Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

BETWEEN REASON AND RESISTANCE: FREUDIAN PSYCHOANALYSIS AND FEMINIST IDENTITY OF HERMIONE GRANGER IN HARRY POTTER AND THE DEATHLY HALLOWS – PART 2 Muhammad Arief Budiman; Hetty Catur Ellyawati; Nur Hidayat; Vina Nurul Hidayati; Wijayanti Hidayatolah; Zahra Faizatun Nahla; Zidan Try Kusuma
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.15274

Abstract

The representation of women in popular fantasy cinema has frequently been relegated to subordinate positions, serving merely as secondary figures within male-dominated heroic narratives. The character of Hermione Granger in Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 2 (2011) disrupts these conventional tropes through her psychological resilience and intellectual authority. This study aims to analyze Hermione Granger's personality structure (id, ego, and superego) and defense mechanisms, while examining how these psychological dynamics construct her feminist agency in a predominantly male-centered narrative. Employing a qualitative descriptive method, data were collected through audiovisual observation and textual documentation of selected scenes, dialogues, and character actions from the film. The findings reveal that Hermione’s ego plays a dominant mediating role between instinctual drives (id) and moral imperatives (superego), enabling rational and strategic decision-making under extreme conflict. Her psychological resilience is reinforced by adaptive defense mechanisms, including rationalization, suppression, intellectualization, and displacement. From a feminist perspective, this psychological maturity fosters autonomy, intellectual authority, and ethical leadership that challenge traditional stereotypes of female emotional vulnerability. This study concludes that Hermione Granger embodies a model of feminist heroism grounded in psychological balance, ethical responsibility, and rational agency. ABSTRAK Representasi perempuan dalam sinema fantasi populer kerap ditempatkan dalam posisi subordinat dan sekadar pelengkap narasi kepahlawanan maskulin. Karakter Hermione Granger dalam film Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 2 (2011) mendobrak stereotip tersebut melalui perpaduan ketahanan psikologis dan otoritas intelektual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur kepribadian (id, ego, dan superego) serta mekanisme pertahanan diri Hermione Granger, sekaligus mengkaji bagaimana dinamika psikologis tersebut mengonstruksi agensi feminisnya dalam narasi yang didominasi laki-laki. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan observasi audiovisual terhadap adegan, dialog, dan tindakan karakter yang relevan dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ego Hermione berperan dominan dalam memediasi dorongan instingtual (id) dan tuntutan moral (superego), memungkinkannya mengambil keputusan rasional dan strategis di bawah tekanan ekstrem. Ketahanan psikologisnya diperkuat oleh penggunaan mekanisme pertahanan diri adaptif, meliputi rasionalisasi, supresi, intelektualisasi, dan pemindahan (displacement). Dari perspektif feminis, kematangan psikologis tersebut membentuk agensi, kemandirian berpikir, dan kepemimpinan moral yang menantang stereotip kelemahan emosional perempuan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Hermione Granger merepresentasikan bentuk kepahlawanan feminis yang berakar pada kematangan psikologis, pertimbangan etis, dan agensi rasional.    
Pengembangan E-Modul Berbantuan Flipbook Berbasis Literasi Untuk Mata Kuliah Statistika Yulinda Kusumaningrum; Victor Gayuh Utomo; Hetty Catur Ellyawati; Charis Maulana
Jurnal Transformatika Vol. 22 No. 1 (2024): July 2024
Publisher : Jurusan Teknologi Informasi Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/transformatika.v22i1.10233

