Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Kitektro

ANALISIS ROUND TRIP TIME (RTT) TERHADAP KINERJA JARINGAN WIRELESS TCP NEW RENO Harry Idwan; Teuku Yuliar Arif; Rizal Munadi
Jurnal Komputer, Informasi Teknologi, dan Elektro Vol 3, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Protokol TCP sebagai salah satu transport agent pada jalur komunikasi, memiliki parameter Quality of Service (QoS) yang merupakan indikator tetap dalam pengukuran kinerja jaringan seperti throughput, time delay, packet loss, dan fairness. Banyaknya gangguan yang terjadi pada penggunaan sistem jaringan wireless, memotivasi penulis untuk melakukan penelitian yang lebih lanjut tentang metode yang pernah diterapkan sebelumnya, termasuk menganalisis dan mengevaluasi kewajaran RTT khususnya parameter ERTT, RTO, cwnd dan throughput dengan memanfaatkan algoritma TCP New Reno yang diimplementasikan pada jaringan wireless. Tujuan penelitian yaitu mendesain dan menganalisis jaringan wireless dengan topologi Point-to-Point (single-hop dan multi-hop) dan Grid menggunakan algoritma TCP New Reno dengan ERTT, RTO, cwnd dan throughput sebagai paramater, sehingga dapat diperoleh suatu desain yang meningkatkan throughput. Metode penelitian menggunakan studi literatur serta mensimulasikan pengembangan algoritma TCP New Reno dengan tujuan mengembangkan pendekatan atau keterampilan baru sehingga dapat diterapkan dan dikaji hasilnya secara langsung. Pendekatan yang dilakukan adalah menguraikan variasi tahapan atau teknik dalam meningkatkan throughput, mengontrol congesti window (cwnd) dan mengurangi RTO. Sesuai dengan hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya tentang kinerja New Reno lebih baik dibanding SACK ketika Round Trip Time (RTT) lebih kecil dan probabilitas Bursty Loss lebih rendah. Hasil penelitian yang dilakukan menghasilkan nilai rata-rata RTO lebih sedikit pada topologi adhoc point-to-point multi-hop dibanding single-hop, artinya gangguan pada jaringan yang terjadi lebih kecil. Sementara jika jaringan point-to-point dibandingkan  dengan grid, maka gangguan pada jaringan grid yang terjadi lebih kecil.Kata Kunci: Wireless, TCP New Reno, RTT, Cwnd, Throughput
PERENCANAAN JARINGAN LONG TERM EVOLUTION (LTE) MENGGUNAKAN MODEL PROPAGASI COST 231 HATA DI KOTA SABANG Akmal Mardhatillah; Rizal Munadi; Hubbul Walidainy
Jurnal Komputer, Informasi Teknologi, dan Elektro Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hingga dewasa ini, perkembangan teknologi komunikasi nirkabel terus berkembang dan teknologi generasi keempat yang dikenali sebagai Long Term Evolution (LTE) telah tersedia. Keberadaan teknologi ini menjadi perhatian semua operator telekomunikasi di Indonesia dan terus berupaya memperlebar daerah layanan berbasis teknologi LTE. Namun demikian, penyebarannya masih didominasi di kota besar, umumnya ibu kota provinsi. Salah satu daerah yang cukup berpotensi, yaitu Sabang yang terletak di Pulau Weh, layanan komunikasi seluler masih belum memuaskan dan ketersediaan layanan LTE sangat dibutuhkan. Untuk itu diperlukan pemilihan model propagasi yang tepat. Penelitian ini bertujuan melakukan perencanaan jaringan menggunakan model propagasi Cost 231 dengan melakukan simulasi coverage plot menggunakan software Atoll. Metode yang digunakan yaitu simulasi. Pada simulasi coverage plot pada kesuluruhan level daya terima menggunakan software Atoll untuk level sinyal terbaik diperoleh pada pada propagasi Cost 231 sebanyak 6% dan pada level sinyal terburuk (-100 sampai -105) diperoleh sebesar 12%.  Kata Kunci— LTE, Cost 231, Coverage Plot,  Propagasi, Atoll
PERANCANGAN DAN PENGUJIAN ANTENA MICROSTRIP CIRCULAR PATCH ARRAY DUA ELEMEN UNTUK APLIKASI WIMAX 2,3 GHZ Fauzan Akbarrizky; Rizal Munadi; Hubbul Walidainy
