Claim Missing Document
Check
Articles

Tingkat eksploitasi Kerang Pasir (Modiolus modulaides) di perairan Bungkutoko Kecamatan Abeli Kota Kendari Sulawesi Tenggara Untu, La; Bahtiar, .; Mustafa, Ahmad
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.617 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai April 2015 dengan tujuan untuk mengetahui tingkat eksploitasi kerang pasir di perairan Bungkutoko. Metode pengambilan sampel dilakukan secara acak melalui koleksi bebas dengan cara mengumpulkan semua kerang yang diperoleh selama periode penelitian di lapangan.Total sampel kerang pasir selama penelitian sebesar 2.263 individu yang terdiri dari 1.221 (jantan) dan 1.042 (betina). Data yang ditemukan dilapangan dianalisis dengan menggunakan program FiSAT II versi 3.0. Hasil analisis pengukuran panjang cangkang yang ditemukan berkisar 2–9,03 cm (jantan) dan 2,95–8,77 cm (betina). Kisaran ukuran panjang dominan pada jantan dan betina masing-masing sebesar 6,48–7,11 cm dan 6,13–6,65 cm. Hasil analisis kelompok ukuran berkisar pada kelompok ukuran dewasa dan tua. Hasil analisis parameter pertumbuhan menunjukkan nilai panjang asimtotik (L∞), konstanta pertumbuhan (K), dan nilai dugaan to pada jantan dan betina masing-masing sebesar 9,04, 1,5, dan -0,07 serta 8,83, 0,87, dan -0,22. Hasil analisis pendugaantingkat mortalitas menunjukkan nilai mortalitas alami (M), mortalitas penangkapan (F), dan mortalitas total (Z) pada jantan dan betina masing-masing sebesar 2,91, 3,36, dan 6,27 serta 0,90, 2,37, dan 3,27, sehingga tingkat eksploitasi (E) jantan dan betina masing-masing sebesar 0,46 dan 0,28. Nilai eksploitasi tersebut menunjukkan bahwa tingkat eksploitasi kerang pasir di perairan Bungkutoko masih tergolong rendah (under fishing) dengan belum mencapai titik maksimum pemanfaatan.Kata Kunci : Kerang Pasir, Perairan Bungkutoko,Tingkat Eksploitasi
Evaluasi Peran Daerah Perlindungan Laut Terhadap Kondisi Sumberdaya Dan Lingkungan Pesisir Desa Waha Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi Alwin, .; Nur, Andi Irwan; Mustafa, Ahmad
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 3, No 4 (2018): Oktober 2018
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.12 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran Daerah Perlindungan Laut terhadap Kondisi Sumberdaya dan Lingkungan Pesisir Desa Waha di Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2017. Data ekosistem terumbu karang berupa tutupan karang dan kelimpahan serta keanekaragaman ikan karang tahun 2006 sampai 2017 diperoleh dari data sekunder dan data primer, menggunakan metode Point Intercept Transek, dan Undervater Visual Sensus. Presepsi masyarakat tentang tekanan terhadap sumberdaya terumbu karang dan ikan karang diperoleh melalui wawancara kepada stakeholders. Hasil penelitian  menunjukan bahwa ada beberapa dampak positif setelah adanya DPL, serta indikator ekologi (karang dan ikan), dan Persepsi Masyarakat memperlihatkan ada dampak positif setelah adanya DPL. Persentase tutupan karang hidup selama terbentuknya DPL memperlihatkan trend membaik yaitu dari 19,00% (tahun 2006) menjadi 54,00% (tahun 2017).  Kelimpahan ikan karang mengalami peningkatan yaitu dari tahun 2006 sebesar 1,096 ind/m2 menjadi 2,924 tahun 2017. Keanekaragaman ikan karang meningkat dari 2,381 tahun 2006  menjadi 3,085 tahun 2017. Secara umum tekanan terhadap terumbu karang dan komunitas ikan karang mengalami penurunan, tetapi potensi ancaman dari luar DPL masih ada dan hal yang paling mendasar adalah masih adanya penangkapan ikan di dalam area DPL.Kata Kunci: Daerah Perlindungan Laut, Tutupan Karang, Ikan Karang, Pengelolaan Terumbu Karang, Wakatobi
Biologi Reproduksi Ikan Selar Kuning (Selaroides leptolepis) di Perairan Wolo Kabupaten Kolaka Hestiana, .; Yasidi, Farid; Mustafa, Ahmad
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.578 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan di perairan Wolo Kabupaten Kolaka pada bulan Januari 2018 – Maret 2018. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui beberapa aspek biologi reproduksi ikan selar kuning yang meliputi hubungan panjang berat, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, ukuran pertama kali matang gonad, fekunditas dan diameter telur. Contoh ikan diperoleh menggunakan jarring insang dengan mesh size 1,5 inch. Sampel diperoleh dari hasil tangkapan nelayan sebanyak 162 ekor yang terdiri atas 50 ekor jantan dan 112 ekor betina. Masing-masing individu ikan sampel  diukur panjangnya dan ditimbang beratnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pertumbuhan ikan jantan dan betina masing-masing adalah allometrik negative dan positif. Tingkat kematangan gonad ikan jantan dan betina didominasi TKG I dan II. Rata-rata IKG ikan selar kuning betina (1,16– 1,71) lebih besar dibandingkan ikan selar kuning jantan  (0,009 – 0,018). Ukuran pertama kali matang gonad ikan selar kuning  betina mengalami matang gonad yaitu pada 118 mm dan ikan selar kuning jantan matang gonad yaitu pada 140 mm. Potensi reproduksi  ikan  selar kuning  dengan  jumlah  telur  yang  dihasilkan  oleh  setiap  individu betina berkisar 4.380 –16.409 butir. Diameter telur ikan selar kuning diperoleh dengan kisaran 11,6-17 µm. Ikan selar kuning melakukan pemijahan secara bertahap sehingga tipe pemijahannya bersifat partial spawner.Kata Kunci : Selaroides leptolepis, Kematangan gonad, Fekunditas , Kolaka
Biologi reproduksi Ikan Nila (Oreohcromis niloticus) di Perairan Rawa Aopa Watumohai Kecamatan Angata Kabupaten Konawe Selatan Erni, Rosma; Asriyana, .; Mustafa, Ahmad
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.81 KB)

Abstract

Informasi mengenai biologi reproduksi ikan dibutuhkan sebagai acuan dalam pengelolaan sumber daya ikan nila secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek biologi reproduksi ikan nila di perairan Rawa Aopa. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2017. Sampel ikan nila ditangkap menggunakan bubu, pancing, dan jaring. Parameter yang diukur meliputi sebaran ukuran, sex ratio, tingkat kematangan gonad, ukuran pertama kali matang gonad indeks kematangan gonad, dan fekunditas. Keseimbangan rasio kelamin jantan dan betina diuji menggunakan Chi-square. Jumlah total ikan yang tertangkap sebanyak 120 ekor yang terdiri atas 64 ekor betina dan 56 ekor jantan. Ukuran panjang dan berat ikan jantan masing - masing berkisar 10,2 - 28,1 mm dan 17 – 371 g, selang ukuran panjang dan bobot ikan betina masing-masing berkisar 9,5 - 28,0 mm dan 17 - 447 g. Sex ratio ikan nila saat bulan April dan Mei berada dalam keseimbangan (sex ratio 1 : 1), kecuali bulan Juni. Tingkat kematangan gonad didominasi TKG I (74,17%) dengan indeks kematangan gonad berkisar 0,0002 - 0,0009. Fekunditas ikan nila berkisar 439 - 4.281 butir. Hasil analisis hubungan fekunditas dan berat total diperoleh persamaan F = -1,907X+17,44 (R2 = 0,474), persamaan ini menunjukkan bahwa keragaman hanya mampu menjelaskan 47,4% terhadap perubahan berat total. Sedangkan hubungan fekunditas dengan panjang total mengikuti persamaan y = -6,640x+43,26 (R2 = 0,651), persamaan ini menunjukkan bahwa keragaman hanya mampu menjelaskan 65,1% terhadap perubahan panjang total. Ukuran pertama kali matang gonad (Lm) ikan betina diperoleh pada ukuran 185,17 mm, sedangkan pada ikan jantan ukuran pertama kali matang gonad tidak ditemukan.Kata Kunci : Biologi reproduksi, Oreochromis niloticus, Rawa Aopa Watumohai.
Studi beberapa karakteristik biologi Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) di Perairan Menui Kepulauan Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah Yanglera, Abdullah; Nur, Andi Irwan; Mustafa, Ahmad
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 1, No 3 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.556 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2015 di Menui Kepulaan Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui beberapa aspek biologi reproduksi ikan K. pelamis yang meliputi sebaran frekuensi panjang, hubungan panjang berat, tingkat kematangan gonad (TKG), indeks kemaatangan gonad (IKG) dan fekunditas. Jumlah sampel ikan K. pelamis yang diambil dari hasil tangkapan nelayan berjumlah 101 ekor, 48 ekor jantan dan 53 ekor betina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran ikan K. pelamis yang tertangkap selama penelitian berkisar dari 290─501 mm. Proporsi tertinggi pada ikan jantan ditemukan pada kelas ukuran 360─395 mm (27,08%) dan terendah pada kelas ukuran 312─334 mm (2,08%). Sementara pada betina, proporsi tertinggi ditemukan pada kelas ukuran 335─359 mm (30,19%). Tipe pertumbuhan ikan K. pelamis jantan bersifat alometrik negatif, sementara betina bersifat alometrik positif. Ikan jantan dan betina ditemukan memiliki TKG I sampai IV. Nilai IKG tertinggi ikan K. pelamis jantan ditemukan pada TKG I sebesar 19,23 dan terendah pada TKG III sebesar 4,74, sementara pada ikan betina nilai IKG tertinggi pada TKG II sebesar 25,98 dan terendah pada TKG III sebesar 11,81. Fekunditas ikan pada TKG III dan IV berkisar 13.959─649.700 butir.Kata kunci : Katsuwonus pelamis, ukuran, tipe pertumbuhan, gonad, Menui Kepulauan
Studi komunitas ikan pada ekosistem padang lamun yang tereksploitasi di Perairan Mola Taman Nasional Laut Wakatobi Nanto, .; Mustafa, Ahmad; Arami, Hasnia
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 1, No 4 (2016): November 2016
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.79 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi jenis, keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi ikan di daerah padang lamun. Penelitian ini dilaksanakan di perairan Mola Selatan, wangi-wangi Selatan Wakatobi pada bulan Mei sampai Juni 2015. Jenis dan kepadatan lamun diamati secara visual menggunakan transek kuadrat (1mx1m), sedangkan pengamatan ikan dengan metode koleksi bebas menggunakan bubu ukuran bubu tinggi 1 m, lebar 0,8 dan tinggi 0,5 m pada tiga stasiun pengamatan. Stasiun I didominasi lamun T. hemprichii (kerapatan 350 ind/m2) dan Cymodocea sp (kerapatan 100 ind/m2), stasiun II didominasi E. acoroides (kerapatan 340 ind/m2) dan stasiun III didominasi E. acoroides (kerapatan 175 ind/m2) dan T. hemprichii (kerapatan 235 ind/m2). Dilokasi penelitian ditemukan 18 spesies ikan dari 10 famili. Terdapat 8 spesies dari 6 famili ditemukan lamun pada lambung Chaerodon anchorago, Gerres oyena, Letrhinus lentjan, Siganus canaliculatus, Parupeneus barberinus, Naso sp, Acanthurus sp dan canterhines sp; 6 spesies dari 3 famili tidak ditemukan lamun pada lambung Cheilinus trilobatus, Cheilio inermis, Scarus ghobban, S. tricolor, S. ferugineus dan Balistides virdescens, sedangkan 4 spesies lainnya tidak diamati. Stasiun I ditemukan 11 spesies (7 famili) yaitu Scaridae (4 spesies) (38,6%) ditemukan Labridae (2 spesies) (19,3%) dan famili Letrhidae (1 spesies) (19,3%). Pada stasiun II ditemukan 13 spesies (9 famili) yaitu famili Scaridae (4 spesies) (31,2%), Lebridae (1 spesies) (16,7%) dan famili Letrhidae (1 spesies) (18,75%), sedang stasiun III ditemukan 13 spesies (2 famili) yaitu famili Monachantidae (27,15%), famili Labridae (3 spesies) (19,9%) dan famili Lethrinidae (1 spesies) (12,86%). Indeks keanekaragaman tergolong sedang, indeks keseragaman dan dominansi tergolong rendah.Kata Kunci : komunitas ikan, lamun, asosiasi, perairan Mola Selatan
Implemetation of Horisontal Net in Seaweed (Kappahycus alvarezii and Eucheuma denticulatum) Cultivation Kasim, Ma’ruf; Balubi, Abdul Muis; Mustafa, Ahmad; Muzuni, Muzuni; Jalil, Wardha
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 3, No 2 (2019): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v3i2.9733

Abstract

Cultivation of seaweed genus Eucheuma continues to develop with various methods in increasing of production. This research was conducted during March-July at the Lakeba Beach, Baubau City, Southeast Sulawesi Province. Indonesia. The results showed that the growth rate of Eucheuma denticulatum and Kappaphycus alvarezii in floating cages looked faster and there was a better morphological form of talus. The average production of E. denticulatum which uses floating cages and longline in 50 g for first day cultivation is growth to 74 g and 60 g, respectively. The absolute growth rate of the thallus E. denticulatum during July cultivated with floating cages and longline after 30 days from the average initial weight of 50 g growth to 240 g and 167 g, respectively. Specific Growth Rate (SGR) of E. denticulatum cultivated on longline looks lower compared to floating cages. SGR of K. alvarezii and E. denticulatum which are cultivated by floating cage are 5,6%/day and 5,4% /day respectively. Cultivation using floating cages produces good growth rates without the effects of herbivorous attacks.Keywords: ; Eucheuma denticulatum, Herbivorous, Horintoal Net, Kappaphycus alvarezi, seaweed.
KAJIAN KEUNTUNGAN BISNIS PERIKANAN RAWAI DASAR DI SEKITAR DAERAH PERLINDUNGAN LAUT DESA MANTIGOLA KECAMATAN KALEDUPA KABUPATEN WAKATOBI Sah, Firman; Yusuf, Sarini; Mustafa, Ahmad
Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan
Publisher : UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.612 KB) | DOI: 10.33772/jsep.v3i1.6919

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi investasi, biaya-biaya produksi, pemasaran dan keuntungan bisnis penangkapan ikan karang menggunakan pancing rawai dasar disekitar daerah perlindungan laut (DPL) Desa Mantigola KabupatenWakatobi. Metode yang digunakan adalah metode sensusdengan menggunakan 15 responden. Parameter yang diamati biaya penangkapan, jumlah hasil tangkapan dan harga penjualan. Analisis yang digunakan yaitu secara diskriptif dan  keuntungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya investasi Rp13.114.000, dengan komponen terbesar ditemukan pada biaya pengadaan kapal (35-40%). Rata-rata biaya tetap sebesarr Rp5.895.511dengan komponen terbesar adalah biaya penyusutan.  Rata-rata  biaya variabel sebesar Rp1636.800 dengan komponen terbesar adalah biaya konsumsi. Rata-rata keuntungan yang diperoleh nelayan pancing rawai dasar yaitu Rp22.634.689 pertahun. Kesimpulan bahwa nelayan disekitar DPL masih memberikan keuntungan dari hasil tangkapan dan pemasarannya dilakukan dipasar lokal dan pulau Wangi-Wangi. Kata Kunci: Daerah perlindungan laut, ikan karang, keuntungan, rawai dasar
Perbandingan Pertumbuhan Fragmen Karang Acropora sp. yang Ditransplantasi Menggunakan Metode Ikat dan Metode Gantung Dedy Oetama; Mustafa, Ahmad; Oetama, Dedy; Sidiq, Azwar
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 4, No 1 (2020): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v4i1.11527

Abstract

Motivasi penelitian ini adalah untuk menemukan metode transplantasi yang tepat bagi budidaya karang hias. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat pertumbuhan dan kelangsungan hidup fragmen karang yang ditransplantasi menggunakan metode ikat dan gantung. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2017 sampai 2019 di perairan Labuan Beropa Kabupaten Konawe Selatan. Pada metode ikat fragmen karang diikat pada tonjolan rangka besi media transplantasi yang telah disiapkan, sedangkan pada metode gantung fragmen karang digantung pada rangka media transplantasi. Fragmen karang yang diuji pada Tahun pertama (F1) berasal dari koloni alami, tahun kedua (F2) dari koloni hasil transplantasi tahun pertama dan tahun ketiga (F3) dari koloni hasil transplantasi tahun kedua. Parameter yang diamati adalah tingkat pertumbuhan dan kelangsungan hidup. Hasil penelitian menunjukan bahwa Rata-rata pertambahan panjang fragmen karang yang ditransplantasi dengan metode ikat dalam 6 bulan adalah 51,9 mm hingga 58,9 mm, sedangkan pada metode gantung adalah 41,6 mm sampai 76,6 mm. Tingkat pertumbuhan fragmen karang F1 dan F2 lebih tinggi pada metode gantung sedangkan pada fragmen F3 pertumbuhan lebih tinggi pada metode ikat. Tingkat kelangsungan hidup fragmen karang menggunakan metode gantung berkisar 82,61% - 100%, sedangkan pada metode ikat berkisar 51,61- 82,93%.
MODEL ANTRIAN KAPAL PERIKANAN DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA (PPS) KENDARI Syarif, Syahdan; Alimina, Naslina; Mustafa, Ahmad
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 4, No 3 (2019): Agustus
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di PPS Kendari selama satu bulan Januari sampai Maret 2018, dengan tujuan untuk mengidentifikasi model antrian kapal perikanan, tingkat utilitas/pemanfaatan pelayanan bongkar muat hasil tangkapan, dan waktu tunggu kapal dalam antrian di PPS Kendari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai melalui pengamatan selama 9 jam meliputi: tingkat kedatangan kapal dan tingkat pelayanan bongkar hasil tangkapan. Variabel yang diamati adalah jumlah kedatangan kapal persatuan waktu, waktu antar kedatangan kapal, jumlah pelayanan persatuan waktu, dan lama pelayanan. Tingkat kedatangan kapal diasumsikan terdistribusi Poisson dan tingkat pelayanan kapal di PPS Kendari diasumsikan terdistribusi Eksponensial. Pengujian tingkat kedatangan dan tingkat pelayanan kapal menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Identifikasi model antrian kapal, dan perhitungan tingkat utilitas/pemanfaatan fasilitas pelayanan di PPS Kendari dianalisis mengacu pada model dan karakteristik antrian menurut Haluan dkk (2016). Hasil pengujian tingkat kedatangan kapal berdistribusi Poisson. Tingkat pelayanan bongkar hasil tangkapan di PPS Kendari berdistribusi Eksponensial. Hasil pengujian tingkat kedatangan dan tingkat pelayanan bongkar hasil tangkapan di PPS Kendari dapat di rumuskan sebagai model (M/M/S/I/I). Model ini menyatakan: tingkat kedatangan berdistribusi Poisson (M), tingkat pelayanan berdistribusi Eksponensial (M), jumlah pelayanan lebih dari satu kapal dalam waktu yang bersamaan (S), panjang antrian kapal tidak terhingga (I), dan kapal yang diperbolehkan masuk dalam pelabuhan tidak terhingga (I). Tingkat utilitas/pemanfaatan fasilitas pelayanan di PPS Kendari adalah pelayanan yang optimal. Hal ini ditandai dengan nilai tingkat pelayanan (μ) kapal (5,367/jam) lebih besar dibandingkan dengan tingkat kedatangan (λ) kapal (1.36/jam). Tetapi tingkat kesibukkan (ρs) pelayanan di PPS Kendari tinggi yakni 4,918 dikarenakan kedatangan kapal yang bersamaan sehingga kapal-kapal tersebut mendapatkan pelayanan yang bersamaan. Walaupun demikian antrian yang terjadi di PPS Kendari tidak ada. Hal ini terlihat pada waktu tunggu kapal yakni 0,023/jam.Kata kunci : PPS Kendari, Model antrian, Pelayanan