Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Sosialisasi Sinergitas Guru dan Orang Tua dalam Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Siswa Ratnasari, Khurin In; Zaini, Akhmad; Puspita W, Dhevin M.Q Agus; Mukhlis, Akhmad
An-Nuqthah Vol 4 No 2 (2024): An-Nuqthah
Publisher : INAIFAS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/an-nuqthah.v4i2.2044

Abstract

Guru dan Orang tua memiliki pengaruh yang besar dalam pendidikan anak, terutama dalam meletakkan dasar-dasar disiplin pada anak. Disiplin tidak bisa terbangun secara instan. Peran guru dan orang tua dalam membina kedisiplinan salah satunya yaitu guru dan orang tua sebagai pengawas dan motivator. Permasalahan yang diangkat dalam pengabdian ini meliputi : Bagaimana peran guru dan orangtua dalam meningkatkan kedisiplinan belajar Apa saja kendala guru dan orangtua terhadap kedisiplinan belajar siswa dalam metode pengabdian ini menggunakan PAR (Participatory Action Research) hasil dan pembahasan bahwa peran guru dan orang tua Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Siswa diwujudkan dalam bentuk pemberian perhatian dari orang tua dengan ikut serta mengontrol waktu belajar anak, memantau perkembangan akademik, serta memantau perkembangan kepribadian anak. Sedangkan peran guru dalam upaya meningkatkan kedisiplinan belajar siswa dilakukan dengan cara memberikan perhatian, dan motivasi untuk mendorong siswa agar menjadi rajin dan disiplin dalam belajar untuk memperoleh prestasi di sekolah.
Perbedaan Persepsi Tentang Klasifikasi Anak Berkebutuhan Khusus dari Sudut Pandang Mahasiswa PBA Semester Tiga Universitas Al-Falah As-Sunniyah Kencong Jember Mukhlis, Akhmad; Utami, Yudy Tri
AS-SUNNIYYAH Vol 4 No 02 (2025): Maret
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/assunniyyah.v4i02.2141

Abstract

Psikologi pendidikan merupakan salah satu mata kuliah wajib pada Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Al-Falah As-Sunniyah kencong Jember. Salah satu materi yang dipelajari dalam psikologi pendidikan yaitu tentang anak berkebutuhan khusus (ABK). Pada penelitian ini lebih banyak mengulas tentang anak dengan bakat istimewa dan cerdas istimewa (CIBI). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yaitu studi literatur, metode diskusi kelompok dan wawancara. Tujuan dalam penelitian ini ialah membahas lebih lanjut mengenai klasifikasi ABK terkait perbedaan pandangan mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab semester tiga mengenai permasalahan “apakah anak CIBI masuk kedalam kategori anak berkebutuhan khusus atau tidak ?”. Penelitian ini juga disertai dengan penangan lebih lanjut pada anak dengan bakat istimewa dan cerdas istimewa (CIBI) dalam lingkup sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA). Kesimpulan dalam penelitian ini, anak dengan tingkat kecerdasan istimewa dan bakat istimewa termasuk golongan anak berkebutuhan khusus karena memerlukan penanganan berbeda.
PENGUATAN KEMANDIRIAN DAN KREATIVITAS SISWA MELALUI IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DALAM PROGRAM P5RA DI MTSN 9 JEMBER Utami, Yudy Tri; Ulum, Darul; Mukhlis, Akhmad
Pandalungan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Al-Falah As-Sunniyah Kencong Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/pandalungan.v3i2.2273

Abstract

The implementation of entrepreneurship education in Indonesia contributes significantly to fostering students' independence and creativity, while equipping them with life skills that are in line with the needs of the world of work and social change. This service research aims to explore and analyse the application of entrepreneurship education in the context of the Pancasila and Rahmatan Lil Alamin (P5RA) Student Profile Strengthening Project and its impact on students' creativity, independence, and character building. This research method uses a descriptive qualitative approach. This research involved students in grades VII and VIII of MTs Negeri 9 Jember as subjects. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and documentation, and analysed descriptively. The results of this service research show that the integration of entrepreneurship with the values of Pancasila and Rahmatan Lil Alamin can increase student creativity in designing and implementing entrepreneurial projects based on social needs. In addition, this programme also succeeded in increasing students' independence in making decisions and managing entrepreneurial projects. However, there are challenges related to limited facilities and time management that still need to be considered to improve the effectiveness of the implementation of this programme. Therefore, it is necessary to co-operate with the role of teachers, parents and skills assistants so that overall, entrepreneurship education in the P5RA Project carried out makes a positive contribution to the improvement and development of students' skills
Pengaruh Intensitas Bermain Gawai terhadap Perilaku Agresif Anak Usia Dini Sholihah, Wardatus; Mukhlis, Akhmad; Fitriah, Nurlaeli; Hayyu Erfantinni, Imro'atul
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i1.1266

