Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Animal Agricultural Journal

POTONGAN KOMERSIAL KARKAS DAN EDIBLE PORTION PADA SAPI PERANAKAN ONGOLE (PO) YANG DIBERI PAKAN JERAMI URINASI DAN KONSENTRAT DENGAN LEVEL YANG BERBEDA Suryani, Ajeng Juwita; Adiwinarti, Retno; Purbowati, Endang
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.564 KB)

Abstract

Penelitian tentang edible portion dan commercial cut pada sapi Peranakan Ongole (PO) yang diberi pakan konsentrat dengan level yang berbeda telah dilaksanakan pada bulan Juli 2008 sampai dengan Oktober 2008. Penelitian dilakukan di Laboratorium Ilmu Ternak Potong dan Kerja Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pakan yang diberikan untuk ternak dengan level konsentrat sedang (T1) dan tinggi (T2) terhadap besarnya bobot potongan komersial dan banyaknya edible portion yang dihasilkan.Materi yang digunakan adalah 8 ekor sapi PO yang berumur rata-rata 1,5 tahun dengan bobot badan awal rata-rata 297 + 26 kg (CV = 8,75%). Bahan pakan yang digunakan adalah jerami padi urinasi dan konsentrat (dedak padi dan ampas bir). Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 perlakuan dan 4 ulangan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji F. Parameter yang diukur antara lain bobot potong, bobot karkas, bobot masing-masing potongan komersial, bobot edible portion karkas dan non karkas.Hasil analisis data menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang nyata pada masing-masing perlakuan. Bobot potong 286,25 kg (T1) dan 290 kg (T2). Bobot karkas panas 157,80 kg (T1) dan 161,39 kg (T2). Bobot masing-masing potongan komersial adalah chuck 38,89 kg (T1) dan 38,02 kg (T2), shank 16,72 kg (T1) dan 15,62 kg (T2), rib 15,13 kg (T1) dan 17,37 kg (T2), plate 9,00 kg (T1) dan 9,90 kg (T2), sirloin 17,54 kg (T1) dan 12,77 kg (T2), shortloin 8,80 kg (T1) dan 12,22 kg (T2), flank 2,45 kg (T1) dan 3,11 kg (T2), round 42,49 kg (T1) dan 46,84 kg (T2). Persentase edible portion karkas 79,27 % (T1) dan 77,89 % (T2). Persentase edible portion non karkas 31,82 % (T1) dan 31,71 % (T2). Persentase edible portion total 57,23 % (T1) dan 56,73 % (T2). Kesimpulan yang diperoleh adalah pemberian konsentrat dengan level yang berbeda menghasilkan potongan komersial dan bobot total edible portion yang relatif sama.
KOMPOSISI KIMIA DAGING KAMBING KACANG JANTAN YANG DIBERI PAKAN DENGAN KUALITAS BERBEDA Imam, Khairul; Purbowati, Endang; Adiwinarti, Retno
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 4 (2013): Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.562 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi kimia daging setelah diberi perlakuan pakan dengan kualitas yang berbeda. Materi penelitian menggunakan 15 ekor kambing Kacang jantan dengan bobot badan awal rata-rata 14,28 ± 3,36 kg (CV = 23,55%). Metode penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK), dengan 3 perlakuan pakan dan 5 kelompok ternak berdasar bobot badan awal. Perlakuan pakan tersebut adalah T1 (Protein Kasar (PK) 9,20% : Total Digestible Nutrients (TDN) 54,67%), T2 (PK 11,67% : 58,61%), dan T3 (PK 18,33%: TDN 65,23%). Parameter yang diamati adalah komposisi kimia daging yang terdiri atas kadar air, abu, protein, lemak, dan kolesterol yang diambil dari otot Longissimus dorsi (LD) dan Biceps femoris (BF) kemudian dirata-rata. Data hasil penelitian dianalisis dengan analisis variansi, dan dilanjutkan dengan uji wilayah berganda duncan apabila ada perbedaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kambing Kacang yang diberi pakan dengan kualitas berbeda, menghasilkan komposisi kimia daging yang tidak berbeda nyata (P>0,05). Rata-rata kadar air, abu, protein, lemak, dan kolesterol daging kambing Kacang pada penelitian ini adalah 76,01%; 0,66%; 19,40%; 2,57%; dan 81,38 mg/100 g daging. Simpulan penelitian ini adalah komposisi kimia daging kambing Kacang dengan kualitas pakan protein dan energi yang berbeda relatif sama.
HUBUNGAN ANTARA UKURAN-UKURAN TUBUH DENGAN BOBOT BADAN DOMBOS JANTAN Trisnawanto, Trisnawanto; Adiwinarti, Retno; Dilaga, Wayan Sukarya
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.847 KB)

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pendugaan hubungan antara ukuran tubuh dengan bobot badan telah dilaksanakan pada bulan November– Desember 2009 di Kabupaten Wonosobo. Materi yang digunakan adalah Dombos jantan sebanyak 100 ekor dari umur 3,5 bulan sampai umur <36 bulan. Metode yang digunakan adalah metode purposive sampling. Peralatan yang digunakan tongkat ukur, pita ukur dan timbangan ternak. Pengolahan data dilakukan untuk menentukan koefisien korelasi (r), koefisien determinasi (R2) dan menentukan persamaan regresi sederhana sebagai persamaan penduga. Parameter yang diukur meliputi lingkar dada, tinggi  pundak, panjang badan, dalam dada, dan lebar dada. Hasil penelitian koefisien korelasi rata-rata menunjukkan bahwa untuk lingkar dada dari yang terbesar ke yang terkecil adalah pada poel 1 (0,75), Umur 3,5-7 bulan (0,68), umur 7,5-11,5bulan (0,66) dan poel 2 (0,39). Koefisien korelasi dengan menggunakan tinggi pundak dari yang terbesar ke yang terkecil adalah pada Umur 7,5-11,5 bulan (0,59), poel 1 (0,49), umur 3,5-7 bulan (0,40) poel 2 (0,39), sedangkan dengan panjang badan berurutan dari yang terbesar adalah Umur 7,5-11,5 bulan (0,68), poel 1 (0,61), umur 3,5-7 bulan (0,58) poel 2 (0,42),. Koefisien korelasi dengan dalam dada berurutan dari yang terbesar adalah  poel 2, Umur 7,5-11,5 bulan, poel 1 dan Umur 3,5-7 bulan yaitu 0,71; 0,61; 0,55 dan 0,38, sedangkan dengan lebar dada dari yang terbesar ke yang terkecil adalah pada poel 1 (0,66), poel 2 (0,43), Umur 7,5-11,5 (0,38) dan Umur 3,5-7 bulan  (0,36). Kesimpulan yang didapatkan adalah hubungan antara bobot badan dengan ukuran-ukuran tubuh bervariasi menurut umur (poel) dengan nilai korelasi berkisar antara 0,31 hingga 0,75. Secara keseluruhan lingkar dada mempunyai nilai korelasi yang tertinggi diantara ukuran tubuh yang lain.   Kata Kunci: Dombos, bobot badan, poel, korelasi, regresi