Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGUATAN KOMPETENSI NUMERASI DAN LITERASI DIGITAL SISWA SD MELALUI PROGRAM SMART VILLAGE DI DESA CIHERANG Setyaningsih, Endah; Calvinus, Yohanes; Fransisca Iriani Roesmala Dewi; Hetty Karunia Tunjungsari; Sri Tiatri; Jap Tji Beng; Mei Ie; Novario Jaya Perdana; Desi Arisandi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i1.34502

Abstract

Program Smart Village Universitas Tarumanagara dilaksanakan di Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, untuk meningkatkan kompetensi numerasi dan literasi digital siswa sekolah dasar menghadapi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari pada Oktober 2024, melibatkan lima sekolah dasar yaitu SDN 01 Ciherang, SDN 02 Ciherang, SDN Caringin Nunggal, SDN Maleber, dan SDN Panyaweuyan. Metode kegiatan mencakup pengenalan literasi digital, pembelajaran numerasi interaktif, serta pre-test dan post-test untuk mengevaluasi peningkatan kompetensi siswa. Pendekatan pembelajaran yang digunakan bersifat interaktif dengan ice breaking dan permainan edukatif yang menarik minat belajar siswa. Data pre-test menunjukkan siswa menghadapi tantangan signifikan dalam memahami soal-soal ANBK, khususnya numerasi dan pengoperasian komputer. Setelah sesi intervensi, hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman numerasi dan kepercayaan diri siswa dalam menggunakan komputer. Program ini secara langsung mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas dan SDG 9 terkait inovasi dan infrastruktur teknologi di pedesaan. Tantangan utama selama kegiatan berupa keterbatasan fasilitas teknologi, rendahnya literasi awal siswa, serta kendala bahasa lokal yang menghambat komunikasi efektif. Melalui kolaborasi mahasiswa lintas disiplin ilmu dan interaksi yang hangat antara siswa dan mahasiswa, kegiatan ini berhasil menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, menyenangkan, serta efektif. Program Smart Village UNTAR ini memberikan model intervensi pendidikan yang inovatif yang dapat direplikasi untuk mendukung transformasi pendidikan digital di daerah lain di Indonesia.
Hubungan antara Empati dan Kualitas Hubungan Interpersonal pada Mahasiswa Pertama Henerges, Anakita; Sri Tiatri
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 12 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v4i12.2353

Abstract

Kehidupan mahasiswa pada era globalisasi melibatkan teknologi sebagai alat bantu dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Namun, penurunan interaksi langsung antar individu menjadi masalah penting yang perlu dianalisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara empati dan kualitas hubungan interpersonal pada mahasiswa, dengan fokus pada empat dimensi: Dukungan, Konflik, Komunikasi, dan Interaksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, dengan populasi mahasiswa di Universitas Tarumanagara. Sampel terdiri dari 260 mahasiswa yang diambil secara acak menggunakan teknik probability random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tingkat empati dengan skala Interpersonal Reactivity Index (IRI) dan kualitas hubungan interpersonal melalui skala Quality of Relationship Inventory (QRI). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi sebesar -0,150 dengan nilai signifikansi 0,015, yang mengindikasikan adanya hubungan negatif yang signifikan antara empati dan kualitas hubungan interpersonal, meskipun dengan tingkat kekuatan hubungan yang lemah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi empati yang dimiliki mahasiswa, semakin rendah kualitas hubungan interpersonal yang mereka miliki. Temuan ini bertentangan dengan teori yang menyatakan adanya hubungan positif antara kedua variabel tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk studi lebih lanjut mengenai hubungan antara empati dan kualitas hubungan interpersonal di kalangan mahasiswa.
INTERVENSI MENDONGENG CERITA RAKYAT UNTUK MENINGKATKAN NASIONALISME ANAK DI PANTI ASUHAN Imanuel , Dastin; Billy Nugroho; Daffydd Kenneth; Alessandro Bernard; Wiradika; Sri Tiatri
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i1.33849

Abstract

This study aims to address the decline in the sense of nationalism among children in orphanages through the intervention of storytelling folk tales rich in Pancasila values. The methodology employed involves pre-test and post-test measures to assess changes in nationalism attitudes before and after the intervention. The intervention consisted of screening folk tale films, such as Lutung Kasarung and Si Pitung, followed by traditional storytelling and a psychoeducation session themed "Learning Pancasila Values and Love for the Homeland Through Folk Tales." The results indicate a significant increase in the children's nationalism attitudes following the intervention, with the average pre-test score rising from 70.7 to 105.0 in the post-test, as demonstrated by the paired sample t-test. This evidence supports the effectiveness of folk tale-based interventions in enhancing the nationalism spirit among children. The study contributes to the development of character education grounded in folk tales, providing practical insights for educators and caregivers in orphanages to instill Pancasila values and nationalism from an early age. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi penurunan semangat nasionalisme di kalangan anak-anak panti asuhan melalui intervensi mendongeng cerita rakyat yang sarat dengan nilai-nilai Pancasila. Metode yang digunakan adalah pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan sikap nasionalisme sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi dilakukan melalui pemutaran film cerita rakyat, seperti Lutung Kasarung dan Si Pitung, yang diikuti dengan mendongeng secara tradisional dan sesi psikoedukasi bertema "Belajar Nilai Pancasila dan Cinta Tanah Air Lewat Dongeng Cerita Rakyat." Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam sikap nasionalisme anak-anak setelah intervensi, dengan rata-rata skor pre-test 70.7 meningkat menjadi 105.0 pada post-test, dibuktikan melalui uji paired sample t-test. Hal ini membuktikan bahwa intervensi berbasis cerita rakyat efektif dalam meningkatkan semangat nasionalisme anak-anak. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan pendidikan karakter berbasis cerita rakyat, memberikan wawasan praktis bagi para pendidik dan pengasuh di panti asuhan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila dan nasionalisme sejak usia dini.