Claim Missing Document
Check
Articles

KEANEKARAGAMAN JENIS DAN KEPADATAN MAMALIA BESAR DI AREAL KERJA IUPHHK-HA PT. AMPRAH MITRA JAYA KALIMANTAN TENGAH Agus Yadi Ismail; Dede Kosasih; Sulhanudin Sulhanudin
Wanaraksa Vol 9, No 02 (2015)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v9i02.1051

Abstract

Mamalia memiliki peran penting dalam jaring makanan hampir di setiap ekosistem. Mamalia dapat memberi makan pada berbagai tingkatan rantai makanan, seperti herbivora, insektivora, karnivora dan omnivora. Penelitian ini difokuskan pada mamalia besar yang memiliki berat badan lebih dari 5 kilogram. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi struktur vegetasi, keanekaragaman jenis dan kepadatan serta status konservasi mamalia besar yang ada di kawasan lindung IUPHHK-HA PT. AMJ Kalimantan Tengah. Penelitian dilakukan di empat kawasan lindung, yaitu Arboretum, Kantong Satwa (KS), Sempadan Sungai (SS) dan Kawasan Konservasi Insitu (KKI) dengan menggunakan metode transek garis (line transect method).Jenis-jenis tumbuhan yang ditemukan sebagian besar merupakan jenis tumbuhan yang temasuk dalam famili Dipterocarpaceae, Rosaceae, Ebenaceae, dan Leguminosae. Keanekaragaman jenis mamalia besar yang ditemukan adalah sebanyak 10 jenis mamalia. Kepadatan mamalia besar yang paling tinggi terdapat pada lokasi KS dan KKI. Dan berdasarkan jenis satwanya, yang paling tinggi adalah jenis Babi Hutan (Sus scrofa) sebanyak 2,82 individu/ha, serta Lutung Merah (Presbytis rubicunda) dan Owa-owa (Hylobates muelleri) masing-masing sebanyak 2,59 individu/ha. Hampir semua jenis mamalia besar yang ditemukan merupakan jenis satwa yang dilindungi. Dan 2 jenis diantaranya merupakan satwa yang termasuk dalam status Endangered (genting atau terancam) yaitu jenis Orang Utan (Pongo pygmaeus) dan Owa-owa (Hylobates muelleri).Agar keseimbangan ekosistem dan kelestarian alam serta lingkungannya tetap terjaga, perlu dilakukannya pengelolaan dan perlindungan yang lebih intensif baik bagi satwa tersebut maupun habitatnya sebagai penunjang keberlangsungan hidupnya.Kata Kunci : Mamalia Besar, Kawasan Lindung, Keanekaragaman Jenis Kepadatan
KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG DI KAWASAN GUNUNG SUBANG KABUPATEN KUNINGAN PROVINSI JAWA BARAT Toto Supartono; Agus Yadi Ismail; Ade Hamdani
Wanaraksa Vol 9, No 02 (2015)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v9i02.1047

