Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENINGKATAN SITOKIN INTERFERON GAMA TIKUS WISTAR SETELAH DIBERIKAN EKSTRAK ETANOL BUAH Etlingera rubroloba A.D. Poulsen SEBAGAI IMUNOSTIMULATOR : INCREASED INTERFERON-GAMMA CYTOKINES IN WISTAR RATS TREATED WITH Etlingera rubroloba A.D. Poulsen FRUITS ETANOL EXTRACT AS IMMUNOSTIMULATORS Muhammad Ilyas Y.; Fadhliyah Malik; Wahyuni; Asriullah Jabbar; Faradilla; I Sahidin; Nurhikma
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.738

Abstract

Etlingera rubroloba A.D. Poulsen (E. rubroloba) merupakan tumbuhan endemik di Sulawesi Tenggara, dan secara empris oleh masyarakat etnis Wawonii digunakan untuk menyembuhkan demam tifoid dan meningkatkan daya tahan tubuh (imunostimulator), secara ilmiah terbukti meningkatkan aktivitas fagositosis sel makrofag sehingga berpotensi dikembangkan sebagai imunomodulator alami. Tujuan penelitian yaitu mengetahui efek imunostilator ekstrak etanol buah E. rubroloba dengan, mengukur peningkatan kadar Interferon gama (IFN-?) pada tikus wistar. Metode penelitian ini yaitu eksperimental menggunakan 24 tikus wistar jantan, dibagi dalam 6 kelompok perlakuan yaitu ekstrak dosis 200, 300, 400 (mg/kgBB), kontrol positif (ekstrak meniran komersil), kontrol pelarut (Na.CMC 0,5%), dan kontrol normal. Perlakuan diberikan secara peroral setiap hari, selama 7 hari, hari kedelapan hewan uji diinfeksikan secara intraperitonial bakteri Staphylococcus aureus. Kadar IFN-? dianalisis dengan metode Elisa sandwich, dan data diuji statistik dengan ANOVA satu arah. Penelitian ini memberikan hasil bahwa, perlakuan ketiga dosis ekstrak etanol dari buah E. rubroloba berefek sebagai imunostimulator, dengan meningkatkan  kadar IFN-?, dan secara statistik berbeda bermakna terhadap kontrol pelarut (p<0,05), sehingga tumbuhan ini menjadi salah satu alternatif agen imunomodulator dari alam yang dapat dikembangkan.  Kata Kunci : Buah Etlingera rubroloba, ekstrak etanol, Interferon gama,  Imunodulator, tikus wistar.
Pemeriksaan Kolesterol Pada Masyarakat Desa Labungga Kecamatan Andowia Kabupaten Konawe Utara Sri Aprilianti Idris; Susanti Susanti; Ani Umar; Kemal Idris Balaka; Muhammad Azdar Setiawan; Alma Dita Harun; Nurul Afdhaliyah Nurdin; Muhammad Ilyas Yusuf
Jurnal Abdi dan Dedikasi kepada Masyarakat Indonesia Vol 1 No 2 (2023): NADIKAMI: Juli 2023
Publisher : POLITEKNIK BINA HUSADA KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya kegiatan Pengabmas adalah untuk membantu masyarakat terutama masyarakat yang bergolongan menengah ke bawah untuk melakukan pemeriksaan penunjang penyakit kardiovaskuler yang sering diderita oleh masyarakat, Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengetahui hasil pemeriksaan kolestrol pada masyarakat Desa Labungga Kabupaten Konawe Utara Sulawesi Tenggara, Desain kegiatan ini menggunakan desain deskriptif observasional yaitu menggambarkan hasil pemeriksaan Kolesterol berdasarkan hasil observasi di lapangan.. Berdasarkan hasil pemeriksaan kadar kolesterol yang dilakukan di Desa Labungga Kecamatan Andowia diperoleh kadar kolesterol normal sebanyak 47 orang (59,49 %), dan kadar kolesterol tinggi berjumlah 32 orang (40,51 %).
Profil Kadar Ureum Pada Penderita Human Immunodeficiency Virus dengan Terapi Antiretroviral di Kota Kendari Muhammad Ilyas Y.; Firdayanti; Elma Winarti; Angriani Fusvita; Apriyanto; Nirwati Rusli; Asriullah Jabbar; Fadhliyah Malik; Halik; Mubarak; Nurhikma
Lansau: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol. 1 No. 2 (2023): Lansau: Edisi Oktober 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/lansau.v1i2.13

