Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Manajerial Kepala Sekolah, Jiwa Kewirausahaan Kepala Sekolah dan Supervisi Pendidikan terhadap Mutu Sekolah (Survey pada Sekolah Menengah Pertama Se-Kabupaten Majalengka) Abdurohim, Iim; Suryani, Yeyen; Rahmat, Pupu Saeful
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.12608

Abstract

Kualitas pendidikan sangat berkaitan erat dengan mutu sekolah dan kepala sekolah sebagai manager pada sekolah dituntut untuk dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan maksimal dalam upaya peningkatan mutu sekolah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh manajerial kepala sekolah, jiwa kewirausahaan kepala sekolah dan supervisi pendidik baik secara bersama-sama/simultan maupun secara parsial terhadap mutu sekolah pada sekolah menengah pertama se-Kabupaten Majalengka. Populasi sekolah yang ada di kabupaten majalengka yaitu sebanyak 126 sekolah dan peneliti mengambil sampel sebanyak 56 sekolah dengan responden guru sebanyak 224. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan managerial kepala sekolah, jiwa kewirausahaan kepala sekolah dan supervisi pendidik baik secara simultan maupun secara parsial terhadap mutu sekolah. Prosentase keberpengaruhan managerial kepala sekolah, jiwa kewirausahaan kepala sekolah dan supervisi pendidik sebesar 58,5 %, dan secara parsial pengaruh jiwa kewirausahaan kepala sekolah lebih kecil pengaruhnya terhadap mutu sekolah dibandingkan dengan variabel yang lainnya.
PENERAPAN LESSON STUDY DENGAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS Suryani, Yeyen; Melasari, Melasari; Nurjannah, Nanung; Iskandar, Iis Trisno; Rokayah, Oyoh; Prasetyo, Ibnu Udy; Hidayanti, Nisa Fadillah
Equilibrium: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Ekonomi Vol. 20 No. 01 (2023): Equilibrium: Jurnal penelitian Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/equi.v20i01.7012

Abstract

AbstrakPermasalahan pada penelitian ini yaitu rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa. Tujuan penelitiannya yaitu untuk mengetahui penerapan lesson study dengan Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dengan penguatan profil pelajar pancasila pada siswa kelas X MPLB SMKN 2 Kuningan. Kegiatan Lesson Study terdiri dari tiga tahapan kegiatan yaitu PLAN (merencanakan), DO (melaksanakan), SEE (Merefleksi). Dalam kegiatan PLAN guru model beserta guru lain sebagai observer merencanakan rencana pembelajaran dalam hal ini disebut modul ajar sesuai dengan ketentuan dalam Kurikulum Merdeka. Para observer  memberi masukan atas modul ajar yang disusun oleh guru model. Dalam tahapan kedua yaitu DO, guru model melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran yaitu Problem Based Learning (PBL) yang menitik beratkan pada keaktifan peserta didik di dalam pembelajaran dan pemecahan masalah dari topik yang diajarkan dipecahkan oleh peserta didik itu sendiri dengan cara berkelompok sampai dengan memberikan kesimpulan. Guru model hanya sebagai fasilitator dalam pembelajaran. Model pembelajaran PBL merangsang peserta didik untuk berpikir kritis dan membuka wawasan peserta didik itu sendiri. Tahapan ketiga yaitu SEE dengan merefleksi hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan guru model dengan melihat kekurangan dalam hal peserta didik belajar untuk ditindaklanjuti pada pembelajaran siklus selanjutnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa meningkat dengan penerapan model problem based learning melalui lesson study. Kata kunci: Lesson Study;  Problem Based Learning; Kemampuan Berpikir Kritis  AbstractThis research was conducted to solve the main problem faced by the students, their low critical thinking. The objective is to find out the application of lesson study with Problem Based Learning (PBL) to improve critical thinking skills by strengthening the profile of Pancasila students in class X MPLB SMKN 2 Kuningan. There are three stages of activity in implementing lesson study: PLAN,DO (implement), SEE (Reflect). In PLAN activities, the model teacher and other teachers as observers plan a lesson plan, in this case called a teaching module, in accordance with the provisions of the Independent Curriculum. The observers provide input on the teaching modules prepared by the model teacher. In the second stage, namely DO, the model teacher carries out learning using the learning model, namely Problem Based Learning (PBL) which focuses on the activeness of students in learning and solving problems from the topics taught are solved by the students themselves by way of groups up to giving conclusion. The model teacher is only a facilitator in learning. The PBL learning model stimulates students to think critically and opens the students' own insights. The third stage is SEE by reflecting on the learning outcomes that have been carried out by the model teacher by looking at the deficiencies in terms of student learning to be followed up in the next cycle of learning. The results showed that students' critical thinking skills increased with the application of the problem-based learning model through lesson study. Keywords: Lesson Study;  Problem Based Learning; Critical Thinking Skills
The Effect of Using Problem Based Learning Model on Critical Thinking Ability with Moderator Variable of Learning Motivation Nurhayati, Nurhayati; Rahmat, Pupu Saeful; Suryani, Yeyen
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 4 No. 8 (2024): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v4i8.1722

