Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Hubungan Antara Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Intention To Stay Sebagai Mediasi: The Relationship Between Compensation and Employee Performance and Intention to Stay as a Mediator Huda, Khasbulloh; Permatasari, Oktaviani
Economic and Education Journal (Ecoducation) Vol. 7 No. 3 (2025): Economic and Education Journal (Ecoducation)
Publisher : Pendidikan Ekonomi, Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/ecoducation.v7i3.2424

Abstract

Penelitian ini melihat bagaimana Intention to stay berfungsi sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara kompensasi dan kinerja karyawan. Tingginya persaingan bisnis mengharuskan perusahaan untuk menjaga stabilitas sumber daya manusia dan meningkatkan produktivitas. Kompensasi dapat berfungsi sebagai motivasi dari sumber luar, tetapi kinerja karyawan dapat dipengaruhi oleh komitmen psikologis karyawan. Urgensi penelitian ini didasarkan pada kebutuhan organisasi untuk memahami mekanisme psikologis yang mentransformasi insentif finansial menjadi kinerja berkelanjutan dan retensi talenta. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Purposive sampling adalah metode pengambilan sampel yang digunakan. Data dianalisis dengan menggunakan model equation struktural (SEM) dengan perangkat lunak SmartPLS, untuk menguji model Outer Model dan Inner Model, termasuk uji mediasi. Hasil penelitian menjelaskan Kompensasi berpenngaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Kompensasi berpengaruh signifikan terhadap Intention to stay. Selanjutnya, Intention to stay terbukti berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Untuk analisis mediasi Intention to stay secara Mediasi Parsial (Partial Mediation) hubungan antara Kompensasi dan kinerja karyawan. Hasilnya menunjukkan sistem kompensasi yang masuk akal dan menguntungkan hanya dapat meningkatkan kinerja jika mereka berhasil mendorong karyawan untuk bertahan dalam jangka panjang. Ini berarti perusahaan harus memprioritaskan desain kompensasi yang tidak hanya kompetitif tetapi juga menumbuhkan kesetiaan dan komitmen yang kuat. Pada akhirnya, ini akan menghasilkan peningkatan kinerja yang berkelanjutan.
Pengaruh Penggunaan Media Sosial Tiktok, Lingkungan Pergaulan Kampus, dan Motivasi Belajar terhadap Tingkat Keaktifan Mahasiswa Ghozali; Huda, Khasbulloh; Nurul Safitri, Ayunda
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3227

Abstract

Perkembangan teknologi dan media sosial, khususnya TikTok, telah memberikan pengaruh signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan mahasiswa, termasuk tingkat keaktifan mereka di lingkungan kampus. Selain itu, faktor lingkungan pergaulan dan motivasi belajar juga berperan penting dalam mendorong maupun menghambat keterlibatan mahasiswa dalam berbagai aktivitas, baik yang bersifat akademis maupun nonakademis. Riset ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media sosial TikTok, lingkungan pergaulan kampus, dan motivasi belajar terhadap tingkat keaktifan mahasiswa, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Instrumen kuesioner disebarkan kepada responden, kemudian dianalisis menggunakan uji, uji analisis data, asumsi klasik, regresi linier berganda, uji t, dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, ketiga variabel penggunaan TikTok, lingkungan pergaulan kampus, dan motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap tingkat keaktifan mahasiswa. Akan tetapi pada analisis persial, hanya penggunaan TikTok dan lingkungan pergaulan kampus yang memiliki pengaruh signifikan, sedangkan motivasi belajar tidak menunjukkan pengaruh yang berarti. Hasil tersebut menyatakan bahwa faktor sosial dan digital cenderung lebih dominan dalam memengaruhi keaktifan mahasiswa dibandingkan faktor internal seperti motivasi belajar. Oleh karena itu, institusi pendidikan disarankan untuk mengadopsi strategi yang adaptif terhadap tren digital guna mengajak mahasiswa untuk terlibat secara aktif dalam beragam aktivitas di lingkungan kampus.