Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Keterampilan Cetak Sablon Bagi Kelompok Pemuda Mandar Hero di Majene Selawesi Barat Nurlina Syahrir; Alimuddin Alimuddin
DEDIKASI Vol 25, No 1 (2023): Jurnal Dedikasi
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dedikasi.v25i1.47203

Abstract

Abstrak. Mitra dalam Program Kemitraan Masyarakat (PKM) adalah Kelompok Pemuda Mandar Hero di Kabupaten Majene Sulawesi Barat. Masalah pada mitra antara lain: (1) kurangnya akses dan media bagi pemuda dalam mengembangkan dirinya terutama dalam bidang kewirausahaan, (2) kurangnya kemampuan dan keterampilan dari pemuda dalam mendesain dan menyablon baju kaos sebagai kompetensi kewirausahaan. Pada pelaksanaan kegiatan diterapkan prinsip-prinsip metode tutorial agar penyelenggaraannya lebih efektif, yakni: 1) Interaksi tutorial pada tingkat metakognitif, suatu tingkat berpikir yang menekankan pada pembentukan keterampilan “learning how to learn” atau “think how to think” (mengapa demikian, bagaimana hal itu bisa terjadi, dsb); 2) Langkah proses belajar yang dijalani oleh tutee; 3) Mendorong tutee sampai pada taraf pengertian (understanding = C2) yang mendalam sehingga mampu menghasilkan pengetahuan (create = C6) yang tahan lama; 4) Kuputusan dalam tutorial diambil melalui proses dinamika kelompok, setiap tutee dalam kelompok memberikan sumbang pikirannya; dan 5) Membuat variasi stimulasi/rangsangan untuk belajar, sehingga tutee tidak merasa bosan, jenuh, dan/atau putus asa. Hasil capaian yang diperoleh bahwa: kelompok pemuda mandar hero dapat menambah pengetahuan, wawasan dan keterampilan sehingga mampu merubah mindset untuk menghasilkan karya dan berwirausaha untuk memanfaatkan potensi lokal yang disesuaikan dengan perkembangan teknologi saat ini. Juga tampak dalam kegiatan bahwa partisipasi peserta pelatihan cetak sablon sangat baik berdasarkan indikator yang ditentukan serta hasil produk luaran yang dihasilkan. Kata Kunci; Kewirausahaan, Cetak Sablon, Pemuda Mandar
South Sulawesi Traditional Arts And Its Inheritance (Case Study Of Pakarena Dance) Syahrir, Nurlina; Salawati, Bau; Agung, Muhammad
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2023 : PROSIDING EDISI 11
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pendidikan memiliki peranan yang sangat penting bagi pembangunan suatu bangsa. Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui proses pembelajaran yang berkualitas, termasuk didalamnya pola-pola pewarisan seni tradisi Sulawes Selatan. Penelitian ini membahas tentang keberadaan Seni Tradisional Sulawesi Selatan dan pewarisannya khususnya seni tari. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, data yang digunakan adalah data primer yakni data yang diperoleh langsung melalui pertemuan dengan seniman pencipta karya tari di Sulawesi Selatan sebagai narasumber kompeten dan juga menggunakan data sekunder yaitu data yang dihimpun dari hasil bacaan buku-tari dan catatan-catatan, serta penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan khasanah karya tari. Tahapan penelitian dimulai dengan pendataan keberadaan seni tari tradisional Sulawesi Selatan utamanya dari etnik Makassar di kota Makassar, studi kasus pada tari Pakarena. Hasil penelitian dimaksudkan agar dapat mengumpulkan dan menunjukkan sejumlah bentuk pola-pola pewarisan serta bentuk edukasi dalam proses pewarisan nya, serta mengkaji bagaimana proses kreativ dalam menyerap sumber pola gerak, pola lantai, kostum dan asesoris, pemanfaatan musik iringan sebagai proses transformasi seni tradisional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wujud karya tari tradisional khususnya tari Pakarena sarat dengan nilai-nilai edukasi yang tersimbolkan dalam setiap ragam gerak nya. Selain itu, ada pula proses pengalihan keahlian yaitu sistem pewarisan yang diturunkan dari generasi tua (orang tua/ayah/ibu) kepada generasi muda (anak, kemenakan/orang terdekat pada keluarga tsb).   Kata Kunci: seni tari, pelestarian, nilai-nilai pendidikan
KANDUNGAN NILAI MORAL PERTUNJUKAN TARI LINDA DALAM RITUAL PINGITAN DI KABUPATEN MUNA Puspitaloka, Wedya; Syahrir, Nurlina
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 3, No 2 (2024): April-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v3i2.62981