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi jenis-jenis burung serta mengetahui tingkat keanekragaman jenis burung di lereng utara kawasan hutan Gunung Subang Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode daftar jenis mackinon dengan menggunakan 10 jenis dalam 1 daftar dan mengumpulkan 20 daftar jenis. Selain itu dilakukan analisis vegetasi untuk menemukan hubungan keanekaragaman burung dengan vegetasi dari tiap habitat.Berdasarkan hasil pengamatan dilapangan, jenis burung yang ditemukan sebanyak 45 jenis burung, dengan total perjumpaan sebanyak 1.012 individui, dengan total perjumpaan pada tipe habitat Hutan Alam sebanyak 34 jenis dengan total perjumpaan sebanyak 381 individu, pada tipe habitat situ ditemukan sebanyak 27 jenis dan 349 individu yang dijumpai, dan pada tipe habitat kebun ditemukan sebanyak 24 jenis burung dengan total perjumpaan sebanyak 282 individu.Indeks keanekaragaman jenis burung pada habitat hutan memiliki nilai H’= 3,11 dan nilai E=0,52. Pada habitat situ memiliki nilai H’= 2,78 dan nilai E=0,47. Untuk tipe habitat kebun memiliki nilai H’= 2,83 dan nilai E= 0,50.Kata Kunci : Hutan, keanekaragaman jenis burung, analisis vegetasi.
ANALISIS KEBIJAKAN KONSERVASI TUMBUHAN AGUS YADI ISMAIL
AGRIVET JOURNAL Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terbitnya Undang-Undang No. 5 Tahun 1990, merupakan tonggak sejarah pelestarian alam di Indonesia karena mengatur upaya Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya secara utuh dan menyeluruh, namun tidak mampu menahan laju kerusakan hutan yang mengakibatkan telah terjadinya kehilangan, kematian dan kepunahan jenis tumbuhan dan satwa liar. Penyebab utama dari kondisi tersebut dikarenakan kebijakan yang di banguan dalam rangka pelestarian dnaa konservasi Sumberdaya Alam kurang memenuhi kriteria efficiency dan cost-effectiveness, fairness, Incentives, enforceability yang dilandasi pengembangan moral
Pelatihan Pembuatan Media Tanam di Desa Karangsari Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan Jawa Barat Yayan Hendrayana; Agus Yadi Ismail; Nina Herlina
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.764 KB) | DOI: 10.31949/jb.v2i4.1361

Abstract

Media tanam merupakan salah satu bagian penting dari proses pembuatan bibit di persemaian. Media tanam yang baik harus memenuhi persyaratan tidak mengandung bibit hama dan penyakit, bebas gulma, mampu menampung air, tetapi juga mampu membuang atau mengalirkan kelebihan air, remah dan porous sehingga akar bisa tumbuh dan berkembang. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa pengenalan dan pembuatan media tanam untuk pembuatan persemaian. Pelaksanaan kegiatan di Desa Karangsari Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan. Hasil kegiatan ini adalah diikutinya oleh 20 orang anggota kelompok masyarakat. Adapun jenis media tanam yang ada disekitar Desa Karangsari adalah tanah, pakis, kompos, dan humus. Dengan mengetahui cara pembuatan media tanam yang baik maka kelompok masyarakat yang terlibat akan mempunyai pengetahuan dan secara mandiri akan mengadakan media tanam guna keperluan pengadaan bibit ataupun untuk diperjualbelikan.
PENGENALAN PACKAGING UNTUK PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK TANAMAN OBAT Sri Ayu Andayani; Agus Yadi Ismail; Ida Marina; Agus Yuniawan Isyanto
Abdimas Galuh Vol 4, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v4i2.8543

Abstract

Tanaman obat merupakan tanaman yang mempunyai kegunaan sebagai  tanaman obat-obatan bagi keluarga maupun masyarakat yang membutuhkan. Masyarakat sudah mulai menanam berbagai tanaman obat untuk pengobatan keluarga dan sudah mulai mengolahnya untuk kemudahan penggunaan walaupun masih secara sederhana. Kelompok wanita tani flamboyant yang ada di Desa Kagok Kecamatan Banjaran Kabupaten Majalengka merupakan salah satu kelompok yang sudah memanfaatkan dan mengolah dari tanaman obat tersebut. Hasil olahan tanaman obat masih dikemas dalam bentuk dan alat yang masih sederhana. Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan pengabdian adalah memberikan pengenalan dan pemahaman pentingnya packaging atau mengemas produk olahan khususnya produk tanaman obat sehingga dapat meningkatkan nilai tambah dari produk ini. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin tanggal 15 Agustus 2022 di kelompok wanita tani flamboyant dengan peserta terdiri atas ketua dan para anggota kelompok wanita tani serta ibu-ibu sekitar lokasi kegiatan. Materi yang diberikan meliputi wawasan tentang tanaman obat dan pentingnya packaging dalam sebuah produk. Hasil yang dicapai dari kegiatan pengabdian, para peserta mengenal dan memahami manfaat tanaman obat sehingga mereka semakian antusias dalam pengembangan tanaman obat serta semakin mengenal dan memahami perlunya packaging dalam peningkatan nilai tambah sebuah produk juga sebagai salah satu strategi dalam marketing.
FLOWERING AND FRUITING CYCLE OF Cinnamomum sintoc Blume IN LOWLAND FOREST OF CIREMAI MOUNTAIN NATIONAL PARK, WEST JAVA AND THE IMPLICATION FOR CONSERVATION AGUS YADI ISMAIL AGUS YADI ISMAIL; Toto Supartono; Agung Rifai; Eming Sudiana; Elly Proklamasiningsih
Media Konservasi Vol 27 No 2 (2022): Media Konservasi Vol 27 No 2 Agustus 2022
Publisher : Department of Forest Resources Conservation and Ecotourism - IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/medkon.27.2.76-81

