Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Edukasi Bahaya Cyberbullying dan Pelatihan Teknik Self Control Dalam Bersosial Media Nuryatin, Atin; Mulyati, Sri; Pratiwi, Rania Tania; Suryani, Yeyen; Rismayanti, Tesha; Tri, Agnesia
Kreativasi : Journal of Community Empowerment Vol. 4 No. 1 (2025): Vol.4 No. 1, 2025 :Juni 2025
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/kreativasi.v4i1.39649

Abstract

In this digital era, many people use social media as a means to convey their aspirations because of the aspect of freedom of opinion and expression. However, quite a few cyberbullying is carried out by abusing freedom of opinion, such as criticizing people, carrying out terror in the form of text messages, and other threatening things. This certainly has to be a common concern so that everyone can use social media wisely. Therefore, it is necessary to conduct further studies on the phenomenon of cyberbullying and appropriate handling through strengthening self-control in social media for all groups. This PKM activity was attended by 20 youth participants in Cipari Village. In this activity, participants are given a thorough understanding of cyberbullying and are given strengthening self-control techniques in using social media. Self-control is controlling behavior by considering the whole before deciding on something, so it can be said that control is related to how each participant can control their own behavior and emotions so that they are able to refrain from doing things that are prohibited. The results of this activity show that the majority of participants have sufficient cognitive understanding of cyberbullying and have insight between cognitive and emotional self-regulation in social media
Upscale Bisnis Umkm Rahmantya, Yanneri Elfa Kiswara; Djuniardi, Dede; Supriatna, Odang; Wiharno, Herma; Ismail, Agus Yadi; Suryani, Yeyen
Jurnal Riset Pendidikan Multidisiplin dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): Juni-Juli 2025
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrppm.v1i1.50

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, terutama di sektor ekonomi. Melalui kegiatan ini, universitas berupaya untuk memberikan solusi nyata atas permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat, termasuk dalam hal peningkatan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Program pengabdian masyarakat di Desa Geresik, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan bertujuan meningkatkan daya saing UMKM edukasi bagaimana mengoptimalkan bisnis. Kegiatan ini melibatkan pelatihan intensif tentang fase bisnis, motivasi, dan regulasi yang relevan. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM ini meliputi lokakarya, sesi pelatihan langsung, dan konsultasi tanya jawab untuk mengatasi masalah spesifik yang dihadapi oleh UMKM. Para pemangku kepentingan yang terlibat dalam program ini mencakup dosen universitas, pengusaha, pejabat pemerintah daerah, dan pemilik UMKM dari desa tersebut. Hasilnya menunjukkan peningkatan kapasitas dan pengetahuan pelaku UMKM. Namun, diperlukan pembinaan lebih lanjut untuk dapat mengoptimalkan sumber daya desa dan meningkakan bisnis. Program ini menekankan perlunya edukasi berkelanjutan dan dukungan finansial untuk memastikan UMKM dapat mengoptimalkan bisnis dan meningkatkan daya saing produk. Kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta sangat penting untuk mencapai tujuan ini.
Pengaruh Manajerial Kepala Sekolah, Jiwa Kewirausahaan Kepala Sekolah dan Supervisi Pendidikan terhadap Mutu Sekolah (Survey pada Sekolah Menengah Pertama Se-Kabupaten Majalengka) Abdurohim, Iim; Suryani, Yeyen; Rahmat, Pupu Saeful
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.12608

Abstract

Kualitas pendidikan sangat berkaitan erat dengan mutu sekolah dan kepala sekolah sebagai manager pada sekolah dituntut untuk dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan maksimal dalam upaya peningkatan mutu sekolah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh manajerial kepala sekolah, jiwa kewirausahaan kepala sekolah dan supervisi pendidik baik secara bersama-sama/simultan maupun secara parsial terhadap mutu sekolah pada sekolah menengah pertama se-Kabupaten Majalengka. Populasi sekolah yang ada di kabupaten majalengka yaitu sebanyak 126 sekolah dan peneliti mengambil sampel sebanyak 56 sekolah dengan responden guru sebanyak 224. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan managerial kepala sekolah, jiwa kewirausahaan kepala sekolah dan supervisi pendidik baik secara simultan maupun secara parsial terhadap mutu sekolah. Prosentase keberpengaruhan managerial kepala sekolah, jiwa kewirausahaan kepala sekolah dan supervisi pendidik sebesar 58,5 %, dan secara parsial pengaruh jiwa kewirausahaan kepala sekolah lebih kecil pengaruhnya terhadap mutu sekolah dibandingkan dengan variabel yang lainnya.
PENERAPAN LESSON STUDY DENGAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS Suryani, Yeyen; Melasari, Melasari; Nurjannah, Nanung; Iskandar, Iis Trisno; Rokayah, Oyoh; Prasetyo, Ibnu Udy; Hidayanti, Nisa Fadillah
Equilibrium: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Ekonomi Vol. 20 No. 01 (2023): Equilibrium: Jurnal penelitian Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/equi.v20i01.7012

