Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS DEBIT PUNCAK DAS MANNA KABUPATEN BENGKULU SELATAN Lusi Afriana; M. Faiz Barchia; Bandi Hermawan; Wendra Kesuma Wijaya; Agus Susatya; Suharyanto Suharyanto
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.11.1.20816

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengulangan debit maksimum yang akan terjadi di DAS Manna Kabupaten Bengkulu Selatan Provinsi Bengkulu dan mengetahui seberapa besar pengaruh kemungkinan perubahan tutupan lahan kedepan terhadap variasi prediksi laju debit puncak banjir. Penelitian ini dilaksanakan di Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, pada tanggal 2 Mei 2020. Penelitian ini bersifat deskriptif analisis, data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder dengan metode survei melalui wawancara dan observasi secara langsung dan Metode Harpes debit pada perhitungan debit puncak dan perhitungan hidrolis bendung dan literatur pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa Daerah Aliran Sungai (DAS) pada debit  maksimum yang terjadi pada DAS Manna untuk berbagai periode ulang 2,5,10,20,50,100 tahun diperoleh sebesar 53,726 m3/det, 78,088 m3/det, 94.215 m3/det, 114,598m3/det, 129,717 m3/det dan 144.725m3/det dan untuk perubahan penutupan lahan yang sangat jelas berbeda pada periode tahun 2007 dan 2012, ada 2000 ha hutan yang hilang dan kurun waktu lima tahun tersebut, dari hutan ke ladang, sawah dan lahan perkebunan serta dalam permukiman diperkirakan sangat berpengaruh terhadap peningkatan debit maksimum  DAS. Keadaan DAS Manna saat ini diduga telah mengalami laju degradasi fungsi DAS yang cukup signifikan akibat tekanan pembangunan diberbagai sektor kawasan hutan yang ada sebgian telah beralih fungsi menjadi area pertanian dan perkebunan. Berdasarkan kecenderungan tersebut tentunya perlu mendapat perhatian serius mengingat kondisi yang deikian dapat mendegrdasi fungsi ekohidrologi di daerah tangkapan air merestorasi wilayah catchmen area agar fungsinya dapat menjadi seperti semula.Kata Kuci: DAS, Debit Puncak, Harpes debit, hidrolis, Manna
KAJIAN DAERAH IMBUHAN AIR TANAH (GROUNDWATER RECHARGE AREA) DALAM RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KOTA BENGKULU DAN KABUPATEN BENGKULU TENGAH Benny Bayu Prabowo; Hery Suhartoyo; M. Faiz Barchia; Satria Putra Utama; Bandi Hermawan
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.11.1.21357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui porsi daerah Imbuhan air tanah (Groundwater Recharge Area) di Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah  dalam RTRW Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah. (2) Mengetahui kesesuaian penggunaan lahan Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah terhadap daerah Imbuhan air tanah (Groundwater Recharge Area). (3) Mengetahui kesesuaian daerah Imbuhan air tanah (Groundwater Recharge Area) dengan RTRW Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret – April 2020 di Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah. Data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain adalah data Demnas, Peta Geologi dan Citra Satelite Spot Perekaman Tahun 2016. Data Demnas di ektraksi melalui analisis spasial sehingga menghasilkan data, Linement Density, Drainage Density dan Slope Gradient, kemudian data Geologi diturunkan menjadi data Lithologi serta data Citra Satelite di ekstraksi menjadi data tutupan lahan. 5 parameter tersebut dilakukan pemberian bobot dan Factor Rate kemudian dilakukan Overlay dan didapatkan hasil dengan kelas Rendah, Sedang, Baik dan Sangat Baik. Kota Bengkulu di dominasi kelas Sedang 30,052% dan Baik 39,031% dengan sebaran sebagian besar di wilayah Kecamatan Muara Bangkahulu, Sungai Serut, sebagian singaran pati selebar serta kampung melayu sedangkan kelas Baik dan Sangat Baik berada di Wilayah Kecamatan yang berbatasan langsung antara 2 Kabupaten. Hasil Overlay Daerah Imbuhan Air Tanah terhadap Pola Ruang dalama RTRW Kota Bengkulu menunjukkan bahwa Kawasan resapan air masuk ke dalam kelas Baik Daerah Imbuhan Air Tanah. Daerah ini juga masuk ke dalam Cagar Alam yang masuk dalam Kawasan Lindung dalam Pola Ruang. Kabupaten Bengkulu tengah di dominasi oleh kelas rendah dikarenakan daerah ini sebagian besar lithologinya merupakan andesit.
Changes in Soil Physical Quality of Post-Coal Mining After Revegetation of Eucalyptus Plants (Melaleuca cajuputi) Evira Khairunisa Putri; Bambang Sulistyo; Bandi Hermawan; Vinni Lovita; Esi Asyani Listyowati
TERRA : Journal of Land Restoration Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Department of Soil Science, Faculty of Agriculture, University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/terra.5.2.38-44

