Claim Missing Document
Check
Articles

SIKLUS MENSTRUASI BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) DI SMAN 1 GODEAN, SLEMAN MENSTRUAL CYCLE ASSOCIATED WITH PREMENSTRUAL SYNDROME IN SMAN 1 GODEAN, SLEMAN DISTRICT Lutfiyati, Afi; Hutasoit, Masta; Nirmalasari, Novita
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 12 No 1 (2021): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.79 KB) | DOI: 10.55426/jksi.v12i1.144

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Masalah reproduksi remaja akan menyebabkan malnutrisi dan pertumbuhan terlambat yang dihubungkan dengan gangguan siklus menstruasi. Selama masa pubertas, sekitar 80-90% wanita akan mengalami gejala PMS. Faktor penyebab terjadinya PMS antara lain faktor hormonal, faktor genetik, faktor gaya hidup berkaitan dengan peningkatan berat badan, kualitas tidur, dan aktifitas fisik. Faktor psikologis salah satunya stres. Gejala-gejala PMS akan semakin hebat dirasakan ketika wanita terus menerus mengalami tekanan. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan siklus menstruasi dengan kejadian premenstrual syndrome. Metode Penelitian: Desain penelitian Kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil dengan teknik stratified random sampling yaitu 99 siswi kelas XI di SMAN 1 Godean. Pengambilan data menggunakan google form pada bulan Juli 2020. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Hasil penelitian dianalisis secara bivariat dengan menggunakan uji Somer’s. Hasil penelitian: Pada kararteristik responden sebagian besar siswi berada pada usia 17 tahun sejumlah 62 orang (62,6%), kebiasaan menstruasi sebagian besar pada kategori rutin sejumlah 87 orang (87,9%). Uji Somer’s mendapatkan nilai p=0,969. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara siklus menstruasi dengan kejadian premenstrual syndrome.
Perilaku Menjaga Kesehatan Genetalia berhubungan dengan Kejadian Keputihan di SMK Muhammadiyah 4 Yogyakarta Lutfiyati, Afi
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 13 No 02 (2022): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55426/jksi.v13i02.219

Abstract

Background: Adolescents are at risk of experiencing leucorrhoea because this period is a transitional period or a period of maturity of their sexual organs. Leucorrhoea is a problem that is often experienced by women of various ages. One of the factors that affects leucorrhea is the behavior to maintain genital health which is a self-care activity especially carried out in the female organs to avoid infection. The most commonly carried out behavior which is rarely applied is washing hands before touching the genital area. Methods: This is a quantitative research with a cross-sectional approach. The sample used is total sampling with a total of 45 female respondents. Data collection was carried out on 8 June 2022 at SMK Muhammadiyah 4 Yogyakarta. Questionnaires about the genital health behavior and the cases of leucorrhea were used as the instruments. The data collected were analyzed using the chi-square test. Results and discussion: Based on the results of the study showed that the behavior of maintaining the health of genetalia, the majority of respondents behaved well as many as 23 respondents (51.1%), the majority of respondents with physiological discharge incidence were 32 respondents (71.1%). The analysis results of the chi-square test show that there is an association between the behavior to maintain genital health and the cases of leucorrhea with p-value of 0,002 (p<0.05) (OR=10,5; 95% CI=1,969-55,998). Therefore, the respondents whose genital health behavior is poor are likely to suffer from pathological leucorrhea 10,5 times higher compared to the respondents who have a good behavior in maintaining their genital health. Conclusion: There is an association between the behavior to maintain genital health and the cases of leucorrhea at SMK Muhammadiyah 4 Yogyakarta.
THE EFFECT OF HEALTH EDUCATION ON KNOWLEDGE ABOUT ADOLESCENT REPRODUCTIVE HEALTH IN SMK TAMAN SISWA OF NANGGULAN KULON PROGO Lutfiyati, Afi
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 14 No 01 (2023): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55426/jksi.v14i01.242

Abstract

Background: The results of the 2017 Indonesian Demographic and Health Survey (SDKI) on Adolescent Reproductive Health (KRR) stated that adolescent knowledge about reproductive health was inadequate due to a lack of information which led adolescents toward risky behavior, such as having sex freely, which causes the emergence of diseases related to reproduction including Sexually Transmitted Infections (STI), Human Immunodeficiency Virus (HIV) or Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). The effort to increase adolescent knowledge is made through adolescent reproductive health counseling with video media. The objective of the Research: To investigate the effect of health education on knowledge about adolescent reproductive health at SMK Taman Siswa Nanggulan. Method: This study used a pre-experimental design with one group pretest-posttest design. The population of this study were all students of class XI at SMK Taman Siswa Nanggulan Kulon Progo with the total of 84 people. The sampling technique using purposive sampling obtained 51 samples. Health education interventions on reproductive health use audiovisual, namely video counseling. Data were collected using a reproductive health knowledge questionnaire. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test. Results: The knowledge possessed by respondents before being given health counseling showed that most of them had low knowledge (52.9%), while after being given health counseling, they showed moderate knowledge (58.8%). The results of the Wilcoxon Signed-Rank Test obtained a p-value = 0.001 (p <0.05). Conclusion: There is an effect of health education on knowledge about adolescent reproductive health at SMK Taman Siswa Nanggulan.
Determinan Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Dismenorea Siswi di SMAN 1 Godean Sleman D.I.Yogyakarta Lutfiyati, Afi; Dwi Susanti; Eniyati
Jurnal Kesehatan Madani Medika Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/jmm.v14i02.361