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas bermain gawai terhadap perilaku agresif anak usia dini di Kecamatan Lowokwaru. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, penelitian melibatkan 40 anak usia 2–6 tahun dari tiga sekolah. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan One Sample T-Test, regresi linier sederhana, serta analisis deskriptif dengan bantuan SPSS. Hasil menunjukkan bahwa intensitas bermain gawai berpengaruh signifikan terhadap perilaku agresif anak, dengan nilai t hitung (31,472) > t tabel (1,686) dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan gawai yang berlebihan perlu mendapat perhatian serius dari orang tua dan guru karena berpotensi memicu perilaku agresif pada anak. Penelitian  memiliki beberapa unsur kebaruan yang membedakannya dari penelitian sebelumnya. Penelitian ini secara spesifik mengkaji hubungan antara intensitas penggunaan gawai dengan perilaku agresif pada anak usia dini, yang belum banyak diteliti sebelumnya. Penelitian ini membedakan dua bentuk agresi, yaitu agresi fisik dan verbal, sehingga memberikan analisis yang lebih mendalam. Penggunaan pendekatan kuantitatif dengan analisis statistik berupa One-Sample T-Test dan regresi linier sederhana memperkuat temuan bahwa durasi dan frekuensi penggunaan gawai berpengaruh signifikan terhadap perilaku agresif anak.
Analisis Kesalahan Mahasiswa Dalam Menyelesaikan Soal Pembuktian Teorema Binomial Pada Sifat Simetrik Mukhlis, Akhmad; Ulum, Darul; Utami, Yudy Tri
AS-SUNNIYYAH Vol 4 No 01 (2024): September
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/assunniyyah.v4i01.1876

Abstract

This research was conducted to observe students' error in working on problems proving the binomial theorem on the symmetric properties of binomial coefficients. This type of research is qualitative research. This research uses a test method, namely by working on questions followed by interviews. This research involved students from the Tadris Mathematics Study Program at Al Falah As Sunniyah Kencong Jember University in the second semester of the 2023/2024 academic year with a total of 17 students. The 17 students were grouped into 3 cognitive abilities, namely high, medium and low cognitive. The subjects of this research consisted of three students with each student representing each cognitive ability group. The results of the research show that the types of language interpretation errors are made by subjects with high and moderate cognitive abilities, namely not writing the correct sentences when drawing conclusions. Conceptual errors were made by subjects with medium and low cognitive abilities in the form of errors in the proof steps. Procedural errors were made by subjects with moderate and low cognitive abilities, namely not having carried out complete calculations when applying the theorem in numerical form. Technical errors were made by subjects with low cognitive abilities, namely writing the same steps repeatedly. Errors in drawing conclusions were made by subjects with high, medium and low cognitive abilities. The three subjects considered the verification process to be complete. All errors are caused by a lack of understanding of the concept, carelessness in the proof process and not being careful in reading the questions.
Penerapan Thinking Aloud Pair Problem Solving (Tapps) Setting Working Backward Pada Materi Belah Ketupat Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Ulum, Darul; Mukhlis, Akhmad; Lestari, Rina Puji
AS-SUNNIYYAH Vol 4 No 01 (2024): September
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/assunniyyah.v4i01.1878