Abstract

Cinnamomum sintoc Blume is an endangered species experiencing an ongoing decline due to overharvesting; in- and ex-situ conservation efforts are urgently needed to ensure its survival. We performed a detailed assessment of the flowering and fruiting phenology of C. sintoc in a lowland forest in West Java, Indonesia. We aimed to relate the duration of each phenological phase to environmental factors including elevation, humidity, temperature, and slope, as well as the orientation of the flowers. A total of 30 trees were sampled from three elevation ranges (500–700, 700–900, and 900–1,100 m). We found that C. sintoc requires approximately 40 days to complete flowering and an additional 82 days to produce mature fruit. The period from flower initiation to fruit ripening spans 4 months, from late July to early November. Flowers that are east-facing developed mature fruit more rapidly than those facing other directions, and the shortest flowering and fruiting phenological period was observed for east-facing flowers at 700–900 m. These results provide a baseline for studying phenological shifts in C. sintoc, and could inform seed harvesting efforts for conservation projects in the study area of Gunung Cermai National Park. Key words: Bintangkot, declining population, Endangered species, Lauraceae, phenology
Pengolahan Tanaman Toga Sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Keluarga Ida Marina; Agus Yadi Ismail; Sri Ayu Andayani; Adi Oksifa Rahma Harti; Dadan Ramdani Nugraha; Dinar Dinar; Aaf Falahudin
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.823 KB) | DOI: 10.31949/jb.v4i1.3901

Abstract

Kelompok wanita tani ‘Plamboyan” di Desa Kagok Kecamatan Banjaran Kabupaten Majalengka merupakan binaaan Inkubator Agribisnis UNMA. KWT plamboyan dominasi ibu rumah tangga melakukan penanaman berbagai macam tanaman herbal di halaman rumahnya dan beberapa sudah melakukan pengolahan. Hal inilah menjadi peluang pasar sekaligus memperkenalkan tanaman obat ke masyarakat luas beserta manfaatnya melalui berbagai bentuk makanan olahan. Pendampingan dan pembinaan dari kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan KWT dan meningkatkan kesejahteraanya. Metode yang dilakukan antara lain persiapan dan pembekalan, pelaksanaan program dan tindaklanjut program. Berdasarkan pada program kerja dan target Tim Pengebdian hingga saat ini, keseluruhan program dapat terlaksana. Ketercapaian tersebut dapat dilihat pada uraian laporan hasil yang dicapai. Berdasarkan uraian yang telah disampaikan pada laporan kemajuan pelaksanaan program pengabdian ini, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan program Pengebdian yang baru mencapai 30% dari total program yang direncanakan, hal ini dapat dipahami karena kegiatan baru dimulai akan tetapi pelaksanaan berjalan dengan baik dan sesuai target.
EDUKASI KARAKTERISTIK DAN MANFAAT TANAMAN OBAT BAGI PENGOBATAN KELUARGA Agus Yadi Ismail; Yayan Hendrayana; Ida Marina; Sri Ayu Andayani; Agus Yuniawan Isyanto
Abdimas Galuh Vol 5, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i1.9885

