Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan status gizi dengan gangguan siklus menstruasi Di SMPN 1 Sleman Yogyakarta Dwi Susanti Susanti; Afi Lutfiyati
Riset Informasi Kesehatan Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.185 KB) | DOI: 10.30644/rik.v10i1.514

Abstract

Latar Belakang: Menstruasi merupakan pengeluaran darah, lendir, dan jaringan sel yang hancur dari uterus dengan siklus rata-rata 28 hari. Siklus menstruasi biasanya akan teratur setiap bulan dengan rentang waktu 21-35 hari. Keadaan ini menjelaskan bahwa organ reproduksi perempuan dalam keadaan baik dan tidak ada masalah. Seorang perempuan dengan siklus menstruasi yang teratur akan mudah mendapatkan kehamilan, menata aktivitas, dan menghitung masa subur. Gangguan siklus menstruasi merupakan gangguan dari pola perdarahan menstruasi seperti adanya amenorrhea (tidak adanya menstruasi selama 3 bulan), polimenorhea (siklus menstruasi dengan jangka pendek <21 hari), dan oligomenorhea (siklus menstruasi dengan jangka waktu lama >35 hari). Gangguan siklus menstruasi dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, anemia, dan sulit hamil yang disebabkan karena tidak terjadinya ovulasi.Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan status gizi dengan gangguan siklus menstruasi. Metode Penelitian: Desain penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan kohort prospektif. Sampel diambil dengan teknik quota sampling yaitu 62 siswi kelas VIII di SMPN 1 Sleman. Pengambilan data dilakukan sebanyak dua kali yaitu pada bulan Mei dan Juli 2019. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan uji Kendall’s Tau. Hasil penelitian: Pada kararteristik responden sebagian besar siswi berada pada usia 14 tahun sejumlah 49 orang (79%) dengan aktifitas fisik sebagian besar pada kategori sedang sejumlah 48 orang (77,4%). Dilihat dari variabel status gizi, sebagian besar siswi berada pada kategori normal sebanyak 35 orang (56,5%). Sedangkan pada variabel gangguan siklus menstruasi sebagian besar siswi berada pada kategori ada gangguan sebanyak 32 orang (51,6%). Hasil uji Kendall’s Tau diperoleh nilai p=0,108 (>0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan gangguan siklus menstruasi.
Tingkat Stress Berhubungan dengan Gangguan Siklus Menstruasi pada Siswi SMPN 1 Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Nurdini Nurdini; Afi Lutfiyati
JPKM: Jurnal Profesi Kesehatan Masyarakat Vol 4, No 1: April 2023
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/jpkm.v4i1.466

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan Tingkat Stres dengan Gangguan Siklus Menstruasi pada siswi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian menggunakan Kohort. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi di SMPN 1 Sleman Yogyakarta dan sampel yang diambil sebanyak 62 orang dengan menggunakan teknik quota sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah Gamma dan koefisien korelasi untuk mengetahui keeratan hubungan. Hasil penelitian menunjukkan siswi yang memiliki stres ringan dengan tidak memiliki gangguan siklus menstruasi sebanyak 15 orang (24,2%), siswi dengan stres sedang dengan adanya gangguan siklus menstruasi sebanyak 23 orang (43,5%). Siswi dengan tingkat stres ringan dan adanya gangguan siklus menstruasi sebanyak 5 orang (8,1%), dan siswi dengan stres sedang dan tidak memiliki gangguan siklus menstruasi sebanyak 15 orang (24,2%). Uji gamma diperoleh nilai p=(0,002)0,05 dengan nilai koefisien korelasi (G) sebesar 0,688. Kesimpulan ada hubungan antara tingkat stres dengan gangguan siklus menstruasi pada siswi SMPN 1 Sleman Yogyakarta dengan keeratan hubungan kuat.
Characteristic of Reproductive Age Women Living With HIV/AIDS in Victory Plus Foundation, Yogyakarta, Indonesia Dwi Kartika Rukmi; Ike Wuri Winahyu Sari; Afi Lutfiyati
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 7 No 2 (2020): MAY 2020
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v7i2.467

