Claim Missing Document
Check
Articles

Variasi Penambahan Sugarcane Pulp Ash (SPA) dan Penambahan 5 % Egg Shell Powder (ESP) Terhadap Nilai Kuat Geser Pada Tanah Lempung Soehardi, Fitridawati; Dinata, Marta
SAINSTEK Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i1.215

Abstract

Tanah lempung mempunyai kondisi ketika kering akan bersifat keras namun akan bersifat plastis jika nilai kadar airnya sedang, sehingga tidak mempunyai kemampuan menahan beban yang baik. Usaha yang dilakukan untuk memperbaiki tanah lempung adalah stabilisasi tanah. Penggunaan Egg Shell Powder (ESP)dan Sugarcane Pulp Ash (SPA) karena dalam bahan tersebut mengandung kalsium karbonal, kalsium fosfat, material organic dan magnesium karbonat. Kandungan ini dapat mengisi lubang antara pori-pori dan merekatkan partikel-partikel tanah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi penambahan 5%, 10%, dan 15% Egg Shell Powder (Esp) dan penambahan 5% Sugarcane Pulp Ash (Spa) sebagai bahan stabilisasi terhadap nilai kuat geser pada tanah lempung. Metode penelitian ini adalah ekperimental dilaboratorium mengacu pada standar pengujian Uji kuat Geser Tanah (SNI 3420:2016). Hasil Pengujian kuat geser tanah yang distabilisasi dengan variasi Egg Shell Powder (ESP) dan penambahan 5% Sugarcane Pulp Ash menghasilkan peningkatan kuat geser langsung. peningkatan paling besar terdapat di variasi 15% Egg Shell Powder (ESP) dan 5% Sugarcane Pulp Ash dengan kuat geser langsung tanah asli yakni 0,208 kg/cm2 naik 1,007 kg/cm2 dengan nilai kohesi dan sudut geser pada tanah asli 0,0039 kg/cm2 dan 15,186° dan kohesi dan sudut geser tertinggi pada campuran 15 % Egg Shell Powder (ESP) dan 5% Sugarcane Pulp Ash sebesar 0,5448 kg/cm2 dan 48,636°
PEMANFAATAN ABU SABUT KELAPA DAN KAPUR SEBAGAI BAHAN STABILISASI TANAH TERHADAP KUAT TEKAN TANAH Sitompul, Dedy; Soehardi, Fitridawati; anggraini, muthia
Inersia: Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/ijts.16.2.75-79

Abstract

Tanah lempung merupakan jenis tanah berbutir halus dengan diameter kurang dari 0,002 mm yang terdiri dari beberapa unsur seperti silikon, oksigen, dan aluminum yang banyak dijumpai di seluruh wilayah Indonesia. Bersifat plastis dalam selang kadar air sedang sampai luas. Kemajuan teknologi stabilisasi untuk perbaikan tanah dengan mencampurkan tanah lempung dengan campuran abu sabut kelapa yang memiliki unsur zat kimia ialah (SiO₂), (Al₂O3), Fe₂O3 dan kapur yang memiliki unsur senyawa zat Kalsium Oksida (CaO), Ca(HO)₂, (SiO₂), dan (MgO), (Fe₂O3) sehingga perlu dilakukan penelitian dan pengujian lebih lanjut di laboratorium dengan tujuan untuk mendapatkan nilai kuat tekan bebas pada variasi pencampuran abu sabut kelapa dan kapur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental di laboratorium. Dengan variasi pencampuran 5%, 7%, 9% dan 11% abu sabut kelapa dan 5% kapur. Hasil penelitian penambahan abut sabut kelapa 5%, 7%, 9%, 11% dan 5% kapur mengalami peningkatan nilai kuat tekan bebas (qu), nilai yang di peroleh 1,19 kg/cm² menjadi 5,44 kg/cm². Kesimpulannya terjadi penigkatan kuat tekan bebas dengan penambahan abu sabut kelapa. Saran perlu dilakukan pengujian CBR dengan variasi yang sama.
Peningkatan Kapasitas Guru-Guru SMK dalam Penulisan dan Publikasi Karya Ilmiah Soehardi, Fitridawati; Putri, Lusi Dwi; Rahmat, Hendri
FLEKSIBEL: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Edisi Oktober 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/fleksibel.v5i2.21829

