Claim Missing Document
Check
Articles

PENAMPILAN DAN PENDUGAAN HERITABILITAS 9 POPULASI S3 TANAMAN SEMANGKA (Citrullus lanatus (Thunberg) Matsum dan Nakai) Abdurrahman, Saifullah; Yulianah, Izmi; Saptadi, Darmawan
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi buah semangka untuk konsumsi nasional membutuhkan benih sebanyak 14,7 ton, sedangkan produksi benih dalam negeri hanya 12,5 ton, oleh sebab itu membutuhkan impor benih sebanyak 2,2 ton benih (BPS, 2015). Untuk mendapatkan galur murni superior diperlukan kegiatan pemuliaan, pemurnian dan seleksi. Penelitian ini untuk mengetahui keragaman beberapa karakter populasi S3. Menduga nilai heritabilitas beberapa karakter yang memiliki peluang untuk program seleksi selanjutnya, serta mendapatkan individu dan populasi terbaik. Percobaan menggunakan metode single plot terdiri 9 populasi. Setiap populasi ditanam 25 tanaman S3 dan 75 tanaman pembanding yakni gadis manis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada parameter kualitatif, 9 populasi semangka S3 masih menunjukan adanya keragaman akibat segregasi. Keragaman fenotipe dan genetik hampir semua karakter rendah kecuali bobot buah, tebal kulit buah dan padatan total terlarut. Nilai duga heritabilitas tiap karakter pada populasi bervariasi berkisar 0 – 0.99. Karakter kuantitatif dengan nilai keragaman rendah dan heritabilitas tinggi dijadikan karakter seleksi. Seleksi berpedoman juga pada sifat penciri khusus.
KERAGAAN BEBERAPA GALUR JAGUNG KETAN (Zea mays L. ceratina K.) PADA GENERASI KEEMPAT (S4) Fiddin, Fikriyah Nuril; Yulianah, Izmi; Sugiharto, Arifin Noor
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian keragaan terhadap suatu galur ialah tahapan dalam pembentukan tetua hibrida jagung ketan. Keragaan merupakan penampilan fisik yang diekpresikan oleh tanaman dan dalam populasi akan muncul keragaman atau keseragaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesera-gaman pada masing-masing galur jagung ketan, menduga nilai heritabilitas arti luas dan mendapatkan galur yang berpotensi sebagai calon tetua hibrida. Penelitian dilaksankan pada Desember 2015-Maret 2016 di Desa Sedayu, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Bahan yang digunakan adalah 16 galur jagung ketan generasi S4. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Berdasarkan nilai KKG karakter kuantitatif, semua karakter pada masing-masing galur mempunyai kriteria keragaman sempit, sehingga keseragaman tergolong tinggi. Berdasarkan nilai skoring keseragaman karakter kualitatif, galur yang mempunyai nilai keseragaman yang tinggi adalah JPIE4+44, JPIE4+52, JPIE4+64, JPIE4+62, JPIE4+66, JPIE4+60 dan JPIE4+50. Nilai heritabilitas dalam galur karakter umur anthesis, umur silking dan umur panen pada semua galur termasuk dalam kriteria tinggi.  Karakter kuantitatif lain, nilai heritabilitasnya termasuk dalam kriteria rendah hingga tinggi. Galur-galur yang berpotensi sebagai tetua hibrida berdasar kan nilai heritabilitas dan keseragaman adalah galur JPIE4+35, JPIE4+44, JPIE4+64, JPIE4+62, JPIE4+66, JPIE4+60 dan JPIE4+50.
KORELASI ANTARA KOMPONEN HASIL DENGAN HASIL PADA POPULASI F6 TANAMAN CABAI MERAH BESAR (Capsicum annuum L.) Rofidah, Nur Irma; Yulianah, Izmi; Respatijarti, Respatijarti
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas cabai merah di Indonesia masih rendah, rataan nasional hanya 8.35 t ha-1, sedangkan potensinya dapat mencapai 22 t ha-1.Upaya perbaikan terhadap hasil cabai merah dapat dilakukan melalui program pemuliaan tanaman.Seleksi terhadap hasil tanaman sulit dilakukan karena karakter hasil seperti bobot per buah dan bobot buah total per tanaman merupakan karakter kuantitatif yang kompleks. Korelasi bertujuan untuk mengetahui hubungan antar sifat-sifat penting tanaman, sehingga dapat digunakan sebagai dasar program seleksi agar efisien.Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan keeratan hubungan komponen hasil dengan hasil yang dapat digunakan sebagai pedoman menentukan kriteria seleksi untuk peningkatan hasil.Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 11 galur harapan sebagai perlakuan dan varietas Gantari sebagai kontrol.Pengamatan menggunakan tekniksampel pada setiap perlakuan.Penelitian dilaksanakan di Desa Gesingan, Kecamatan Pujon, Malang, pada bulan Oktober 2015 hingga April 2016.Berdasarkan nilai korelasi maka karakter yang dapat dijadikan kriteria seleksi pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, diameter batang, diameter buah, panjang buah, jumlah buah baik dan jumlah buah total.