Abstract

Around 50% of people living with HIV/AIDS worldwide are women, and women of reproductive age are the group of women who are most infected by HIV/AIDS. Indonesia is a country that has increased the number of people with HIV/AIDS up to three folded since 2009-2014 and the number of women infected with HIV/AIDS also continues to increase. This study aims to look at the characteristics of women living with HIV / AIDS (WLWHA) in Victory Plus who are of reproductive age. This study is descriptive research with a cross-sectional approach that was conducted on 288 women with HIV / AIDS taken by purposive sampling who met the inclusion criteria in Victory Plus Foundation, Yogyakarta. Data were taken by questionnaire in March – June 2019 and processed by univariate analysis according to the data. The results showed that respondents 100% underwent ART, they are 35.42 ± 6.91 years old, suffered HIV for 4.06± 3.21 years, and have a length of ART duration for 3.74±3.11 years. Most of WLWHA are Muslims (89,9%), Javanese (94,4%), married women (52,8%), senior high school educated (46,5%), housewives (68,8%), have living children (80,6%), have no child with HIV(87,5%), adherence on ART(85,4%), have steady sex partner (75,3%), disclosed their HIV status to their sexual partner (50,7%), disclosed their HIV status to others (50,7%), and having better health perception (73,3%). The conclusion that the characteristics of respondents are mostly Muslim, have a high school education background, work as a housewife, are married, have live children, have no children with HIV, are on ART, open to sexual partners, open to other than sexual partners and have improved health perception.
Determinan of Factors Associated with Maternity Emergency of Premature Rupture of Membranes: A Literature Review Tyas Ayu Anggraini; Afi Lutfiyati
MEDIA ILMU KESEHATAN Vol 12 No 2 (2023): Media Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/mik.v12i2.841

Abstract

Background: Premature Rupture of Membranes (PROM) is an emergency during to the puerperium which cause serious problems for the mother and fetus. Objective: To identify the determinants factors associated with PROM in pregnant women. Methods: A systematic review of the literature on articles published in the 2017-2022 timeframe. The journal was obtained through 8 databases (Google scholar, PubMed, Garuda Portal, Science Direct, Proquest, Crossref, National Library, Scopus) using "Maternity Emergency" AND "Premature rupture of membranes". Results: The results of the study search found 1,413 articles which seven articles were selected and reviewed. The results show that the factors associated with PROM included parity (p=0.034; 0.034; 0.001), maternal age (p=0.018; 0.018; 0.063), exposure to cigarette smoke (p=0.044), sexual pattern (p=0.008), frequency of ANC (p=0.001), anemia (p=0.001), history of cervical conization (p=0.010), cervical length <25 mm at week 28 (p=0.009), negative lactobacillus (p=0.030), and second trimester bleeding (p=0.020). Conclusion: The most dominant factor associated with the incidence of PROM were history of cervical conization.
Pencegahan Stunting dengan Peningkatan Pengetahuan Ibu dengan Balita di TK Tunas Islam Yogyakarta Dwi Susanti Susanti; Afi Lutfiyati; Ekawati
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 5 No 2 (2023): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v5i2.988