Abstract

Bagi para guru guru menulis karya tulis ilmiah merupakan sebuah kewajiban terutama dalam pengembangan kompetensi dan kenaikan jabatan, namun masih banyak para guru -guru SMK yang tidak familiar terhadap cara penulisan karya ilmiah yang baik dan sesuai kaedah penulisan. Kemudahan teknologi juga memberi andil dalam kemudahan untuk mencari referensi namun menjadi boomerang bagi para guru-guru SMK terhadap bahaya plagiarisme. Kondisi ini yang akhirnya melatar belakangi perlunya penguatan kapasitas dalam penulisan karya tulis ilmiah dan plagiarism bagi para guru-guru SMK. Mitra memiliki kedala kurangnya pengetahuan tentang cara penulisan karya tulis ilmiah yang baik dan sesuai kaedah penulisan serta bahaya plagiarism dan memberi pemahaman kepada guru tentang cara mensubmir artikel dalam open journal sytem (OJS). Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan yang berisikan ceramah dan praktek cara pembuatan karya tulis ilmiah Target yang ingin dicapai adalah masyarakat atau mitra paham cara menulis karya tulis ilmiah dan bahaya plagiarisme dan luaran yang ingin dicapai adalah jasa pembelajaran masyarakat, laporan dan artikel ilmiah (jurnal/prosiding).
Studi Eksperimental Campuran AC – WC Menggunakan Aspal Modifikasi Karet Alam Dengan Variasi Suhu Pemadatan Terhadap Nilai Durabilitas Dhanil Ramadhan; Putri*, Lusi Dwi; Fitridawati Soehardi
Jurnal Karya Ilmiah Multidisiplin (JURKIM) Vol. 4 No. 3 (2024): Jurnal Karya Ilmiah Multidisiplin (Jurkim)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/jurkim.v4i3.22111

Abstract

Changes in asphalt temperature can cause deformation damage and cracks in the asphalt so that the appropriate temperature is needed to prevent damage in the field. Durability is the resistance of asphalt to changes in temperature, weather, water and air, asphalt with poor durability will cause the asphalt surface to be easily damaged and the surface can deform so that the asphalt becomes bumpy and endangers driving activities, poor durability also results in reduced road plan life. This study aims to determine the durability value of natural rubber asphalt using compaction temperature variations of 100 ℃, 100 ℃, 110 ℃, 120 ℃, 130 ℃ and 140 ℃. The research started with the examination of aggregate properties and asphalt properties then continued with making test specimens to determine the optimum asphalt content with variations of 5%, 5.5%, 6%, 6.5%, 7% obtained optimum asphalt content of 6.38%. Next, make test specimens with variations in compaction temperature of 100 ℃, 110 ℃, 120 ℃, 130 ℃ and 140 ℃. After the specimens are made based on the compaction temperature variation, durability testing is carried out for 30 minutes and 24 hours in a waterbath tool using a temperature of 60 ℃. From this test, the durability value is obtained at 100 ° C durability value 116%, 110 ° C durability value 103%, 120 ° C durability value 93%, 130 ° C durability value 85%, 140 ° C durability value 80%. The results of the calculation of the durability value. The results of the calculation durability value at a compaction temperature of 100 ℃ to 120 ℃ meet the specifications of Bina Marga 2020 where the durability value is at least 90%, while at temperatures of 130 ℃ and 140 ℃ the durability value does not meet the specifications of Bina Marga 2020. The conclusion of this research is that durability decreases with increasing compaction temperature.
Studi Eksperimental Nilai Marshall pada Campuran AC-WC Menggunakan Aspal Modifikasi Karet Alam Terhadap Variasi Suhu Pemadatan Ikhlas Zai; Fitridawati Soehardi; Putri, Lusi Dwi
Jurnal Karya Ilmiah Multidisiplin (JURKIM) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Karya Ilmiah Multidisiplin (Jurkim)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/jurkim.v5i1.22112

Abstract

In this research, the modified asphalt used is natural rubber asphalt, which has high elastic properties due to its high resilience and high strain ratio. The aim of this research is to analyze the marshall value with variations in compaction temperature using natural rubber modified asphalt. The results of this research showed that the temperature variation density value increased with the highest temperature density at 160℃ of 2.17 gr/cm and the lowest value at 110℃ of 1.91gr/cm. The Marshall value of the VFWA value increased with the highest increase at a temperature variation of 160℃ of 68.1% and the lowest value at a temperature of 110℃ of 31.5%. The VITM value relative to the Marshall value tends to decrease with the lowest decrease at a temperature variation of 160℃ of 3.20% and the highest value at a temperature of 110℃ of 5.67%. The VMA value of the temperature variation relative to the Marshall value tends to decrease at a temperature of 160℃ of 28. 39% and the largest value is at a temperature of 110℃ of 36.91%. The stability value at temperature variations on Marshall characteristics tends to increase with the highest increase at a temperature of 160℃ of 1702.49 and the smallest value at a temperature variation of 110℃ of 1323.41. The MQ value in temperature variations with respect to the Marshall characteristics increased at a temperature of 140℃ by 523.90mm and the lowest value at a temperature of 110℃ was 183.81 mm. Marshall characteristics with respect to flow values ​​tended to fluctuate with the highest increase at a temperature variation of 120℃ of 7.80mm. and the lowest at a temperature of 160℃ is 2.23mm. So, with each increase in compaction temperature, the marshall value at a temperature variation of 140℃ - 160℃ with the use of natural rubber modified asphalt meets the requirements of Bina Marga specifications.
Pengaruh Waktu Perendaman Dengan penambahan Kapur Sebagai Bahan Stabilisasi Pada Tanah Lempung Terhadap Nilai CBR Soehardi, Fitridawati; Putri, Lusi Dwi
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v4i2.57