Abstract

Pengetahuan tentang tanaman obat sangat penting karena dengan proses modernisasi dunia kesehatan dalam penggunaan tanaman obat akan berdampak terhadap kurang minatnya masyarakat membudidayakan tanaman obat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Kagok Kecamatan Banjaran Kabupaten Majalengka Jawa Barat terhadap tanaman obat melalui kegiatan penyuluhan. Metode yang digunakan adalah pemberian materi, diskusi, dan praktik budidaya tanaman obat. Hasil kegiatan ini pengetahuan masyarakat tentang tanaman obat meningkat dilihat dari antusisas masyarakat dalam mengikuti kegiatan penyuluhan hingga praktik budidaya tanaman obat.
Identification of Diversity of Medicinal Plants in Bukit Mayana Forest Area, Kuningan Regency Agus Yadi Ismail; Sukron Aminudin; Ilham Adhya; Ai Nurlaila; Nurdin
Quagga: Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 15 No 2 (2023): QUAGGA : Jurnal Pendidikan dan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v15i2.47

Abstract

Bukit Mayana Forest Area is a forest area in Kuningan Regency with an area of ±43 ha with a diversity of medicinal plant species that have not been fully identified. The purpose of this study was to identify the diversity of medicinal plants in the Bukit Mayana Forest Area, Kuningan Regency. The method used is a single-plot method that is placed by purposive sampling with a size of 100 x 80 meters which is divided into sub-plots with a total of 20 plots. The data obtained are then analyzed using the important value index (INP), species diversity index (H'), species richness index (R'). The results showed that medicinal plants were found in 34 types from 23 families.  The highest important value index (INP) at the tree, pole, and stake levels is Ficus fistulosa with index values of 38.16%, 91.13%, and 64.68% and seedling levels are Coffea with an index value of 15.26%.  The species diversity index (H') is medium with values of 1 < H' > 3 and the species wealth index is low with R' < 3.5.
POTENSI BIOMASSA DAN CADANGAN KARBON DI KAWASAN HUTAN MANGROVE DESA KANCI KULON KECAMATAN ASTANAJAPURA KABUPATEN CIREBON Kartika Sari; Agus Yadi Ismail; Yayan Hendrayana
Journal of Forestry And Environment Vol 5, No 1 (2022): Journal of Forestry and Environment
Publisher : Faculty of Forestry and Environment, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/jfe.v5i1.9048