Abstract

Dismenorea adalah nyeri saat menstruasi yang umumnya disertai dengan kram dan pusatnya berada di abdomen bagian bawah. Pada nyeri menstruasi, gejala yang muncul bervariasi dari yang ringan sampai berat. Dismenorea diakibatkan oleh ketidakseimbangan hormon progesteron dalam darah sehingga mengakibatkan keluhan rasa nyeri saat menstruasi. Dampak yang dapat terjadi jika dismenorea tidak ditangani adalah gangguan aktivitas sehari-hari, gelisah, depresi, infertilitas atau kemandulan, kehamilan tidak terdeteksi dan kista pecah. Dismenorea dapat terjadi karena beberapa faktor risiko antara lain menarche pada usia dini, wanita yang belum pernah melahirkan, merokok, riwayat dismenorea keluarga, obesitas, dan kurangnya aktivitas fisik. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan stress, usia menarche, kualitas tidur, riwayat keluarga, aktifitas fisik, dan status gizi (IMT) dengan kejadian dismenorea. Metode penelitian menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan case-control. Sampel diambil dengan teknik quota sampling yaitu 84 siswi kelas XI dibagi kelompok kasus dan kelompok kontrol. Pengambilan data pada bulan Juli 2023. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Hasil penelitian dianalisis secara bivariat dengan menggunakan uji Chi-square dan multivariat dengan regresi logistik. Hasil penelitian pada variabel kualitas tidur nilai p-value= 0,008 (<0,05). Pada variabel IMT, usia menarche, riwayat keluarga, stress, dan aktifitas fisik nilai p-value= 0,165, 0,595, 0,247, 0,078, dan 0,827 (>0,05). 0,008 (<0,05). Nilai OR kualitas tidur=3,104 (CI 95%= 1,231-7,828). Kesimpulan ada hubungan kualitas tidur dengan kejadian dismenorea primer. Tidak ada hubungan IMT, usia menarche, riwayat keluarga, stress, dan aktifitas fisik dengan kejadian dismenorea primer. Kualitas tidur merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian dismenorea.
Karakteristik Isteri Berhubungan dengan Unmet Need For Family Planning Pada Pasangan Usia Subur (PUS) di Desa Wonokromo Pleret Bantul Afi Lutfiyati
Jurnal Kesehatan Madani Medika (JKMM) Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.125 KB) | DOI: 10.36569/jmm.v13i1.210

Abstract

Ukuran yang bermanfaat untuk kesenjangan antara keinginan reproduksi wanita dan ketentuan pelayanan kesehatan adalah estimasi kebutuhan kontrasepsi yang belum terpenuhi atau disebut dengan unmet need for family planning. Indikator ini mengacu pada wanita yang ingin menunda atau membatasi kelahiran tetapi tidak menggunakan metode kontrasepsi untuk mencapainya. Unmet need KB secara nasional ditarget sebesar lima persen pada 2015. Di Indonesia masih terdapat 11% unmet need, Provinsi DIY sebanyak 13,69%, sedangkan unmet need di Kabupaten Bantul selalu mengalami peningkatan sejak tahun 2015, terakhir tahun 2019 sebesar 10,55%. Alasan unmet need wanita salah satunya karena sumber daya manusia yang masih rendah dengan pola pikir tradisional dilatarbelakangi oleh faktor keagamaan dan kultur budaya. Faktor yang berhubungan dengan unmet need adalah usia, status pernikahan, tempat tinggal, pendidikan, pekerjaan, dan akses kepada pelayanan kesehatan. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan usia, pendidikan, pekerjaan, paritas dengan unmet need for family planning. Metode Penelitian menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling yaitu 331 PUS di dusun Wonokromo I dan Wonokromo II. Pengambilan data pada bulan Mei dan Juni 2021. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Hasil penelitian dianalisis secara bivariat dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian dianalisis dengan uji Chi-square variabel pendidikan isteri dengan nilai p=0,112, pekerjaan isteri p=0,075, usia isteri dengan nilai p=0,001, paritas p=0,001. Kesimpulan ada hubungan antara usia ibu dan paritas dengan unmet need for family planning di Desa Wonokromo, Pleret, Bantul. Tidak ada hubungan antara Pendidikan dan pekerjaan dengan unmet need for family planning di Desa Wonokromo, Pleret, Bantul.
Dukungan Teman Sebaya berhubungan dengan Perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri sebagai Deteksi Dini Fibroadenoma Mammae pada Mahasiswi Putri Ana, Ayu; Lutfiyati, Afi
HEALTHY BEHAVIOR JOURNAL Vol. 1 No. 1 (2023): Healthy Behavior Journal
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/hbj.v1i1.834