Abstract

Coal mining in Indonesia is generally carried out by open-pit mines so which impacts the decline of environmental quality degradation and damage to the soil’s physical properties. One of the steps taken by PT Bukit Asam Tbk to solve this problem is to carry out land reclamation by using eucalyptus plants. This study aims to of the revegetation age of eucalyptus plants on changes in the soil’s physical properties of post-coal mines. This research was carried out from October to December 2021 on post-coal mining land after the revegetation of eucalyptus plants for 3 years, 5 years, and 10 years in Pit Banko Barat, PT Bukit Asam Tbk. At the research location measurements and sampling were taken and followed by analysis at the Soil Science Laboratory, Bengkulu University. The data obtained were analyzed by descriptive statistics and normality test then continued analysis of variance and BNT test. The results showed that the age of eucalyptus plants has a significant effect and can improve soil density and root penetration at the age 5 and 10 years in post-coal mining land. The soil’s physical quality showed that soil bulk density, particle density, liquid limit, root penetration, groundwater level, as well as increased porosity and C-organic. It has the same texture that is clay and some changes in the blocky structure to be granular.
STRATEGI PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI DALAM PEMANFAATAN PEKARANGAN UNTUK MENINGKATKAN SUMBER PANGAN DAN GIZI KELUARGA Dismini Arti; M. Faiz Barchia; Bandi Hermawan; Suharyanto Suharyanto; Satria Putra Utama
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.11.2.24139

Abstract

Kelompok Wanita Tani Mandiri merupakan Kelompok Wanita Tani penerima program Implementasi dari Rencana Strategis Kementerian Pertanian dalam Program Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) salah satunya adalah peningkatan diversifikasi pangan dengan memanfaatkan lahan pekarangan. Potensi yang dimiliki KWT Mandiri adalah lahan pekarangan seluas 0,5 Ha dan populasi itik sebanyak 1350 ekor. Unit usaha itik dalam bentuk kelompok diharapkan mampu menjadikan wanita tani lebih mandiri dan produktif dengan memanfaatkan lahan pekarangan. Tujuan penelitian ini untuk menyusun dan merumuskan strategi pemberdayaan wanita tani melalui model kelompok unit usaha ternak itik melalui program P2KP. Strategi dilakukan dengan menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dengan analisis yang digunakan adalah analisis SWOT. Berdasarkan Diagram SWOT strategi yang diterapkan adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth oriented strategy). Berdasarkan hasil Matriks SWOT dan FKK strategi yang dihasilkan untuk pemberdayaan wanita tani adalah (1) Mendirikan usaha kelompok ternak itik dengan menggunakan modal usaha sendiri dan didukung lembaga penyedia modal melalui pelaksanaan kegiatan. (2) Meningkatkan manajemen pemeliharaan dengan menerapkan teknologi pakan dan obat – obatan. (3) Mengembangkan prospek usaha dengan cara memanfaatkan kandang yang dimiliki kelompok.
STRATEGI PENCAPAIAN KESEIMBANGAN POLA PANGAN HARAPAN BERBASIS SUMBERDAYA ALAM LOKAL DI KABUPATEN KAUR Saryoto Saryoto; M. Faiz Barchia; Bandi Hermawan; Bieng Brata; Satria Putra Utama
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.11.2.24140