Jurnal Komputer, Informasi Teknologi, dan Elektro Vol 2, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak perangkat yang digunakan didalam sistem komunikasi nirkabel saat ini, salah satunya merupakan suatu perangkat yang dapat memancarkan serta menerima gelombang elektromagnetik berupa informasi yang akan dikirim dan diterima oleh perangkat lainnya yang disebut antena. Salah satu jenis antena adalah antena microstrip. Antena mikrostrip array dibuat agar memiliki bandwidth dan gain yang lebih besar dibandingkan dengan antena mikrostrip tunggal. Didalam penelitian ini diulas bagaimana merancang, menganalisis dan menguji antena microstrip patch circular array dua elemen untuk aplikasi WiMAX 2,3 GHz. Pada perancangan ini antena microstrip dibuat dengan bahan Epoxy Fiberglass FR-4 serta dengan teknik pencatuan Microstrip Line Feed. Simulator yang digunakan dalam perancangan antena adalah software Advanced Design System (ADS) sedangkan pengujian alat menggunakan bantuan HAMEG HMS3010. Pada penelitian ini ditunjukkan bahwa perancangan dan pengujian antena microstrip yang dilakukan telah memenuhi syarat untuk digunakan pada frekuensi WiMAX 2,3 GHz.Kata Kunci— Antena, Antena Microstrip, Patch Circular, WiMAX
DESAIN DAN PENGUJIAN ANTENA MICROSTRIP RECTANGULAR PATCH ARRAY DUA ELEMEN UNTUK WIMAX 2,3 GHZ Muhammad Reza Aditya; Rizal Munadi; Hubbul Walidainy
Jurnal Komputer, Informasi Teknologi, dan Elektro Vol 2, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejalan dengan perkembangan zaman teknologi antena sangat diperlukan untuk sistem komunikasi. Antena sendiri berfungsi untuk mengubah sinyal listrik menjadi sinyal elektromagnetik kemudian meradiasikan dan menerima gelombang elektromagnetik yang berisi informasi yang akan dikirim dan diterima oleh perangkat. Antena microstrip menjadi solusi dalam perancangan antena microstrip patch rectangular. Antena yang akan dirancang digunakan untuk frekuensi WIMAX yang mempunyai range frekuensi 2,3 GHz. Antena yang dirancang adalah amtena microstrip rectangular patch array dua elemen yang dilakukan dengan menggunakan teknik optimasi. Antena microstrip rectangular patch array dua elemen telah dilakukan dengan simulasi, fabrikasi dan pengujian menggunakan spectrum analyzer. Perancangan dan simulasi antena menggunakan bantuan software Advanced  Design System (ADS) dengan spesifikasi retun loss = -10 dB, VSWR = ≤ 2, gain = 1, bandwidth = 15-28 MHZ. Pada  penelitian ini diperoleh hasil pengujian antena microstrip array dua elemen sudah mampu mendeteksi sinyal pada frekuensi WiMAX 2,3 GHz.
ANALISIS PENGARUH CO-CHANNEL INTERFERENCE TERHADAP KUALITAS WI-FI PADA FREKUENSI 2,4 GHZ Aulia Akbar Rabbany; Rizal Munadi; Syahrial Syahrial; Ernita Dewi Meutia; Bayu Devanda; Al Bahri
Jurnal Komputer, Informasi Teknologi, dan Elektro Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/kitektro.v6i2.22127

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi telekomunikasi nirkabel memberikan dampak yang nyata bagi layanan internet, sehingga akses dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Aksesibilitas layanan internet lazimnya tersedia pada layanan 2,4 GHz dan 5 GHz, dimana jaringan wifi umumnya yang mengadopsi pada pita frekuensi 2,4 GHz. Penggunaan spektrum frekuensi 2,4 GHz dapat digunakan tanpa memerlukan lisensi dan umumnya tanpa adanya ditangani oleh administrator. Akibatnya interferensi dapat mengganggu layanan akses. Salah satu interferensi yang terjadi berupa Co-Channel Interference (kanal sama). Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak yang dari Co-Channel Interference terhadap kualitas jaringan Wi-Fi berdasarkan parameter throughput, delay dan packet loss. Penelitian dilakukan dengan menggunakan 4 buah Access Point (A), 1 AP digunakan untuk melayani pengguna dan sisanya akan menjadi AP pengganggu sebagai Co-Channel Interference dan akan dievaluasi menggunakan software Wireshark. Berdasarkan hasil dari pengukuran, throughput penurunan sebesar 66,3%, delay mengalami pengaruh dari 3 Co-Channel Interference dengan kenaikan sebesar 187,4%. Pada penelitian ini, hasil diperoleh berdasarkan asumsi tanpa memperhitungan kesesakan lalu lintas untuk topologi jaringan yang sederhana dengan 4 AP, sehingga tidak ada packet loss yang tercatat. Atau dengan kata lain, semua paket sukses dikirimkan ke tujuan. Hasil ini menunjukkan pengaruh Co-Channel Interference sangat signifikan mempengaruhi kualitas layanan atau QoS internet bagi pengguna.