Abstract

The ability of critical thinking is a skill in depth and logic with various scientific activities for making decisions. This research aims to determine the differences in critical thinking ability of students who receive problem based learning model and students who receive lecture method; differences in critical thinking ability of experimental class students who have low, medium and high learning motivation; and the effect of interaction between using problem based learning model and learning motivation on critical thinking ability of class VIII students in Social Sciences Subjects at Kalimanggis 2 State Junior High School. The research method used was a quasi-experimental method with a factorial design. The research subjects were 48 students of class VIII of Kalimanggis 2 State Junior High School, divided into class VIII.A (experiment) and class VIII.B (control), each with 24 people. Data collection techniques used field research with instruments in the form of tests and questionnaires. Hypothesis testing used two-way analysis of variance. Based on the research results, it can be seen that there were differences in critical thinking ability of students who received problem based learning model and students who received lecture method; there were differences in the critical thinking ability of students in experimental class who had low, medium and high learning motivation; and there was an interaction between the use of problem based learning model and learning motivation on critical thinking ability of class VIII students in Social Sciences Subjects at Kalimanggis 2 State Junior High School.
Pengaruh Pendidikan Kewirausahaan, Media Sosial Terhadap Intensi Berwirausaha dengan Literasi Keuangan Sebagai Mediator Ad’hiah, Ida; Rahmat, Pupu Saeful; Suryani, Yeyen
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 12: Special Issue No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/dpp.v12i1.9588

Abstract

Kewirausahaan menjadi kunci dalam menciptakan inovasi dan lapangan kerja yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara. Akan tetapi permasalahannya adalah rendahnya intensi berwirausaha pada masyarakat, dimana intensi berwirausaha berfungsi sebagai indikasi awalseseorang bertindak sebagai wirausahawan atau tidak, dan menunjukkan bagaimana seseorang berusaha dengan keras untuk mencapai tujuan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan intensi berwirausahaan mahasiswa Program Studi Manajemen FEB Universitas Kuningan dan juga mengetahui bagaimana pendidikan kewirausahaan dan media sosial mempengaruhi intensi berwirausaha melalui literasi keuangan sebagai mediator. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan survei terhadap mahasiswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Manajemen FEB Universitas Kuningan angkatan 2020-2021 yang berjumlah 812 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan angket kepada mahasiswa Manajemen FEB Universitas Kuningan angkatan 2020-2021. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian adalah random sampling, dengan jumlah mahasiswa yang dipilih sebanyak 268 siswa. Temuan penelitian ini mengungkapkan tiga poin utama: pertama, pendidikan kewirausahaan berdampak positif dan signifikan meningkatkan intensi berwirausaha; kedua, media sosial berperan positif dan signifikan dalam mendorong intensi berwirausaha; ketiga, literasi keuangan bertindak sebagai faktor mediasi antara pendidikan kewirausahaan dan intensi berwirausaha; keempat, literasi keuangan menjadi mediator antara media sosial dan intensi berwirausaha. Untuk meningkatkan intensi berwirausaha dapat dilakukan pelatihan, seminar, workshop literasi keuangan, literasi digital serta kwirausahaan.
ICT ASSISTED PROJECT-BASED LEARNING MODEL TO IMPROVE STUDENTS’ CRITICAL THINKING SKILLS Yeyen Suryani; Entin Jumantini; Iskandar Iskandar; Rani Tania Pratiwi; Vira Siti Fatimah
Indonesian Journal of Learning and Instruction Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ijli.v6i1.8696