Abstract

One common goal of learning mathematics junior high school students were included in the National Education Standards is that students have the competence to solve problems that include the ability to understand the problem , devised a mathematical model , solve the model , and interpret the obtained solution . This research is motivated by the low student math learning outcomes . This is because of the lack of creative educators in teaching mathematics so that math becomes fun. Based on those explanations, problem formulation in this research is 1)Is the application of Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) setting working backward method into Rhombus topic able to improve learning activity of Class VII B students of MTs Miftahul Huda?; and 2) Is the application of Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) setting working backward method into Rhombus topic able to improve learning result of Class VII B students of MTs Miftahul Huda. Meanwhile, the purpose of this research is 1) to find activity improvements of the students in the application of Thinking Aloud Pair Problem solving (TAPPS) setting working backward learning method into Rhombus topic in Class VII B MTs Miftahul Huda; 2) to find study result improvements after using Thinking Aloud Pair Problem solving (TAPPS) setting working backward method into Rhombus topic in Class VII B MTs Miftahul Huda. The research method is descriptive quantitative research method and classroom action research by data analysis technique. Based on this study result, students activity porcentage in first meeting was 87,5 % with ‘very active category’, while in second meeting the porcentage was 92,4 % with ‘very active category’. This result shows the improvement by 4,9%. Meanwhile, result analysis of students learning progress data based on data in Mathematics teacher, shows that comprehension porcentage of previous material reviews was 70,8 %, while comprehension porcentage of the last test is 87,5 %. It shows that there is improvement by 16,7 % in students comprehension at Mathematics and classically comprehensed. Based on research results and analysis, it can be concluded that 1) Aplication of TAPPS setting working backward is able to improve students activities in Class VII B MTs Miftahul Huda; and 2) Application of TAPPS setting working backward is able to improve study results of students in Class VII B MTs Miftahul Huda.
Implementation of the TEACCH Method in Improving Toilet Training Skills in Children with Autism Septianingrum, Putri; Hayyu Erfantinni, Imroatul; Rochmah, Ainur; Mukhlis, Akhmad
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i2.1539

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi implementasi metode TEACCH (Treatment and Education of Autistic and related Communication-handicapped Children) untuk meningkatkan keterampilan toilet training pada anak dengan Gangguan Spektrum Autisme ( GSA) di TKLB River Kids. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian melibatkan tiga guru dan satu terapis melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Data dianalisis dengan model Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan validasi melalui triangulasi. Hasil menunjukkan metode TEACCH efektif membantu anak autis mengembangkan keterampilan toilet training melalui pendekatan visual terstruktur. Komponen kunci keberhasilan meliputi jadwal visual, penandaan area toilet, visualisasi langkah, lingkungan konsisten, penguatan positif, dan latihan rutin. Tantangan utama mencakup kesulitan memahami isyarat tubuh, respon lambat terhadap stimuli visual, sensitivitas sensorik, dan menjaga konsistensi sekolah-rumah. Faktor penentu keberhasilan adalah konsistensi rutinitas, alat bantu visual efektif, lingkungan nyaman, dan kolaborasi guru-orang tua. Penelitian memberikan kontribusi penting dalam pengembangan model intervensi berbasis bukti untuk toilet training anak autis sesuai konteks pendidikan khusus Indonesia.
Pendidikan Kepemimpinan pada Pesta Demokrasi Pemilihan Ketua OSIM Madrasah Aliyah Arrisalah Ajung Jember dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil Alamin (P5RA) Ulum, Darul; Mukhlis, Akhmad; Ummah, Bintana Inashlahatul; Utami, Yudy Tri; Arifandi, Moh. Zainal
An-Nuqthah Vol 4 No 1 (2024): An-Nuqthah
Publisher : INAIFAS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/an-nuqthah.v4i1.1873