Abstract

Statistics is the basis for studying other subjects in the Informatics Engineering Study Program. However, some lecturers have not used teaching materials such as interactive modules to help students learn statistics. For this reason, research is needed which aims to (1) develop literacy-based Flipbook-assisted interactive e-modules in statistics courses that are valid, (2) determine the practicality of literacy-based Flipbook-assisted interactive e-modules in statistics courses for students. This type of research is Research and Development (R&D). The research subjects were 30 Informatics Engineering students taking Statistics courses. The development steps in this research are using ADDIE, namely Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The research results obtained: 1) the literacy-based flipbook-assisted e-module that was developed was declared valid/feasible with an average percentage of material experts of 80% and media experts of 85.41%, 2) the flipbook-assisted interactive e-module that was developed met the criteria practically with a percentage reaching 75%.
Analisis Wacana Kritis Teks Berita Kasus Terbongkarnya Perlakuan Istimewa terhadap Terpidana Suap Arthalyta Suryani pada Media Online Hetty Catur Ellyawati
Jurnal The Messenger Vol. 3 No. 2 (2011): July-December
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/themessenger.v3i2.267

Abstract

Every choice of meaning is ideologically motivated. Ideology is most effective when its working is least visible. Interpreting ideology in a text can be seen from the choice of vocabulary and its grammatical construction. To analyze it we need to interpret not just the text but also the relationship between text, and its social condition. According to Fairclough, they can be grouped in three steps, those are description, interpretation and explanation. The stage of description is concerned with formal properties of the text, the interpretation is concerned with the relationship between text and its interactions, the explanation is concerned with the relationship between interpretation and social context. This research aims to analysis the coverage about the revealed case of preferential treatment of Arthalyta Suryani, a convicted bribe, at Pondok Bambu detention written by two online media these are detikNews.com and kompas.com by analyzing their appraisal system and their intertextuality. From the data analysis, ideology of the two media about this case can be seen. The data is taken from the news posted on January the tenth to twelfth 2010.  The methods used to analyze the data are referential method, substitusional method and abductive inference method.     Referential method is to analyze appraisal system and discursivity intertextuality of the text. In order to make the analysis of appraisal system valid, the substitusional method is needed. Then abductive inference method is needed to analyze manifest intertextuality of the text. From the analysis of the data, it can be concluded that every media has its own way to state its ideology. The ideology has closed relation with target market that is the reader. DetikNews.com is strightforward and short news, with incisive vocabulary choices, they are related to news item genre that detikNews.com has, but this media is lack of intertextuality. It makes the news superficial. On the other way, kompas.com has a deep coverage and strong intertextuality, it is suitable for someone who wants comprehensive information.
PELATIHAN PENULISAN ABSTRAK BAGI MAHASISWA TINGKAT AKHIR FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SEMARANG Stefani Dewi Rosaria; Devy Angga Gunantar; Hetty Catur Ellyawati; Ganda Januarta Januarta
TEMATIK Vol. 2 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v2i1.3144

Abstract

AbstrakMahasiswa tingkat akhir diwajibkan menulis skripsi, dan dalam skripsi tersebut pasti ada bagian abstrak sebagai sinopsis atau ringkasan dari keseluruhan isi skripsi. Abstrak adalah bagian terpenting yang harus ada pada setiap tulissan karya ilmiah karena abstrak memberikan informasi secara singkat namun lengkap mengenai suatu tulisan karya ilmiah, misalnya tujuan penelitian, metode yang digunakan, hasil dan kesimpulan penelitian. Permasalahan yang dihadapi mahasiswa adalah format abstrak yang mereka tuliskan seringkali tidak sesuai kaidah. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan penulisan abstrak kepada para mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum Universitas Semarang tentang bagaimana menulis abstrak yang baik, baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris, karena berdasarkan hasil pengamatan awal dari sembilan abstrak yang menjadi pembahasan hanya dua abstrak saja yang bisa dikatakan sesuai dengan format penulisan abstrak. Melalui metode ceramah, diskusi, dan praktik, hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian ini menunjukkan pemahaman mahasiswa dalam menulis abstrak meningkat terutama dalam format penulisan abstrak. Jenis kalimat yang digunakan dalam membuat abstrak pun beragam, mulai dari kalimat sederhana sampai pada kalimat majemuk.  Kata Kunci: abstrak, pelatihan, mahasiswa tingkat akhir
learning medium, mathematics, english Yulinda Kusumaningrum; Hetty Catur Ellyawati; Ahmad Rifa'i
TEMATIK Vol. 2 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v2i1.3148