UJI DAYA HASIL PENDAHULUAN DELAPAN GALUR HARAPAN CABAI BESAR (Capsicum annuum L.) GENERASI F6 DI DATARAN MENENGAH Wahidatun, Wahidatun; Yulianah, Izmi; Ardiarini, Noer Rahmi
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 5 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai ialah tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Produktivitas cabai besar (Capsicum annuum L.) di Indonesia tergolong rendah yaitu 8.35 ton ha-1, sedangkan potensi produksinya bisa mencapai 20–40 ton ha-1. Upaya meningkatkan produktivitas cabai besar adalah menggunakan varietas unggul berdaya hasil tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hasil delapan galur harapan cabai besar (Capsicum annuum L.) generasi F6 di dataran menengah. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu pada bulan Februari sampai Agustus 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan delapan (8) galur harapan cabai besar generasi F6 hasil persilangan TW2 X PBC 473 sebagai perlakuan dan varietas Tombak sebagai varietas pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, tidak terdapat galur harapan yang memiliki daya hasil lebih besar dari varietas pembanding. Daya hasil delapan galur harapan cabai besar mempunyai potensi yang sama dengan varietas pembanding di dataran menengah.
PENGARUH KEMATANGAN BUAH DAN JUMLAH TANAMAN PER POLIBAG TERHADAP PERTUMBUHAN KEMANGI (Ocimum basilicum L.) Febriyani, Verayunita; Yulianah, Izmi; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemangi (Ocimum basilicum L.) merupakan tanaman sayuran yang sudah lama dikonsumsi masyarakat Indonesia. Selain dapat dikonsumsi secara langsung, kemangi juga dapat dimanfaatkan sebagi obat tradisional. Perbanyakan tanaman kemangi dilakukan dari benih. Namun pada proses pertumbuhannya, buah kemangi mengalami tingkat kematangan yang berbeda. Pada satu tangkai, buah dibagian bawah berwarna coklat sedangkan dibagian atas masih berwarna hijau. Setiap kegiatan budidaya tanaman tidak hanya memperhatikan kualitas benih yang digunakan tetapi juga faktor lingkungan, salah satunya adalah jumlah tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pertumbuhan kemangi pada tingkat kematangan buah dan jumlah tanaman yang berbeda. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih kemangi, kompos, pupuk NPK, tanah dan pestisida. Alat yang digunakan yaitu petridish, kertas merang, germinator, meteran, timbangan analitik dan leaf area meter (LAM), Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Laboratorium Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya dengan rata-rata suhu harian 320C dan kelembaban 58,3%. Hasil penelitan menunjukkan bahwa perlakuan buah coklat memiliki nilai perkecambahan yang lebih tinggi dibandingkan buah hijau. Sementara itu pada karakter pertumbuhan, buah coklat 1 tanaman/polibag memiliki hasil yang lebih baik namun tidak berbeda dengan buah hijau. Pada karakter kualitatif, terdapat perbedaan pada morfologi daun yang disebabkan oleh genetik dan jumlah tanaman yaitu pada karakter bentuk helai daun, kedalaman gerigi helai daun, ujung daun dan pangkal daun.
Evaluasi Keragaman Pada Populasi F2 Tanaman Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) Firmansyah, Rahmanda Ilman; Yulianah, Izmi; Kuswanto, Kuswanto
Produksi Tanaman Vol. 9 No. 12 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) memiliki nutrisi yang sama baiknya dengan kedelai. Permasalahan tersebut menjadi peluang pengembangan kecipir pada kegiatan perakitan tanaman melalui proses pemuliaan tanaman yang diawali dengan karakterisasi dan evaluasi keragaman. Hasil keragaman tertinggi terdapat pada populasi F2, hal tersebut disebabkan karena pada populasi ini terjadi segregasi. Penelitian ini dilaksanakan di lahan budidaya Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur yang berlangsung pada bulan April-November 2019. Penelitian ini menggunakan metode single plant, dengan karakter yang diamati sebanyak 28 karakter pada total 300 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan dari keempat populasi F2 memiliki perbedaan karakter yang muncul pada masing-masing karakter dari masing-masing populasi. Berdasarkan hasil analisis data kualitatif menunjukkan hasil keragaman yang dominan beragam dan hanya beberapa karakter menunjukkan hasil keragaman yang seragam. Sedangkan pada analisis karakter kuantitatif, koefisien keragaman yang diperoleh cenderung rendah hingga sedang, dan hanya ditemukan satu hasil koefisien keragaman kategori tinggi (≥ 50,1%) yaitu pada hasil biji per tanaman di populasi F2.1.