Abstract

Nilai daya dukung tanah dasar yang lebih dikenal dengan subgrade, mem punyai pengaruh pada perhitungan tebal perkerasan dalam suatu konstruksi jalan. Pengujian tanah lempung merah dengan bahan tambah kapur untuk memperoleh nilai CBR yang disyaratkan dalam konstruksi jalan raya tadi merupakan rekayasa geoteknik yang dapat dilakukan. Stabilisasi tanah kapur lebih cocok dengan waktu ikatan yang lebih lama, sehingga dapat menguntungkan bila terjadi penundaan pekerjaan yang agak lama setelah pencampuran dan tidak ada resiko berkurangnya kekuatan campuran oleh akibat pemadatan. Melalui uji CBR laboratorium terhadap bahan tanah lempung merah yang distabilisasi dengan kapur dengan berbagai variasi waktu perendaman terhadap benda uji dapat diperoleh nilai CBR yang disyaratkan. Penelitian bertujuan untuk menentukan persentase yang efektif dalam penambahan kapur dari segi nilai CBR (California Bearing Ratio) terhadap lama waktu perendaman. Hasil penelitian menunjukkan nilai CBR benda uji yang tidak direndam maupun tidak direndam cendrung mengalami peningkatan seiring dengan penambahan kapur. Namun nilai CBR tanah yang menggunakan perendaman cendrung mengalami penurunan seiring dengan lamanya waktu perendaman. Nilai CBR tertinggi diperoleh pada variasi penambahan kapur 15 % dengan lama waktu pemeraman 4 Hari yaitu 26,05% dan nilai CBR terendah terdapat pada penambahan 5 % dengan lama waktu Prendaman 14 Hari yaitu 5,35 %.
PENERAPAN TEKNOLOGI PEMANENAN AIR HUJAN SKALA RUMAH TANGGA UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR BERSIH PADA DAERAH RAWA Lubis, Sautma Forman Pangihutan; Haris, Virgo Trisep; Soehardi, Fitridawati
Wahana Teknik Sipil: Jurnal Pengembangan Teknik Sipil Vol. 29 No. 2 (2024): Wahana Teknik Sipil
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/wahanats.v29i2.6158

Abstract

Clean water is often a major obstacle, the Rempak Village Community, Siak Districtuses water from rivers and shallow wells in their daily lives. However, the waterquality is not suitable for consumption as clean water for household scale. Theamount of rainwater for clean water needs on 2 types of gable and pyramid roofs.The method used is the Rational Model to find the amount of rainwater dischargethrough rainwater catchment. The rainfall data used for the study came from theHydrology Section of BWS III Sumatra with the location of the Bunga Raya (Siak)rainfall recording station from 2016 to 2022. The results of the study prove that thecontribution of rainfall during 2 years of rain with a 110m2 gable roof obtained arainfall contribution of 0.935m3 and dimensions of 0,3 × 0,135 × 0,5m, the use of a90m2 pyramid roof with a rainfall contribution of 0,765m3, the dimensions of thereservoir tank are 0,2 × 0,2 × 0,365m. The contribution of rainfall during the 5-year return period with a 110m2 gable roof is 1,122m3 with a reservoir tankdimension of 0,3 × 0,2 × 0,622m, while a 90m2 pyramid roof has a rainfallcontribution of 0.915m3 with a reservoir tank dimension of 0,2 × 0,1 × 0,635m. Theconclusion of the study is that the more different the roof type and roof area, theamount of rainwater for clean water needs is also different.
Kajian Eksperimental Daya Dukung Tanah Pasir Berdasarkan Variasi Ukuran Butiran Partikel Terhadap Penurunan Soehardi, Fitridawati; Hakam, Abdul; Thamrin, Rendy; Mera, Mas
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 1 (2025): Siklus: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v11i1.26917