Abstract

Elementary school (SD) is the most basic level of formal education in Indonesia. Students in elementary schools are students who are not only classified in the concrete operation stage but also children at the age of playing, so that some subjects still require material explanation from a teacher. In delivering the material requires a media as a means to transmit messages from sender to recipient of the message. Mathematics is a subject that requires media in delivering its material. Abstract mathematical concepts make it difficult for students to understand the material, especially mathematics combined with English in its delivery, so it is very important media in learning. This is the background of the community service team to provide training in making English-based mathematics learning media for teachers at SD IT Al Mawadah Semarang. This activity was held at SD IT AL Mawadah Semarang by lecturing method and hands-on practice. There were 13 participants in this training, all of whom were elementary school teachers in grades one to three. The activity lasts for 1 day with a duration of 3 hours.The training on making English-based mathematics learning media has a positive impact for teachers at SD IT Al Mawadah Semarang. So that the media can be used for offline and online learning
PENGGUNAAN GAMBAR BERSERI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS PESERTA DIDIK KELAS VII SMP KSATRIAN 1 SEMARANG Stefani Dewi Rosaria; Adiprana Yogatama; Hetty Catur Ellyawati; Dini Anggraheni
TEMATIK Vol. 3 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v3i1.5682

Abstract

AbstrakDalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini tim pengabdi menangkap permasalahan yang dihadapi para guru mata pelajaran Bahasa Inggris, yaitu dibutuhkannya model pembelajaran yang atraktif, kreatif, dan menarik yang memicu peserta didik untuk berpartisipasi secara aktif di kelas dan menikmati proses belajar mengajar sehingga ketrampilan berbahasa Inggris mereka meningkat. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk melatih ketrampilan peserta didik untuk berpikir kritis dan aktif dalam pembelajaran Bahasa Inggris di kelas melalui media gambar berseri.Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode ceramah dan diskusi, serta praktik. Metode ceramah adalah dengan memberikan penjelasan mengenai manfaat media gambar berseri dan bagaimana menggunakan gambar berseri dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Setelah para peserta didik dibekali dengan berbagai informasi tentang media gambar berseri, mereka dipandu untuk melakukan praktik bercerita.Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan partisipasi aktif dari tiap kelompok peserta didik ketika melakukan sesi diskusi. Kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris di dalam kelas menjadi lebih menarik dan atraktif. Para peserta didik saling memberikan komentar terhadap cerita yang dipresentasikan masing-masing kelompok. Penguasaan kosakata peserta didik juga lebih baik karena terbantu dengan adanya visual gambar. Secara umum penggunaan media gambar berseri dalam pembelajaran Bahasa Inggris membantu peserta didik menjadi lebih partisipatif dan aktif di kelas.  Kata Kunci: ketrampilan berbicara; penguasaan kosakata; keaktifan peserta didik; gambar berseri    AbstractIn this community service activity, the service team captures the problems faced by English teachers, namely the need for an attractive, creative, and interesting learning model that triggers students to actively participate in class and enjoy the teaching and learning process so that their English skills increase. The purpose of this community service is to train students' skills to think critically and be active in learning English in the classroom through sequencing picture media.The method used in this community service is the lecture and discussion method, as well as practice. The lecture method is to provide an explanation of the benefits of using sequencing pictures and how to use it in learning English. After the students were provided with various information about this media, they were guided to practice storytelling.The results of this community service activity show the active participation of each group of students when conducting discussion sessions. English learning activities in the classroom become more interesting and attractive. The students give each other comments on the stories presented by each group. Students' vocabulary mastery is also better because it is helped by the presence of visual images. In general, the use of picture series media in learning English helps students to be more participative and active in class.  Keywords: speaking skill; vocabulary mastery; students activeness; sequencing picture
PENGENALAN TOEFL UNTUK GURU SMA AL-ISLAM SEMARANG Hetty Catur Ellyawati; Titis Handayani; Atmoko Nugroho
Jurnal DIMASTIK Vol. 1 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/dimastik.v1i1.6077