Abstract

Mangrove forest ecosystems are located in the tidal zone of seawater, such as swamps, lagoons, river estuaries, and beaches in protected tropical and subtropical coastal areas. Mangrove forests are degraded due to human interests. The transfer of functions has an impact on reducing the ability to sequestrate carbon in the atmosphere and the decomposement of stored carbon through the process of decomposition into the atmosphere. This study aims to determine the potential of biomass and carbon stocks in the mangrove forest area of Kanci Kulon Village, Astanajapura District, Cirebon Regency. The method used is purposive sampling, where the location of the plot is adjusted to the accessibility of existing roads, rivers or canals. The Sampling Intensity used is 10%. Data collection was carried out by creating a plot of sample circles with a radius of 14 m for trees and a radius of 4 m for stakes There are 2 types of mangroves found, namely Avicennia marina (White Flames) and Avicennia alba (Black Flames), the dominating population is in the 1-10 cm diameter class with the Avicennia marina type. Biomass in all types of the largest value is in the diameter class of 11-20 cm with a value of 24,234.76 tons/ha, and the smallest biomass is in the diameter class of 31–40 cm with a value of 791.85 tons/ha, while for carbon in all types the highest value is in the diameter class of 11–20 cm with a value of 11,147.99 tons/ha and the smallest carbon is in the diameter class of 31–40 cm with a value of 364.25 tons/ha. The size of the diameter will affect the biomass of the stand, the larger the diameter of the tree, the larger the biomass produced, and vice versa the smaller the biomass produced is influenced by the small diameter. The greater the biomass, the greater the carbon contentEkosistem hutan mangrove terletak di zona pasang surut air laut, seperti rawa, laguna, muara sungai, dan pantai di kawasan pesisir tropis dan subtropis yang dilindungi. Hutan mangrove terdegradasi karena kepentingan manusia. Transfer fungsi berdampak pada pengurangan kemampuan untuk menyerap karbon di atmosfer dan penguraian karbon yang tersimpan melalui proses dekomposisi ke atmosfer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi stok biomassa dan karbon di kawasan hutan mangrove Desa Kanci Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon. Metode yang digunakan adalah purposive sampling, dimana lokasi plot disesuaikan dengan aksesibilitas jalan, sungai atau kanal yang ada. Intensitas pengambilan sampel yang digunakan adalah 10%. Pengumpulan data dilakukan dengan membuat plot lingkaran dengan radius 14 m untuk pohon dan radius 4 m untuk pancang. Terdapat 2 jenis mangrove yang ditemukan, yaitu Avicennia marina (Api-api Putih) dan Avicennia alba (Api-api Hitam), populasi yang mendominasi berada di kelas berdiameter 1-10 cm dengan tipe Avicennia marina. Biomassa pada semua jenis nilai terbesar berada pada kelas diameter 11-20 cm dengan nilai 24.234,76 ton/ha, dan biomassa terkecil berada pada kelas diameter 31–40 cm dengan nilai 791,85 ton/ha, sedangkan untuk karbon pada semua jenis nilai tertinggi berada pada kelas diameter 11-20 cm dengan nilai 11.147,99 ton/ha dan karbon terkecil berada di dalam kelas diameter 31-40 cm dengan nilai 364,25 ton/ha. Ukuran diameter akan mempengaruhi biomassa tegakan, semakin besar diameter pohon, semakin besar biomassa yang dihasilkan, dan sebaliknya semakin kecil biomassa yang dihasilkan dipengaruhi oleh diameter yang kecil. Semakin besar biomassa, semakin besar kandungan
Co-Authors Aaf Falahudin Ade Hamdani Adi Oksifa Rahma Harti Agung Rifai Agus Yuniawan Isyanto Ai Nurlaila Ai Nurlaila, Ai Althaaf, Naufal Amalia, Lidya Nur Aminudin, Sukron Anggi Setiadi Anna Fitri Hindriana Arie Wahyuni Asep Wahyudin Cecep Kusmana Dadan Ramdani Nugraha Dede Djuniardi Dede Kosasih Dede Kosasih Deni Deni Deni Deni Deni Deni Dian Novitasari Didin Juhendar Dinar Dinar Dzulfannazhir, Fauzan Elly Proklamasiningsih Eming Sudiana Eming SUDIANA Euis Sri Hastuti FATIMATUZZAHRO Fina Nadia Silma Fujiman, Heris Herma Wiharno Hidayatullah, Robby Ardiansah Hilman Fauzi Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ida Marina Ida Marina Ida Marina Ida Marina, Ida Idit Sukmadi Ika Karyaningsih Ilham Adhya Indra, Dikki Ivan Chofyan Kartika Sari Koswara, Engkos Lina Karlina Mawangi, Rindi Muhamad Rijal Nainggolan, Mai Fernando Nasihin, Iing Nina Herlina Nina Herlina Nina Herlina Nina Herlina NINA HERLINA Nurdin Nurdin Nurdin Nurdin Nurdin Nurlaela, Ai Oding Syafrudin Ossa Yuniar Pupatriyani Rahman Hidayat Saputra Rahmantya, Yanneri Elfa Kiswara Ramadhan, Mohamad Fajri Randi Adpan Sakinah, Ana SITI MARYAM Sofyan, Hadiyan Nur Sri Ayu Andayani sri ayu andayani, sri ayu Sukron Aminudin Sukron Aminudin Sulhanudin Sulhanudin Supartono, Toto Supriatna, Odang Surya Abadi Sembiring Tambunan, Herlina Yolanda Tira Nurjanah Toto Supartono Tuti Rahmawati Veronica, Anita Wina Waniatri Yayan Hendrayana Yayan Hendrayana Yayan Hendrayana Yeyen Suryani Yovi Mustikasari Elis Yudi Yutika Zaenal Abidin Zakaria, Zein