Abstract

Penyakit Human Immunodeviciency Virus (HIV) masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia dengan tingkat prevalensi yang masih tinggi, termasuk di Sulawesi Tenggara, sehingga diperlukan penanganan tepat untuk mencegah penularan dan berbagai gangguan komplikasi pada penderita. Penggunaan obat antiretroviral (ARV) jangka panjang bahkan seumur hidup pada penderita HIV menimbulkan masalah kesehatan yaitu gangguan fungsi ginjal dengan peningkatan kadar ureum, dan sekaligus sebagai faktor pemicu infeksi neoplasma sekunder, gangguan neurologis serta fungsi fisiologis tubuh lainnya yang lebih serius, sehingga mengetahui profil kadar ureum untuk memantau fungsi ginjal selama terapi obat ARV penting dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui profil kadar ureum pada penderita HIV dengan lama terapi obat ARV di Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan melakukan pemeriksaan kadar ureum darah penderita HIV menggunakan metode urease-GLD, dan data dianalisis statistik menggunakan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan 80% penderita HIV umur 20-30 tahun, jenis kelamin terbanyak 80% laki-laki, lama pengobatan 55% kurang dari 1 tahun, dengan hasil pemeriksaan kadar ureum 90% kategori normal dan 10% kategori tidak normal, dan hasil analisis statistik regresi linear sederhana menunjukkan tidak ada hubungan lama terapi obat ARV dengan kadar ureum pada penderita HIV di kota Kendari (p>0.05).  Kesimpulan penelitian ini adalah peningkatan kadar ureum pada penderita HIV di Kota Kendari tidak dipengaruhi oleh lama terapi antiretroviral.
Uji Efektivitas Antihiperurisemia Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa aloeifere L.) dan Daun Sukun (Artocarpus altilis) pada Tikus Jantan (Rattus norvegicus) Rifa'atul Mahmudah; Muhammad Ilyas Yusuf; Wa Ode Islami Nur
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.431

Abstract

Hiperurisemia merupakan penyakit yang ditandai dengan kadar asam urat melebihi kadar normalnya. Prevalensi penyakit tersebut terus meningkat dari tahun ke tahun. Bagian tanaman yang diduga memiliki efek sebagai antihiperurisemua ialah daun kelor dan daun sukun. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui efektivitas kombinasi ekstrak daun kelor (EDK) dan ekstrak daun sukun (EDS) yang telah distandarisasi sebagai antihiperurisemia. Metode penelitian yang digunakan berupa analitik eksperimental. EDK dan EDS diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol. Sampel tersebut diskrining fitokimia dan distandarisasi mutu ekstraknya, kemudian dilanjutkan dengan uji aktivitas antihiperurisemia terhadap tikus. Hasil penelitian menunjukan bahwa EDK dan EDS mengandung golongan senyawa alkaloid, tannin, flavonoid, dan saponin. Triterpenoid juga terdapat dalam EDS. Berdasarkan standarisasi parameter mutu, kedua ekstrak secara spesifik dan non-spesifik telah memenuhi ketetapan Depkes RI. Efektivitas antihiperrurisemia dapat diamati mulai dari dosis 1 (0,21 mg/200gBB EDK dan 0,16 mg/200gBB EDS), dosis 2 (0,21 mg/200gBB EDK dan 0,8 mg/200gBB EDS), dosis 3(0,10 mg/200gBB EDK dan 0,16 mg/200gBB EDS), serta dosis 4 (0,10 mg/200gBB EDK dan 0,8 mg/200gBB EDS), hampir serupa dengan yang ditunjukkan oleh obat pembanding (Allupurinol), meskipun efek yang paling baik ditunjukkan oleh dosis 1 dengan penurunan 67,8%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kombinasi EDK dan EDS mampu memberikan efektivitas antihiperurisemia.
Edukasi Infeksi Kecacingan dan Pemeriksaan Telur Soil Transmited Helminth (STH) Pada Anak-Anak di Kelurahan Lapulu Kota Kendari Sri Aprilianti Idris; Muhammad Sultanul Aulya; Firdayanti Firdayanti; Darmayanita Wenty; Kemal Idris Balaka; Muhammad Ilyas Y; Apriyanto Apriyanto; Bonni Rubak
BANTENESE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 1 (2024): Bantenese : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Studi Sosial dan Pengabdian Masyarakat Fisipkum Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/ps2pm.v6i1.8764

