Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Optimalisasi Intervensi Terapi Okupasi Aktivitas Menggambar Terhadap Perubahan Persepsi Sensori Pada Pasien Halusinasi Di RSJD. Arif Zainudin Surakarta Regita Cahyani; Sitti Rahma Soleman; Luluk purnomo
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 7 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Halusinasi didefinisikan sebagai terganggunya persepsi seseorang, dimana tidak ada stimulus. Salah satu tipe halusinasi adalah halusinasi pendengaran dan menjadi tipe halusinasi yang paling banyak diderita. Gejala halusinasi yaitu seperti menar diri, melamun, berbicara sendiri, tertawa sendiri, tersenyum sendiri dan gelisah. Ada beberapa hal yang memicu kekambuhan halusinasi dengan ditandai munculnya-gejala-gejala psikis yang sebelumnya mengalami kemajuan yang baik. Gangguan jiwa kronik biasanya mengalami kekambuhan tahun pertama, dengan presentase 50% dan akan mengalami dampak sebesar 79% pada tahun kedua. Terapi okupasi aktivitas menggambar adalah suatu bentuk psikoterapi yang menerapkan media seni sebagai media berkomunikasi, terapi okupasi menggambar dapat mengurangi interaksi seseorang dengan pikirannya sendiri sehingga tidak berfokus pada halusinasinya. Metode yang digunakan dalam penerapan ini bersifat desktiptif dengan desain penelitian studi kasus pre test post test pada 2 responden, instrument penelitian lembar observasi kusioner AHRS. Sebelum diberikan terapi okupasi menggambar Tn. D dalam kategori halusinasi berat dan Tn. R dalam kategori halusinasi sedang. Setelah diberikan terapi okupasi menggambar selama 3 kali Tn. D dalam kategori halusinasi sedang dan Tn. R dalam kategori halusinasi ringan. Terapi Okupasi Aktivitas Menggambar untuk menurunkan tingkat halusinasi pada pasien halusinasi pendengaran.
Analisis Faktor Human Error Terhadap Kejadian Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Konstruksi Regita Cahyani; Susilawati
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 7 (2024): GJMI - JULI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i7.669

Abstract

Sektor Konstruksi merupakan sektor dengan risiko kecelakaan yang lebih besar dibandingkan dengan pekerjaan di sektor lain. Angka kecelakaan secara global cukup mengkhawatirkan dan secara statistik kematian akibat kecelakaan kerja pertahun sebesar lebih dari 2,78 juta orang dan dua per tiga (2/3) terjadi di negara Asia. Menurut data ILO pada tahun 2018, lebih dari 1,8 juta kematian terjadi di kawasan Asia dan Pasifik dan tercatat 374 juta kejadian cedera dan penyakit akibat kerja setiap tahunnya yang mengakibatkan absensi kerja. Penelitian ini menggunakan metode literature review, penelitian ini mengkaji berbagai studi dari tahun 2019 hingga 2024 yang diambil dari Google Scholar dan Portal Garuda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab human error yang berkontribusi terhadap kejadian kecelakaan kerja pada pekerja konstruksi. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti kurangnya pelatihan, rendahnya tingkat pendidikan, dan kurangnya pengalaman kerja berkontribusi signifikan terhadap human error. Penelitian ini menyoroti pentingnya pelatihan keselamatan kerja (K3) dan penerapan manajemen keselamatan yang efektif untuk mengurangi kejadian kecelakaan kerja.
Mengoptimalkan Pengimplementasian Pelatihan dan Pengembangan Pelayanan Tenaga Kerja kesehatan di RSUD Sawerigading Dina Sarah Syahreza; Hilma Harmen; Grestin Analia; Nisa Nababan; Regita Cahyani; Rosana Girsang; Silvia Putriani; Tamara Marpaung
Economic Reviews Journal Vol. 3 No. 3 (2024): Economic Reviews Journal
Publisher : Masyarakat Ekonomi Syariah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56709/mrj.v3i3.275

Abstract

This article discusses the implementation of training and development of health workforce services at Sawerigading Hospital to overcome cases of discrimination between BPJS and non-BPJS patients. This research uses a literature review method with a qualitative approach and highlights the need for increased HR training and development for the optimization of health services. The results showed the importance of improving the skills, knowledge, and inclusive culture of health workers, as well as involving the community in efforts to improve service effectiveness. RSUD Sawerigading has committed to improving employee competencies through technical, soft skills, self-development, and specialization training programs to improve overall health services. Concrete steps are needed to address discrimination against BPJS patients and improve staff understanding of ethics and professionalism in health services to achieve optimal service.
Kualitas Pelayanan Kunjungan Keluarga Narapidana Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tolitoli Regita Cahyani; Muhammad Iqbal; Abdul Wahid Safar
Jurnal Sektor Publik Vol 2 No 1 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : FISIP Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jsp.v2i1.1498

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi kualitas pelayanan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tolitoli dengan menggunakan 5 dimensi yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance dan empathy. Tujuan penelitian untuk kualitas pelayanan kunjungan keluarga narapidana diĀ  Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tolitoli. Jenis Penelitian kualitatif, sumber data primer dan sekunder, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan penelitian 7 orang terdiri dari pegawai Lembaga Pemasyarakatan dan Pengunjung Narapidana. Teknik analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi tangible menunjukkan kebutuhan untuk peningkatan, terutama dalam menangani lonjakan pengunjung yang dapat menyebabkan penundaan dalam proses pelayanan. Meskipun demikian, dimensi reliability telah terpenuhi dengan baik melalui penerapan standar yang jelas dan konsisten dalam pelayanan. Responsiveness masih memerlukan perbaikan meskipun ada kemajuan dalam respons terhadap kebutuhan pengunjung. Dimensi assurance menunjukkan tantangan terkait jaminan waktu dalam pelayanan dan transparansi biaya. Sementara itu, dimensi empathy dinilai sudah baik dengan pelayanan yang ramah dan perhatian terhadap kebutuhan pengunjung. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya meningkatkan kualitas pelayanan untuk memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengunjung keluarga narapidana, sekaligus memastikan bahwa standar pelayanan tetap terjaga sesuai dengan regulasi yang berlaku dan harapan masyarakat.