Abstract

Stunting pada balita perlu menjadi perhatian khusus karena dapat menghambat perkembangan fisik dan mental anak. Stunting berkaitan dengan peningkatan risiko kesakitan dan kematian serta terhambatnya pertumbuhan kemampuan motorik dan mental. Balita yang mengalami stunting memiliki risiko terjadinya penurunan kemampuan intelektual, produktivitas, dan peningkatan risiko penyakit degeneratif di masa mendatang. Salah satu faktor yang berpengaruh secara langsung pada balita stunting adalah rendahnya asupan zat gizi terutama energi, protein, iron, zinc, dan kalsium. Asupan zat gizi tersebut diperoleh dari Air Susu Ibu (ASI) dan Makanan Pendamping-Air Susu Ibu (MP-ASI). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa salah satu faktor kejadian stunting adalah kurangnya pengetahuan ibu tentang kesehatan dan gizi sehingga ibu tidak dapat mengambil sikap dalam upaya mencegah terjadinya stunting. Menurut hasil penelitian sebelumnya terdapat hubungan antara sikap dan pengetahuan ibu dengan kejadian stunting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan wali murid siswa TK Tunas Islam Yogyakarta tentang stunting dan pencegahannya. Kegiatan penyuluhan kesehatan dilakukan di TK Tunas Islam dengan jumlah peserta sebanyak 33 orang. Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan terjadi peningkatan pengetahuan wali murid tentang stunting dan pencegahannya. Pengetahuan ibu sebelum diberikan penyuluhan kesehatan dalam kategori cukup (45,6%) dan setelah diberikan penyuluhan kesehatan mayoritas dalam kategori baik (63,64%).
Analysis of factors related to unmet need for family planning in Bantul, D.I. Yogyakarta Afi Lutfiyati; Dwi Susanti
MEDIA ILMU KESEHATAN Vol 13 No 1 (2024): Media Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/mik.v13i1.1344

Abstract

Background: Unmet need for family planning refers to women who wish to delay or limit births but didn’t use contraceptive methods to achieve them. Factors related were marital status, place of residence, and access to health services. Occupational factors, sources of information, husband’s support for family planning, and discussions about family planning with husbands were also related to unmet need. Objective: To identify that most influence unmet need for family planning in Bantul District, D.I. Yogyakarta.Methods: Research design using a cross-sectional approach with a cluster random sampling technique, namely 331 couples of reproductive age in Wonokromo I and Wonokromo II villages. The research instrument was a questionnaire. The results were analyzed using Chi-square test and multivariate with logistic regression.Results: Chi-square test on variables of knowledge about family planning p=0.406, access to family planning services with p-value=0.005, sources of information p=0.001, discussion of family planning with husbands p=0.001, and husband’s support in family planning with p=0.001. The OR value of discussing contraception with the husband were 6.3.Conclusion: The most dominant factor related to unmet need for family planning in Bantul district, D.I. Yogyakarta were a discussion of family planning with husbands
The Effect of Health Education about Breastfeeding Father on Husband's Knowledge at Pajangan Health Center, Bantul Yogyakarta Susanti, Dwi; Lutfiyati, Afi
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 4, No 4 (2021): Budapest International Research and Critics Institute November
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v4i4.3464

Abstract

Mothers and husbands who have less knowledge about nutrition for pregnant women and exclusive breastfeeding are one of the causes of stunting. Prevention of stunting can be done since pregnancy and exclusive breastfeeding after the baby is born. The success of exclusive breastfeeding requires husband's support. BReastfeeding Fatheris the involvement of the father/husband in providing full support both morally and materially to his wife in the breastfeeding process. The role as a breastfeeding father requires good knowledge about breastfeeding fathers and breastfeeding. Husbands who have good knowledge have 1.7 times the possibility that the baby will get exclusive breastfeeding.This study used a quasi-experimental research method, with a one group pretest – posttest design, before giving the intervention a pretest was given, then the health education intervention was given using video, after the intervention was given a posttest. Respondents in this study were husbands of pregnant women who did Antenatal care (ANC) examinations at Pajangan Health Center Bantul Yogyakarta with a total of 30 respondents. The sampling technique used is accidental sampling. Data analysis in this study used frequency distribution and Wilcoxon's test. There is a difference in the average value of the setting before and after being given health education about breastfeeding fathers using video with a p-value of 0.000. Health education about breastfeeding fathers uses effective video media to increase husband's knowledge.
Dukungan Teman Sebaya berhubungan dengan Perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri sebagai Deteksi Dini Fibroadenoma Mammae pada Mahasiswi Putri Ana, Ayu; Lutfiyati, Afi
HEALTHY BEHAVIOR JOURNAL Vol 1 No 1 (2023): Healthy Behavior Journal
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/hbj.v1i1.834