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pencapaian tingkat penganekaragaman (diversifikasi) konsumsi pangan di Kabupaten Kaur dan permasalahanya serta implikasi perumusan kebijakan program dalam upaya pencapaian keseimbangan pola pangan harapan berbasis sumberdaya alam lokal di Kabupaten Kaur. Data utama yang digunakan adalah data Susnas tahun 2018, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kaur 2020, Direktori Pengembangan Konsumsi dari Badan Ketahan Pangan (BKP) serta literature pendukung. Metode penelitian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan menggunakan analisis SWOT untuk membuat strategi. Hasil penelitian menunjukan bahwa masih rendahnya diversifikasi konsumsi pangan yang dimana konsep pola pangan harapan dengan capaian yang masih rendah, akan tetapi terjadi peningktatan konsumsi karbohidrat yaitu beras, terigu dan turunannya, hal ini berakibat angka kecukupan energy tinggi. Pengembangan diversifikasi pangan lokal untuk pencapaian keseimbngan pola pangan harapan berbasis sumberdaya alam lokal hendaknya dilakukan pada semua kalangan. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan menyususun serta implementasi strategi kebijakan terkait optimalisasi pemanfaat potensi lahan dan kebiasaan mengkonsumsi pangan local serta pengembangan produksi , industry, dan konsumsi pangan local serta manfatkan potensi lahan dan kebiasaan mengkonsumsi pangan lokal yang beragam, bergizi , seimbang, aman dan murah.
PEMANFAATAN LIMBAH PERTANIAN MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR DI DESA MOJOREJO Bandi Hermawan; Teguh Adiprasetyo; Welly Herman
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat DEWANTARA Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat DEWANTARA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/jpmd.v5i2.824

