Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

MEDIA, PEREMPUAN, DAN REPRODUKSI KEKUASAAN PATRIARKAL: REPRESENTASI DISKRIMINASI GENDER DALAM DRAMA KOREA KONTEMPORER Syaifudin Suhri Kasim; Megawati A Tawulo; Aryuni Salpiana Jabar; Lutfiana Nur Azizah; Rosdiana Rosdiana; Sitti Harnia
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol. 11 No. 2 (2026): EDISI APRIL
Publisher : Laboratorium Ilmu Komunikasi Fisip UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jikuho.v11i2.2054

Abstract

Artikel ini menganalisis representasi perempuan dalam drama Korea kontemporer serta reproduksi kekuasaan patriarkal melalui narasi, karakterisasi, dan relasi romantik-domestik. Berbasis perspektif feminis kritis dan teori representasi media, penelitian ini menggunakan analisis wacana kritis terhadap drama populer periode 2018–2025, serta didukung wawancara dan FGD dengan 10 mahasiswa penggemar drama Korea.Temuan menunjukkan bahwa meskipun perempuan digambarkan kuat, mandiri, dan berpendidikan, alur cerita tetap menempatkan mereka dalam ketergantungan emosional dan legitimasi maskulinitas. Representasi “perempuan kuat” dinegosiasikan melalui romantisasi ketergantungan, pengorbanan domestik, dan penguatan figur laki-laki sebagai penyelamat. Praktik simbolik seperti standar kecantikan, representasi tubuh, dan pembagian kerja domestik memperlihatkan bagaimana patriarki bekerja secara halus dan terinternalisasi.Diskriminasi gender tidak selalu hadir secara eksplisit, melainkan melalui normalisasi dan glamorisasi ketimpangan. Namun, terdapat pula momen resistensi ketika karakter perempuan menantang norma tradisional dan membuka ruang agensi. Studi ini menegaskan bahwa drama Korea merupakan arena ambivalen yang sekaligus mereproduksi dan meretakkan struktur patriarki, serta penting dalam memahami dinamika politik gender dalam budaya populer global.
Fighting Landlessness: Women Farmers' Resistance in an Exclusive Agrarian Structure Syaifudin Suhri Kasim; Aryuni Salpiana Jabar; Ratna Supiyah; Sarpin; Rosdiana
International Journal of Qualitative Research Vol. 5 No. 3 (2026): March
Publisher : CV. Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47540/ijqr.v5i3.2542

Abstract

Gender-based agrarian inequality remains a structural constraint that limits women farmers’ access to resources and recognition of their labor, particularly among landless women. This study examines how landless women farmers understand agrarian exclusion and develop resistance within unequal rural agrarian structures. Using a critical qualitative approach with an ethnographic–narrative case study design, the research involved ten landless women engaged in agricultural and rural livelihood activities. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, document analysis, and thematic analysis. The findings show that the absence of formal land ownership does not negate women’s agency. Instead, women interpret agrarian inequality as a structural issue and respond through contextual, everyday resistance practices. These include strategic management of agrarian labor, mobilization of community-based social capital, use of local knowledge, and the rearticulation of identity from invisible farm laborers to household livelihood managers. This study contributes to feminist agrarian scholarship by foregrounding women’s agency and challenges dominant narratives that frame landless women farmers as merely passive and vulnerable, underscoring the need for gender-responsive agrarian and rural development policies.
Pelatihan Public Speaking: Strategi Mengatasi Demam Panggung bagi Mahasiswa Generasi Z Sitti Harnia; Rosdiana Rosdiana; La Ode Muhammad Juanda; Aini Ashary; Hasyim Abdillah; Muammar Akbar Al Qhuraissy
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.7951

Abstract

Kemampuan berbicara di depan umum merupakan keterampilan penting yang perlu dimiliki mahasiswa di era digital, terutama bagi generasi Z yang kerap menghadapi tantangan berupa rasa gugup dan kecemasan saat tampil di depan publik. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kemampuan public speaking mahasiswa Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo, melalui pelatihan intensif yang memadukan pendekatan teknis dan psikologis. Metode pelaksanaan menggunakan kombinasi experiential learning, peer coaching, dan role play. Materi pelatihan meliputi teknik vokal dan artikulasi, struktur penyampaian pesan, gestur, intonasi, serta manajemen emosi untuk mengatasi demam panggung. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada lima aspek utama: pemahaman teknik dasar (40% menjadi 82%), penyusunan pesan (45% menjadi 80%), pengelolaan kecemasan (35% menjadi 78%), kepercayaan diri (38% menjadi 85%), dan penguasaan gestur serta suara (30% menjadi 76%). Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik dan reflektif efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara serta kepercayaan diri mahasiswa. Kegiatan ini penting sebagai model pelatihan berkelanjutan yang dapat diterapkan di perguruan tinggi lain untuk memperkuat kompetensi komunikasi mahasiswa di era digital.