Abstract

AbstrakPermasalahan pada penelitian ini yaitu rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa. Tujuan penelitiannya yaitu untuk mengetahui penerapan lesson study dengan Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dengan penguatan profil pelajar pancasila pada siswa kelas X MPLB SMKN 2 Kuningan. Kegiatan Lesson Study terdiri dari tiga tahapan kegiatan yaitu PLAN (merencanakan), DO (melaksanakan), SEE (Merefleksi). Dalam kegiatan PLAN guru model beserta guru lain sebagai observer merencanakan rencana pembelajaran dalam hal ini disebut modul ajar sesuai dengan ketentuan dalam Kurikulum Merdeka. Para observer  memberi masukan atas modul ajar yang disusun oleh guru model. Dalam tahapan kedua yaitu DO, guru model melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran yaitu Problem Based Learning (PBL) yang menitik beratkan pada keaktifan peserta didik di dalam pembelajaran dan pemecahan masalah dari topik yang diajarkan dipecahkan oleh peserta didik itu sendiri dengan cara berkelompok sampai dengan memberikan kesimpulan. Guru model hanya sebagai fasilitator dalam pembelajaran. Model pembelajaran PBL merangsang peserta didik untuk berpikir kritis dan membuka wawasan peserta didik itu sendiri. Tahapan ketiga yaitu SEE dengan merefleksi hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan guru model dengan melihat kekurangan dalam hal peserta didik belajar untuk ditindaklanjuti pada pembelajaran siklus selanjutnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa meningkat dengan penerapan model problem based learning melalui lesson study. Kata kunci: Lesson Study;  Problem Based Learning; Kemampuan Berpikir Kritis  AbstractThis research was conducted to solve the main problem faced by the students, their low critical thinking. The objective is to find out the application of lesson study with Problem Based Learning (PBL) to improve critical thinking skills by strengthening the profile of Pancasila students in class X MPLB SMKN 2 Kuningan. There are three stages of activity in implementing lesson study: PLAN,DO (implement), SEE (Reflect). In PLAN activities, the model teacher and other teachers as observers plan a lesson plan, in this case called a teaching module, in accordance with the provisions of the Independent Curriculum. The observers provide input on the teaching modules prepared by the model teacher. In the second stage, namely DO, the model teacher carries out learning using the learning model, namely Problem Based Learning (PBL) which focuses on the activeness of students in learning and solving problems from the topics taught are solved by the students themselves by way of groups up to giving conclusion. The model teacher is only a facilitator in learning. The PBL learning model stimulates students to think critically and opens the students' own insights. The third stage is SEE by reflecting on the learning outcomes that have been carried out by the model teacher by looking at the deficiencies in terms of student learning to be followed up in the next cycle of learning. The results showed that students' critical thinking skills increased with the application of the problem-based learning model through lesson study. Keywords: Lesson Study;  Problem Based Learning; Critical Thinking Skills
The Effect of Using Problem Based Learning Model on Critical Thinking Ability with Moderator Variable of Learning Motivation Nurhayati, Nurhayati; Rahmat, Pupu Saeful; Suryani, Yeyen
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 4 No. 8 (2024): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v4i8.1722

Abstract

The ability of critical thinking is a skill in depth and logic with various scientific activities for making decisions. This research aims to determine the differences in critical thinking ability of students who receive problem based learning model and students who receive lecture method; differences in critical thinking ability of experimental class students who have low, medium and high learning motivation; and the effect of interaction between using problem based learning model and learning motivation on critical thinking ability of class VIII students in Social Sciences Subjects at Kalimanggis 2 State Junior High School. The research method used was a quasi-experimental method with a factorial design. The research subjects were 48 students of class VIII of Kalimanggis 2 State Junior High School, divided into class VIII.A (experiment) and class VIII.B (control), each with 24 people. Data collection techniques used field research with instruments in the form of tests and questionnaires. Hypothesis testing used two-way analysis of variance. Based on the research results, it can be seen that there were differences in critical thinking ability of students who received problem based learning model and students who received lecture method; there were differences in the critical thinking ability of students in experimental class who had low, medium and high learning motivation; and there was an interaction between the use of problem based learning model and learning motivation on critical thinking ability of class VIII students in Social Sciences Subjects at Kalimanggis 2 State Junior High School.
Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Melalui Lesson Study Suryani, Yeyen; Jumantini, Entin; Ramadan, Dede Jusup; Iskandar, Iskandar; Pratiwi, Rani Tania
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i1.6641

