnal Abdimas Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 1 (2024): Volume 2 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jakk.v2i1.14450

Abstract

Masalah stunting masih belum bisa dikendalikan di Indonesia, dengan prevalensi mencapai lebih dari 20% yang termasuk kategori tinggi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO). Stunting tidak hanya menyebabkan perlambatan pertambahan berat badan, namun juga gangguan perkembangan kognitif dan mental, gangguan pertahanan tubuh, serta peningkatan risiko terjadinya penyakit degeneratif. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mencegah dan menangani stunting, namun penanganan stunting yang efektif mencakup kolaborasi berbagai pihak, termasuk kader kesehatan dan orang tua balita. Salah satu penanganan stunting yang dapat dilakukan adalah akupresur. Akupresur yang merupakan bagian dari akupunktur, memanfaatkan penekanan pada titik-titik akupunktur. Akupresur merupakan terapi yang sederhana, murah, non invasif, mudah dilakukan, serta dapat dilakukan secara mandiri oleh siapa saja dan kapan saja, termasuk oleh kader kesehatan dan terutama orang tua balita. Namun masih banyak orang tua dan kader kesehatan yang belum mengetahui terapi akupresur, terutama pemanfaatannya pada kondisi stunting. Penyuluhan dengan seminar awam dilakukan untuk membuka wawasan masyarakat luas terhadap pemanfaatan akupresur untuk stunting. Seminar awam diikuti dengan workshop dilakukan secara hibrida luring di Kabupaten Tangerang dan daring melalui platform Zoom. Kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta luring dan 941 peserta daring. Pada evaluasi, ditemukan peningkatan skor posttest dibandingkan dengan pretest yang menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai pemberian gizi pada balita, stunting, akupresur, dan manfaat akupresur pada stunting. Terdapat peningkatan pengetahuan kader, dan ibu balita stunting setelah pemberian penyuluhan dan workshop akupresur. Diharapkan kader dan ibu balita stunting dapat mempraktekan akupresur mandiri untuk meningkatkan nafsu makan balita stunting.
Asuhan Mandiri Akupresur untuk Meningkatkan Produksi ASI pada Ibu Balita Stunting di Kampung Lio, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok Jusuf, Ahmad Aulia; Mihardja, Hasan; Srilestari, Adiningsih; Simadibrata, Christina Lanny; Viventius, Yoshua; Chandra, Inria; Widyaprastuti, Hermin; Natalia, Zellah Fransisca; Fitriani, Elies
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.23037

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh yang ditandai dengan rasio TB/U atau PB/U kurang dari -2 SD. Penyebab stunting multifaktorial. Selain faktor fasilitas kesehatan, kesehatan ibu dan bayi, juga faktor sosial ekonomi dan tingkat pendidikan. Selain penyebab di atas, faktor penyebab stunting lainnya yaitu tidak diberikannya ASI eksklusif pada bayi. Pengendalian stunting memerlukan kolaborasi berbagai pihak baik dari stakeholder pemerintah setempat, praktisi medis dan kesehatan, kader yang terjun secara langsung ke masyarakat, bahkan orang tua Balita terdampak stunting. Akupresur adalah teknik penekanan mekanik berdasarkan titik akupunktur. Teknik ini mempunyai keunggulan sederhana, murah, non invasif, mudah dilakukan, serta telah terbukti efektif pada banyak kondisi medis berdasarkan studi literatur beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Beberapa studi telah membuktikan efek akupresur dalam meningkatkan produksi ASI pada Ibu menyusui. Akupresur diharapkan dapat menjadi solusi dalam mengatasi masalah stunting di Kota Depok, khususnya lokus stunting di Kampung Lio, Kecamatan Pancoran Mas. Penyuluhan dan workshop akupresur mandiri bagi ibu menyusui Balita stunting diadakan secara hybrid online melalui zoom dan offline di Aula Kantor Kelurahan Depok, dengan jumlah peserta 35 orang offline dan online sebanyak 160 peserta. Dilakukan pretest dan postest untuk mengukur peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. Kata Kunci: Akupresur, Balita, Produksi ASI, Stunting  ABSTRACT Stunting is a condition of growth failure characterized by a ratio of height/age or height/age of less than -2 SD. The causes of stunting are multifactorial. In addition to health facilities, maternal and infant health, there are also socioeconomic factors and education levels. Another factor causing stunting is the lack of exclusive breastfeeding for infants. Controlling stunting requires collaboration between various parties, including local government stakeholders, medical and health practitioners, community cadres, and even parents of toddlers affected by stunting. Acupressure is a mechanical pressure technique based on acupuncture points. This technique has the advantages simple, affordable, non-invasive, yet easy to perform, and has been proven effective in many medical conditions based on several previous studies. Several studies have proven the effect of acupressure in increasing breast milk production in breastfeeding mothers. Acupressure is expected to be a solution to overcome the problem of stunting in Depok City, especially the stunting locus in Kampung Lio, Pancoran Mas District. Counseling and a self-directed acupressure workshop for breastfeeding mothers of stunted toddlers were held as a hybrid online (via Zoom) and offline (via Zoom) session at the Depok Village Office Hall. There were 35 participants (via offline) and 160 participants (via online). A pre- and post-test were conducted to measure knowledge gains before and after the counseling session. Keywords: Acupressure, Toddlers, Breast Milk Production, Stunting
Platelet-Rich Plasma as a Pharmacopuncture Agent in Cervical Myofascial Pain Nareswari, Irma; Kamal, Achmad Fauzi; Mihardja, Hasan; Yunus, Reyhan Eddy; Jusuf, Ahmad Aulia; Harahap, Alida Roswita; Wahyuni, Luh Karunia; Werdhani, Retno Asti; Handayani, Selfi; Rukmindar, Dion
Proceedings Book of International Conference and Exhibition on The Indonesian Medical Education Research Institute Vol. 9 No. - (2025): Proceedings Book of International Conference and Exhibition on The Indonesian M
Publisher : Writing Center IMERI FMUI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69951/proceedingsbookoficeonimeri.v9i-.310