Abstract

 This study aims to develop students’ learning by employing ICT in a project-based learning (PBL) model to improve students’ critical thinking skills in economics subject. A Research and Development design was applied in this study by using exploratory and quasi-experimental methods with a non-equivalent control group pretest-posttest design. This study involved students of XI IPS class at SMAN 1 Kadugede. The collected data from tests, observations, and focus group discussions were then analyzed using quantitative and qualitative methods. As a result, this study obtained a learning model and learning media in the form of syllabus, lesson plan, teaching materials, observation sheets, and tests for critical thinking skills that can be used in the economics subject at SMAN 1 Kadugede. Besides, this study also proved that the ICT assisted project-based learning (PBL) model is effective in improving students’ critical thinking skills as well as students’ enthusiasm for expressing their opinions, suggestions, and input on the topic being discussed.Keywords: ICT; critical thinking skill; project-based learning. 
Pelatihan Penyusunan Action Plan untuk Meningkatkan Kemampuan Guru Mendesain Perencanaan Pembelajaran di Kurikulum Merdeka Tania Pratiwi, Rani; Suryani, Yeyen; Nuryatin, Atin; Asyraf Dwi Ananda, Hadziq; Aulia Hikmah, Siska; Agustira, Deden; Rusti, Titi
DEDIKASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Yayasan Dekhalisha Global Prestise

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tugas yang dapat mencerminkan sikap profesional guru adalah melaksanakan kewajibannya dalam membuat perencanaan pembelajaran. Pentingnya menyusun perencanaan pembelajaran adalah untuk mengarahkan guru dalam merancang sebuah pembelajaran yang disenangi siswa. Rancangan pembelajaran tersebut sangat memungkinkan dilakukan variasi oleh guru. Sebagai bentuk perencanaan kegiatan pembelajaran dalam Lesson Study adalah menyusun action plan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mendesain perencanaan pembelajaran pada implementasi kurikulum merdeka melalui penyusunan action plan dalam rangkaian kegiatan Lesson Study. Kegiatan pengabdian ini berbentuk Pelatihan, yaitu proses terencana untuk memodifikasi sikap atau perilaku pengetahuan, keterampilan melalui pengalaman belajar. Tujuannya adalah untuk mencapai kinerja yang efektif dalam setiap kegiatan atau berbagai kegiatan. Kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 08 Mei 2024 di Gedung Sekolah Pascasarjana Universitas Kuningan. Kegiatan dihadiri oleh kepala sekolah dan perwakilan guru dari SMPN 1 Maleber, SMPN 2 Cimahi, dan SMPN 4 Ciawigebang sejumlah 21 Guru. Sekolah-sekolah tersebut merupakan sekolah penggerak angkatan 3 jenjang SMP di Kabupaten Kuningan. Action plan yang dibuat oleh peserta sudah sesuai dan dapat diimplementasikan di sekolahnya masing-masing. Dalam action plan sudah jelas dicantumkan tanggal pelaksanaan lesson study. Dan ini merupakan keberlanjutan kegiatan pangabdian ini menjadi kegiatan penelitian.
Pelatihan Literasi Berbasis Aktivitas untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis pada Siswa SMPN 2 Kadugede Tania Pratiwi, Rani; Nuryatin, Atin; Agustina, Dela; Rahma Fazrin, Karelina; Agustira, Deden; Suryani, Yeyen; Maryati, Meri; Ade Rohmawati, Nyai
DEDIKASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): November
Publisher : Yayasan Dekhalisha Global Prestise