Abstract

Kinerja daya dukung tanah pasir sangat dipengaruhi oleh karakteristik ukuran dan distribusi butiran partikel. Pemahaman terhadap hubungan ini penting untuk menjamin kestabilan pondasi bangunan, khususnya di daerah dengan dominasi tanah berpasir. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara eksperimental pengaruh variasi ukuran butiran pasir terhadap daya dukung dan penurunan pondasi. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental di laboratorium. Pengujian dilakukan terhadap tiga konfigurasi tanah, yaitu konfigurasi 1 (pasir kasar), konfigurasi 2 (pasir sedang), dan konfigurasi 3 (pasir halus), menggunakan metode pembebanan bertahap dengan pencatatan beban dan penurunan pada interval tertentu untuk mengevaluasi perubahan kapasitas daya dukung dan tingkat penurunan tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban–penurunan, dan daya dukung ultimit–penurunan, diperoleh bahwa konfigurasi 1 (pasir kasar) menunjukkan performa terbaik dengan nilai tegangan, beban, dan daya dukung ultimit tertinggi serta ketahanan terhadap deformasi yang lebih baik. Hal ini disebabkan oleh kuatnya mekanisme interlocking antar butiran kasar yang meningkatkan kekuatan geser internal tanah. Konfigurasi 2 (pasir sedang) menunjukkan kapasitas dukung tanah yang sedang dengan perilaku transisi antara pasir kasar dan pasir halus, sedangkan konfigurasi 3 (pasir halus) memiliki daya dukung paling rendah dan mengalami penurunan lebih cepat saat diberikan beban. Kesimpulan yang diperoleh yaitu semakin kasar ukuran butiran pasir dan semakin bersudut bentuk partikelnya maka semakin besar daya dukung dan ketahanan terhadap deformasi tanah. Sebaliknya, pasir halus dengan bentuk butiran membulat menunjukkan kecenderungan mengalami penurunan lebih cepat di bawah beban. Temuan ini menegaskan pentingnya mempertimbangkan karakteristik fisik tanah dalam desain pondasi untuk meningkatkan kestabilan dan keamanan struktur.
Improving Household Environmental Health Through PHBS, Dagusibu, GeMa CerMat, and GerMas Putri, Lusi Dwi; Soehardi, Fitridawati; Atmam, Atmam
Bisma : Bimbingan Swadaya Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2024): October 2024
Publisher : STAI Miftahul ULa Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59689/bisma.v2i1.289

Abstract

Household health is a critical determinant of a quality life, particularly in areas that have already become slums, which should be a shared concern. This community service activity focused on providing counseling on clean and healthy living behaviors, along with proper medication usage. The goal was to enhance participants' knowledge on maintaining environmental health, managing medications properly, selecting and using medications correctly, and recognizing their efficacy and potential side effects. This intervention aimed to improve the community's overall health literacy and promote sustainable practices in drug management.
Variasi penambahan serbuk cangkang telur sebagai alternatif bahan stabilisasi terhadap nilai California Bearing Ratio (CBR) Soehardi, Fitridawati; Dinata, Marta
SAINSTEK Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v10i2.152

Abstract

Tanah merupakan elemen penting dalam pelaksanaan kontruksi bangunan karena tanah harus mempunyai daya dukung yang baik dalam menahan beban kontruksi diatasnya. Namun dilapangan masih ditemukan tanah yang mempunyai kuat dukung tanah yang rendah sehingga perlu dilakukan perbaikan tanah salah satunya menggunakan stabilisasi tanah. Pemanfaat serbuk cangkang telur sebagai alternatif bahan stabilisasi dapat dilakukan karena serbuk cangkang telur mengandung kalsium Oksida (CaO). Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi penambahan serbuk cangkang telur 5%, 10%, dan 15 % pada tanah lempung terhadap nilai CBR. Metode penelitian ini dilakukan dengan pengujian laboratorium mengacu pada pengujian California Bearing Ratio (CBR) menggunakan SNI 03-1744-2008. Berdasarkan hasil pengujian Tanah asli dalam penelitian ini termasuk dalam klasifikasi tanah CL, yakni Lempung Tak organik dengan plastisitas rendah sampai sedang. Nilai kadar air optimum cendrung mengalami penurunan seiring dengan penambahan Serbuk Cangkang Telur (SCT) pada tanah asli yaitu pada variasi Serbuk Cangkang Telur (SCT) 15% Yaitu 20 % dan nilai berat jenis mengalami peningkatan yaitu 1,6 gg/cc .Peningkatan nilai CBR terjadi pada penambahan Serbuk Cangkang Telur (SCT) 15% yaitu sebesar 8,07%.