Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Genome identification and diversity analysis of banana (Musa spp.) from Jember based on morphological characters Sari, Vega Kartika; Sa'diyah, Halimatus; Rusdiana, Riza Yuli; Hartatik, Sri; Hariyono, Kacung
AGROMIX Vol 15 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/agx.v15i1.4408

Abstract

Introduction: Banana plants are easy to find and grow in Indonesia, including in Jember. Banana production in Jember in 2020 increased by 50% and has the potential to be inventoried and developed. Information regarding the characteristics of various banana cultivars is needed for future banana breeding. This research was conducted to identify and classify the genome of bananas growing in Jember and determine the level of banana diversity. Methods: The banana exploration using a purposive sampling method. The observation of 15 morphological characters followed the method of Simmonds and Shepherd. Determination of the genome followed the method of Silayoi & Chamchalow and Singh & Uma. The kinship analysis uses cluster analysis using the average linkage method and Gower distance, by R Studio software. Results: There were 23 banana cultivars obtained in this research, consisting of 35% dessert bananas and 65% plantain types. Genome identification results in four genome groups, namely AA/AAA, AAB, ABB, and BB. Cluster analysis produces three main groups, where its branch is generally consistent with the genome grouping. The closest relationship is between Rayap and Seribu bananas (0.96), while the furthest is between Gaje and Agung bananas (0.38). The dissimilarity value for 23 banana cultivars is 0.36, or the similarity is 0.64. Conclusion: The 23 banana cultivars are closely related or have low diversity based on the 15 morphological characters observed. Further identification can be carried out with a greater number of morphological characters, accompanied by molecular identification.
Keragaman Mangga (Mangifera indica L.) di Jawa Timur Berdasarkan Karakter Morfologi: Studi Kasus di Kabupaten Jember Sari, Vega Kartika; Sa'diyah, Halimatus; Rusdiana, Riza Yuli; Hariyono, Kacung; Hartatik, Sri
Vegetalika Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.87516

Abstract

Di Indonesia, mangga terdistribusi luas dan memiliki keragaman bentuk, ukuran, rasa dan bentuk daun. Jawa Timur termasuk sentra produksi mangga dengan produksi mencapai 41% dari produksi nasional. Beragam jenis mangga dapat tumbuh baik di Kabupaten Jember. Mangga lokal yang ada perlu dikarakterisasi terutama yang memiliki keunggulan untuk dapat dikembangkan sebagai buah unggulan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi morfologi berbagai jenis mangga dari delapan kecamatan di Kabupaten Jember. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Data pengamatan dianalisis deskriptif, korelasi, biplot, dan klaster. Hasil eksplorasi diperoleh 12 jenis mangga terdiri atas mangga lokal seperti apel hijau, apel merah, padi, cantel, mahatir, telur, madura selain gadung, manalagi, arum manis, golek, dan kweni. Hasil analisis menunjukkan koefisien variasi yang tinggi pada karakter panjang tangkai daun dan panjang tangkai bunga. Dua karakter tersebut juga berkorelasi sangat signifikan dan positif, demikian pula karakter panjang dan lebar buah terhadap bobot buah. Panjang helai daun dapat digunakan dalam menentukan karakter penciri morfologi daun mangga.  Jenis mangga Cantel memiliki keunikan dengan tingkat ketidakmiripan 43,5% dibandingkan 11 jenis mangga lainnya. Pengelompokan jenis mangga yang terbentuk berdasarkan kemiripan/ketidakmiripan karakter morfologi meskipun berasal dari lokasi yang berbeda
Nitrogen Fertilizer Reduction on Way Apo Buru and Inpari 33 Rice Varieties Slameto; Fariroh, Indri; Rusdiana, Riza Yuli; Kriswanto, Budi
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 2 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.381 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i2.39299

Abstract

Pemupukan urea di petani umumnya dilakukan dengan dosis yang lebih tinggi dari standar pemerintah. Penggunaan pupuk urea berlebih dapat menurunkan produksi, kualitas tanaman, serta pencemaran lingkungan. Tujuan percobaan ini adalah melihat respon pertumbuhan, hasil dan kualitas padi sawah pada media N rendah. Rancangan percobaan menggunakan rancangan acak kelompok faktorial, dosis pupuk urea (0%, 40%, dan 100% 250 kg ha-1) dan varietas padi (Way Apo Buru dan Inpari 33). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah anakan, jumlah daun, chlorophyl fluorescence (unit), gabah isi (%), jumlah malai, kandungan protein terlarut (mg g-1), vitamin C (mg g-1), dan gula reduksi (mg g-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa reduksi pupuk urea 40% menghasilkan jumlah anakan yang sama tinggi dengan dosis standar (250 kg ha-1). Pemupukan urea dosis standar menghasilkan kandungan vitamin C, nilai chlorophyl fluorescence dan jumlah malai yang tertinggi. Inpari 33 menghasilkan karakter tinggi dan persentase gabah isi yang lebih baik sementara Way Apo Buru menghasilkan jumlah daun yang lebih tinggi. Reduksi 40% dosis urea pada Inpari 33 menghasilkan kandungan protein terlarut tertinggi. Inpari 33 menghasilkan gula reduksi terendah sehingga dapat digunakan sebagai pangan alternatif bagi penderita diabetes. Kata kunci: gula reduksi, kandungan klorofil, protein terlarut, vitamin C
The Prevalence of Dairy Goat’s Subclinical Mastitis Related to Udder Morphology and Farming Management Practices Khasanah, Himmatul; Yulianto, Roni; Widodo, Nur; Widianingrum, Desy Cahya; Rusdiana, Riza Yuli
Jurnal Sain Veteriner Vol 42, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.76090