Abstract

Pendidikan kepemimpinan adalah proses pendidikan dan implementasi yang mempengaruhi aktivitas seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan dalam situasi tertentu. Pendapat yang dikemukakan Hersey dan Blanchard menekankan makna pimpinan sebagai proses mempengaruhi orang lain mencapai tujuan dalam suatu situasi. Kepemimpinan juga dapat berlangsung di mana saja, baik dilingkungan pemerintahan, keluarga maupun di sekolah. Demokrasi dalam sebuah pendidikan juga tak kalah penting untuk era globalisasi saat ini, pendidikan demokrasi apabila dikelola dengan struktur yang memungkinkan dengan adanya praktik-praktik demokrasi dapat terlaksana serta melibatkan masyarakat dalam membahas program-program sekolah. Pemilihan ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) di lingkungan MA Arrisalah Ajung Jember telah mampu membuktikan bahwa mengembangkan nilai-nilai demokrasi yang dimiliki oleh siswa karena masing-masing siswa dapat menyalurkan suaranya dan ikut berpartisipasi secara langsung untuk memilih pemimpinnya dengan berbasis pada nilai-nilai yang diusung oleh Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil Alamin (P5RA). Sedangkan metode pengumpulan data pada penelitian ini diperoleh dari hasil dan pembahasan deskriptif yang dilaksanakan dari beberapa tahapan seperti mengadakan seminar kepemimpinan dan demokrasi, seleksi awal, kampanye internal, debat kandidat, pemungutan suara dan pengumuman hasil. Sehingga dari tahapan tersebut melahirkan seorang pemimpin demokratis yang mampu membangun iklim beragama yang ramah dan mencetak pelajar yang moderat..
Peran Tempat Penitipan Anak terhadap Kemandirian dan Kedisiplinan Anak Usia Dini Sholiha, Moezenatus; Mukhlis, Akhmad; Rahmanto, Kelik Desta; Huda, Mifathul
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 6 (2025): In Progress
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.6993

Abstract

Anak yang mandiri dan disiplin lebih siap beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengikuti aturan, serta mengembangkan keterampilan sosial dan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran daycare terhadap pembentukan kemandirian dan kedisiplinan anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan penggabungan data kuantitatif dan kualitatif. Studi dilakukan di Daycare Bintang Kecil dengan sampel 10 anak usia 2–5 tahun. Data dikumpulkan melalui kuesioner sebagai instrumen utama, dilengkapi observasi dan wawancara sebagai metode pendukung. Analisis data menggunakan uji validitas Gregory untuk memastikan relevansi instrumen. Hasil menunjukkan bahwa daycare berperan sangat positif dalam membentuk kemandirian anak dan kedisiplinan anak. Keberhasilan ini didukung oleh program kegiatan yang terstruktur, pola asuh demokratis, serta interaksi konsisten antara pengasuh, anak, dan orang tua. Penelitian ini mengisi kekosongan studi tentang peran daycare sebagai agen pembentuk karakter di masa prasekolah, yang masih jarang dibahas secara integratif dalam konteks Indonesia. Temuan ini menunjukkan bahwa daycare bukan sekadar tempat penitipan, tetapi juga lingkungan strategis yang mampu menanamkan nilai-nilai penting bagi perkembangan anak. Implikasi praktisnya, hasil ini dapat digunakan untuk merancang program pembinaan karakter di TPA yang lebih sistematis dan berbasis pendekatan holistik.
Early Childhood Teachers Emotional Labor in Indonesia: A Phenomenological Study Mukhlis, Akhmad
Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Vol 10 No 2 (2025): Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tadris.v10i1.26243

Abstract

Managing emotions and displaying positive expressions in unpleasant situations is an inherent aspect of early childhood education (ECE) teaching. This study explores the emotional labor of early childhood teachers in Indonesia, focusing on their perceptions, lived experiences, and the strategies they employ. A qualitative research design with a phenomenological approach was adopted to capture the subjective meanings behind teachers’ emotional experiences. A qualitative approach with a phenomenological method was employed, as it enables an in-depth exploration of teachers’ subjective experiences within their socio-cultural context. Ten teachers from four provinces in Indonesia (East Java, Yogyakarta, West Nusa Tenggara, and Gorontalo) were purposively selected based on a minimum of two years of teaching experience. Data were collected through structured in-depth interviews and validated using member checking and peer debriefing. The analysis followed Moustakas’ six-step phenomenological analysis, guided by Hochschild’s emotional labor theory and Grandey’s extended framework. The findings indicate that emotional labor is an inherent part of the ECE teaching profession, with strategies ranging from surface acting, deep acting, to natural acting. Experienced teachers tend to display positive emotions more naturally, while novice teachers rely more on surface acting. Work experience, personal interest, and educational background contribute to teachers’ emotional management effectiveness. These findings highlight the need for emotional labor training in ECE teacher education curricula and institutional support to promote teachers’ emotional well-being.