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan menulis siswa melalui pelatihan literasi berbasis aktivitas di SMPN 2 Kadugede, Kabupaten Kuningan. Observasi awal menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam mengekspresikan ide secara tertulis dan kurang termotivasi dalam kegiatan menulis. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan tahapan pemaparan materi strategi menulis kreatif, praktik menulis kontekstual tentang hobi dan pengalaman membaca, presentasi karya siswa, diskusi kelompok, dan refleksi pembelajaran. Kegiatan dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar bermakna di mana siswa tidak hanya menerima materi tetapi juga berperan aktif mengembangkan keterampilan literasi melalui aktivitas yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan siswa mengekspresikan ide dengan percaya diri, menyusun kalimat yang koheren dan runtut, serta meningkatnya kesadaran tentang pentingnya membaca sebagai fondasi literasi. Sesi refleksi mengungkapkan antusiasme tinggi dari siswa terhadap metode pembelajaran yang diterapkan, dengan 87% siswa menyatakan termotivasi untuk terus berlatih menulis. Program ini membuktikan bahwa pelatihan literasi berbasis aktivitas efektif menciptakan suasana belajar yang interaktif, menyenangkan, dan bermakna, serta dapat menjadi strategi alternatif untuk penguatan keterampilan literasi di sekolah menengah pertama.
The Effect of Project Based Learning Model on Students’ Critical Thinking Ability in Economics Learning Parida; Yeyen Suryani
THE PRESTISE Vol. 1 No. 1 (2025): The Prestise: Journal of Educational Research
Publisher : Yayasan Dekhalisha Global Prestise

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Critical thinking ability is an essential skill in 21st century education, because it helps students to analyze, evaluate, and synthesize information logically for problem solving. The research used quasi-experiment method with pretest-posttest control group design. This study aims to test the effectiveness of the Project Based Learning learning model in improving the critical thinking skills of 11th grade students of SMA Negeri 3 Kuningan on inflation material. The results showed that students who studied using the Project Based Learning model experienced a higher increase in critical thinking skills than students in the control class. Although the increase was not statistically significant, the application of the Project Based Learning model proved to be able to encourage students to think more actively, collaborate, and analyze economic data contextually. Therefore, the Project Based Learning model has the potential to be an effective learning approach in developing students' critical thinking skills if implemented with more optimal planning and assistance.
The impact of utilizing educational games-based technology as learning media on students' numeration skills in high school economics subjects Pupu Saeful Rahmat; Entin Jumantini; Yeyen Suryani; Novi Satriapraja; Enda Suhenda
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 10 No. 4 (2024): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020243825

Abstract

This study was motivated by the low numeracy skills of students in economic subjects at SMA 2 Kuningan which was known through pre-research conducted. The purpose of this study was to determine the effect of using educational game-based technology learning media on students' numeracy skills in economic subjects in class XII SMAN 2 Kuningan Regency. The method used in this research is experimental method. The number of respondents in each class was 32 students each. Data processing methodology begins with instrument testing (including validity and reliability tests) followed by prerequisite assessment in the form of normality and homogeneity tests. Hypothesis testing using t-test and n-gain. Based on the results of hypothesis testing, there are significant differences in learning outcomes between students who utilize technology-based educational games and students who do not utilize technology-based educational games. These results indicate a difference in learning outcomes and numeracy skills between students who use technology-based educational games and those who do not. The results showed that the average normalized gain score of the experimental class of 76.76% was included in the effective category based on the interpretation of the effectiveness gain index. Therefore, it can be concluded that the integration of technology-based educational games is efficacious in improving students' numeracy skills in class XII economics subjects at SMAN 2 Kuningan
PENGEMBANGAN E-MODUL IPS BERBASIS PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Suryani, Yeyen; Iis Mediawati; Iskandar
Edunomic : Jurnal Ilmiah Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 14 No 1 (2026): EDISI MARET
Publisher : FKIP Unswagati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/ejpe. v14i1.33914