Abstract

This study aimed to analyze the prevalence of subclinical mastitis (SCM) and the correlation between CMT positive score, udder morphology and management practice in dairy goats in several regencies in East Java. The SCM identification was tested using the California Mastitis Test (CMT) method. The obtained data were analyzed qualitatively and quantitatively, and the correlation was determined using Kendall’s tau_b coefficient correlation method. The results showed the prevalence of SCM in Blitar, Lumajang, and Jember amounted to 19,35%, 0,86%, and 25%, respectively. The control management of observed dairy farms was relatively similar such as the milking frequency, feeding management, health control, and cage type. Milk production was moderately correlated with CMT (tb =-0.417) and low correlation with the udder shape (tb =1.51), side udder cross-section (tb =-0,293), teat angle of separation between teat (tb =0,204), and degree of udder separation (tb =0,128). The CMT also has low correlation with the BCS (tb =0,146), udder symmetry (tb =0,126), sided udder cross-section (tb =0,153). Then CMT also has a moderate correlation with housing type (tb =-0,380) and milking frequency (tb =0.365). In conclusion, the prevalence of SCM was relatively low to moderate and its correlation with udder morphology were low to moderate. 
Pengaruh Konsentrasi POC dan Waktu Pemangkasan Pucuk terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Okra Merah (Abelmoschus esculentus L. Moench) Suhartiningtias, Anifah Wahyu; Rusdiana, Riza Yuli
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 6 No 2 (2024): December
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v6i2.1795

Abstract

Seiring berkembangnya industri kuliner dan obat-obatan, permintaan okra pun semakin meningkat. Upaya peningkatan produksi okra yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian POC dengan konsentrasi yang tepat dan pemangkasan pucuk pada waktu yang sesuai dengan umur tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi POC dan waktu pemangkasan pucuk terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman okra merah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan yaitu konsentrasi POC (0 ml/L, 2 ml/L, dan 4 ml/L) dan waktu pemangkasan pucuk (tanpa pemangkasan, 15 hst, 22 hst, dan 29 hst). Perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 36 kali percobaan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA. Apabila terdapat pengaruh nyata antar perlakuan maka akan dilakukan uji lanjutan menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf kepercayaan 95%. Semua variabel yang diamati diuji korelasinya menggunakan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara konsentrasi POC dan waktu pemangkasan pucuk terhadap umur pembungaan tanaman okra. Pemberian konsentrasi POC 2 ml dapat meningkatkan jumlah buah, konsentrasi POC 4 ml dapat meningkatkan tinggi tanaman dan berat buah. Waktu pemangkasan 29 setelah tanam dapat meningkatkan jumlah daun, diameter batang, jumlah cabang produktif, jumlah buah dan lingkar buah.
Assessment of morphological, molecular diversity, proximate and sensory properties of superior local durian in Jember District, East Java, Indonesia SARI, VEGA KARTIKA; IRIAWATI, NURVITTA PRAKASA AGUSTIN; RUSDIANA, RIZA YULI; SA’DIYAH, HALIMATUS; SLAMETO, SLAMETO; BASUKI, BASUKI
Asian Journal of Agriculture Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Smujo International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/asianjagric/g100100

Abstract

Abstract. Sari VK, Iriawati NPA, Rusdiana RY, Sa’diyah H, Slameto, Basuki. 2026. Assessment of morphological, molecular diversity, proximate and sensory properties of superior local durian in Jember District, East Java, Indonesia. Asian J Agric 10 (1): g100126. https://doi.org/10.13057/asianjagric/g100126. One of the most valuable fruits in Indonesia is durian (Durio zibethinus). The Panti District in Jember District, East Java, Indonesia, offers an ideal combination of climatic and geographical conditions conducive to durian cultivation. This study aimed to investigate the superior local durian's morphological, molecular, proximate, and sensory diversity. Nine accessions of durian were collected from Panti District. Qualitative characters were evaluated using the Shannon-Wiener diversity index, while quantitative characters were analyzed descriptively to assess morphological diversity. Molecular variation was examined using Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD) markers, proximate composition was determined for fruit flesh and seeds, and sensory attributes (taste, aroma, color, texture) were assessed. Results showed coefficients of variation for 10 quantitative characters ranging from 11.47 to 43.3% (low to rather low), and diversity indices for 28 qualitative characters ranging from 0.349 to 1.465 (low to moderate). Five superior durian cultivars from the Panti Jember cluster formed two groups with approximately 30% genetic similarity. The proximal content of durian accessions varies due to differences in genetic material. Sensory tests have high diversity in texture and color characters, which are critical factors influencing consumer preference. These findings provide a basic data for developing effective conservation and breeding strategies to support sustainable durian cultivation.