Abstract

TOEFL (Test of English as a Foreign Language) merupakan bagian yang penting dan pasti diingat ketika orang akan bepergian ke luar negeri ataupun melanjutkan studi di perguruan tinggi, bahkan beberapa perusahaan mencari tenaga kerja dengan kompetensi TOEFL yang tinggi. Apalagi semenjak pandemi COVID19 laju penggunaan internet sangat tinggi sehingga memaksa pengguna untuk belajar Bahasa Inggris lebih baik lagi agar dapat mengikuti informasi global. Internet sendiri juga menyediakan informasi tentang TOEFL, mulai dari pengenalan dasar hingga cara-cara mudah untuk menyelesaikannya dengan skor atau nilai yang tinggi. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini menggunakan beberapa tahapan kegiatan. Diawali dengan komunikasi dengan khalayak sasaran kegiatan pengabdian, untuk menggali beberapa permasalahan di bidang Bahasa Inggris secara umum dan di bidang TOEFL secara khusus yang dihadapi oleh khalayak sasaran, berikutnya mengadakan pelatihan dan umpan balik dari kegiatan pengabdian ini. Tujuan dari penyelenggaraan kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan informasi akan TOEFL dari guru SMA Al Islam Semarang.
PELATIHAN TOEFL BAGI SANTRI PONDOK PESANTREN NURUL HIDAYAH DI PEDURUNGAN LOR BERBASIS WEB Hetty Catur Ellyawati; Ahmad Muhaimin; Agus Edy Laksono; Soiful Hadi
Jurnal DIMASTIK Vol. 1 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/dimastik.v1i2.7183

Abstract

Kemampuan Bahasa Inggris terutama TOEFL untuk santri pondok pesantren sangat dibutuhkan terutama agar santri pondok pesantren bisa menghadapi tantangan dunia global, mengingat pondok pesantren masih dianggap institusi yang hanya mengajarkan ilmu agama saja kepada para santrinya. Untuk menjawab kebutuhan jaman dimana segala hal saat ini menggunakan bahasa pengantar bahasa Inggris, untuk mewujudkan hal tersebut maka dibutuhkan sumber dayamanusia yang paham bahasa Inggris yang pada kenyataannya masih belum bisa terwujud. Hal ini karena salah satunya adalah kurangnya pengetahuan dan penguasaan Bahasa Inggris terutama TOEFL. Dari program Pengabdian kepada Masyarakat terdahulu yang dilakukan dosen FTIK Universitas Semarang telah diadakan pelatihan mengenai Speaking maka tim Pengabdian kepada Masyarakat FTIK Universitas Semarang kali ini mengadakan kegiatan dengan metode praktikum mengenai pembelajaran Bahasa Inggris terutama TOEFL berbasis web. Hasil yang ingin dicapai adalah selain diharapkannya ada peningkatan kemampuan dan pengetahuan dalam kemampuan Bahasa Inggris terutama kemampuan TOEFL dikalangan santri pondok pesantren khususnya Nurul Hidayah Pedurungan Lor, wilayah Semarang Timur namun juga bisa        terbitnya laporan hasil Pengabdian Kepada Masyarakat ini di Jurnal Dimastik Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Semarang.@font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-536870145 1107305727 0 0 415 0;}p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin:0cm; mso-pagination:none; text-autospace:none; font-size:11.0pt; font-family:"Times New Roman",serif; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0021;}.MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:11.0pt; mso-ansi-font-size:11.0pt; mso-bidi-font-size:11.0pt; font-family:"Calibri",sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-font-kerning:0pt; mso-ligatures:none; mso-ansi-language:EN-US;}.MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; mso-pagination:none; text-autospace:none;}div.WordSection1 {page:WordSection1;}
PEMANFAATAN TEKNOLOGI DIGITAL UNTUK PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS YANG INOVATIF BAGI SISWA KELAS XII DI MADRASAH ALIYAH 1 SEMARANG Hetty Catur Ellyawati; Soiful Hadi; Qurinta Shinta
Jurnal DIMASTIK Vol. 3 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/dimastik.v3i1.11342