Studi Hubungan Kerapatan Stomata Daun dan Ketebalan Lapisan Epidermis pada 6 Varietas Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) terhadap Infeksi Patogen Alternaria porri Wulandari, Indri Dwi; Baswarsiati , Baswarsiati; Yulianah, Izmi
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 12 (2025): Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas dengan nilai ekonomis yang tinggi. Produktivitas bawang merah selalu meningkat. Meskipun demikian, produktivitas tersebut masih di bawah potensi hasil yang tercantum di deskripsi varietas. Hal tersebut diduga akibat serangan penyakit tanaman, salah satunya bercak ungu akibat patogen Alternaria porri. Upaya penggunaan varietas tahan diperlukan untuk meminimalisir dampak buruk penyemprotan bahan kimia. Ketahanan tanaman terhadap penyakit dapat dipengaruhi oleh morfologi dan anatomi tanaman, misalnya ketebalan lapisan epidermis dan kerapatan stomata. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan ketebalan lapisan epidermis dan kerapatan stomata daun tanaman bawang merah dengan infeksi Alternaria porri dan menentukan tingkat ketahanan 6 varietas bawang merah terhadap infeksi Alternaria porri. Penelitian dilaksanakan di Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang dan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Penelitiaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan ulangan 4 kali dan perlakuan 6 varietas bawang merah. Hasil analisis didapatkan bahwa perbedaan varietas bawang merah berpengaruh nyata terhadap komponen pertumbuhan dan hasil serta tidak berpengaruh nyata terhadap intensitas serangan penyakit, ketebalan lapisan epidermis dan kerapatan stomata daun. Berdasarkan uji korelasi, ketebalan lapisan epidermis dan kerapatan stomata daun tidak memiliki korelasi nyata terhadap infeksi Alternaria porri. Semua variets yang digunakan tergolong imun terhadap Alternaria porri. 
Co-Authors Abdurrahman, Saifullah Abdurrahman, Saifullah Afuwwan Almira Ahmad Syahrian Siregar, Ahmad Syahrian Alfiyah, Layinnati Alfiyah, Layinnati Aminuyati Anif Mukaromah Wati Arifin Noor Sugiharto Ayu, Dyan Kusumaning Ayu, Dyan Kusumaning Basuki, Nur Baswarsiati , Baswarsiati Bellindga Rud Yulika Putri Bramastyo, Doni Cahyaningrum, Descha Giatri Catur Suciari Kurnia Damanhuri Damanhuri Damanhuri Darmawan Saptadi, Darmawan Descha Giatri Cahyaningrum Eka Nurwahyuni Elok Rifqi Firdiana, Elok Rifqi Febriyani, Verayunita Febriyani, Verayunita Festhya Rytha Purnamasari, Festhya Rytha Fiddin, Fikriyah Nuril Fiddin, Fikriyah Nuril Firmansyah, Rahmanda Ilman Gusminanda Oktavia Narendri Hastuti, Ni Made Dwi Hastuti, Ni Made Dwi Intan Permatasari Kurniawan Budiarto Kusuma, Devi Mira Kusuma, Devi Mira Kuswanto Kuswanto Kuswanto Kuswanto Kuswanto, Kuswanto Lita Soetopo Masnar, Adley L. Mas’udah, Shofiyatul Niken Kendarini Noer Rahmi Ardiarini, Noer Rahmi Nur Basuki Palupi, Hendra Palupi, Hendra Permatasari, Intan Prabawa, Putu Shantiawan Prabawa, Putu Shantiawan Prajaka, Nanang Wahyu Prasetya, Widdi Prasetya, Widdi pratama, muhammad ikshan dani Purnamaningsih , Sri Lestari Purnamasari, Festhya Rytha Putri Ardi, Nur Atikah Putri Ardi, Nur Atikah Rahmadea, Aurellia Respatijarti Respatijarti Rofidah, Nur Irma Rofidah, Nur Irma Sakinah, Fatiyatul Santi Kusuma Fajarwati Saptadi, Darmawan Sasanti Widiarsih Sholeh, Aziz Sholeh, Aziz Simbolon, Forastero Simbolon, Forastero Sri Lestari Purnamaningsih Sumeru Ashari Wahidatun, Wahidatun Wahidatun, Wahidatun Widyawati, Zuri Wulan W, Putri Nawang Wulan W, Putri Nawang Wulandari, Indri Dwi Wulandari, Jeany Eka Wulandari, Jeany Eka Yusuf, Hadi Mokhamad Zuri Widyawati