Abstract

Pengabdian masyarakat dilaksanakan di Desa Mojorejo Kecamatan Sindang Kelingi Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memberikan informasi dan penyuluhan tentang pentingnya pengelolaan limbah pertanian sebagai sumber unsur hara dalam bentuk pupuk organik cair. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Desa Mojorejo ada melalui beberapa tahapan diantaranya tahapan survey lokasi, sosialisasi tentang pemanfaatan limbah pertanian sebagai pupuk organik cair dan pelatihan dan bimbingan perakitan alat komposter. Dari kegiatan pengabdian yang dilakukan bagi masyarakat Mojorejo adanya informasi dan penyuluhan tentang pentingnya pengelolaan limbah pertanian sebagai pupuk organik cair sehingga masyarakat Desa Mojorejo telah memiliki pemahaman tentang pengelolaan limbah pertanian serta difahaminya tentang pembuatan alat komposter sederhana sebagai media pembuatan pupuk organik cair.
SOSIALISASI PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK DI KELURAHAN BERINGIN RAYA MUARA BANGKAHULU KOTA BENGKULU Teguh Adiprasetyo, Bandi Hermawan dan Welly Herman
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat DEWANTARA Vol 2 No 2 Septembe (2019): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat DEWANTARA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat dilaksanakan di Kelurahan Beringin Raya, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu. Kegiatan pengabdian ini difokuskan ke RT. 04 Kelurahan Kelurahan Beringin Raya, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu. Metode pengabdian yang dilakukan berupa penyuluhan dengan diskusi dan tanya jawab. Kegiatan pengabdian ini memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa pengelolaan sampah yang tidak tepat dapat menimbulkan berbagai permasalahan bagi kehidupan manusia yaitu sebagai sumber penyakit antara lain diare, tiphus serta penyakit-penyakit infeksi saluran pernapasan,banjir dan sebagainya. Dampak yang ditimbulkan oleh sampah biasanya lebih banyak dihadapi oleh penduduk perkotaan, karena kota merupakan wadah konsentrasi penduduk. Oleh karena itu, dilakukan sosialisasi untuk memberikan pemahaman dan pencerahan tentang pengelolaan sampah organik agar memiliki nilai guna sebagai pupuk organik. Dari kegiatan pengabdian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa kegiatan sosialisasi memberikan pemahaman kepada masyarakat RT. 4 Kelurahan Beringin Raya, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu tentang bahayanya sampah dan bagaimana pengelolaan sampah organik agar memiliki nilai guna. Kegiatan sosialisasi yang dilakukan memberikan pengetahuan kepada masyarakat bahwa dari sampah rumah tangga dapat dimanfaatkan menjadi pupuk dan menumbuhkan keinginan dari masyarakat untuk memanfaatkan sampah dimulai dari sampah rumah tangga
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA TANAM DENGAN MEMANFAATKAN SUMBER DAYA LOKAL DI KELURAHAN BERINGIN RAYA KOTA BENGKULU Teguh Adiprasetyo Bandi Hermawan Welly Herman dan Zainal Arifin
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat DEWANTARA Vol 3 No 1 Februari (2020): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat DEWANTARA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian masyarakat dilakukan terhadap ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Rezeki Bersama di Kelurahan Beringin Raya, Kota Bengkulu. Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan dengan masyarakat RT. 04 di Kelurahan Beringin Raya, Kota Bengkulu. Metode pengabdian yang dilakukan berupa pemberian informasi terkait media tanam dengan diskusi dan tanya jawab serta langsung praktek tentang tatacara pembuatan media tanam. Sebelum pelaksanaan kegiatan semua bahan yang dibutuhkan untuk praktek telah disediakan oleh masyarakat seperti tanah, pupuk kandang dan sekam padi. Dari pelatihan yang telah dilakukan diperoleh bahwa pembuatan media tanam memberikan pengetahuan kepada masyarakat bagaimana membuat media tanam yang baik dngan memanfaatkan bahan-bahan yang sangat mudah untuk ditemui seperti pupuk kandang dan sekam padi. Diharapkan dari kegiatan pelatihan ini memberikan pengetahuan dan pemahaman sehingga dapat diterapkan didalam KWT Rezeki bersama khususnya dan masyarakat kelurahan Beringin Raya pada umumnya.
Changes in Soil Physical Properties Following Applications of Vermicompost Superimposed with Liquid Organic Fertilizer Bandi Hermawan; Zainal Muktamar; Fahrurrozi Fahrurrozi; Nanik Setyowati; Sigit Sujatmiko; Muhammad Chosin; Elsa Lolita Putri
JOURNAL OF TROPICAL SOILS Vol 29, No 2: May 2024
Publisher : UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5400/jts.2024.v29i2.107-113

Abstract

Soil properties play essential roles in transmitting and holding precipitation water; therefore, they determine the amount of plant-available water in the soil profile. The study aimed to compare the size distributions of Andept soil pores following four-year applications of vermicompost and liquid organic fertilizer (LOF). The experiment was done from 2016 to 2019. The five doses of vermicompost (5, 10, 15, 20, and 25 Mg ha-1) set as the main factor, supplemented with 0 and 100 percent concentrations of LOF as a sub-factor, were arranged in a split-plot design with three replicates. Results showed that adding LOF decreased slow-drainage pores significantly when combined with 10 Mg ha-1 of vermicompost. However, the pore changes by LOF were not significant when applied to other doses of vermicompost. Applying vermicompost and LOF lowered the slow-drainage pores by increasing soil organic carbon and reducing soil particle density. The findings suggest that vermicompost and LOF act as soil ameliorants to reduce water loss by drainage from soil profiles. The study highlights the importance of soil properties in determining plant-available water in the soil profile.
Pola Frekuensi Kebutuhan Air Irigasi pada beberapa Penggunaan Lahan dengan Teknologi Otomatisasi Monitoring Pengendalian Kelembaban Tanah berbasis Sensor Dielektrik Putri, Elsa Lolita; Fitriani, Nur; Hermawan, Bandi; Herman, Welly
Jurnal Solum Vol 19, No 2 (2022)
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsolum.19.2.53-61.2022