Abstract

Infeksi kecacingan yang disebabkan oleh Soil Transmitted Helminth (STH) adalah cacing golongan nematoda usus yang penularannya melalui tanah dalam daur hidupnya. Berbagai macam cacing kelas nematoda yang diketahui yaitu cacing gelang (Ascaris Lumbricoides) cacing cambuk (Trichuris trichiura) dan cacing tambang (Ancylostoma duodenale dan Necator americanus). Penyakit cacingan sangat berpengaruh buruk bagi kesehatan, pada anak-anak cacingan akan berdampak pada gangguan dalam belajar, menurunnya kualitas kecerdasan dan berkurangnya asupan gizi yang diperoleh. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi terkait infeksi kecacingan dan mengetahui tingkat infeksi kecacingan pada anak-anak di kelurahan Lapulu Kota Kendari dengan menggunakan metode kato katz. Jenis kegiatan ini bersifat Deskriktif yaitu untuk melihat gambaran dan mendeteksi hasil pemeriksaan telur cacing nematoda usus pada anak-anak kelurahan Lapulu Kota Kendari. Sampel yang digunakan adalah feses sebanyak 40 sampel. Hasil pemeriksaan dengan metode kato katz pada 40 sampel feses anak – anak dikelurahan Lapulu Kota Kendari terdapat 1 sampel positif yaitu dengan tingkat infeksi kecacingan sangat ringat yaitu invertil sedangkan 39 sampel feses anak tidak terdapat telur cacing Nematoda Usus.
PENINGKATAN IMUNITAS NON SPESIFIK (INNATE IMMUNITY) MENCIT Balb/C YANG DIBERI EKSTRAK ETANOL DAUN TUMBUHAN GALING (Cayratia trifolia L. Domin) ENHANCEMENT OF NON SPECIFIC IMMUNITY (INNATE IMMUNITY) MICE Balb/C GIVEN ETHANOL EXTRACT OF GALING PLANT (Cayratia trifolia L. Domin) Muhammad Ilyas Yusuf; . Firdayanti; . Wahyuni
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v3i2.55

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang efek imunomodulator ekstrak etanol daun galing (Cayratia trifolia L. Domin.) terhadap daya fagositosis makrofag mencit jantan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek imunomodulator ekstrak etanol daun galing terhadap peningkatan aktivitas fagositosis sel makrofag mencit jantan. Ekstrak uji dibuat dengan dua variasi dosis 400 mg/kgBB dan 500 mg/kgBB. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa semua pemberian perlakuan dosis ekstrak memberikan hasil yang baik terhadap peningkatan akivitas fagositosis sel makrofag, persen aktivitas sel makrofag tertinggi ditunjukkan pada pemberian dosis ekstak 500 mg/kgBB yaitu sebesar 65, 4%, dibandingkan dengan peningkatan aktivitas sel pada dosis 400mg/kgBB dan kontrol positif dengan masing-masing memiliki persen aktivitas sel sebesar 55, 4% dan 60, 5%. Sedangkan nilai aktivitas sel terendah ditunjukkan pada kelompok kontrol negatif (NaCMC) dengan persen aktivitas sel sebesar 37, 8%. Hasil analisis data statistik (ANOVA) menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun galing (C. trifolia L. Domin.) dapat meningkatkan imunitas non spesifik (p0,05).
PENURUNAN KADAR KOLESTEROL TRIGLISERIDA TIKUS PUTIH WISTAR JANTAN (Rattus novergicus) YANG DIBERI EKSTRAK TERPUIFIKASI BATANG GALING (Cayratia trifolia L. Domin.) Muhammad Ilyas Y
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v4i2.136

