Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Agro

Aplikasi Bacillus sp. untuk mengendalikan penyakit layu fusarium pada tanaman tomat Endang Mugiastuti; Abdul Manan; Ruth Feti Rahayuniati; Loekas Soesanto
Jurnal Agro Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/5397

Abstract

Fusarium oxysporum merupakan penyebab penyakit layu fusarium yang dapat menurunkan produksi tomat. Pengendalian hayati dengan menggunakan bakteri antagonis seperti Bacillus sp. merupakan alternatif pengendalian yang potensial dan ramah lingkungan.  Penelitian bertujuan untuk mengetahui kemampuan Bacillus sp. dalam mengendalikan penyakit layu fusarium pada tanaman tomat di lapangan. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan, meliputi: kontrol, Bacillus sp. B42, Bacillus sp. B64, gabungan Bacillus sp. B42 dan B64, serta fungisida. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Bacillus sp. B.64 merupakan bakteri antagonis terbaik dalam menekan intensitas penyakit  layu fusarium, karena dapat menunda masa inkubasi 15,76%, menekan intensitas penyakit 38,77%, meningkatkan kandungan fenol tanaman (tanin, saponin dan glikosida), serta meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman dengan meningkatkan bobot kering tajuk 32,05%, bobot kering akar 15,23%, dan bobot buah per tanaman 46,48%.ABSTRACTFusarium oxysporum is the causal agent of fusarium wilt disease which decreases the production of tomatoes. Biological control managenement using bacterial antagonists is a potential alternative to prevent the infection of the disease. The aim of this research was to determine the ability of Bacillus sp. to control tomato fusarium wilt in the field. Randomized block design (RBD) experiment was used consisting of 5 treatments and 5 replications i.e. control, Bacillus sp. B42, Bacillus sp. B64, combination of Bacillus sp B42 + B64, and fungicide. The results showed that Bacillus sp. B64 was the best bacterial antagonist agent to control tomato wilt disease by delaying incubation period (15.76%), decreasing disease intensity (38.77%), increasing phenol compounds (tannin, saponin, glycosides) and improving plant growth and yield. Furthermore, the results showed the increasement of shoot dry weight to 32.05%, root dry weight to 15.23%, and yield to 46.48% as well.
Aplikasi Pseudomonas fluorescens P20 formula cair tepung ikan terhadap rebah semai mentimun Hening Kurniasih; Nur Prihatiningsih; Endang Mugiastuti; Loekas Soesanto
Jurnal Agro Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/8591

Abstract

Rebah semai merupakan penyakit penting bibit mentimun, dan formula cair Pseudomonas fluorescens P20 dengan tepung ikan perlu dicoba untuk mengatasi hal tersebut. Penelitian bertujuan mencari konsentrasi tepat tepung ikan untuk P. fluorescens P20, pengaruhnya dalam menekan rebah semai, dan terhadap pertumbuhan mentimun. Penelitian dilaksanakan di Screen House Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto selama empat bulan. Rancangan Acak Lengkap digunakan pada in vitro dengan 5 ulangan dan 5 perlakuan terdiri atas kontrol (King’s B cair), serta tepung ikan 10, 20, 30, dan 40 g L-1. Uji in planta menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 5 ulangan dan 6 perlakuan terdiri atas kontrol, King’s B cair, serta tepung ikan 10, 20, 30, dan 40 g L-1. Variabel yang diamati adalah populasi bakteri, masa inkubasi, kejadian penyakit, area under the disease progress curve (AUDPC), tinggi tanaman, panjang akar, bobot tanaman segar, dan bobot akar segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P. fluorescens P20 dalam tepung ikan 10 g L-1 memiliki populasi tertinggi yaitu 3,99 x 1021 upk mL-1 atau meningkat sebesar 47,23%. Saat diaplikasikan, formula bakteri ini paling efektif menunda masa inkubasi dan menekan kejadian penyakit hingga 100% dan nilai AUDPC terendah yaitu 0%-hari. Perlakuan mampu meningkatkan panjang akar 5,30-31,19% dan bobot akar segar 10,81-65,85%. Damping-off is an important cucumber seedlings disease, and liquid formulation of Pseudomonas fluorescens P20 is developed to overcome this problem. This research aimed to gain the right concentration of fish flour for P. fluorescens P20, its effect on suppressing damping-off and on cucumber growth. The research was conducted at the Screen House, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto for four months. Randomized completely design was used for in vitro test with 5 treatments consisted of control, fish flour of 10, 20, 30, and 40 g L-1repeated 5 times. Randomized block design was used for in planta test with 6 treatments consisted of control, King’s B Broth, flour liquid of 10, 20, 30, and 40 g L-1repeated 5 times. Variables observed were bacterial population, incubation period, disease incidence, area under the disease progress curve (AUDPC), plants height, roots length plants fresh weight, and roots fresh weight. Result showed that P. fluorescensP20 in fish flour of  10 g L-1 had the highest population as 3.99 x 1021 cfu ml-1 or increase as 47.23%. Application of this formula could delay incubation period and suppress disease incidence as 100% and decrease AUDPC as 0%-days. The formula could increase roots length and roots fresh weight as 5,30-31,19 and 10,81-65,85%.
Induksi ketahanan tanaman padi terhadap serangan pathogen busuk pelepah (Rhizoctonia solani) menggunakan halotoleran bakteri Diazotrof asal pantai utara Pemalang, Jawa Tengah Isnaeni, Fenty Chakimatul; mugiastuti, Endang; Leana, Ni Wayan Anik; Oktaviani, Eka; Purwanto, Purwanto
Jurnal AGRO Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/18516