Abstract

Latar belakang dilakukannya penelitian ini disebabkan oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Kurangnya penggunaan model pembelajaran yang bervaratif dalam proses pembelajaran di kelas, yang mengakibatkan mahasiswa bosan dan berdampak pada hasil pembelajaran yang tidak maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan dan perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis mahasiswa kelas eksperimen yang mendapatkan model Project Based Learning (PjBL) berbasis Lesson Study dengan mahasiswa kelas kontrol yang mendapatkan model Problem Based Learning (PBL). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Quasi Eksperimen dengan desain penelitian Pretest-Posttest, Non Equivalent Control Group Design. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester 3 A sebagai kelas kontrol dan semester 3 B sebagai kelas eksperimen dengan jumlah mahasiswa 72 mahasiswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes berupa Pilihan Ganda Kompleks (PGK) berjumlah 30 soal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan dan perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis mahasiswa kelas eskperimen yang mendapatkan model Project Based Learning (PjBL) berbasis Lesson Study dengan mahasiswa kelas kontrol yang mendapatkan model Problem Based Learning (PBL). Hasil penelitian bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis mahasiswa serta terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis mahasiswa antara mahasiswa kelas eksperimen yang mendapatkan model Project Based Learning (PjBL) berbasis Lesson Study dengan mahasiswa kelas kontrol yang mendapatkan model Problem Based Learning (PBL).
The impact of utilizing educational games-based technology as learning media on students' numeration skills in high school economics subjects Rahmat, Pupu Saeful; Jumantini, Entin; Suryani, Yeyen; Satriapraja, Novi; Suhenda, Enda
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 10 No. 4 (2024): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020243825

Abstract

This study was motivated by the low numeracy skills of students in economic subjects at SMA 2 Kuningan which was known through pre-research conducted. The purpose of this study was to determine the effect of using educational game-based technology learning media on students' numeracy skills in economic subjects in class XII SMAN 2 Kuningan Regency. The method used in this research is experimental method. The number of respondents in each class was 32 students each. Data processing methodology begins with instrument testing (including validity and reliability tests) followed by prerequisite assessment in the form of normality and homogeneity tests. Hypothesis testing using t-test and n-gain. Based on the results of hypothesis testing, there are significant differences in learning outcomes between students who utilize technology-based educational games and students who do not utilize technology-based educational games. These results indicate a difference in learning outcomes and numeracy skills between students who use technology-based educational games and those who do not. The results showed that the average normalized gain score of the experimental class of 76.76% was included in the effective category based on the interpretation of the effectiveness gain index. Therefore, it can be concluded that the integration of technology-based educational games is efficacious in improving students' numeracy skills in class XII economics subjects at SMAN 2 Kuningan
Pengaruh Pendidikan Kewirausahaan, Media Sosial Terhadap Intensi Berwirausaha dengan Literasi Keuangan Sebagai Mediator Ad’hiah, Ida; Rahmat, Pupu Saeful; Suryani, Yeyen
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 12: Special Issue No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/dpp.v12i1.9588

Abstract

Kewirausahaan menjadi kunci dalam menciptakan inovasi dan lapangan kerja yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara. Akan tetapi permasalahannya adalah rendahnya intensi berwirausaha pada masyarakat, dimana intensi berwirausaha berfungsi sebagai indikasi awalseseorang bertindak sebagai wirausahawan atau tidak, dan menunjukkan bagaimana seseorang berusaha dengan keras untuk mencapai tujuan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan intensi berwirausahaan mahasiswa Program Studi Manajemen FEB Universitas Kuningan dan juga mengetahui bagaimana pendidikan kewirausahaan dan media sosial mempengaruhi intensi berwirausaha melalui literasi keuangan sebagai mediator. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan survei terhadap mahasiswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Manajemen FEB Universitas Kuningan angkatan 2020-2021 yang berjumlah 812 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan angket kepada mahasiswa Manajemen FEB Universitas Kuningan angkatan 2020-2021. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian adalah random sampling, dengan jumlah mahasiswa yang dipilih sebanyak 268 siswa. Temuan penelitian ini mengungkapkan tiga poin utama: pertama, pendidikan kewirausahaan berdampak positif dan signifikan meningkatkan intensi berwirausaha; kedua, media sosial berperan positif dan signifikan dalam mendorong intensi berwirausaha; ketiga, literasi keuangan bertindak sebagai faktor mediasi antara pendidikan kewirausahaan dan intensi berwirausaha; keempat, literasi keuangan menjadi mediator antara media sosial dan intensi berwirausaha. Untuk meningkatkan intensi berwirausaha dapat dilakukan pelatihan, seminar, workshop literasi keuangan, literasi digital serta kwirausahaan.