Abstract

Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Pembelajaran Bahasa Inggris yang Inovatif bagi Siswa Kelas XII di Madrasah Aliyah 1 Semarang bertujuan mengatasi beberapa masalah yang dihadapi siswa, seperti rendahnya motivasi belajar bahasa Inggris siswa, keterbatasan fasilitas pembelajaran berbasis teknologi, dan pendekatan pengajaran yang masih tradisional. Siswa kelas XII cenderung kesulitan mengembangkan keterampilan berbicara dan mendengar, karena pembelajaran lebih banyak berfokus pada tata bahasa dan penerjemahan. Oleh karena itu, program ini bertujuan meningkatkan keterampilan bahasa Inggris siswa melalui pemanfaatan teknologi digital yang interaktif. Program ini memberikan pelatihan kepada siswa dalam memanfaatkan aplikasi pembelajaran bahasa Inggris seperti Duolingo, Quizlet, dan Kahoot!, untuk mendukung proses belajar secara lebih inovatif. Pelatihan siswa difokuskan pada cara mengintegrasikan teknologi dalam proses pengajaran, sementara siswa akan didampingi dalam menggunakan aplikasi tersebut untuk meningkatkan keterampilan berbahasa mereka. Selain itu, metode pengajaran diintegrasikan dengan aktivitas berbasis teknologi, seperti kuis interaktif dan latihan berbicara, yang dirancang untuk meningkatkan partisipasi siswa. Program ini juga melibatkan evaluasi berkala melalui tes keterampilan dan survei untuk memantau perkembangan siswa. Program ini mampu meningkatkan motivasi dan keterampilan bahasa Inggris siswa kelas XII di Madrasah Aliyah 1 Semarang secara signifikan.@font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-536870145 1107305727 0 0 415 0;}p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin:0cm; text-align:center; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman",serif; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:EN-US;}.MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:11.0pt; mso-ansi-font-size:11.0pt; mso-bidi-font-size:11.0pt; font-family:"Calibri",sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-font-kerning:0pt; mso-ligatures:none; mso-ansi-language:EN-US;}.MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; margin-bottom:10.0pt; line-height:115%;}div.WordSection1 {page:WordSection1;}
PELATIHAN PEMANFAATAN POWTOON UNTUK PRODUKSI DIGITAL STORYTELLING BAGI GURU SD IT AL MAWADDAH SEMARANG Hetty Catur Ellyawati; Qurinta Shinta; Rastri Prathivi; Dewi Nurdiyah
Jurnal DIMASTIK Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/dimastik.v4i1.13766

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemanfaatan teknologi pembelajaran di SD IT Al Mawaddah akibat keterbatasan keterampilan guru dalam membuat media digital interaktif. Kondisi tersebut menyebabkan proses belajar masih berfokus pada metode konvensional sehingga kurang menarik minat siswa dan belum sepenuhnya mendukung pengembangan kreativitas mereka. Untuk mengatasi permasalahan ini, tim melaksanakan pelatihan penggunaan aplikasi Powtoon guna menghasilkan storytelling digital sebagai media ajar kreatif. Pelatihan mencakup penyusunan storyboard, integrasi narasi, gambar, dan audio, serta produksi video animasi sederhana yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di kelas. Metode kegiatan meliputi demonstrasi, praktik langsung, pendampingan intensif, kolaborasi antarguru, dan evaluasi produk hasil pelatihan. Implementasi program ini meningkatkan kompetensi guru dalam merancang dan memproduksi media pembelajaran inovatif, yang ditunjukkan melalui kemampuan peserta menghasilkan video storytelling digital secara mandiri. Selain itu, kegiatan ini turut mendorong terciptanya proses pembelajaran yang lebih menarik dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus mendukung visi sekolah dalam membentuk generasi Qur’ani yang unggul, kreatif, dan berwawasan digital.