Abstract

Chronic cervical myofascial pain (CMP) is a prevalent musculoskeletal disorder characterized by persistent neck pain, inflammation, functional impairment, and altered pain processing. Conventional treatments, including pharmacological therapy and physical rehabilitation, often provide limited and temporary relief. Increasing evidence suggests that chronic CMP involves not only peripheral nociceptive input but also nociplastic pain mechanisms driven by sustained neuroimmune dysregulation and central sensitization. Pharmacopuncture, combining acupuncture point stimulation with localized injection of therapeutic agents, has evolved with the introduction of regenerative biologics such as platelet-rich plasma (PRP). PRP contains concentrated platelets and bioactive growth factors, including VEGF, PDGF, and TGF-β, which exert anti-inflammatory and tissue-reparative effects. Emerging data indicate that PRP pharmacopuncture may reduce pro-inflammatory cytokines (e.g., IL-1β and TNF-α), modulate regulated cell death pathways (e.g., apoptosis and pyroptosis), and promote the restoration of myofascial tissue homeostasis. These mechanisms may contribute to both peripheral tissue repair and attenuation of nociplastic pain processing. This narrative review synthesizes current clinical and experimental evidence on the biological mechanisms and therapeutic potential of PRP pharmacopuncture in chronic CMP. Available studies report meaningful improvements in pain intensity and functional outcomes compared with conventional acupuncture or pharmacotherapy alone. However, substantial methodological heterogeneity may arise from PRP preparation protocols, acupoint selection, and outcome measures, limiting the ability to draw definitive conclusions. High-quality randomized controlled trials incorporating standardized protocols and mechanistic biomarkers are required to establish PRP pharmacopuncture as an evidence-based integrative treatment for chronic CMP.
Efek Akupunktur Telinga dengan Press Needle terhadap Kecemasan Pasien yang Menjalani Prosedur Esofagogastroduodenoskopi Wahdini, Sri; Srilestari, Adiningsih; Mihardja, Hasan; Abdullah, Murdani
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 2 (2023): May
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.68503

Abstract

Latar Belakang: Prosedur invasif seperti esofagogastroduodenoskopi (EGD) dapat menimbulkan kekhawatiran dan kecemasan pada pasien. Diperlukan intervensi tambahan seperti pemberian obat sedasi, intervensi perilaku atau akupunktur untuk membuat pasien tenang dan rileks.Tujuan: Mengetahui efektivitas tindakan  press needle di titik akupunktur telinga terhadap kecemasan pasien yang menjalani prosedur EGDMetode: Penelitian randomized controlled trial ini melibatkan 40 pasien yang menjalani EGD tanpa sedasi. Pasien dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok perlakuan yang diberikan perangsangan menggunakan press needle di titik  akupunktur telinga dan kelompok kontrol yang diberikan jarum placebo.  Titik telinga yang dipilih adalah shenmen, relaksasi, dan zero point. Penelitian dilakukan di Pusat Endoskopi Saluran Cerna, RS Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Pasien mengisi kuesioner Spielberger State Anxiety Inventory (SAI) sebelum intervensi dan 10 menit setelah endoskopi selesai melalui wawancara langsung. Perbedaan skor SAI sebelum dan sesudah intervensi dianalisis menggunakan uji paired t-test atau mann whitney.Hasil: Skor SAI kelompok perlakuan antara sebelum dan sesudah EGD terdapat penurunan yang bermakna (man whitney p=0,003). Rerata selisih skor SAI  kelompok perlakuan lebih besar bermakna dibandingkan  kelompok kontrol (man whitney p<0,001)Kesimpulan: Aplikasi press needle di titik akupunktur telinga shenmen, relaksasi, dan zero point membantu  menurunkan kecemasan pasien selama prosedur EGD yang diukur mengunakan kuesioner SAI