Abstract

Indonesia is an agrarian country and requires the development of improvements in soil productivity. The decline in soil productivity for agriculture is currently caused by several factors, namely land conversion to a decrease in the quantity of ground water. The actual frequency pattern of irrigation water needs with the application of dielectric sensor technology is carried out in cultivation in order to create efficiency in the provision of irrigation water. This research was conducted using a single factor experimental method with repeated measurements on three types of land use, namely land without vegetation, soil with grass vegetation, and soil with tomato cultivation. Measurements were carried out using an automated application of soil moisture monitoring based on dielectric technology with two measuring periods. Each measuring period consists of two weeks or fourteen days. Soil sample analysis was carried out at the Bengkulu University soil laboratory. The results of the observations were analyzed using variance (ANOVA) on the 5% F test table, the BNT test was carried out at the 5% level on data that had a significant effect. The results showed that the frequency of giving irrigation water on the 1st day to the 14th day in the 2 observation periods on the Bera land was the most common compared to the use of grass vegetated land and the use of tomato cultivation land, which was 5 times in the 1st and 4th periods. times in the 2nd period with 14 days each. Provision of irrigation water will stop automatically when the dielectrometer shows the field capacity so that it can show the frequency of giving different water to each field.Key words : Dielectric; Frequency; Irrigation water
Co-Authors - Alnopri - Prasetyo AGUS SUSATYA Agustian, Indra Alnopri . Alnopri Alnopri, Alnopri Andreas Junico Marulitua Situmorang Bambang Gonggo Murcitro Bambang Sulistyo Bambang Sulistyo Benny Bayu Prabowo Bieng Brata Chosin, Muhammad Chozin, Mochammad Dedi Saputra Dian Sari Dismini Arti Dwi Anggraeni Dwi Wahyuni Ganefianti Elsa Lolita Putri Esi Asyani Listyowati Evira Khairunisa Putri Fahrurrozi Fahrurrozi Fahrurrozi Fahrurrozi Fahrurrozi, Fahrurrozi Faiz Barchia Gusmara, Herry Haryaningsih, Sri Hasanudin Hasanudin Hasaanudin Hasanudin Hasanudin Hata Dahlan Herman, Welly Heru Widiyono, Heru Herwan Herwan Hery Suhartoyo Hesti Pujiwati Hindarto, Kanang Setyo Idarman Tarmizi - Impetus Hasada Windu Sitorus Indra Agustian Indra Agustian Ingri Dayana Kartika Ningtias Lolita Putri, Elsa Lusi Afriana M Faiz Barchia M Mustopa Romdhon M. Faiz Barchia M. Faiz Barchia M. Faiz Barchia Maemunah Maemunah Merakati Handajaningsih Mochammad Chozin Movizar Apriandi Muhammad Chosin Muhammad Faiz Barchia, Muhammad Faiz Nanik Setyowati Nanik Setyowati Nanik Setyowati NUR FITRIANI Nur Fitriani Nurwanto, Ahmad Pajrina Pajrina Permata, Nathasya Vira Prawito, Priyono Priyono Prawito Priyono Prawito Putri, Elsa Lolita Raden Mohamad Herdian Bhakti Saryoto Saryoto Satria Putra Utama Sigit Sudjatmiko Sigit Sudjatmiko, Sigit Sigit Sujatmiko Suharyanto Sujatmiko, Sigit Sumardi Sumardi Teguh Adiprasetyo Teguh Adiprasetyo Teguh Adiprasetyo Utami, Wanda Afrilia Vinni Lovita Welly Herman Welly Herman Welly Herman Welly Herman Wendra Kesuma Wijaya Wulandari Wulandari Wulandari Wulandari Yudhi Harini Bertham Zainal Muktamar Zainal Muktamar Zainal Muktamar Zainal Muktamar