Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : STUDIA ISLAMIKA

Fatwas on Inter-faith Marriage in Indonesia Muhamad Ali
Studia Islamika Vol 9, No 3 (2002): Studia Islamika
Publisher : Center for Study of Islam and Society (PPIM) Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16451.668 KB) | DOI: 10.15408/sdi.v9i3.658

Abstract

This article presents a study on the fatwas (legal opinion) concerning inter faith marriage in Indonesia. The fatwas under the discussion are those issued by Nahdlatul Ulama (NU) and Majelis Ulama Indonesia (MUI) in post-Independence Indonesia. Those fatwas are of special significance, both in terms of Islamic legal discourses and -perhaps more importantly- Muslims' perceptions and attitudes towards other religious communities in Indonesia. Issued by authoritative bodies of Indonesian Islam, more in particular the NU, the fatwas could be said as presenting the voices of Indonesian Muslims in their encounters with the issues of religious tolerance and plurality.DOI: 10.15408/sdi.v9i3.658
Eclecticism of Modern Islam: Islam Hadhari in Malaysia Muhamad Ali
Studia Islamika Vol 18, No 1 (2011): Studia Islamika
Publisher : Center for Study of Islam and Society (PPIM) Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sdi.v18i1.439

Abstract

Artikel ini memperlihatkan bahwa Islam Hadhari berfungsi tidak hanya sebagai respons religio-politik terhadap krisis internal yang dirasakan masyarakat Melayu, polarisasi budaya, dan politik global yang tidak seimbang, tetapi juga menunjukkan multi-interpretasi dari teks-teks Islam, sejarah, budaya dan konteks multikultural. Kasus Islam Hadhari menjadi contoh dari "tradisionalisme" dan "modernisme" Islam yang bukan dalam bentuk ideal, tetapi dalam ekspresi diskursif campuran. Islam Hadhari harus dipahami dalam kerangka persaingan ide-ide lokal dan global, yang muncul di negara-negara mayoritas Muslim di era negara-bangsa modern dan globalisasi. Artikel ini menunjukkan pentingnya mengamati reformasi Islam sebagai dialektika gerakan dan kontra-gerakan, wacana dan kontra-wacana, tetapi juga dalam hal waktu (masa lalu, sekarang, dan masa depan). Menggunakan teori modernisasi dalam menjelaskan hubungan antara Islam dan modernitas, artikel ini diharapkan dapat berkontribusi dalam memperoleh jawaban mengenai kondisi sosial-politik yang membuat gagasan Islam progresif atau Islam peradaban harus terjadi. Artikel ini memperlihatkan cara bagaimana multikulturalisme dan eklektisisme mengkarakterisasi proyek Muslim terhadap modernitas di tengah-tengah keterhubungan yang kuat dengan masa lalu dan kitab suci.DOI: 10.15408/sdi.v18i1.439