Claim Missing Document
Check
Articles

KERAGAAN BEBERAPA GALUR JAGUNG KETAN (Zea mays L. ceratina K.) PADA GENERASI KEEMPAT (S4) Fiddin, Fikriyah Nuril; Yulianah, Izmi; Sugiharto, Arifin Noor
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/629

Abstract

Penilaian keragaan terhadap suatu galur ialah tahapan dalam pembentukan tetua hibrida jagung ketan. Keragaan merupakan penampilan fisik yang diekpresikan oleh tanaman dan dalam populasi akan muncul keragaman atau keseragaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesera-gaman pada masing-masing galur jagung ketan, menduga nilai heritabilitas arti luas dan mendapatkan galur yang berpotensi sebagai calon tetua hibrida. Penelitian dilaksankan pada Desember 2015-Maret 2016 di Desa Sedayu, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Bahan yang digunakan adalah 16 galur jagung ketan generasi S4. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Berdasarkan nilai KKG karakter kuantitatif, semua karakter pada masing-masing galur mempunyai kriteria keragaman sempit, sehingga keseragaman tergolong tinggi. Berdasarkan nilai skoring keseragaman karakter kualitatif, galur yang mempunyai nilai keseragaman yang tinggi adalah JPIE4+44, JPIE4+52, JPIE4+64, JPIE4+62, JPIE4+66, JPIE4+60 dan JPIE4+50. Nilai heritabilitas dalam galur karakter umur anthesis, umur silking dan umur panen pada semua galur termasuk dalam kriteria tinggi.  Karakter kuantitatif lain, nilai heritabilitasnya termasuk dalam kriteria rendah hingga tinggi. Galur-galur yang berpotensi sebagai tetua hibrida berdasar kan nilai heritabilitas dan keseragaman adalah galur JPIE4+35, JPIE4+44, JPIE4+64, JPIE4+62, JPIE4+66, JPIE4+60 dan JPIE4+50.
KORELASI ANTARA KOMPONEN HASIL DENGAN HASIL PADA POPULASI F6 TANAMAN CABAI MERAH BESAR (Capsicum annuum L.) Rofidah, Nur Irma; Yulianah, Izmi; Respatijarti, Respatijarti
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/636

Abstract

Produktivitas cabai merah di Indonesia masih rendah, rataan nasional hanya 8.35 t ha-1, sedangkan potensinya dapat mencapai 22 t ha-1.Upaya perbaikan terhadap hasil cabai merah dapat dilakukan melalui program pemuliaan tanaman.Seleksi terhadap hasil tanaman sulit dilakukan karena karakter hasil seperti bobot per buah dan bobot buah total per tanaman merupakan karakter kuantitatif yang kompleks. Korelasi bertujuan untuk mengetahui hubungan antar sifat-sifat penting tanaman, sehingga dapat digunakan sebagai dasar program seleksi agar efisien.Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan keeratan hubungan komponen hasil dengan hasil yang dapat digunakan sebagai pedoman menentukan kriteria seleksi untuk peningkatan hasil.Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 11 galur harapan sebagai perlakuan dan varietas Gantari sebagai kontrol.Pengamatan menggunakan tekniksampel pada setiap perlakuan.Penelitian dilaksanakan di Desa Gesingan, Kecamatan Pujon, Malang, pada bulan Oktober 2015 hingga April 2016.Berdasarkan nilai korelasi maka karakter yang dapat dijadikan kriteria seleksi pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, diameter batang, diameter buah, panjang buah, jumlah buah baik dan jumlah buah total.
UJI DAYA HASIL PENDAHULUAN DELAPAN GALUR HARAPAN CABAI BESAR (Capsicum annuum L.) GENERASI F6 DI DATARAN MENENGAH Wahidatun, Wahidatun; Yulianah, Izmi; Ardiarini, Noer Rahmi
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 5 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.383 KB) | DOI: 10.21776/726

Abstract

Cabai ialah tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Produktivitas cabai besar (Capsicum annuum L.) di Indonesia tergolong rendah yaitu 8.35 ton ha-1, sedangkan potensi produksinya bisa mencapai 20–40 ton ha-1. Upaya meningkatkan produktivitas cabai besar adalah menggunakan varietas unggul berdaya hasil tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hasil delapan galur harapan cabai besar (Capsicum annuum L.) generasi F6 di dataran menengah. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu pada bulan Februari sampai Agustus 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan delapan (8) galur harapan cabai besar generasi F6 hasil persilangan TW2 X PBC 473 sebagai perlakuan dan varietas Tombak sebagai varietas pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, tidak terdapat galur harapan yang memiliki daya hasil lebih besar dari varietas pembanding. Daya hasil delapan galur harapan cabai besar mempunyai potensi yang sama dengan varietas pembanding di dataran menengah.
PENGARUH KEMATANGAN BUAH DAN JUMLAH TANAMAN PER POLIBAG TERHADAP PERTUMBUHAN KEMANGI (Ocimum basilicum L.) Febriyani, Verayunita; Yulianah, Izmi; Ashari, Sumeru
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/814

Abstract

Kemangi (Ocimum basilicum L.) merupakan tanaman sayuran yang sudah lama dikonsumsi masyarakat Indonesia. Selain dapat dikonsumsi secara langsung, kemangi juga dapat dimanfaatkan sebagi obat tradisional. Perbanyakan tanaman kemangi dilakukan dari benih. Namun pada proses pertumbuhannya, buah kemangi mengalami tingkat kematangan yang berbeda. Pada satu tangkai, buah dibagian bawah berwarna coklat sedangkan dibagian atas masih berwarna hijau. Setiap kegiatan budidaya tanaman tidak hanya memperhatikan kualitas benih yang digunakan tetapi juga faktor lingkungan, salah satunya adalah jumlah tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pertumbuhan kemangi pada tingkat kematangan buah dan jumlah tanaman yang berbeda. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih kemangi, kompos, pupuk NPK, tanah dan pestisida. Alat yang digunakan yaitu petridish, kertas merang, germinator, meteran, timbangan analitik dan leaf area meter (LAM), Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Laboratorium Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya dengan rata-rata suhu harian 320C dan kelembaban 58,3%. Hasil penelitan menunjukkan bahwa perlakuan buah coklat memiliki nilai perkecambahan yang lebih tinggi dibandingkan buah hijau. Sementara itu pada karakter pertumbuhan, buah coklat 1 tanaman/polibag memiliki hasil yang lebih baik namun tidak berbeda dengan buah hijau. Pada karakter kualitatif, terdapat perbedaan pada morfologi daun yang disebabkan oleh genetik dan jumlah tanaman yaitu pada karakter bentuk helai daun, kedalaman gerigi helai daun, ujung daun dan pangkal daun.
Evaluasi Keragaman Pada Populasi F2 Tanaman Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) Firmansyah, Rahmanda Ilman; Yulianah, Izmi; Kuswanto, Kuswanto
Jurnal Produksi Tanaman Vol 9, No 12 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1603

Abstract

Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) memiliki nutrisi yang sama baiknya dengan kedelai. Permasalahan tersebut menjadi peluang pengembangan kecipir pada kegiatan perakitan tanaman melalui proses pemuliaan tanaman yang diawali dengan karakterisasi dan evaluasi keragaman. Hasil keragaman tertinggi terdapat pada populasi F2, hal tersebut disebabkan karena pada populasi ini terjadi segregasi. Penelitian ini dilaksanakan di lahan budidaya Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur yang berlangsung pada bulan April-November 2019. Penelitian ini menggunakan metode single plant, dengan karakter yang diamati sebanyak 28 karakter pada total 300 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan dari keempat populasi F2 memiliki perbedaan karakter yang muncul pada masing-masing karakter dari masing-masing populasi. Berdasarkan hasil analisis data kualitatif menunjukkan hasil keragaman yang dominan beragam dan hanya beberapa karakter menunjukkan hasil keragaman yang seragam. Sedangkan pada analisis karakter kuantitatif, koefisien keragaman yang diperoleh cenderung rendah hingga sedang, dan hanya ditemukan satu hasil koefisien keragaman kategori tinggi (≥ 50,1%) yaitu pada hasil biji per tanaman di populasi F2.1.
PEMURNIAN GENETIK EMPAT VARIETAS KACANG PANJANG (Vigna sesquipedalis (L.) Fruwirth) BERPOLONG UNGU Gusminanda Oktavia Narendri; Izmi Yulianah; Kuswanto Kuswanto
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.297 KB)

Abstract

Pemurnian genetik perlu dilakukan untuk mengetahui apakah dalam suatu populasi sudah seragam penampilannya, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Upaya peningkatan kemurnian genetik pada varietas-varietas kacang panjang perlu dilakukan kembali, selain itu juga harus dilakukan seleksi polong kacang panjang yang sudah berwarna ungu untuk menghasilkan kacang panjang berpolong ungu yang seragam. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan empat varietas kacang panjang berpolong ungu yang murni secara kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai April 2016 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang terletak di desa Jatikerto, Malang. Pengamatan dilakukan secara single plant. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 1 varietas yang secara kualitatif dan kuantitatif sudah seragam, yaitu varietas BU 1. Terdapat 2 varietas yang secara kualitatif sudah seragam, namun secara kuantitatif belum seragam yaitu  varietas BU 4 dan BU 5. Nilai KK varietas BU 4 pada variabel pengamatan jumlah biji per polong menunjukkan nilai sedang, yaitu 25,1%-50%. Nilai KK varietas BU 5 pada variabel pengamatan jumlah polong per tanaman dan jumlah biji per polong menunjukkan nilai sedang, yaitu 25,1%-50%. Varietas BU 6 secara kualitatif belum seragam karena masih ditemukan polong berwarna hijau, kelopak bunga berwarna hijau, dan batang berwarna hijau sebesar 30,43%.
Pemanfaatan Limbah Peternakan dan Pertanian sebagai Bahan Baku Pupuk Organik di Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri Anif Mukaromah Wati; Eka Nurwahyuni; Santi Kusuma Fajarwati; Izmi Yulianah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i1.4126

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah peternakan dan pertanian sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik di Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri. Limbah dari sektor peternakan dan pertanian, seperti kotoran kambing, sapi, kulit ari kacang tanah, tebon jagung, limbah tomat, dan daun mahoni sering kali tidak dikelola dengan baik, sehingga menimbulkan masalah lingkungan. Program ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai teknik pengolahan limbah menjadi pupuk organik melalui sosialisasi dan pelatihan yang melibatkan petani dan peternak lokal. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi, pelatihan teknis, praktik lapangan, dan pendampingan secara langsung selama satu bulan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pengolahan limbah sangat tinggi, dengan peningkatan pemahaman dan keterampilan yang signifikan. Pupuk yang dihasilkan memiliki kualitas baik, berwarna coklat gelap, berbau tanah dan bertekstur remah. Evaluasi pre-test dan post-test terhadap 50 responden menunjukkan peningkatan skor pemahaman sebesar 15-25 poin setelah mengikuti pelatihan. Kesimpulannya, program ini tidak hanya berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan limbah, tetapi juga mampu menghasilkan pupuk organik berkualitas yang dapat mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan menjaga kelestarian lingkungan. Program ini diharapkan dapat menjadi model yang berkelanjutan dan diterapkan di wilayah lain dengan kondisi serupa.
Identifikasi Keragaman Genetik Karakter Polong dan Biji pada Populasi F3 Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) yulianah, izmi; kuswanto, kuswanto; pratama, muhammad ikshan dani
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2025.010.1.7

Abstract

Kecipir adalah tanaman sayuran polong yang belum banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia. Keragaman tanaman kecipir sangat banyak dan memiliki potensi untuk dibudidayakan sehingga bisa dikonsumsi polongmya. Upaya pengembangan jkecipir, didahului dengan mengidentifikasi keragaman tanaman maupun polong yang dihasilkan. identifikasi dan karakterisasi tanaman dan polong kecipir sekaligus mengetahui potensi hasil tanaman yang akan menjadi varietas potensial.  Kegiatan identifikasi dan karakterisasi kecipir dapat dilakukan dengan mengevaluasi keragaman sebagai upaya mendapatkan karakter-karakter unggul sehingga didapatkan galur unggul untuk mengatasi permasalahan budidaya kecipir. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi Keragaman Genetik Karakter Polong dan Biji Pada Populasi Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.). Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-September 2023 di lahan Percobaan Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian dilakukan dengan metode single plant, dimana setiap tanaman diamati berdasarkan variabel pengamatan yang ditentukan. Benih berasal dari satu populasi hasil dari persilangan dua tetua dengan kode persilangan  (PLB 2.3 x MDM 1.2) ditanam sebanyak 74 individu dan tetua PLB 2.3 dan MDM 1.2 sebagai ragam lingkungan sebanyak 20 individu, sehingga total tanaman sebanyak 94 individu tanaman. Variabel pengamatan dalam penelitian ini meliputi karakter kuantitatif dan karakter kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai keragaman genetik, heritabilitas, dan kemajuan genetik harapan masing-masing karakter kuantitatif memiliki kriteria yang beragam. Sedangkan karakter kualitatif pada populasi  menunjukkan terdapat keragaman dan keseragaman terhadap beberapa karakter diantaranya warna polong, warna biji.
Evaluasi Penampilan Fenotipik Enam Calon Varietas Hibrida Tomat (Solanum lycopersicum L.) Afuwwan Almira; Yulianah, Izmi; Purnamaningsih , Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 2 (2023): Februari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.02.05

Abstract

Tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Banyaknya kegunaan dan manfaat buah tomat menyebabkan permintaan buah tomat setiap tahun cenderung meningkat. Salah satu cara dalam meningkatkan produksi tomat adalah merakit varietas unggul baru tomat melalui program pemuliaan tanaman. Tujuan penelitian ini yaitu Mengevaluasi penampilan fenotipik enam calon varietas tomat hibrida yang dibandingkan dengan dua varietas pembanding. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 6 calon varietas tomat hibrida dan 2 varietas pembanding dengan 3 ulangan. Perameter yang diamati meliputi karakter kualitatif dan kuantitatif. Hasil pengamatan menunjukan bahwa calon verietas V1, V2, V3, V4 dan V5 menunjukan penampilan bobot per tanaman, hasil per petak dan hasil per hektar yang sama  dengan varietas pembanding Servo dan Diva. Pada penampilan tinggi tanaman, hasil per petak dan hasil per hektar calon varietas V1 memiliki hasil yang lebih tinggi dari varietas pembanding Servo. Calon varietas V1 memiliki umur simpan yang lebih lama dari pembanding Diva. Berdasarkan pengamatan karakter bentuk buah terdapat empat keragaman bentuk buah yakni bulat (Servo, V2, V3 dan V5), lonjong (Diva dan V1), agak pipih (V4) dan bentuk hati (V6). Pada karakter ukuran buah matang terdapat 2 kelompok yaitu kecil (Diva dan V5) dan intermediate (Servo, V1, V2, V3, V4 dan V6
Respon Benih Cabai (Capsicum annum L.) Kadaluarsa Terhadap Lama Perendaman dan Macam ZPT Alami Pada Viabilitas, Vigor dan Pertumbuhan Bibit. Sakinah, Fatiyatul; Purnamaningsih , Sri Lestari; Yulianah, Izmi
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 3 (2023): Maret
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.03.07

Abstract

Benih kadaluarsa menyebabkan menurunnya kualitas dan mutu benih. Salah satu upaya untuk mengoptimalkan mutu benih kadaluarsa adalah dengan perlakuan invigorasi menggunakan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) yang dapat diperoleh secara alami dari ekstrak bahan alami. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh jenis ZPT alami dan lama perendaman terhadap viabilitas, vigor dan pertumbuhan bibit pada benih cabai kadaluarsa. Penelitian dilaksanakan di Green house Lahan Percobaan Jatimulyo pada bulan Februari sampai Mei 2022. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengakap (RAL) Faktorial. Faktor pertama yaitu jenis ekstrak bahan alami sebagai sumber ZPT alami dan faktor kedua yaitu lama perendaman yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan jenis ZPT alami berpengaruh nyata baik itu terhadap uji viabilitas dan vigor benih dan pertumbuhan bibit. Perlakuan lama perendaman berpengaruh nyata terhadap uji viabilitas dan vigor benih, tinggi tanaman dan jumlah daun akan tetapi tidak berpengaruh terhadap panjang akar. Interaksi antara faktor 1 dan 2 berpengaruh tidak nyata terhadap variabel uji viabilitas dan vigor, jumlah daun dan panjang akar. Akan tetapi, pada variabel tinggi tanaman interaksi hanya ditemukan pada saat tanaman berumur 5 HST (Hari Setelah Tanam).
Co-Authors Abdurrahman, Saifullah Abdurrahman, Saifullah Afuwwan Almira Ahmad Syahrian Siregar, Ahmad Syahrian Alfiyah, Layinnati Alfiyah, Layinnati Aminuyati Anif Mukaromah Wati Arifin Noor Sugiharto Ayu, Dyan Kusumaning Ayu, Dyan Kusumaning Basuki, Nur Bellindga Rud Yulika Putri Bramastyo, Doni Cahyaningrum, Descha Giatri Catur Suciari Kurnia Damanhuri Damanhuri Damanhuri Darmawan Saptadi, Darmawan Descha Giatri Cahyaningrum Eka Nurwahyuni Elok Rifqi Firdiana, Elok Rifqi Febriyani, Verayunita Febriyani, Verayunita Festhya Rytha Purnamasari, Festhya Rytha Fiddin, Fikriyah Nuril Fiddin, Fikriyah Nuril Firmansyah, Rahmanda Ilman Gusminanda Oktavia Narendri Hastuti, Ni Made Dwi Hastuti, Ni Made Dwi Intan Permatasari Kurniawan Budiarto Kusuma, Devi Mira Kusuma, Devi Mira Kuswanto Kuswanto Kuswanto Kuswanto Kuswanto, Kuswanto Lita Soetopo Masnar, Adley L. Mas’udah, Shofiyatul Niken Kendarini Noer Rahmi Ardiarini, Noer Rahmi Nur Basuki Palupi, Hendra Palupi, Hendra Permatasari, Intan Prabawa, Putu Shantiawan Prabawa, Putu Shantiawan Prajaka, Nanang Wahyu Prasetya, Widdi Prasetya, Widdi pratama, muhammad ikshan dani Purnamaningsih , Sri Lestari Purnamasari, Festhya Rytha Putri Ardi, Nur Atikah Putri Ardi, Nur Atikah Rahmadea, Aurellia Respatijarti Respatijarti Rofidah, Nur Irma Rofidah, Nur Irma Sakinah, Fatiyatul Santi Kusuma Fajarwati Saptadi, Darmawan Sasanti Widiarsih Sholeh, Aziz Sholeh, Aziz Simbolon, Forastero Simbolon, Forastero Sri Lestari Purnamaningsih Sumeru Ashari Wahidatun, Wahidatun Wahidatun, Wahidatun Widyawati, Zuri Wulan W, Putri Nawang Wulan W, Putri Nawang Wulandari, Jeany Eka Wulandari, Jeany Eka Yusuf, Hadi Mokhamad Zuri Widyawati