Abstract

Background: Fibroadenoma mammae (FAM) usually occurs in women aged <30 years. Women with FAM have an 8.95 times higher risk of developing breast cancer. Early detection measures could be done with breast self-examination (BSE). One of the factors that affect BSE is peer support. This study aimed to determine the association between peer support and BSE behavior as an early detection of mammary fibroadenoma in female students. Method: Type of research is quantitative study with a cross sectional approach. The population in this study were nursing students, amnouting to 218 female students. Samples were taken based on inclusion and exclusion criteria, selecting samples used a stratified random sampling technique with a sample size of 76 respondents. This research instrument used a questionnaire. Respondents had peer support the majority in the good category of 37 respondents (48.7%), most of BSE behavior were the sufficient category of 49 respondents (64.5%). Result: The result of several analyzes showed that there were a significant association between peer support and BSE behavior p-value of 0.001 (p<0.05), with a low association value of 0.392. There were an association between peer support and BSE behavior as an early detection of mammary fibroadenoma in female students. Conclusion: The advice given should be for female students to increase peer support in advocating and reminding them to do BSE.
DUKUNGAN KELUARGABERPERAN PENTING DALAM PENCAPAIAN PERAN IBU PRIMIPARA Trisetyaningsih, Yanita; Lutfiyati, Afi; Kurniawan, Anto Pamungkas
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 8 No 1 (2017): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.831 KB)

Abstract

Latar Belakang: Pencapaian peran ibu sebagai suatu proses dimana seorang ibu dapat mencapai kemampuannya dalam menjalankan perannya sebagai ibu, mengintegrasikan perilaku keibuannya sampai mereka menemukan peran baru dimana mereka mencapai kepercayaan diri, dan keselarasan dengan identitas barunya. Dukungan keluarga adalah sebuah proses yang terjadi sepanjang masa kehidupan, sifat, dan jenis dukungan berbeda dalam berbagai tahap-tahap siklus kehidupan. Tujuan: Diketahuinyahubungandukungankeluargadenganpencapaianperanibuprimipara. Metode:Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dengan accidental sampling, besar sampel 31 responden. Analisa data menggunakan instrument dukungan keluarga, instrument pencapaian peran ibu. Hasil: Hasil perhitungan statistic menggunakan ujiSpearman Rank diperoleh hubungan p-value sebesar 0,001 (p<0,005) yang artinya bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan pencapaian peran ibu. Kesimpulan: Hubungan antara dukungan keluarga dengan pencapaian peran ibu primipara di Wilayah Kerja Puskesmas Ngaglik II, Sleman, D.I.Yogyakarta signifikan p-value sebesar 0,001 (p<0,005).
HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI DENGAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE SAAT MENSTRUASI Susanti, Dwi; Lutfiyati, Afi
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 11 No 2 (2020): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.042 KB) | DOI: 10.55426/jksi.v11i2.119

Abstract

ABSTRAK Latarbelakang: Masa remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak ke dewasa dengan ditandai perubahan fisik dan piskologis. Perubahan fisik salah satunya terjadinya perubahan seks sekunder yaitu menstruasi. Pengetahuan tentang personal hygiene saat menstruasi penting untuk membentuk perilaku personal hygiene yang benar saat menstruasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan remaja putri dengan perilaku personal hygiene saat menstruasi di SMP N 1 Gamping Sleman Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 62 responden yang diambil secara random sampling pada siswi kelas VII dan VIII. Analisis data menggunakan analisis Kendall Tau. Hasil: Pengetahuan remaja putri tentang personal hygiene saat menstruasi dalam kategori baik yaitu sebanyak 39 (62,9%), dan perilaku personal hygiene saat menstruasi dalam kategori positif yaitu sebanyak 38 (61,8%). Hasil uji Kedall tau menunjukkan nilai P value sebesar 0,023. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan remaja putri dengan perilaku personal hygiene saat menstruasi di SMP N 1 Gamping Sleman Yogyakarta.