Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Muatan Ekologi dalam Bahan Literasi Sekolah Dasar pada Website Kemendikbud: Analisis Korpus Iqbal Jefiza; Pratomo Widodo; Titik Sudartinah
Indonesian Language Education and Literature Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i2.17701

Abstract

Masalah lingkungan menjadi perhatian penting belakangan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui muatan ekologi dalam bahan literasi sekolah dasar pada website Kemendikbud. Data penelitian kualitatif ini berupa 47 buku literasi sekolah dasar tahun 2016 sampai 2019 pada laman Kemendikbud. Analisis data menggunakan metode software korpus berupa AntConc. Penelitian ini mengevaluasi tema-tema ekologi berdasarkan teori Greg Gerrard, seperti: pencemaran, hutan belantara, bencana, tempat tinggal, dan binatang. Hasil penelitian menunjukkan muatan ekologi dalam bahan bacaan literasi sekolah didominasi oleh ekologi hutan belantara. Ekologi pencemaran memiliki jumlah sangat rendah. Jumlah dan kualitas bahan bacaan literasi yang mengandung muatan ekologi perlu ditingkatkan agar dapat lebih efektif dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan kepada siswa.Ecological Content in Materials Elementary School Literacy Materials on the Ministry of Education and Culture Website: A Corpus AnalysisEnvironmental issues have become an important concern lately. The purpose of this study was to determine the ecological content in elementary school literacy materials on the Ministry of Education and Culture website. The data for this qualitative study were 47 elementary school literacy books from 2016 to 2019 on the Ministry of Education and Culture page. Data analysis used the corpus software method AntConc. This study evaluated ecological themes based on Greg Gerrard's theory, such as pollution, wilderness, disaster, shelter, and animals. The results showed that the ecological content in school literacy reading materials was dominated by wilderness ecology. Pollution ecology has a very low number. The number and quality of literacy reading materials containing ecological content need to be increased so that they can be more effective in instilling environmental values in students. 
Metafora Konseptual dan Pelanggaran Maksim dalam Album Berdamai Karya Ghea Indrawari: Kajian Semantik dan Pragmatik Ade Rahma Yunita Siregar; Pratomo Widodo
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Tiga (3) Negara: Indonesia, Taiwan dan Jor
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/wcvpfs18

Abstract

Penelitian ini mengkaji metafora konseptual dan pelanggaran maksim dalam album Berdamai karya Ghea Indrawari. Dilatarbelakangi oleh penggunaan metafora dalam lirik lagu yang secara literal melanggar prinsip komunikasi (maksim Grice), namun secara kognitif merupakan strategi untuk menyampaikan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan jenis dan makna ungkapan metafora konseptual pada lirik lagu dalam album Berdamai karya Ghea Indrawari. 2) menginterpretasikan pelanggaran maksim pada lirik lagu dalam album Berdamai karya Ghea Indrawari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa satuan lingual berbentuk kata dan frasa yang mengandung metafora konseptual pada lirik lagu dalam album Berdamai karya Ghea Indrawari. Pengumpulan data menggunakan metode simak bebas libat cakap dan teknik catat. Peneliti sebagai instrumen utama (human instrument) dengan keabsahan data menggunakan teknik intra rater dan inter rater (triangulasi sumber). Teknik analisis data dilakukan melalui dua tahap utama. Pertama, menggunakan metode padan referensial untuk menghubungkan unsur bahasa dengan kenyataan di luar bahasa (ranah sumber ke ranah sasaran) berdasarkan teori Lakoff dan Johnson. Kedua, menggunakan metode agih dengan teknik ganti untuk menguji konstansi makna metafora dalam kalimat. Berdasarkan hasil penelitian mengenai jenis dan makna ungkapan metafora konseptual serta bentuk pelanggaran maksim dalam album Berdamai karya Ghea Indrawari diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) jenis dan makna ungkapan metafora konseptual yang ditemukan ialah 16 data metafora struktural, 15 data metafora orientasional, serta 22 data metafora ontologis. Mekanisme pemetaan ranah dalam album Berdamai karya Ghea Indrawari didominasi oleh metafora ontologis dan struktural yang memetakan entitas fisik pada ranah sasaran emosi. (2) pelanggaran maksim pada ungkapan metafora konseptual ditemukan kuantitas, kualitas, dan pelaksanaan secara konsisten menghasilkan beberapa makna yang tersirat seperti; bahagia, sedih, lelah, empati, motivasi, optimis, kerinduan, dan keterpurukan. Makna yang dihasilkan bukan sekadar estetika puitis, melainkan sebuah strategi komunikasi untuk menyampaikan pesan keberterimaan diri (self-aceptance). Maksim kualitas paling signifikan dilanggar dalam lirik lagu.
Pemberitaan tentang Femisida Pada Media Daring Kompas.com dan Kompas.id: Analisis Wacana Berbasis Korpus Flora Nerissa Arviana; Pratomo Widodo; Titik Sudartinah
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i2.7602