Abstract

improving the quality of education. Field observations indicate that many students have not yet reached the expected standards, making this a fundamental issue that needs to be addressed with appropriate learning strategies. In addition, student learning outcomes have not met the criteria for achieving learning objectives. Contributing factors include the limited availability of media and instructional materials suited to students’ characteristics, resulting in monotonous and less engaging learning that hinders active participation in the learning process. Therefore, this study aims to develop a Social Studies e-module based on differentiated learning to enhance students’ critical thinking skills. The research employed the ADDIE development design, which consists of analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. Data were collected through questionnaires, interviews, and tests. Expert validation results indicated that the developed e-module was highly feasible. A limited trial using an independent t-test obtained a significant value of 0.001, indicating a difference in post-test results between the experimental and control classes. A broader trial using One-Way ANOVA yielded a significant value of 0.898, suggesting no significant differences between schools. The study concludes that the Social Studies e-module based on differentiated learning is valid, interactive, flexible, student-centered, and effective in improving students’ critical thinking skills. Keywords: Critical Thinking Skills, Differentiated Instruction, E-Module, IPS
Co-Authors - Sapriya Abdurohim, Iim Abubakar Iskandar Ad’hiah, Ida Ade Rohmawati, Nyai Aditiya Putri Ad’hiah, Ida Agustin, Dewi Ningrum Agustina, Dela Agustira, Deden Anna Fitri Hindriana Aprilianty, Risma Try Asyraf Dwi Ananda, Hadziq Atin Nuryatin Aulia Hikmah, Siska Awaludin, Muhamad Caecilia Dina Rosaline Cucu Suhartini Dandi, Dandi Dede Djuniardi Dewiana, Sintia Een Ernawati Elfa Kiswara Rahmantya, Yanneri Elly Malihah Enda Suhenda Entin Jumantini Entin Jumantini FADILAH, RAHMA Filallba, Muhammad Algiani Adhia Herma Wiharno Hidayanti, Nisa Fadillah Ibrahim, Muhamad Aksha Nur Iik Siti Koyimah Iis Mediawati Ilham Akbar ISKANDAR Iskandar Iskandar Iskandar Iskandar Iskandar Iskandar Iskandar, Iis Trisno ISMAIL, AGUS YADI Jumantini, Entin Jumatini, Entin Kokom Komalasari Lilis Lismaya Melasari, Melasari Meri Maryati Mohamad Riyadi Muhammad Solahudien, Maulana Novi Satriapraja Nur Umamah Nurhayati Nurhayati Nurjannah, Nanung Odang Supriatna Parida Prasetyo, Ibnu Udy Pratiwi, Rani Tania Pratiwi, Rania Tania Prawirasuyasa, Wirasmo Pupu Saeful Rahmat, Pupu Saeful Rahma Fazrin, Karelina Rahmantya, Yanneri Elfa Kiswara Ramadan, Dede Jusup Rismawati Rismawati Rismawati Rismawati Rismaya, Lilis Rismayanti, Tesha Rokayah, Oyoh Rosaline, Caecilia Dina Rusti, Titi Salsabela , Cindy Samudera, Bayu Satriapraja, Novi Sri Mulyati Sri Mulyati Sri Wulandini Suhenda, Enda Supriatna, Odang Syafrudin, Oding Tri, Agnesia Vira Siti Fatimah Wastam Wirasmo Prawirasuyasa Yanneri Elfa Kiswara Yuli Yuliati