Claim Missing Document
Check
Articles

Tingkat Eksploitasi Ikan Lencam (Lethrinus lentjan) di Perairan Desa Tanjung Tiram Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan ., Desriani; ., Halili; Mustafa, Ahmad
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 4, No 3 (2019): Agustus
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di perairan Tanjung Tiram, Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan pada bulan Februari – April 2018. Ikan lencam merupakan salah satu spesies target penangkapan ikan karang di Teluk Staring.   Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat eksploitasi dengan menganalisis pertumbuhan dan mortalitas ikan lencam (L.lentjan). Contoh ikan diperoleh menggunakan bottom gill net dengan mesh size 1 inch 1,5 inch dan 2,0 inch. Semua ikan yang tertangkap dijadikan sebagai contoh yang jumlahnya 315 ekor. Sampel ikan tersebut diukur panjangnya menggunakan mistar ketelitian 0,5 mm. Kisaran panjang ikan lencam 118-245 mm. Ikan tertangkap selama penelitian memiliki satu kelompok ukuran didominasi oleh ukuran 172-186 mm. Analisis parameter pertumbuhan menunjukkan koefisien pertumbuhan (K) 0.96 per tahun dan panjang asimtotik (L∞) 260,85 mm. Hasil pendugaan mortalitas ikan menunjukkan mortalitas penangkapan lebih tinggi dibandingkan dengan mortalitas alami dengan tingkat eksploitasi 0,55 per tahun yang berarti bahwa tingkat eksploitasi ikan lencam telah melebihi batas  optimum.Kata Kunci : Pertumbuhan, Mortalitas, Eksploitasi, Lethrinus lentjan, Perairan Tanjung Tiram
Efektifitas Hasil Tangkapan Pancing Tonda Dengan Menggunakan Umpan Buatan Yang Berbeda Di Perairan Pulau Binongko Kabupaten Wakatobi Hendri, Laode; Tadjudah, Muslim; Mustafa, Ahmad
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 4, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan jumlah hasil tangkapan,  komposisi jenis, dan komposisi ukuran hasil tangkapan pancing tonda menggunakan bentuk umpan buatan yang berbeda. Umpan buatan yang diuji yaitu bentuk cumi-cumi dan bentuk ikan. Penelitian dilakukan pada bulan Februari sampai April 2018 di perairan Pulau Binongko. Penelitian ini menggunakan metode experimental fishing sebanyak 25 trip atau 100 kali setting untuk masing-masing umpan yang diuji. Jumlah hasil tangkapan untuk umpan bentuk cumi-cumi adalah 63 individu dan umpan bentuk ikan adalah 70 individu, hasil uji-t menunjukkan perbedaan jumlah tersebut tidak nyata. Ada dua jenis ikan yang tertangkap selama penelitian yaitu cakalang (Katsuwonus pelamis) dan madidihang (Thunnus albacares), tetapi madidihang hanya tertangkap pada umpan berbentuk ikan. Ukuran panjang ikan cakalang yang tertangkap pada umpan bentuk cumi-cumi berkisar 54,8 cm – 57,1 cm, sedangkan pada umpan bentuk ikan berkisar 52,53 cm – 62,05 cm. Perbedaan ini cenderung disebabkan karena perbedaan ukuran diameter badan dari kedua umpan yang diuji.Kata kunci : Pancing tonda, umpan buatan, ukuran tangkapan, cakalang, wakatobi
Pengaruh Perbedaan Warna Cahaya Lampu Led Bawah Air Sebagai Pengumpul Ikan Terhadap Hasil Penangkapan Ikan Teri dengan Bagan Perahu di Teluk Kapontori Kabupaten Buton Fitria, Indah; Mustafa, Ahmad; Kamri, Syamsul
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 6, No 1: Februari 2021
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenis lampu dan warna lampu yang tepat akan meningkatkan efektifitas penggunaan lampu bawah air sebagai alat bantu pengumpul ikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan warna lampu LED bawah air sebagai alat bantu pengumpul  ikan terhadap hasil penangkapan ikan teri dengan alat tangkap bagan perahu. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni hingga Agustus 2019 di perairan Teluk Kapontori Kabupaten Buton. Penelitian ini menggunakan metode experimental fishing sebanyak 15 trip penangkapan untuk menguji efektivitas 2 warna lampu LED bawah air yaitu kuning dan hijau. Parameter yang diamati adalah bobot hasil tangkapan, jenis ikan teri yang tertangkap dan ukuran ikan teri yang tertangkap.Jumlah hasil tangkapanuntuk lampu warna kuning adalah 216,8 kgdan lampu celup bawah air warna hijau adalah  267,2 kg, hasil uji-t menunjukan variasi berat total ikan yang tertangkap per trip tidak berbeda nyata. Ada tiga jenis ikan teri yang tertangkap pada masing-masing warna cahaya yang diuji, yaituteri karang(Stolephorus heterolobus), teri jengki(Stolephorusinsularis) dan teri putih(Stolephorusindicus). Namun rata-rata ukuran panjang tubuh terijengkidan teri putih yang tertangkap tidak memperlihatkan perbedaan yang nyata, sedangkanrata-rata ukuran ikan teri karang  yang tertangkap pada lampu warna hijau cenderung lebih panjang dari pada yang tertangkap pada lampu warna kuning.Kata kunci :bagan perahu, warna cahaya,lampu LED, teri, Teluk Kapontori
Pengaruh Variasi Warna Umpan Bulu Ayam Terhadap Hasil Tangkapan Pancing Ulur di Perairan Pulau Wawonii Sulawesi Tenggara Nur, Astati; Mustafa, Ahmad; Kamri, Syamsul
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan di Perairan Wawonii selama bulan juni sampai juli 2019. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi jenis dan ukuran ikan yang tertangkap dan jumlah hasil tangkapan pancing ulur menggunakan variasi warna umpan bulu ayam di Perairan Wawonii Kabupaten Konawe Kepulauan. Metode yang digunakan adalah experimental fishing pancing ulur menggunakan variasi warna umpan bulu ayam. Perlakuan (treatment) warna umpan yang dipakai terdiri atas 3 warna, yaitu hitam putih dominan hitam, putih orange dominan orange dan putih kuning dominan putih. Masing-masing umpan dioperasikan secara bersamaan pada kondisi perairan yang homogen. Hasil tangkapan menunjukan bahwa umpan dengan warna hitam putih memiliki jumlah sebanyak 90 ekor,warna putih orange sebanyak 77 ekor dan putih kuning sebanyak 73 ekor. Total hasil tangkapan pada penelitian ini sejumlah 240 ekor dan terdiri atas 4 spesies (plectropomus leopardus (73 ekor)), (Caranx ignobilis (72 ekor)), (Nemipterus japonicas (68 ekor)), dan (Lutjanus campechanus (27 ekor)). Hasil analisis statistic dengan uji Univariate Analysis of Variance pada masing-masing jumlah berdasarkan warna umpan, menunjukan hasil yang berbeda nyata dimana  diterima karena nilain P nya lebih besar dari 0,05 yaitu 0,95.Kata Kunci: Alat Tangkap Pancing Ulur, Penggunaan Variasi Warna Umpan Bulu Ayam, Perairan Wawonii.
Distribusi Ukuran dan Kematangan Gonad Ikan Kurisi (Nemipterus hexodon) di Perairan Teluk Kolono Sulawesi Tenggara Irnawati, Irnawati; Bahtiar, Bahtiar; Mustafa, Ahmad
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan kurisi (Nemipterus hexodon) di Teluk Kolono merupakan populasi yang tereksploitasi sehingga diperlukan informasi tentang karakteristik populasi ikan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran ukuran serta sebaran tingkat kematangan gonad ikan kurisi (N.hexodon) di Perairan Teluk Kolono. Pengambilan sampel dilakukan sekali sebulan dari bulan Februari 2019 sampai April 2019, dan menggunakan pancing rawai dengan mata pancing nomor 14. Jumlah sampel yang terkumpul selama periode penelitian sebanyak 650 ekor dan seluruh sampel diukur panjang totalnya (TL), bobot tubuh, bobot gonad, dan pengamatan gonad secara visual. Hasil penelitian disajikan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  kisaran panjang ikan kurisi yaitu 124-277 mm. Pada ikan jantan frekuensi terbesar setiap bulan terdapat pada kelas ukuran ke-3, sedangkan pada betina frekuensi terbesar berturut-turut ada pada kelas ukuran ke-3, ke-4 dan ke-2. Tingkat kematangan gonad ikan jantan berada pada TKG I dan II sedangkan ikan betina berada pada TKG III dan IV serta tidak ditemukan ikan kurisi yang berada pada TKG V. Nilai indeks kematangan gonad ikan betina lebih besar yaitu 1.67% dan ikan jantan 0.15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh ikan kurisi yang tertangkap masih dalam tahap pertumbuhan ukuran dan perkembangan gonad, sehingga apabila dilakukan penangkapan secara intensif maka akan berpeluang mengalami growth overfishing.Kata kunci: Distribusi ukuran, kematangan gonad, Nemipterus hexodon, Teluk Kolono.