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, bertujuan untuk memperoleh data dan informasi akurat tentang kandungan nilai moral pada tari Linda dalam ritual pingitan di Kabupaten Muna. Pengumpulan data digunakan dengan metode studi pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kandungan nilai moral pada tari Linda dalam ritual pingitan di Kabupaten Muna yaitu pada tari Linda nilai perilaku/tingkah laku tersimbolkan pada ragam gerak tari Linda itu sendiri. Misalnya pada ragam gerak setangkekulubea dimana penari melakukan gerak dengan mendahuluhkan kaki kanan yang diikuti dengan kaki kiri, dimana artinya hendaklah khususnya gadis Muna mendahuluhkan hal yang positif terlebih dahulu. Pada nilai sopan santun juga tergambarkan pada ragam gerak tari Linda itu sendiri, dimana terdapat ragam gerak dimana penari duduk bersimpuh dan pandangan serta kepada ditundukkan kebawah. Hal ini mengartikan bahwa ketika gadis Muna sedang berbicara kepada yang lebih tua maka ia harus menundukan kepala serta arah pandangnya. Sedangkan pada nilai aturan/pedoman hidup tentang adat istiadat akan masyarakat di Kabupaten Muna tersimbolkan pada saat peserta pingitan yang mana setelah dipingit ia dapat menarikan tari Linda. Karena ketika gadis Muna dapat menarikan tari Linda maka ia dianggap suci dan bersih begitupun sebaliknya ketika gadis Muna yang telah dipingit namun tidak dapat menarikan tari Linda maka ia dianggap tidak suci
SIKAP BELAJAR TARI TRADISIONAL PADA PELAJARAN SENI BUDAYA DI SMA NEGERI 1 WONOMULYO Ahmad, Meyke Pracilla; Syahrir, Nurlina; Ramli, Asia
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 3, No 2 (2024): April-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v3i2.63325

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, bertujuan untuk memperoleh data dan informasi akurat tentang sikap belajar tari tradisional pada pelajaraan seni budaya di SMA Negeri 1 Wonomulyo. Pengumpulan data digunakan dengan metode studi pustaka, dan angket. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1). Sikap Belajar Siswa pada Aspek Kognitif dinilai cukup baik dilihat dari rata-rata presentasi siswa yang tinggi dalam penilaian akhir angket. Adapun hasil presentase disetiap pernyataan angket sebagai berikut: pernyataan pertama yaitu sebanyak 65 siswa (65,7%) memilih Setuju. Pada pernyataan kedua yaitu sebanyak 49 siswa (49,5%) memilih Setuju. Pada pernyataan ketiga sebanyak 83 siswa (83,8%) memilih Setuju. Pada pernyataan keempat 77 siswa (77,8%) memilih Setuju. Pada pernyataan kelima sebanyak 67 siswa (67,7%) memilih Setuju. Pada pernyataan keenam sebanyak 68 siswa (68,7%) memilih Setuju. Pada pernyataan ketujuh sebanyak 66 siswa (66,7%) memilih Setuju. Pada pernyataan kedelapan sebanyak 74 siswa (74,7%) memilih Setuju. 2) Sikap Belajar Siswa pada Aspek Afektif dinilai cukup baik dilihat dari rata-rata skor yang diraih siswa yaitu 3 hingga 4 dengan kategori baik hingga sangat baik. Hal tersebut dapat dilihat pada hasil angket aspek afektif menunjukkan hasil angket pada pernyataan pertama memperoleh skor 3. Pada pernyataan kedua memperoleh skor 3. Pada pernyataan ketiga memperoleh skor 3. Pada pernyataan keempat memperoleh skor 4. Pada pernyataan kelima memperoleh skor 4. Pada pernyataan keenam memperoleh skor 4. Pada  pernyataan ketujuh memperoleh skor 3. Kemudian pada pernyataan kedelapan memperoleh skor 3. Maka dihasilkan rata-rata proses pembelajaran siswa pada mata pelajaran seni budaya khususnya tari tradisional pada aspek afektif menunjukkan kategori cukup baik.
TARI SALONRENG ARA PADA PESTA PERNIKAHAN DI KECAMATAN BONTOBAHARI KABUPATEN BULUKUMBA Hukmiddin, Musnida; Syahrir, Nurlina; Syakhruni, Syakhruni
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 2, No 4 (2023): Oktober-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v2i4.60720

