Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERKARYA SENI LUKIS MIXMEDIA BERBAHAN LIMBAH PLASTIK Guntur, Guntur; Alimuddin, Alimuddin; Syahrir, Nurlina
JURNAL IMAJINASI Vol 9, No 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v9i1.64108

Abstract

Penelitian pengembangan ini menggunakan model penelitian 4D Thiagarajan yang terdiri dari empat tahapan yaitu pendefinisian (Define), perancangan (Design), pengembangan (Develop) dan penyebaran (Disseminate). Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui bagaimana Validitas media pembelajaran yang dikembangkan pada kegiatan berkarya seni lukis Mixmedia dengan media Limbah Plastik pada kelas XI di SMA Negeri 6 Bulukumba, (2) Mengetahui bagaimana Kepraktisan media pembelajaran yang dikembangkan pada kegiatan berkarya seni lukis Mixmedia dengan media Limbah Plastik pada Kelas XI di SMA Negeri 6 Bulukumba, (3) Mengetahui bagaimana Keefektifan media pembelajaran yang dikembangkan pada kegiatan berkarya seni lukis Mixmedia dengan media Limbah Plastik pada Kelas XI di SMA Negeri 6 Bulukumba. Hasil penelitian yang telah dilakukan memperoleh (1) skor nilai validasi ahli materi sebesar 87, (2) Persentase nilai validasi ahli media sebesar 81 dan (3) skor nilai validasi pengguna sebesar 93. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tingkat validitas media pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan valid. Hasil uji respons peserta didik mendapatkan hasil (1) Uji Kepraktisan dengan skor 93 kriteria sangat praktis, dan (2) Uji keefektifan berkarya seni lukis mixmedia dengan skor 96 kriteria sangat efektif. Dengan demikian, media pembelajaran berkarya seni lukis mixmedia dengan media limbah plastik berbasis presentasi ini sangat menarik untuk digunakan dalam pembelajaran.
Melatih Kelompok Remaja Putri Merias Henna Berornamen Kearifan Lokal Di Kelurahan Lalampanua, Majene – Sulawesi Barat Alimuddin, Alimuddin; Syahrir, Nurlina; Izma, Asmaulul; Sahnir, Nurachmy
DEDIKASI Vol 25, No 2 (2023): JURNAL DEDIKASI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dedikasi.v25i2.56076

Abstract

Abstrak. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan dengan bermitra pada Kelompok Remaja Putri di Kelurahan Lalampanua, Majene – Sulawesi Barat. Permasalahan bagi kelompok tersebut diidentifikasi antara lain: (1) kurangnya pemahaman terhadap ranah pengetahuan tentang jenis dan bentuk-bentuk ornamen kearifan lokal, (2) kemampuan ranah keterampilan mitra dalam membuat desain ornamen Henna berkearifan lokal masih kurang, serta 3) kurangnya kemampuan dalam mengkreasi tata rias Henna yang berkearifan lokal. Fokus utama pelatihan adalah merias Henna dengan berornamen kearifan lokal. Metode dan materi pelaksanan oleh Tim untuk mentransfer ranah pengetahuan dan ranah keterampilan dilakukan dengan tahapan, yakni: (1) tahap pemahaman pengetahuan dilaksanaankan dengan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab untuk pencerahan wawasan terhadap jenis dan bentuk ornamen Henna berkearifan lokal, (2) tahap penerapan keterampilan dilakukan dengan metode demonstrasi dengan berlatih kemampuan merancang dan pembuat desain berbagai jenis dan bentuk ornamen Henna berkearifan lokal; dan 3) tahap evaluasi dilakukan dengan metode mengapresiasi produk-produk hasil pelatihan baik pengembangan desain maupun hasil uji-coba penerapannya. Capaian hasil pelatihan, yaitu: (1) mitra memahami pengetahuan dan termotivasi untuk mengenal berbagai jenis dan bentuk ornamen kearifan lokal di daerahnya, (2) mitra memiliki dasar kemampuan keterampilan untuk mendesain dan membuat ragam jenis dan bentuk ornamen berkearifan lokal, dan (3) mitra memiliki keterampilan kemampuan awal merias Henna berornamen kearifan lokal.Kata kunci: remaja putri, merias, henna, ornamen, kearifan lokal
Melestarikan Budaya Lokal Melalui Kegiatan Pendokumentasian Dengan Memakai System Notasi Laban (Studi Kasus Tari Batara) Sjahrir, Nurlina; Yatim, Heriyati
Indonesian Journal of Social and Educational Studies Vol 6, No 2 (2025): Indonesian Journal of Social and Educational Studies (Article in Press)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijses.v6i2.79422