Abstract

Background: Fibroadenoma mammae (FAM) usually occurs in women aged <30 years. Women with FAM have an 8.95 times higher risk of developing breast cancer. Early detection measures could be done with breast self-examination (BSE). One of the factors that affect BSE is peer support. This study aimed to determine the association between peer support and BSE behavior as an early detection of mammary fibroadenoma in female students. Method: Type of research is quantitative study with a cross sectional approach. The population in this study were nursing students, amnouting to 218 female students. Samples were taken based on inclusion and exclusion criteria, selecting samples used a stratified random sampling technique with a sample size of 76 respondents. This research instrument used a questionnaire. Respondents had peer support the majority in the good category of 37 respondents (48.7%), most of BSE behavior were the sufficient category of 49 respondents (64.5%). Result: The result of several analyzes showed that there were a significant association between peer support and BSE behavior p-value of 0.001 (p<0.05), with a low association value of 0.392. There were an association between peer support and BSE behavior as an early detection of mammary fibroadenoma in female students. Conclusion: The advice given should be for female students to increase peer support in advocating and reminding them to do BSE.
Determinan of Factors Associated with Maternity Emergency of Premature Rupture of Membranes: A Literature Review Ayu Anggraini, Tyas; Lutfiyati, Afi
MEDIA ILMU KESEHATAN Vol 12 No 2 (2023): Media Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/mik.v12i2.841

Abstract

Background: Premature Rupture of Membranes (PROM) is an emergency during to the puerperium which cause serious problems for the mother and fetus. Objective: To identify the determinants factors associated with PROM in pregnant women. Methods: A systematic review of the literature on articles published in the 2017-2022 timeframe. The journal was obtained through 8 databases (Google scholar, PubMed, Garuda Portal, Science Direct, Proquest, Crossref, National Library, Scopus) using "Maternity Emergency" AND "Premature rupture of membranes". Results: The results of the study search found 1,413 articles which seven articles were selected and reviewed. The results show that the factors associated with PROM included parity (p=0.034; 0.034; 0.001), maternal age (p=0.018; 0.018; 0.063), exposure to cigarette smoke (p=0.044), sexual pattern (p=0.008), frequency of ANC (p=0.001), anemia (p=0.001), history of cervical conization (p=0.010), cervical length <25 mm at week 28 (p=0.009), negative lactobacillus (p=0.030), and second trimester bleeding (p=0.020). Conclusion: The most dominant factor associated with the incidence of PROM were history of cervical conization.
Analysis of factors related to unmet need for family planning in Bantul, D.I. Yogyakarta Lutfiyati, Afi; Susanti, Dwi
MEDIA ILMU KESEHATAN Vol 13 No 1 (2024): Media Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/mik.v13i1.1344

Abstract

Background: Unmet need for family planning refers to women who wish to delay or limit births but didn’t use contraceptive methods to achieve them. Factors related were marital status, place of residence, and access to health services. Occupational factors, sources of information, husband’s support for family planning, and discussions about family planning with husbands were also related to unmet need. Objective: To identify that most influence unmet need for family planning in Bantul District, D.I. Yogyakarta.Methods: Research design using a cross-sectional approach with a cluster random sampling technique, namely 331 couples of reproductive age in Wonokromo I and Wonokromo II villages. The research instrument was a questionnaire. The results were analyzed using Chi-square test and multivariate with logistic regression.Results: Chi-square test on variables of knowledge about family planning p=0.406, access to family planning services with p-value=0.005, sources of information p=0.001, discussion of family planning with husbands p=0.001, and husband’s support in family planning with p=0.001. The OR value of discussing contraception with the husband were 6.3.Conclusion: The most dominant factor related to unmet need for family planning in Bantul district, D.I. Yogyakarta were a discussion of family planning with husbands
Deteksi Dini Gangguan Pertumbuhan Dan Perkembangan Anak Usia Prasekolah di Tk Islam Sunan Gunung Jati Latifah Susilowati; Susanti, Dwi; Lutfiyati, Afi; Hutasoit, Masta
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 4 No 1 (2022): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v4i1.697

Abstract

Setiap anak perlu mendapatkan stimulasi rutin sedini mungkin dan terus menerus pada setiap kesempatan. Kurangnya stimulasi dapat menyebabkan penyimpangan tumbuh kembang anak, bahkan gangguan menetap. Pembinaan tumbuh kembang anak secara komprehensif dan berkualitas di perlukan untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal. Sebagai upaya untuk mencegah adanya keterlambatan pada perkembangan dan masalah pertumbuhan maka perlu adanya deteksi dini. Deteksi dini pertumbuhan berdasarkan buku panduan SDIDTK menggunakan pemeriksaan berat badan dan tinggi badan. Sedangkan deteksi dini perkembangan dapat dilakukan dengan menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Kegiatan deteksi dini dapat dilaksanakan melalui pengabdian masyarakat dengan alur sebagai berikut pengabdi melakukan pemeriksaan berat badan dan tinggi badan selanjutnya menentukan status gizi. Pemeriksaan perkembangan dilakukan kepada peserta menggunakan KPSP untuk mengetahui apakah peserta mengalami keterlambatan dalam perkembangannya dan diinterpretasikan hasilnya. Tahap terakhir adalah konsultasi hasil pemeriksaan oleh pengabdi. Hasil pengabdian masyarakat adalah peserta berjenis kelamin perempuan sebanyak 60,9% dan 39,1% berjenis kelamin laki-laki. Sebagian besar peserta berusia 6 tahun yaitu sebanyak 47,83% diikuti usia 5 tahun sebanyak 39,13% dan usia 4 tahun sebanyak 13,04%. Sebagian besar peserta memiliki status gizi baik yaitu sebesar 87% sedangkan peserta yang berisiko gizi lebih sebanyak 8,7% dan obesitas sebanyak 4,3%. Perkembangan peserta sesuai umur sebanyak 95,7% sedangkan peserta dengan perkembangan meragukan sebesar 4,3%. Kesimpulan dalam kegiatan ini adalah anak usia pra sekolah masih ada yang mengalami masalah keterlambatan perkembangan dan memiliki status gizi beresiko gizi berlebih serta obesitas.
Pemeriksaan Hemoglobin sebagai Evaluasi Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) Di SMA N 1 Godean Sleman Yogyakarta Lutfiyati, Afi; Dias Utami, Khristin; Susanti, Dwi
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 4 No 2 (2022): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v4i2.754

Abstract

Kejadian anemia pada ibu hamil mengalami peningkatan pada tahun 2018 dibandingkan dengan tahun 2013. Pada tahun 2013 kejadian ibu hamil dengan anemia sebanyak 37,1% dan pada tahun 2018 sebesar 48,9%. Kondisi tersebut disebabkan karena tingginya kejadian anemia pada remaja putri yaitu sebesar 25% dan 17% pada wanita usia subur. Anemia pada remaja dapat mengakibatkan gangguan perkembangan psikomotor, merusak kinerja kognitif serta berdasarkan siklus kehidupan wanita, anemia pada remaja yang tidak tertangani dengan baik dapat mengakibatkan kehamilan dengan anemia. Pemberian tablet tambah darah (TTD) adalah salah satu cara yang efektif untuk mengatasi masalah tersebut. Tablet tambah darah yang dikonsumsi dengan rutin dapat meningkatkan kadar hemoglobin. Berdasarkan data menunjukkan 80,9% remaja mendapatkan TTD di sekolah, 80,9% tersebut konsumsi TTD remaja putri > 52 butir hanya 1,4%, sedangkan < 52 butir sebesar 98,6%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masih rendahnya kesadaran remaja putri akan pentingnya konsumsi TTD sebagai langkah untuk pencegahan anemia. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi program pemberian tablet tambah darah pada siswi dengan cara melakukan pemeriksaan kadar hemoglobin pada siswi SMA N 1 Godean Yogyakarta. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan pada tanggal 16-17 Juli 2022 dan diikuti oleh 81 siswi kelas X dan XI SMA N 1 Godean. Hasil pengabdian kepada masyarakat adalah mayoritas siswi berusia 16 tahun sebanyak 48,1%, siswi mayoritas memiliki indeks masa tubuh normal sebanyak 58%, usia menarche paling banyak 12 tahun 38,3%, siklus menstruasi paling banyak adalah normal 72,8%. Mayoritas siswi memiliki kebiasaan sarapan sebanyak 87,7% dan jarang makan makanan junkfood sebanyak 54,3%. Mayoritas siswi tidak mengalami anemia sebesar 43 (53,1%) dan sebagian besar siswi tidak patuh dalam mengkonsumsi tablet tambah darah yaitu sebesar 68 (83,9%).