Abstract

Penelitian ini menjawab masalah: (1) fungsi tari Salonreng Ara sebagai sarana ritual pada pesta pernikahan (2) fungsi tari Salonreng Ara sebagai hiburan(3) fungsi tari Salonreng Ara sebagai sajian estetis pada pesta pernikahan di Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini merupakan penelitian budaya dengan pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif yang memaparkan permasalahan sebagaimana adanya. Adapun teknik pengumpulan data yaitu: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian: (1) ritual pernikahan di Desa Ara dimulai pada sore hari(2) tari Salonreng Ara berfungsi sebagai hiburan pada pesta pernikahan. (3) sajian estetis tari Salonreng Ara yaitu pada kostum dan perhiasan.
KAJIAN BENTUK, MAKNA DAN FUNGSI KERIS TATARAPANG KESULTANAN BIMA SERTA SISTEM PEWARISANNYA Hadikusuma, Risman; Jayadi, Karta; Syahrir, Nurlina
Nuansa Journal of Arts and Design Vol 8, No 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/njad.v8i1.59157

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, makna, dan fungsi keris tatarapang Kesultanan Bima serta sistem pewarisannya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan survei deskriptif, yakni penelitian yang secara utuh terfokus pada objek yang diteliti dan menggambarkannya secara detail. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk utuh keris tatarapang Kesultanan Bima yaitu terdiri dari tiga rangkaian komponen utama yaitu uru (gagang), lapi (sarung) dan bila (bilah). Keseluruhan bilah keris tatarapang semuanya bergelombang, ada sebagian yang berpamor dan sebagian juga tidak berpamor. Makna simbolik keris tatarapang dapat ditinjau dari aspek bentuk, aspek warna material dan aspek penempatan. Makna yang terkonfirmasi dalam aspek bentuk meliputi bentuk ragam hias, bentuk bilah berluk dan bentuk pamor. Sedangkan makna keris tatarapang pada aspek warna material meliputi material emas dan material batu permata. Kemudian dari aspek penempatan meliputi posisi penempatan motif hias sang Bima pada gagang keris. Segala aspek yang disebutkan tersebut memiliki makna dan simbol perlambangan tertentu.. Disamping itu terkait fungsi keris tatarapang secara garis besar dikelompokkan menjadi tiga fungsi dasar yaitu fungsi teknomik, fungsi sosial dan fungsi religius. Fungsi teknomik digunakan sebagai senjata tikam, fungsi sosial keris tatarapang dijadikan sebagai penanda status jabatan pada kalangan pejabat kesultanan, kemudian untuk fungsi religus keris tatarapang lebih condong digunakan sebagai alat upacara keagaaman. Teruntuk sistem pewarisan bahwasannya keris tatarapang menggunakan tiga jenis sistem pewarisan yaitu sistem pewarisan tertutup melalui pertalian darah, sistem pewarisan terbuka melalui jalur rekomendasi dan sistem pewarisan kolektif. ABSTRACTThis research aims to describe the form, meaning and function of the Bima Sultanate keris tatarapang and its inheritance system. This research uses a type of qualitative research with a descriptive survey approach, namely research that is completely focused on the object being studied and describes it in detail. The results of this research show that the complete form of the Bima Sultanate keris tatarapang consists of three main components, namely uru (hilt), lapi (sheath) and bila (blade). The entire blade of the Tatarapang keris is all wavy, some have pamor and some also have no pamor. The symbolic meaning of the Tatarapang keris can be viewed from the shape aspect, material color aspect and placement aspect. Confirmed meanings in the form aspect include decorative shapes, curved blade shapes and prestige shapes. Meanwhile, the meaning of the Tatarapang keris in terms of material color includes gold material and gemstone material. Then, from the placement aspect, it includes the position of the Bima ornamental motif on the keris handle. All the aspects mentioned have certain meanings and symbols. Apart from that, the function of the Tatarapang keris is broadly grouped into three basic functions, namely technical function, social function and religious function. The technical function was used as a stabbing weapon, the social function of the Tatarapang keris was used as a marker of position status among Sultanate officials, then for the religious function the Tatarapang keris was more likely to be used as a religious ceremonial tool. Regarding the inheritance system, the Tatarapang keris uses three types of inheritance systems, namely a closed inheritance system through blood ties, an open inheritance system through the recommendation route and a collective inheritance system.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MENGGAMBAR ORNAMEN DESAIN HENNA BERBASIS AUGMENTED REALITY Balise, Hasniyati; Syahrir, Nurlina; Alimuddin, Alimuddin
Nuansa Journal of Arts and Design Vol 8, No 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/njad.v8i1.57569