Abstract

Padi merupakan komoditas pangan yang memiliki peranan terpenting dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat Indonesia. Ekstensifikasi produksi padi dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan marjinal seperti lahan salin. Lahan salin merupakan lahan yang memiliki kadar kadar garam tinggi akibat intrusi air laut maupun tingginya laju evaporasi. Pengembangan budidaya padi di lahan salin memiliki kendala berupa serangan patogen busuk pelepah (Rhizoctonia solani). Alternatif pengendalian patogen selain menggunakan pestsida kimia, dapat dilakukan menggunakan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR), seperti kelompok bakteri diazotrof. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi bakteri diazotrof lahan salin dalam meningkatkan ketahanan tanaman padi serta kemampuannya dalam memacu pertumbuhan padi yang terinfeksi R. solani. Penelitian dilaksanakan di Experimental Farm dan Laboratorium Agronomi & Hortikultura, Fakultas Pertanian Unsoed pada bulan Oktober 2021 - Februari 2022. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 11 perlakuan dan diulang tiga kali, meliputi kontrol tanpa inokulasi bakteri diazotrof dan inokulasi isolat Ju1, Jn3, Jn1, J, J12, J5, Kn1, A3, Jn dan K3. Semua tanaman juga dinokulasi dengan Rhizoctonia solani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inokulasi bakteri diazotrof dapat meningkatkan ketahanan padi yang terinfeksi jamur R. solani, ditandai dengan penurunan intensitas penyakit hingga 70%, peningkatan kandungan saponin, tanin dan hidrokuinon, serta peningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman dan panjang akar total padi.ABSTRACTRice is the most important  food commodity that supply the basic needs of the Indonesian people. The development of rice cultivation in salin land has obstacles in the form of attacks by sheat blight pathogen (Rhizoctonia solani). Alternative to controlling pathogens other than using chemical pesticides is by using Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR), such as diazotroph bacteria. This research aimed to determine the potential of diazotrof bacteria in increasing rice resistance and its ability to stimulate the growth of rice infected with R. solani. The research was carried out at Experimental Farm and Agrohorti Laboratory, Faculty of Agriculture Unsoed in October 2021 - February 2022. The design used was Randomized Completely Block Design (RCBD) with 11 treatments and repeated three times, including controls without inoculation of diazotroph bacteria and inoculation of isolates Ju1, Jn3, Jn1, J, J12, J5, Kn1, A3, Jn and K3. All plants were also inoculated with R. solani. The results showed that inoculation with diazotrof bacteria could increase the rice resistance towards attack of sheath blight pathogen (R. solani) that characterized by a decrease disease intensity up to 70%, increase saponins, tannins and hydroquinones content, also increase growth of plant height and total root length of rice.
Rhizospheric Bacillus spp. as biocontrol agents against maize downy mildew and growth promoters Mugiastuti, Endang; Manan, Abdul; Soesanto, Loekas; Primayuri, Deviana; Sundari, Dini
Jurnal AGRO Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/j.agro.45887