Abstract

The murder of women motivated by hatred of their gender, known as femicide, is a crucial issue that frequently occurs in society. The mass media play an important role in shaping the public’s perceptions regarding femicide and the institutions that deal with it through the way they report the news related to both matters. This research aims to analyze the news discourse on femicide and the media's efforts to frame the image of institutions that deal with femicide cases in the online media Kompas.com and Kompas.id. This research employs a descriptive qualitative method and a corpus-based discourse analysis. Data were obtained from 36 news articles related to femicide in Kompas.com and Kompas.id. The femicide news corpus data will be entered into the Antconc software to analyze the word lists, concordance, n-grams, and colocations. The data collection process includes selecting articles, documenting news articles by copying the texts into the Notepad application, saving news texts in *txt. format, and inputting corpus data into the Antconc application. The data analysis process of this research starts from data reduction, data presentation, data triangulation, to drawing conclusions. The results showed that Kompas online media tend to use word choices that are directed at educating about femicide. Kompas online media tends to discuss femicide to raise awareness about femicide among the public. In describing the image of the National Commission on Violence Against Women, the online media Kompas uses positive word choices. This indicates that the public must trust Komnas Perempuan in handling femicide cases. Meanwhile, in describing the police institution's image, the online media Kompas presents this objectively, accurately, and based on the facts in the field. Some of the word choices used by Kompas online media also reveal the expectations of the public and Komnas Perempuan for the police institutions to be more responsive to femicide cases. Abstrak Pembunuhan terhadap perempuan yang didorong oleh kebencian terhadap jenis kelamin mereka, yang dikenal sebagai femisida, adalah isu krusial yang kerap terjadi di masyarakat. Media massa berperan penting dalam membentuk persepsi publik terhadap femisida dan lembaga yang menangani femisida melalui cara pemberitaan terkait kedua hal tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana femisida direpresentasikan dalam pemberitaan, serta bagaimana media membentuk persepsi publik terhadap lembaga yang terlibat dalam penanganan kasus femisida. Metode kualitatif deskriptif dan pendekatan analisis wacana berbasis korpus digunakan dalam penelitian ini. Data penelitian diperoleh dari 36 artikel berita terkait femisida dalam media Kompas.com dan Kompas.id. Proses pengumpulan data meliputi pemilihan artikel, dokumentasi artikel dengan menyalin teks-teks tersebut ke aplikasi Notepad, penyimpanan teks dalam format *txt., dan input data korpus di aplikasi Antconc. Tahap analisis data penelitian ini dimulai dari reduksi data, penyajian data, triangulasi data, sampai penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media daring Kompas cenderung menggunakan pilihan-pilihan kata yang mengarah pada edukasi mengenai femisida. Media daring Kompas cenderung mewacanakan femisida dengan tujuan memunculkan kesadaran (awareness) tentang femisida kepada masyarakat. Dalam menggambarkan citra lembaga Komnas Perempuan, media daring Kompas menggunakan pilihan kata yang positif. Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat harus percaya kepada Komnas Perempuan dalam menangani kasus femisida. Sementara itu, dalam menggambarkan citra lembaga kepolisian, media daring Kompas mengungkapkan hal tersebut secara objektif, akurat, serta sesuai fakta yang terjadi di lapangan. Beberapa pilihan kata yang digunakan media daring Kompas juga mengungkapkan ekspektasi masyarakat dan Komnas Perempuan terhadap lembaga kepolisian agar lebih tanggap terhadap kasus femisida.