Abstract

Abstrak. Penelitian ini membahas tentang pentingnya notasi Laban sebagai salah satu alat yang dapat digunakan dalam sebuah tari terkait dengan persoalan pelestarian. Tari Batara adalah tarian tradisional Sulawesi Selatan yang kaya akan makna dan nilai budaya. Penelitian ini membahas tentang pentingnya notasi Laban sebagai alat pelestarian. Dengan menggunakan teori Pelestarian Budaya dan Penotasian Laban, gerakan dan makna Tari Batara dapat terdokumentasikan dan tercatat secara lengkap baik posisi tubuh (sikap dasar dan lanjutan), dasar gerak (tangan, badan, kaki, dan kepala), arah hadap (depan, samping kiri/kanan, belakang), serta pengintegrasiannya tercatatkan secara detail. Secara umum bahwa hasil penelitian menunjukkan bahwa notasi Laban dapat menjadi sarana efektif dalam melestarikan warisan budaya, tarian ini memiliki struktur gerakan yang kompleks dan dinamis. Dampak jangka panjang yang diharapkan dari tari Batara yang telah dinotasikan adalah dapat membantu tidak hanya dalam pelestarian dan pengembangan, tetapi dapat pula menjadi sumber inspirasi dalam pola penciptaan tari kreasi Sulawesi Selatan. Dengan demikian, notasi Laban dapat menjadi alat yang efektif dalam pelestarian dan pengembangan Tari Batara Kata Kunci: Tari Batara, Notasi Laban, Bentuk Pelestarian
Educational Values in the "Sere Bissu" Performing Arts Ritual in Bone Regency: A Review of Its Meaning and Function Astuty, Dewi Sri; Ramli, Asia; Sjahrir, Nurlina
ETDC: Indonesian Journal of Research and Educational Review Vol. 5 No. 1 (2025): December
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/ijrer.v5i1.4071

Abstract

The Sere Bissu ritual performance in Bone Regency is a cultural heritage with significant meanings that have yet to be fully explored, particularly in relation to its role in forming character and community ethics through education. This study examines educational ideals in Bone Regency's Sere Bissu performance through three primary questions: (1) Analyzing performance structure; (2) Identifying educational values; and (3) Analyzing moral educational values' significance and function. This study is descriptive and qualitative. Data collection was carried out through direct observation, in-depth interviews, and documentation during the implementation of the Sere Bissu ritual. This approach was chosen to understand the context and interpretation of values ​​holistically. The research found that (1) Sere Bissu is a ritual performance with multiple stages, including Mappangolo Mappesabbi, Mappakaraja Alusu, Sere Alusu, Sere Mappabbitte, Sere Bibbi, Sere Mangko, Sere Maddampu Alameng, Sere Lemma’, Mammemmang, Maggiri, and Mappatabe. (2) Educational values encompass religious, social, and moral aspects that foster faith, ethics, and cultural character. (3) These educational values emphasize religious devotion, societal harmony, and moral awareness as key foundations in Bugis culture. This study enhances knowledge of educational values by incorporating local wisdom. This study provides practical guidance for educational institutions and cultural activists to conserve and internalize Bugis’ values, particularly in the Sere Bissu rite, as a foundation for national identity.
Pelatihan Tari Batara bagi Siswa di SMP Negeri 3 kabupaten Takalar Sulawesi selatan Syahrir, Nurlina; Nurwahidah, Nurwahidah; Syakhruni, Syakhruni; Salawati, Bau
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 7
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan Tari Batara sebagai salah satu warisan budaya Sulawesi Selatan. Kegiatan ini berupa pelatihan Tari Batara bagi siswa di SMP Negeri 2 Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan apresiasi siswa terhadap budaya lokal, serta mengembangkan kemampuan mereka dalam menari Tari Batara. Metode pelatihan yang digunakan adalah metode demonstrasi dan praktik langsung. Hasil yang diharapkan adalah siswa dapat menguasai gerakan Tari Batara dan menjadi duta pelestari budaya lokal di sekolah dan masyarakat.Kata kunci: Tari Batara, Pelatihan, Pelestarian Budaya, Siswa SMP
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS AUGUMENTED REALITY MENGGUNAKAN MODEL 4D PADA PEMBELAJARAN DESAIN ANIMASI Fikriah, Fikriah; Alimuddin, Alimuddin; Syahrir, Nurlina
JURNAL IMAJINASI Vol 9, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v9i2.64109

Abstract

This research aims to develop augmented reality (AR)-based learning media in the form of Student Worksheets (LKPD) in class IX animation design subjects at Telkom Makassar Middle School. This research uses R&D research with a 4D development model, namely Define, Design, Develop, and Disseminate to produce products that are valid, practical, and effective. The Define stage identifies student needs and challenges in learning animation design. The Design stage focuses on designing LKPD with the integration of AR technology with the hope of facilitating interactive learning and building students' learning independence. The Develop Phase conducts AR LKPD trials to ensure the validity, practicality and effectiveness of the product. The Disseminate stage involves distributing the product to teachers and students as well as holding an exhibition of work and evaluating its effectiveness. The research results show that the AR-based LKPD development is valid for use, verified through consultation with media experts and material experts with a total average score of 3.46. This product is also considered very practical because based on the responses of teachers and students, this media is able to facilitate the learning needs of students with various learning styles, increasing learning independence with an average score for teachers of 3.65 and students of 3.89. Effectiveness analysis shows a significant increase in students' understanding, enthusiasm and active involvement in the learning process after using this media. Overall research results show that augmented reality-based learning media in class IX animation design subjects at Telkom Makassar Middle School is very suitable for use, contributing to improving the quality of independent, creative and responsible learning. Keywords: learning media; augmented reality; animation; independent learning.
IMPLEMENTING THE TALKING CHIPS LEARNING MODEL TO IMPROVE STUDENT ACHIEVEMENT IN CULTURAL ARTS (ART THEORY) Thahrim, Muhammad Zul; Syahrir, Nurlina; B, sukarman
JURNAL IMAJINASI Vol 9, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v9i2.65252

Abstract

The purpose of this study was to examine: (1) teacher activity, (2) student activity, (3) student responses, and (4) student learning outcomes following the implementation of the Talking Chips learning model in art appreciation (visual arts) instruction. This research employed a classroom action research design. Data were collected through classroom observations, interviews, questionnaires, and multiple-choice achievement tests. The results demonstrated notable improvements across two instructional cycles. Teacher activity increased from 70% in Cycle I to 93% in Cycle II. Student activity likewise improved from 81% to 89%. Student responses toward the Talking Chips model were predominantly positive, with 93.60% categorized as good and only 6.38% categorized as low. Furthermore, the average student achievement score increased substantially from 58.66% in Cycle I to 79.75% in Cycle II. These findings indicate that the Talking Chips learning model in art appreciation effectively enhances both student motivation and learning outcomes among Grade XI Science students at MA DDI Kanang.
Biografi Ibu Munasiah Nadjamuddin Sebagai Seorang Seniman Di Makassar Utari Theosofi Febrilia; Nurlina Syahrir
VisArt: Jurnal Seni Rupa dan Design Vol. 2 No. 1 (2024): VisArt: Jurnal Seni Rupa dan Desain
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/visart.v2i1.663

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab masalah (1) Bagaimana Perjalanan Hidup Ibu Munasiah Nadjamuddin Sebagai Seniman Tari di Makassar. (2) Bagaimana Prestasi Yang Dicapai Ibu Munasiah Nadjamuddin Sebagai Seniman Tari di Makassar. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yaitu penelitian deskriptif dengan desain penelitian kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Perjalanan Hidup Ibu Munasiah Nadjamuddin Sebagai Seniman Tari di Makassar. ibu Munasiah mampu menciptakan beberapa karya tari, dan mengayomi beberapa kegitan yang tidak jauh dari seni seperti, bermain film dan menulis beberapa puisi. Ibu Munasiah dikenal sebagai seniman wanita multi talenta dengan beberapa pembuktian yang telah dilakukannya, dan beberapa penghargaan besar yang didapatkannya. Melalui Penelitian ini diharapkan masyarakat mampu mengehargai perjalanan seorang seniman dan karya yang dihasilkannya.
Analisis Fenomena Seni Parrawana Nanaeke Tommuane Di Desa Puppalawo Kecamatan Luyo Kabupaten Polewali Mandar Azwan Dermawan; Nurlina Syahrir
VisArt: Jurnal Seni Rupa dan Design Vol. 2 No. 1 (2024): VisArt: Jurnal Seni Rupa dan Desain
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/visart.v2i1.667

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian analisis isi untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan Fenomena Parrawana Nanaeke Tommuane di Desa Puppalawo Kecamatan Luyo Kabupaten Polewali Mandar. Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan mengenai Fenomena Parrawana Nanaeke Tommuane di Desa Puppalawo Kecamatan Luyo Kabupaten Polewali Mandar dengan 2 (dua) rumusan masalah yaitu: 1) bagaimana fenomena bentuk seni Parrawana Nanaeke Tommuane di Desa Puppalawo Kecamatan Luyo Kabupaten Polewali Mandar, 2) bagaimana fungsi Parrawana Nanaeke Tommuane di Desa Puppalawo Kecamatan Luyo Kabupaten Polewali Mandar. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yaitu dengan penggambaran objek penelitian secara langsung. Tehnik pengumpulan data yaitu studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Nilai Pendidikan Karakter Dalam Kesenian Dusun Lantaboko Dzulfitra Ramadani Mar; Asia Ramli; Nurlina Sjahrir
VisArt: Jurnal Seni Rupa dan Design Vol. 3 No. 2 (2025): VisART : Jurnal Seni Rupa & Desain
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/visart.v3i2.1397

Abstract

This study aims to describe and analyze the representation of character education values in traditional art performances in Dusun Lantaboko, Bontokassi Village, Parangloe District, Gowa Regency. The art form examined is gambus music, which, as one of the traditional arts of the Makassar community, serves a broader function than mere entertainment. It acts as a medium for conveying moral messages, a space for social interaction, and a means of character formation rooted in local wisdom. This study employs a descriptive qualitative approach, with data collected through participatory observation, in-depth interviews with gambus performers and community leaders, and documentation of performances. The findings reveal that gambus art in Dusun Lantaboko embodies four main representations of character education values: (1) honesty, reflected in the spontaneity of the lyrics, openness of expression, and alignment of moral messages with social realities; (2) responsibility, manifested in the performers’ commitment to preserving the tradition, discipline in performance, and the community’s awareness of its collective role in cultural preservation; (3) creativity, evident in lyrical improvisation, originality of ideas, and the use of simple artistic tools as supporting instruments; and (4) mutual cooperation, expressed through community collaboration in preparing performances, voluntary social participation, and collective, non-formal patterns of cultural transmission