Abstract

Trigliserida adalah salah satu jenis lemak yang terdapat dalam darah dan berbagai organ tubuh. Kadar trigliserida yang tinggi dan defisiensi lipase dapat meningkatkan faktor resiko penyakit jantung koroner. Tumbuhan galing (Cayratia trifolia L. Domin.) merupakan tumbuhan yang mengandung senyawa bioaktif diantaranya adalah senyawa flavonoid yang berpotensi mampu menurukan kadar kolesterol trigliserida dalam darah. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui penurunan kadar kolesterol trigliserida tikus putih wistar jantan (Rattus novergicus) yang mengalami hiperlipidemia setelah pemberian ekstrak terpurifikasi batang galing. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang terdiri dari 18 ekor tikus putih jantan yang dibagi dalam tiga kelompok perlakuan ekstrak terpurifikasi batang galing, kontrol negatif dan kontrol positif masing-masing 6 ekor tikus putih. Hasil penelitian menunjukan adanya penurunan kadar kolesterol trigliserida pada tikus putih wistar jantan yang mengalami hiperlipidemia setelah pemberian ekstrak terpurifikasi batang galing 500 mg/kg BB yang tidak berbeda signifikan dengan kontrol positif (p>0.05).
AKTIVITAS IMUNOSTIMULATOR EKSTRAK ETANOL BUAH Etlingera rubroloba A.D. POULSEN TERHADAP KADAR CD8 MODEL IN VIVO: IMMUNOSTIMULATORY ACTIVITY OF Etlingera rubroloba A.D. POULSEN FRUIT ETHANOL EXTRACT AGAINST CD8 LEVELS IN VIVO MODEL Muhammad Ilyas Y.; Ajeng Diantini; Mohammad Ghozali; I Sahidin; Wa Ode Nurfinti
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v6i2.284

Abstract

Pendekatan kemotaksonomi genus Etlingera memungkinkan Etlingera rubroloba A.D. Poulsen memiliki kandungan metabolit sekunder sebagai agen imunomodulator. Penelitian ini bertujuan mengetahui efek imunostimulator ekstrak etanol buah E. rubroloba A.D. Poulsen dengan parameter kadar CD8 (Cluster of differentiation) pada tikus jantan galur wistar. Hewan uji tikus sebanyak dua puluh empat ekor dibagi dalam enam kelompok perlakuan yaitu kontrol normal, kontrol pelarut (Na.CMC 0,5%), kontrol positif (ekstrak meniran komersil®), perlakuan ekstrak dosis 200, 300, 400 (mg/kgBB). Perlakuan diberikan selama tujuh hari berturut-turut secara per oral  dan pada hari kedelapan masing-masing kelompok diinfeksi bakteri Staphylococcus aureus 0,5 mL secara intraperitonial. Kadar CD8 diukur dengan metode ELISA dan data dianalisis dengan one way ANOVA. Hasil penelitian menunjukan perlakuan dosis ekstrak etanol buah E. rubroloba A.D. Poulsen memiliki efek imunostimulator berdasarkan kadar CD8 yang berbeda signifikan dengan kontrol pelarut (p<0,05), sehingga berpotensi dikembangkan sebagai imunomodulator alamiah.
PENINGKATAN SITOKIN INTERFERON GAMA TIKUS WISTAR SETELAH DIBERIKAN EKSTRAK ETANOL BUAH Etlingera rubroloba A.D. Poulsen SEBAGAI IMUNOSTIMULATOR : INCREASED INTERFERON-GAMMA CYTOKINES IN WISTAR RATS TREATED WITH Etlingera rubroloba A.D. Poulsen FRUITS ETANOL EXTRACT AS IMMUNOSTIMULATORS Muhammad Ilyas Y.; Fadhliyah Malik; Wahyuni; Asriullah Jabbar; Faradilla; I Sahidin; Nurhikma
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.738

Abstract

Etlingera rubroloba A.D. Poulsen (E. rubroloba) merupakan tumbuhan endemik di Sulawesi Tenggara, dan secara empris oleh masyarakat etnis Wawonii digunakan untuk menyembuhkan demam tifoid dan meningkatkan daya tahan tubuh (imunostimulator), secara ilmiah terbukti meningkatkan aktivitas fagositosis sel makrofag sehingga berpotensi dikembangkan sebagai imunomodulator alami. Tujuan penelitian yaitu mengetahui efek imunostilator ekstrak etanol buah E. rubroloba dengan, mengukur peningkatan kadar Interferon gama (IFN-?) pada tikus wistar. Metode penelitian ini yaitu eksperimental menggunakan 24 tikus wistar jantan, dibagi dalam 6 kelompok perlakuan yaitu ekstrak dosis 200, 300, 400 (mg/kgBB), kontrol positif (ekstrak meniran komersil), kontrol pelarut (Na.CMC 0,5%), dan kontrol normal. Perlakuan diberikan secara peroral setiap hari, selama 7 hari, hari kedelapan hewan uji diinfeksikan secara intraperitonial bakteri Staphylococcus aureus. Kadar IFN-? dianalisis dengan metode Elisa sandwich, dan data diuji statistik dengan ANOVA satu arah. Penelitian ini memberikan hasil bahwa, perlakuan ketiga dosis ekstrak etanol dari buah E. rubroloba berefek sebagai imunostimulator, dengan meningkatkan  kadar IFN-?, dan secara statistik berbeda bermakna terhadap kontrol pelarut (p<0,05), sehingga tumbuhan ini menjadi salah satu alternatif agen imunomodulator dari alam yang dapat dikembangkan.  Kata Kunci : Buah Etlingera rubroloba, ekstrak etanol, Interferon gama,  Imunodulator, tikus wistar.
UJI EFEK ESKTRAK HERBA MENIRAN (Premna corymbosa R. & W) TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL TOTAL DARAH MENCIT (Mus musculus) Muhammad Ilyas Yusuf
Jurnal Analis Kesehatan Kendari Vol. 1 No. 1 (2016): Jurnal Analis Kesehatan Kendari
Publisher : Program Study of Medical Laboratory Technology , Politeknik Bina Husada Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Meniran (Pemna corymbosa R. & W) merupakan tumbuhan liar, sebagin besar masyarakat telah menggunakannya sebagai obat tradisional, namun belum diketahui secara ilmiah mengenai kandungan dan khasiat tumbuhan tersebut. Untuk itu perlu dilakukannya penelitian untuk mengetahui efek dari ekstrak etanol herba meniran terhadap penurunan kadar kolesterol total pada hewan uji mencit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek ekstrak etanol herba meniran (Pemna corymbosa R. & W) terhadap penurunan kadar kolesterol total darah total pada hewan uji mencit (Mus musculus), untuk mengukur kadar kolesterol total pada mencit setelah pemberian ekstrak herba meniran dan untuk mengukur kadar kolesterol total pada mencit setelah pemberian obat anti kolesterol sebagai pembanding atau kontrol positif. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang terdiri atas 5 perlakuan dengan tiga kali pengulangan. Penelitian dilakukan dengan mengukur kadar kolesterol darah awal mencit, kadar kolesterol setelah induksi makanan diet tinggi lemak (MDTL) selama 9 hari dan penurunan kadar kolesterol total setelah pemberian secara oral ekstark ethanol herba meniran selama 4 hari. Hasil penelitian efek penurunan rata-rata kadar kolesterol pada konsentrasi 5% yaitu 52,00 mg/dL, kosentrasi 10% yaitu 28,33 mg/dL, dan 15% yaitu 42,33 mg/dL, suspensi simvastatin sebagai pembanding yaitu 97,33 dan suspensi Na CMC sebagai kontrol yaitu 4,67 mg/dL. Perlakuan menunjukan beda nyata (sigifikan) dengan lainnya berdasarkan uji BNT 5%. Kata kunci : Kolesterol, Ekstrak Etanol Herba meniran, Mencit. ABSTRACT Meniran (Pemna corymbosa R. & W) is a wild plant, as most people have used it as traditional medicine, but it is not yet scientifically known about the content and efficacy of these plants. For this reason, it is necessary to carry out research to determine the effect of meniran ethanol extract on decreasing total cholesterol levels in mice test animals. The purpose of this study was to determine the effect of ethanol extract of meniran herbs (Pemna corymbosa R. & W) on the reduction of total blood cholesterol levels in mice (Mus musculus), to measure total cholesterol levels in mice after administration of meniran herbal extracts and to measure total cholesterol levels in mice after administration of anti-cholesterol drugs as a comparison or positive control. This type of research is an experimental study consisting of 5 treatments with three repetitions. The study was conducted by measuring the initial blood cholesterol levels of mice, cholesterol levels after food induction of high-fat diet (MDTL) for 9 days and a decrease in total cholesterol levels after oral administration of herbal ethanol extract meniran for 4 days. The results of the study decreased the average cholesterol level at a concentration of 5%, namely 52.00 mg / dL, a concentration of 10% namely 28.33 mg / dL, and 15%, namely 42.33 mg / dL, suspension simvastatin as a comparison, 97, 33 and Na CMC suspension as a control ie 4.67 mg / dL. The treatment shows significant difference with the others based on the 5% BNT test. Keywords: Cholesterol, Ethanol Extract Herbs, Mice