Abstract

Research and development of augmented reality-based learning media that can visualize decorative/ornament materials can make it easier for students to understand the material. The type of research used is research and development (Research and Development), using the ADDIE development model (Analyze, Design, Development, Implementation and evaluation) which is limited to the formative evaluation stage due to time constraints. The products that have been developed are then validated by experts, namely material experts, media experts, and users. After going through the validation stage and also revision, it was then field tested to find out the response of students and the effective trial of drawing augmented reality-based henna design ornaments on Class VII students of UNISMUH Makassar Junior High School. The results of research and development that have been carried out obtained (1) the average score of the material expert validation score of 4.72 (2) The average score value of media expert validation is 4.8 These results indicate that the validity level of the learning media developed is declared very valid (1) Practicality Test with an average user validation score of 5 very practical criteria. (2) The results of the learner response test obtained an average score of 5 and the drawing effectiveness test of 5 average score value of very effective criteria, thus in terms of the attractiveness of learning media drawing augmented realitybased henna design ornaments is very interesting to use in learning. 
Integrating computing techniques in preserving Makassar’s Pakarena dance heritage Syahrir, Nurlina; Alimuddin, Alimuddin
Indonesian Journal of Electrical Engineering and Computer Science Vol 36, No 3: December 2024
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijeecs.v36.i3.pp1674-1682

Abstract

This interdisciplinary study bridges the cultural heritage of the Pakarena dance, a key element of Makassar ethnicity, with contemporary computing and informatics to examine its social implications, particularly in terms of identity formation, community transmission, and narrative preservation. Emphasizing the dance’s crucial role within the Makassar community, the research employs digital technologies for comprehensive data collection, analysis, and dissemination. Utilizing a qualitative framework supplemented by digital ethnography, the methodology includes in-depth interviews and participant observation, enriched with advanced data analysis and virtual reality (VR) presentations. This innovative approach facilitates the digital capture of the narratives and experiences of dance practitioners, cultural experts, and community members, ensuring the preservation of the dance’s cultural narrative and expression. The study reveals that the Pakarena dance is not only a bearer of the Makassar community’s history and traditions but also a platform for individual creativity and cultural identity, adapting while preserving its core in the face of societal shifts. The findings highlight the potential of computing and informatics in cultural preservation, suggesting new methods for documenting, analyzing, and promoting intangible cultural heritage. The study advocates for the use of technology to enhance and perpetuate cultural heritage, especially for younger generations, in our increasingly digital era.
Biografi Ibu Munasiah Nadjamuddin Sebagai Seorang Seniman Di Makassar Theosofi Febrilia, Utari; Syahrir, Nurlina
VisArt: Jurnal Seni Rupa dan Design Vol. 2 No. 1 (2024): VisArt: Jurnal Seni Rupa dan Desain
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/visart.v2i1.663

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab masalah (1) Bagaimana Perjalanan Hidup Ibu Munasiah Nadjamuddin Sebagai Seniman Tari di Makassar. (2) Bagaimana Prestasi Yang Dicapai Ibu Munasiah Nadjamuddin Sebagai Seniman Tari di Makassar. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yaitu penelitian deskriptif dengan desain penelitian kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Perjalanan Hidup Ibu Munasiah Nadjamuddin Sebagai Seniman Tari di Makassar. ibu Munasiah mampu menciptakan beberapa karya tari, dan mengayomi beberapa kegitan yang tidak jauh dari seni seperti, bermain film dan menulis beberapa puisi. Ibu Munasiah dikenal sebagai seniman wanita multi talenta dengan beberapa pembuktian yang telah dilakukannya, dan beberapa penghargaan besar yang didapatkannya. Melalui Penelitian ini diharapkan masyarakat mampu mengehargai perjalanan seorang seniman dan karya yang dihasilkannya.
Analisis Fenomena Seni Parrawana Nanaeke Tommuane Di Desa Puppalawo Kecamatan Luyo Kabupaten Polewali Mandar Dermawan, Azwan; Syahrir, Nurlina
VisArt: Jurnal Seni Rupa dan Design Vol. 2 No. 1 (2024): VisArt: Jurnal Seni Rupa dan Desain
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/visart.v2i1.667

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian analisis isi untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan Fenomena Parrawana Nanaeke Tommuane di Desa Puppalawo Kecamatan Luyo Kabupaten Polewali Mandar. Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan mengenai Fenomena Parrawana Nanaeke Tommuane di Desa Puppalawo Kecamatan Luyo Kabupaten Polewali Mandar dengan 2 (dua) rumusan masalah yaitu: 1) bagaimana fenomena bentuk seni Parrawana Nanaeke Tommuane di Desa Puppalawo Kecamatan Luyo Kabupaten Polewali Mandar, 2) bagaimana fungsi Parrawana Nanaeke Tommuane di Desa Puppalawo Kecamatan Luyo Kabupaten Polewali Mandar. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yaitu dengan penggambaran objek penelitian secara langsung. Tehnik pengumpulan data yaitu studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi.