Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pemberian Ekstrak Tauge Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Microgreen Selada (Lactuca sativa L.) pada Media Tanam Berbeda Rahmadea, Aurellia; Yulianah, Izmi
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 05 (2024): Mei
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2024.012.05.01

Abstract

Selada (Lactuca sativa L.) merupakan jenis tanaman sayuran yang banyak dikonsumsi karena kandungan gizi tinggi. Microgreen merupakan salah satu teknik budidaya untuk menghasilkan tanaman muda dengan kandungan nutrisi lebih tinggi. Input nutrisi dan media taman yang tepat diperlukan untuk menunjang pertumbuhan dan hasil microgreen. Salah satu bahan organik yang dapat digunakan yaitu dengan ekstrak tauge. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi antara media tanam dan pemberian ekstrak tauge terhadaap pertumbuhan dan hasil microgreen selada. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni hingga Juli 2023 di greenhouse lahan percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, yang terletak di Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Penelitian disusun dengan Rancangan Acak Lengkap (RALF) Faktorial yang terdiri dari dua faktor yakni, media tanam dan pemberian ekstrak tauge yang terdiri dari 3 taraf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam rockwool dan cocopeat dengan ekstrak tauge 30% dan 50% memberikan hasil tinggi tanaman yang tidak berbeda nyata, hasil daya kecambah terbaik terdapat pada perlakuan media tanam rockwool dan arang sekam dengan ekstrak tauge 50%, berat segar terbaik pada perlakuan media tanam arang sekam + ekstrak tauge 50% dan berbeda nyata dengan perlakuan media tanam rockwool + ekstrak tauge 50% dan cocopeat + kontrol.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Empat Varietas Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) dengan Pemberian Beberapa Dosis PGPR Bellindga Rud Yulika Putri; yulianah, izmi
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 05 (2024): Mei
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2024.012.05.02

Abstract

Bayam merah dikenal sebagai sumber makanan yang kaya akan sumber protein, vitamin A, B dan C serta mengandung garam mineral seperti fosfor, kalsium dan zat besi. Pemanfaatan PGPR dan varietas unggul untuk meningkatkan produksi bayam merah. Tujuan dari penelitian ini untuk Mempelajari respon pertumbuhan dan hasil beberapa varietas bayam merah terhadap pemberiaan beberapa dosis PGPR. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei – Juni 2023 di lahan yang bertempat di Desa Duyung, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan. Bahan yang digunakan adalah benih tanaman bayam merah dengan 4 jenis varietas yaitu varietas Mira, varietas Baret Merah, varietas Red Lady, varietas Manila dan larutan PGPR. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan 3 kali ulangan. Data hasil pengamatan dianilisis menggunakan analisi ragam (ANOVA) dan uji lanjut menggunakan BNJ dengan Taraf 5%. Terdapat respon terhadap varietas bayam merah dengan pemberian dosis PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Respon varietas bayam merah dengan pemberian PGPR terhadap hasil yang didapat tidak berbeda dengan perlakuan tanpa pemberian PGPR (kontrol). Kata Kunci: Bayam Merah, PGPR, Hasil, Varietas.
Rapid Micropropagation of Alocasia azlanii using Microshoot Tips as Explants Source Siregar, Ahmad Syahrian; Mas’udah, Shofiyatul; Firdiana, Elok Rifqi; Widiarsih, Sasanti; Budiarto, Kurniawan; Yusuf, Hadi Mokhamad; Yulianah, Izmi; Masnar, Adley L.
AGRIVITA Journal of Agricultural Science Vol 47, No 3 (2025)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v47i3.4838

Abstract

Alocasia azlanii is a unique species that has an ornamental value, native to Southeast Asia. The present investigation aimed to develop reliable in vitro propagation techniques for A. azlanii, suitable for potential mutation and polyploidization programs. The in vitro propagation protocol for these species includes sterilization, shoot proliferation, in vitro rooting induction, and acclimation stages. The results showed that the effective protocol for freeing the explants from contamination was achieved through additional pre-treatment with bactericide and fungicide, which produced the best percentage of clean shoot-tip explants (87%). At the shoot multiplication stage, the shoot-tip explant cultivated in MS medium supplemented with 0.05 mg/l TDZ and 1 mg/l BAP showed the highest number of shoots (31.8) in the second subculture cycle. In rooting stages, single shoots that were planted in MS medium supplemented with 0.5 mg/l activated charcoal and 0.5 mg/l NAA resulted in the best plantlet performances in terms of stem diameter, number of roots, number of leaves, and plantlet height. In the acclimatization stage, planting media composed of husk charcoal, soil, manure, and volcanic fine sand mixture (2:1:1:1 v/v) preserved vigorous plantlet development, with 93% survival.
HERITABILITAS DAN KEMAJUAN GENETIK HARAPAN POPULASI F2 PADA TANAMAN CABAI BESAR (Capsicum annuum L.) Widyawati, Zuri; Yulianah, Izmi; Respatijarti, Respatijarti
Produksi Tanaman Vol. 2 No. 3 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan produksi cabai besar dapat dilakukan dengan perbaikan bahan tanam melalui program pemuliaan tanaman. Kegiatan pemuliaan tanaman pada tanaman cabai besar diawali dengan meningkatkan keragaman genetiknya. Selain keragaman genetik perlu juga diketahui parameter genetik seperti heritabilitas dan estimasi kemajuan genetik yang akan dicapai. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keragaman genetik, pendugaan nilai heritabilitas dan kemajuan genetik harapan pada populasi F2 tanaman cabai besar. Penelitian dilaksanakan di Desa Pandesari, Kec. Pujon, Malang pada bulan Maret – Agustus 2013. Percobaan menggunakan metode pengamatan single plant dengan menanam dua populasi F2 dan dua populasi F1. Jumlah tanaman pada masing-masing populasi F2 sebanyak 200 tanaman,  sedangkan pada populasi F1 sebanyak 20 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat keragaman genetik pada semua karakter kuantitatif yang diamati kecuali karakter panjang tangkai buah,diameter buah dan tebal daging buah, nilai duga heritabilitas tinggi pada semua karakter kuantitatif yang diamati kecuali karakter umur berbunga, bobot buah total dan umur panen, sedangkan nilai duga kemajuan genetik harapan tinggi pada semua karakter kuantitatif yang diamati kecuali karakter umur panen. Karakter kuantitatif yang memiliki nilai heritabilitas dan kemajuan genetik tinggi dapat dijadikan karakter seleksi. Kata kunci : cabai besar, populasi F2, heritabilitas, kemajuan genetik harapan
INTERAKSI GENOTIPE LINGKUNGAN GALUR-GALUR HARAPAN KACANG PANJANG(Vigna sesquipedalis L. Fruwirth) BERPOLONG UNGU DI DUA LOKASI Cahyaningrum, Descha Giatri; Yulianah, Izmi; Kuswanto, Kuswanto
Produksi Tanaman Vol. 2 No. 5 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produksi maupun kualitas kacang panjang adalah merakit varietas unggul kacang panjang berpolong ungu dengan hasil produksi tinggi dan beradaptasi luas. Pengujian bertujuan untuk mengetahui interaksi genotipe lingkungan enam galur harapan kacang panjang berpolong ungu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Juli 2013 di dua lokasi lahan pertanian di kecamatan Lawang, lokasi desa Srigading dan lokasi desa Sumberporong. Materi genetik yang digunakan adalah enam galur harapan kacang panjang berpolong ungu hasil penelitian pendahuluan dengan dua pembanding yaitu UBPU1 41, UBPU1 130, UBPU1 222, UBPU1 365, UBPU2 202, UBPU3 153, varietas Brawijaya 4 dan Bagong 2. Penelitian menggunakan RAK rancangan tersarang dengan tiga ulangan. Data karakter kualitatif disajikan dalam bentuk statistika deskriptif, sedangkan karakter kuantitatif dianalisa dengan menggunakan analisis ragam pada masing-masing lokasi dan dilanjutkan dengan analisis ragam gabungan. Jika diperoleh interaksi genotip lingkungan yang nyata maka di uji lanjutan dengan BNJ 5 %. Dari hasil penelitian diperoleh terjadi interaksi genotipe lingkungan pada karakter kuantitatif yang meliputi karakter rata-rata bobot polong (g) dan jumlah polong per tanaman. Karakter umur berbunga (hst), umur panen (hst), panjang polong (cm), jumlah biji, dan bobot 200 biji (g) menunjukkan interkasi genotipe lingkungan yang tidak nyata. Galur terbaik yang sesuai ditanam di lokasi Srigading UBPU1 130. Galur terbaik yang sesuai ditanam di lokasi Sumberporong UBPU1 41, UBPU1 130, UBP3 153. Galur UBPU1 130 dapat ditanam pada lokasi Srigading dan lokasi Sumberporong. Kata kunci:  interaksi, galur, lokasi, Vigna sesquipedalis L.
PENAMPILAN 12 FAMILI BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) F4 BERPOLONG UNGU Permatasari, Intan; Yulianah, Izmi; Kuswanto, Kuswanto
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang buncis merupakan salah satu jenis kacang sayur yang banyak dibudidayakan dan dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Untuk menekan nilai impor sayuran polong-polongan, khususnya buncis, perlu adanya suatu peningkatan produksi dalam negeri, salah satunya dengan perakitan varietas unggul baru berdaya hasil tinggi dan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penampilan 12 famili buncis (Phaseolus vulgaris L.) F4 berpolong ungu. Bahan tanam yang digunakan ialah benih F4 yaitu 12 famili buncis polong ungu hasil persilangan tanaman buncis varietas introduksi dengan varietas lokal (GKCS-6, GKCS-54, GKCS-97, GKCS-108, GIPQ-12, GIPQ-23, GIPQ-35, GKPQ-12, GKPQ-19, PQGK-1, PQGI-169, dan MCS-13), dengan 5 tetua (2 introduksi yaitu Purple Queen (PQ) dan Cherokee Sun (CS), 3 lokal yaitu Gogo Kuning (GK), Gilik Ijo (GI), dan Mantili (M)). Bahan penelitian lain meliputi furadan, benlext, pupuk kandang ayam dan NPK (16:16:16), mulsa plastik hitam perak dan label nama famili. Penelitian disusun tanpa menggunakan rancangan percobaan. Penelitian dilaksanakan di lahan milik petani yang terletak di Desa Kajang Lor Kecamatan Junrejo, Kabupaten Batu. Penelitian dilaksanakan pada Januari sampai dengan April 2014. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penampilan 12 famili F4 buncis polong ungu yang seragam dalam tipe pertumbuhan merambat, warna batang ungu, warna bunga ungu, dan warna polong ungu tua, yaitu famili PQGK-1, PQGI-169 dan GIPQ-35. Famili buncis polong ungu dalam kriteria keragaman genetik rendah yaitu antara 0 - 22% pada famili PQGK-1, PQGI-169 dan GIPQ-35. Kata kunci: Kacang Buncis, Famili, Keragaman, Penampilan.
SELEKSI CALON TETUA GALUR MANDUL JANTAN (F1) PADI HIBRIDA (Oryza sativa L.) TERHADAP STERILITAS POLEN DAN KETAHANAN PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI (Xanthomonas oryzae) Purnamasari, Festhya Rytha; Yulianah, Izmi; Soetopo, Lita
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 5 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Calon tetua galur mandul jantan (F1) padi hibrida merupakan hasil persilangan antara galur mandul jantan (P1) dengan P2 (pewaris sifat tahan hawar daun bakteri). Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui sterilitas polen galur F1 dan karakter morfologis galur F1 serta (2) mengetahui ketahanan galur F1 terhadap penyakit hawar daun bakteri. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari–Mei 2013 di lahan riset PT. DuPont Indonesia (Pioneer) yang berada di desa Ngijo, kecamatan Karangploso, kabupaten Malang. 106 galur F1 (galur 13CCMS001A – 13CCMS108A) ditanam berdasarkan rancangan acak kelompok perluasan (augmented design) dan perbedaan rata-rata  antar galur dan kultivar pembanding didasarkan pada hasil uji LSI (Least Significant Increase) pada taraf 5%. Rancangan percobaan terdiri dari 6 blok acak. Tiap blok terdiri atas 19 plot percobaan, yaitu 18 plot galur F1 dan 1 plot cek. Cek terdiri atas varietas peka (IR64) dan varietas tahan (IRBB21 dan IRBB7). Pengamatan meliputi : (1) sterilitas polen diamati menggunakan mikroskop; (2) pengamatan karakter warna polen dan posisi malai; (3) skoring serangan penyakit; dan (4) intensitas serangan penyakit. Berdasarkan hasil seleksi yang diperoleh terhadap ke empat pengamatan tersebut, diperoleh 14 galur F1 terpilih hasil seleksi. Kata kunci: Galur Mandul Jantan, Augmented Design, Sterilitas Polen, Hawar Daun Bakteri
UJI KETAHANAN 10 GENOTIP PADI MERAH (Oryza sativa L.) TERHADAP PENYAKIT BLAS DAUN (Pyricularia oryzae Cav.) RAS 173 Prabawa, Putu Shantiawan; Yulianah, Izmi; Basuki, Nur
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 6 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan varietas padi merahtahan penyakit blasadalah solusi yang efektif untuk meningkatkan hasil padi merah, tetapi varietas tahan yang ada ketahanannya mudah patah. Hal ini karena beragamnya ras penyakit blas yang berkembang, salah satunya yang paling virulen adalah ras 173. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ras cendawan yang menyerang, menguji ketahanan 10 genotip padi merah,mengetahui keragaman dan menduga apakah sifat tersebut dapat diwariskan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari – Mei 2014, di desa Ketawang, Gondanglegi, kabupaten Malang. Bahan yang digunakan adalah 10 genotip lokal padi merah dan 2 varietas pembanding. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Hasil penelitian menunjukkan ras cendawan P. oryzae Cav yang terdapat pada lokasi penelitian adalah ras 173. Terdapat dua genotip yaitu Mandel dan Yaiti yang memiliki penampilan terbaik pada semua karakter ketahanan seperti periode laten, jumlah bercak berspora, jumlah bercak tidak berspora, skor tingkat ketahanan dan intensitas serangan penyakit. Karakter jumlah bercak berspora dan jumlah bercak tidak berspora memiliki nilai KKG yang tinggi, sedangkan karakter tingkat ketahanan dan intensitas serangan memiliki nilai KKG yang rendah. Karakter jumlah bercak, tingkat ketahanan dan intensitas serangan memiliki kriteria heritabilitas tinggi. Kata kunci : Padi Merah, Penyakit Blas, Ketahanan, Keragaman, Heritabilitas
OBSERVASI PERTUMBUHAN BIBIT NANGKA (Artocarpus heterophyllus) DAN SENGON (Paraserianthes falcataria) PADA KEBUN BIBIT RAKYAT (KBR) DAS BRANTAS JAWA TIMUR Simbolon, Forastero; Yulianah, Izmi; Damanhuri, Damanhuri
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 6 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebun Bibit Rakyat (KBR) merupakan program pemerintah untuk menyediakan bahan tanam berupa bibit tanaman hutan dan jenis bibit tanaman serbaguna (MPTS) yang dilaksanakan secara swakelola oleh kelompok tani, terutama di pedesaan (Permenhut no 17 Tahun 2012). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan benih nangka dan sengon setelah semai serta laju pertumbuhan bibit setelah tanam ke lapang pada program Kebun Bibit Rakyat (KBR) Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas Jawa Timur. Metode yang digunakan pada observasi ini adalah metode observasi lapangan yaitu dengan cara pengambilan data melalui pengamatan langsung di lapangan dan wawancara terhadap petani. Lokasi pengamatan pada tanaman nangka adalah L1, L2, L3, L4, L5 dan untuk tanaman sengon adalah L1, L2, L3, L4, L5, L6, L7, L8. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah DAS Brantas Jawa Timur yaitu Kab. Blitar, Kab. Kediri, Kab. Tulungagung, Kab. Trenggalek dan Kab. Malang. Hasil observasi penelitian yang diperoleh dari pengamatan di lapangan bahwa dari grafik pertumbuhan benih nangka dan sengon saat di persemaian, lokasi yang menunjukkan pertumbuhan benih nangka yang baik adalah L4 dan lokasi yang menunjukkan pertumbuhan benih sengon yang baik adalah L6. Pada saat bibit ditanam ke lapang dari hasil grafik laju pertumbuhan nangka dan sengon, laju pertumbuhan yang baik terhadap tanaman nangka adalah L2 dan lokasi yang menunjukkan laju pertumbuhan yang baik terhadap tanaman sengon adalah L2, L8 dan L6. Kata kunci: KBR, DAS, Observasi, Bibit
UJI KETAHANAN 14 GALUR CABAI BESAR (Capsicum annuum L.) TERHADAP PENYAKIT ANTRAKNOSA (Colletotrichum spp) DAN LAYU BAKTERI (Ralstonia solanacearum) Palupi, Hendra; Yulianah, Izmi; Respatijarti, Respatijarti
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 8 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan pada tanaman cabai (Capsicum annuum L.) adalah penyakit antraknosa dan layu bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketahanan 14 galur cabai terhadap penyakit antraknosa, layu bakteri dan karakter komponen hasil. Penelitian dilaksanakan di desa Gesingan, kecamatan Pujon, kabupaten Malang pada bulan Januari – Juli 2014. Bahan yang digunakan adalah 14 galur cabai besar asal dari lokal dan Introduksi. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kejadian penyakit layu bakteri pada masing-masing galur memiliki kriteria tahan dengan kisaran 3,33 %-13,06 %. Untuk penyakit antraknosa galur yang memiliki kriteria moderat yaitu galur 119.1.4 (21,63) dan 114.11.5. (20,20 %). Kemudian kriteria tahan terdapat pada galur 118.6 (10,72 %) dan 053.30.6 (10,13 %). Kriteria sangat tahan dengan rerata kejadian penyakit yang terendah yakni galur 055.1 (1,14 %). Karakter Komponen hasil tertinggi untuk panjang buah; diameter buah; panjang tangkai buah; bobot/buah; bobot buah/tanaman dan jumlah buah/tanaman berturut-turut terdapat pada galur 116.7.2 dan galur 051.20.1. Uji ketahanan penyakit antraknosa dan layu bakteri menunjukkan kriteria ketahanan yang berbeda pada galur yang diuji. Kata kunci: Cabai besar, Galur, Antraknosa, Layu Bakteri, Komponen Hasil.
Co-Authors Abdurrahman, Saifullah Abdurrahman, Saifullah Afuwwan Almira Ahmad Syahrian Siregar, Ahmad Syahrian Alfiyah, Layinnati Alfiyah, Layinnati Aminuyati Anif Mukaromah Wati Arifin Noor Sugiharto Ayu, Dyan Kusumaning Ayu, Dyan Kusumaning Basuki, Nur Bellindga Rud Yulika Putri Bramastyo, Doni Cahyaningrum, Descha Giatri Catur Suciari Kurnia Damanhuri Damanhuri Damanhuri Darmawan Saptadi, Darmawan Descha Giatri Cahyaningrum Eka Nurwahyuni Elok Rifqi Firdiana, Elok Rifqi Febriyani, Verayunita Febriyani, Verayunita Festhya Rytha Purnamasari, Festhya Rytha Fiddin, Fikriyah Nuril Fiddin, Fikriyah Nuril Firmansyah, Rahmanda Ilman Gusminanda Oktavia Narendri Hastuti, Ni Made Dwi Hastuti, Ni Made Dwi Intan Permatasari Kurniawan Budiarto Kusuma, Devi Mira Kusuma, Devi Mira Kuswanto Kuswanto Kuswanto Kuswanto Kuswanto, Kuswanto Lita Soetopo Masnar, Adley L. Mas’udah, Shofiyatul Niken Kendarini Noer Rahmi Ardiarini, Noer Rahmi Nur Basuki Palupi, Hendra Palupi, Hendra Permatasari, Intan Prabawa, Putu Shantiawan Prabawa, Putu Shantiawan Prajaka, Nanang Wahyu Prasetya, Widdi Prasetya, Widdi pratama, muhammad ikshan dani Purnamaningsih , Sri Lestari Purnamasari, Festhya Rytha Putri Ardi, Nur Atikah Putri Ardi, Nur Atikah Rahmadea, Aurellia Respatijarti Respatijarti Rofidah, Nur Irma Rofidah, Nur Irma Sakinah, Fatiyatul Santi Kusuma Fajarwati Saptadi, Darmawan Sasanti Widiarsih Sholeh, Aziz Sholeh, Aziz Simbolon, Forastero Simbolon, Forastero Sri Lestari Purnamaningsih Sumeru Ashari Wahidatun, Wahidatun Wahidatun, Wahidatun Widyawati, Zuri Wulan W, Putri Nawang Wulan W, Putri Nawang Wulandari, Jeany Eka Wulandari, Jeany Eka Yusuf, Hadi Mokhamad Zuri Widyawati