Mortalitas dan Tingkat Eksploitasi Ikan Kurisi (Nemipterus hexodon, Quoy dan Gaimard, 1824) Di Perairan Teluk Kolono Kabupaten Konawe Selatan Sulawesi Tenggara Neni, Neni; Bahtiar, Bahtiar; Mustafa, Ahmad
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Populasi  ikan kurisi (Nemipterus hexodon) di Teluk Kolono mengalami penangkapan yang cukup intensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran ukuran, mortalitas dan tingkat eksploitasi ikan kurisi (Nemipterus hexodon) di perairan Teluk Kolono. Pengambilan contoh dilakukan setiap dua minggu selama bulan Februari sampai April 2019 dengan menggunakan rawai dasar. Selama periode penelitian diperoleh sebanyak 500 individu ikan sampel dan seluruhnya diukur panjang totalnya (TL). Analisis sebaran frekuensi panjang, mortalitas dan tingkat eksploitasi dianalisis menggunakan perangkat lunak Microsoft Excels dan Fisat II versi 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan kurisi yang diperoleh berada pada selang ukuran 124-256 mm dengan frekuensi terbesar pada kelas panjang 154-183 mm (kelas ke-2 dan 3). Nilai koefisien mortalitas alami = 0,71 dan mortalitas penangkapan = 1,49. Tingkat eksploitasi saat ini mencapai 0,68. Hasil penelitian ini memberikan gambaran bahwa kematian ikan kurisi di perairan Teluk Kolono lebih didominasi oleh kematian akibat kegiatan penangkapan dan mengindikasikan telah terjadi lebih tangkap.Kata kunci :  frekuensi panjang, mortalitas, eksploitasi, Nemipterus hexodon, Teluk Kolono
Tingkat Ramah Lingkungan Alat Tangkap Bagan Perahu Dengan Menggunakan Lampu Celup Bawah Air (Lacuba) Di Teluk Kapontori Kabupaten Buton Kaduk, Okta Santika; Halili, Halili; Mustafa, Ahmad
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi penangkapan ikan perlu terus dikembangkan agar menjadi lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ramah lingkungan alat tangkap bagan perahu yang dimodivikasi menggunakan lampu celup bawah air (LACUBA). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2019 di Teluk Kapontori dengan menggunakan metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 9 kriteria teknologi penangkapan ikan ramah lingkungan, kriteria berkaitan dengan dampak terhadap habitat, nelayan, konsumen, keanekaragaman hayati, dan spesies ETP (Endangered, Threatared and Protected)  meperoleh skor tertinggi (4). Kriteria tentang kualitas tangkapan, peneriamaan secara sosial, dan by-catch mendapat skor sedang (3,3, dan 2), sedangkan kriteria selektivitas terhadap jenis dan ukuran ikan mendapat skor renda (1). Namun demikian hasil skoring secara menyeluruh berada pada kategori kedua (ramah lingkungan) dengan nilai 79.4%.Kata Kunci :  Bagan perahu, ramah  lingkungan, lampu celup bawah air, TtelukKkaponrori 
Studi Pertumbuhan Karang (Acropora formossa) yang ditransplantasi dengan Metode Ikat dan Gantung di Perairan Desa Labuan Beropa Kecamatan Laonti Kabupaten Konawe Selatan Hidayat, Hidayat; Oetama, Dedy; Mustafa, Ahmad
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 6, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan metode transplantasi karang yang tepat diharapkan dapat mendukung kegiatan pemulihan ekosistem terumbu karang yang rusak dan budidaya karang hias. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan laju pertumbuhan karang (A. formossa) yang ditransplantasi dengan metode ikat dan gantung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2018 sampai September 2019  di perairan pesisir Desa Labuan Beropa, Kecamatan Laonti Kabupaten Konawe Selatan. Fragmen karang ditransplantasi  pada media rangka besi berbentuk meja dengan menggunakan metode ikat dan metode gantung.  Data yang dikumpulkan meliputi pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup karang transplant, serta parameter lingkungan (suhu, salinitas, kecerahan, kecepatan arus). Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil pengamatan menujukkan bahwa laju pertumbuhan fragmen karang yang ditransplantasi dengan metode ikat berkisar 9,2-20,6 mm/2 bulan  sedangkan metode gantung berkisar 7,6-26 mm/2 bulan. Tampaknya metode gantung lebih fleksibel terhadap pengaruh hidrodinamika sehingga menghambat perkembangan alga yang menempel dan lebih tahan terhadap pengaruh gelombang . Tingkat kelangsungan hidup karang transplan berkisar 60,87 - 73,91 % pada metode ikat dan 86,96 - 95,65 % pada metode gantung.  Nilai parameter lingkungan perairan selama penelitian yaitu suhu 27-31 oC, salinitas 30-31 ppt, kecerahan 16,9-17,5 m, kecepatan arus 0,034-0,065 m/s.Kata Kunci: transplantasi karang, laju pertumbuhan, kelangsungan hidup, karang hias, budidaya karang