Abstract

Downy mildew is one of the major patogen limiting maize productivity in Indonesia. Effective mitigation strategies are essential due to the significant yield losses it causes. Biological control is an environmentally viable alternative method of disease management. Bacillus spp. are biological control agent capable of producing metabolic chemicals that can inhibit plant infections, hence holding potential for downy mildew management. This study aimed to evaluate the effectiveness of Bacillus spp. from the maize rhizosphere to manage downy mildew and promote maize plant growth. The research employed a completely randomized block design, consisting of four treatments and six replications. The treatments comprised Bacillus amyloliquefaciens BB.R3, B. subtilis BK.R5, Bacillus spp. BK.R9, fungicides treatment (metalaxyl), and control group for comparison. The observed variables included spore germination, incubation period, disease incidence, disease severity, Area Under Disease Progression Curve (AUDPC), number of leaves, plant height, fresh shoot weight, and fresh root weight. The findings revealed that B. amyloliquefaciens BB.R3, B. subtilis BK.R5, and Bacillus spp. BK.R9 effectively inhibited downy mildew by decreasing spore germination by 80.55-100%, prolonging the incubation period, and inhibiting disease incidence by 20.37-53.70%, disease severity by 25.64-62.56%, and AUDPC by 22.21-63.37%. B. amyloliquefaciens BB.R3 can enhance plant growth by augmenting root weight by 122.63% and maize plant weight by 80.26%.   ABSTRAK   Penyakit bulai merupakan salah satu penyakit utama yang menghambat produksi jagung di Indonesia. Upaya pengelolaan penyakit bulai perlu dilakukan mengingat besarnya kehilangan yang ditimbulkan.  Pengendalian hayati merupakan salah satu alternatif pengendalian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Bacillus spp. adalah bakteri yang mampu menghasilkan senyawa metabolik, dapat mengendalikan pathogen tanaman sehingga berpotensi sebagai pengendali penyakit bulai.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Bacillus spp. asal rizosfer untuk mengendalikan penyakit bulai dan mengoptimalkan pertumbuhan tanaman jagung. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap, dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan meliputi Bacillus amyloliquefaciens BB.R3, Bacillus subtilis BK.R5, Bacillus spp.. BK.R9, serta fungisida (metalaksil) dan kontrol sebagai pembanding. Variabel yang diamati meliputi perkecambahan spora, masa inkubasi, kejadian penyakit, intensitas penyakit, AUDPC, jumlah daun, tinggi tanaman, bobot tanaman segar, dan bobot akar segar. Hasil penelitian menunjukkan B. amyloliquefaciens BB.R3, B. subtilis BK.R5, Bacillus spp.. BK.R9 mampu menekan penyakit bulai jagung, dengan menurunkan perkecambahan spora 80,55-100 %, menunda masa inkubasi, menurunkan kejadian penyakit sebesar 20,37-53,70 %, intensitas penyakit sebesar 25,64-62,56%, dan AUDPC sebesar 22,21-63,37%. B. amyloliquefaciens BB.R3 dapat memacu pertumbuhan tanaman, dengan meningkatkan bobot akar sebesar 122,63 % dan bobot tanaman jagung sebesar 80,26%.   Kata kunci: Bacillus, jagung, pengendalian hayati,  Peronosclerospora maydis, ramah lingkungan
Induksi ketahanan tanaman padi terhadap serangan pathogen busuk pelepah (Rhizoctonia solani) menggunakan halotoleran bakteri Diazotrof asal pantai utara Pemalang, Jawa Tengah Isnaeni, Fenty Chakimatul; mugiastuti, Endang; Leana, Ni Wayan Anik; Oktaviani, Eka; Purwanto, Purwanto
Jurnal AGRO Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/18516

Abstract

Padi merupakan komoditas pangan yang memiliki peranan terpenting dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat Indonesia. Ekstensifikasi produksi padi dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan marjinal seperti lahan salin. Lahan salin merupakan lahan yang memiliki kadar kadar garam tinggi akibat intrusi air laut maupun tingginya laju evaporasi. Pengembangan budidaya padi di lahan salin memiliki kendala berupa serangan patogen busuk pelepah (Rhizoctonia solani). Alternatif pengendalian patogen selain menggunakan pestsida kimia, dapat dilakukan menggunakan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR), seperti kelompok bakteri diazotrof. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi bakteri diazotrof lahan salin dalam meningkatkan ketahanan tanaman padi serta kemampuannya dalam memacu pertumbuhan padi yang terinfeksi R. solani. Penelitian dilaksanakan di Experimental Farm dan Laboratorium Agronomi & Hortikultura, Fakultas Pertanian Unsoed pada bulan Oktober 2021 - Februari 2022. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 11 perlakuan dan diulang tiga kali, meliputi kontrol tanpa inokulasi bakteri diazotrof dan inokulasi isolat Ju1, Jn3, Jn1, J, J12, J5, Kn1, A3, Jn dan K3. Semua tanaman juga dinokulasi dengan Rhizoctonia solani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inokulasi bakteri diazotrof dapat meningkatkan ketahanan padi yang terinfeksi jamur R. solani, ditandai dengan penurunan intensitas penyakit hingga 70%, peningkatan kandungan saponin, tanin dan hidrokuinon, serta peningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman dan panjang akar total padi.ABSTRACTRice is the most important  food commodity that supply the basic needs of the Indonesian people. The development of rice cultivation in salin land has obstacles in the form of attacks by sheat blight pathogen (Rhizoctonia solani). Alternative to controlling pathogens other than using chemical pesticides is by using Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR), such as diazotroph bacteria. This research aimed to determine the potential of diazotrof bacteria in increasing rice resistance and its ability to stimulate the growth of rice infected with R. solani. The research was carried out at Experimental Farm and Agrohorti Laboratory, Faculty of Agriculture Unsoed in October 2021 - February 2022. The design used was Randomized Completely Block Design (RCBD) with 11 treatments and repeated three times, including controls without inoculation of diazotroph bacteria and inoculation of isolates Ju1, Jn3, Jn1, J, J12, J5, Kn1, A3, Jn and K3. All plants were also inoculated with R. solani. The results showed that inoculation with diazotrof bacteria could increase the rice resistance towards attack of sheath blight pathogen (R. solani) that characterized by a decrease disease intensity up to 70%, increase saponins, tannins and hydroquinones content, also increase growth of plant height and total root length of rice.