PENERAPAN TEKNOLOGI UFL PLUS (UNDERWATER FISH LAMP PLUS) DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING USAHA PERIKANAN BAGAN PERAHU DI DESA MUARA TINOBU, KABUPATEN KONAWE UTARA Fajriah Fajriah; Kobajashi Togo Isamu; Ahmad Mustafa
Jurnal Abdi Insani Vol 9 No 4 (2022): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v9i4.763

Abstract

Desa Muara Tinobu adalah salah satu desa pesisir yang terletak di Kecamatan Lasolo Kabupaten Konawe Utara. Melimpahnya sumberdaya perikanan tersebut tidak dibarengi oleh penggunaan teknologi light fishing yang memadai, sehingga jumlah hasil tangkapan yang diperoleh tidak menentu. Tujuan dilakukan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan daya saing usaha bagan dengan meningkatkan jumlah hasil tangkapan melalui penggunaan UFLPlus dengan menarik kedatangan ikan agar mudah dijangkau nelayan bagan skala kecil. Metode kegiatan yang dilakukan antara lain: (1) Analisis situasi, permasalahan dan kebutuhan mitra; (2) Penyusunan materi; (3) Pelaksanaan Pelatihan; (4) Penerapan Teknologi UFLPus di Lapangan; (5) Evaluasi Pengetahuan Mitra. Adapun Metode kegiatan di lapangan adalah dengan menggunakan UFLPlus. Hasilnya terbukti mampu meningkatkan hasil tangkapan sebesar 2 -3 kali dari penggunaan lampu permukaan. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah adanya pengetahuan dan keterampilan baru terkait penggunaan teknologi UFLPlus, cara perakitan dan penerapannya pada lingkungan yang sebenarnya, serta adanya buku panduan penggunaan UFLPlus. Materi pelatihan yang diberikan antara lain : (1) Penyuluhan tentang penggunaan UFLPlus sebagai teknologi light fishing yang dapat membantu nelayan pada operasi penangkapan. Teknologi ini digunakan pada alat tangkap yang beroperasi pada malam hari. Penggunaan cahaya dianggap paling efektif dalam mengumpulkan ikan; (2) Cara Perakitan dan Petunjuk atau tata cara penggunaan UFLPlus, setelah kegiatan penyuluhan dilaksanakan yang materinya dibawakan oleh tim pengabdian kepada masyarakat dan dibantu oleh tenaga penyuluh dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Konawe Utara, dilanjutkan dengan kegiatan tanya jawab segala hal terkait light fishing dan penggunaan teknologi UFLPLus. kegiatan selanjutnya adalah pelatihan perakitan UFLPLus dan menghasilkan 1 set alat UFLPlus. Program pengabdian masyarakat dapat meningkatkan pendapatan nelayan dan daya saing usaha bagan Desa Muara Tinobu dan daerah lainnya di Kabupaten Konawe Utara. Terjadi peningkatan jumlah hasil tangkapan sebanyak 2 hingga 3 kali lipat dibanding jika nelayan hanya menggunakan lampu permukaan seperti biasa. Kegiatan pelatihan yang meliputi penyuluhan, workshop dan penerapan penggunakan UFLPlus yang dilengkapi dengan buku panduan terkait UFLPlus.
Prediction of Transformer Aging Loss in 150kV Waru Substation Using GRU-LSTM Method Based on Temperature and Load Mustafa, Ahmad
INAJEEE (Indonesian Journal of Electrical and Electronics Engineering) Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/inajeee.v7n2.p76-82

Abstract

The increasing demand for electricity in Indonesia highlights transformers' crucial role in the electrical system. This study utilizes GRU (Gated Recurrent Unit) and LSTM (Long Short-Term Memory) in a deep learning framework to predict aging losses of transformer unit 5 at the 150 kV Waru Substation. The aim is to enhance grid reliability, and efficiency, and prevent disruptions like power outages. Conducted at the 150 kV Waru Substation, the research focuses on transformer loading and temperature data. Data preprocessing involves normalizing load, oil temperature, and winding temperature data. The model architecture combines GRU and LSTM to capture short-term and long-term patterns in time series data. Training employs the Adam optimizer with customized learning rates, and performance evaluation uses metrics such as MSE, RMSE, MAPE, and MAE. Results indicate the GRU-LSTM model trained with a batch size of 64 and 75 epochs achieves superior performance: MSE of 0.0000129008474202634, RMSE of 0.00359177496793207, MAPE of 0.3943965%, and MAE of 0.00000832911556912471. This model forecasts transformer 5's aging loss over the next 30 days with an average daily deterioration rate of 0.001378178 pu/day, peaking at 0.0030481415 pu. Keywords: Aging Loss Prediction, GRU, LSTM, Transformer