Claim Missing Document
Check
Articles

Effect of Tripolyphosphate and Ethylene Glycol Diglicidyl Ether on Chitosan Beads for Cr (VI) Adsorption Merpiseldin Nitsae; Armeida D. R. Madjid; Lukman Hakim; Akhmad Sabarudin
Natural B, Journal of Health and Environmental Sciences Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : Natural B, Journal of Health and Environmental Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.831 KB) | DOI: 10.21776/ub.natural-b.2016.003.03.03

Abstract

The research about effect of tripolyphosphate (TPP) and ethylene glycol diglycidyl ether (EGDE) in preparation chitosan beads for Cr(VI) adsorption has been studied. The aim of this research was produced chitosan beads that have the ability to adsorb Cr(VI). Therefore, effect of TPP and EGDE has been studied in the research. Concentrations of TPP has varied 1%, 5%, 10%, and 15% while concentration of EGDE are 1%; 2.5%; 5%; and 7.5%. For the process adsorption chitosan beads with Cr(VI) ions used analysis with Batch method. The result shows optimum condition of chitosan beads was prepared by 5% chitosan: 5% TPP: 5% EGDE at 3 hours immersion. The adsorption capacity was 8.892 mg g-1. Which beads size was different i.e. 509-686 µm.
Purifikasi Lipase Aspergillus niger M1407 Indigenus Menggunakan Kromatografi Pertukaran Ion Mellissa Erlyn Stephanie Ledo; Hartini Realista Lidya Solle Merpiseldin Nitsae
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 2, No 3 (2017): October 2017
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v2i3.1883

Abstract

Lipase digunakan sebagai biokatalis dalam proses sintesis biodiesel. Salah satu tumbuhan yang memiliki potensi biokatalis telah diidentifikasi dan dibudidayakan yaitu pohon kesambi (Schleichera oleosa) yang populasinya cukup tinggi di Nusa Tenggara Timur dan belum dimanfaatkan secara optimal. Biji kesambi (Schleichera seeds) diketahui memiliki kandungan asam lemak yang cukup tinggi seperti asam miristat, asam palmitat, asam stearate, asam arakidat, asam oleat dan asam linoleat. Isolat Aspergillus niger M1407 adalah isolat fungi lipolitik indigenus yang diisolasi dari biji kesambi. Penelitan ini bertujuan mendapatkan lipase A. niger M1407 yang murni melalui proses purifikasi menggunakan kromatografi pertukaran ion dan mendapatkan profil pH lipase A. niger M1407. Tahapan penelitian ini adalah 1) Tahap produksi lipase melalui Solid State Fermentation menggunakan medium tepung biji kesambi; 2) Tahap purifikasi lipase menggunakan cation exchange ; 3) Tahap uji profil pH Lipase A. niger M1407; dan 4) Uji aktivitas lipase parsial purifikasi. Hasilnya menunjukkan aktivitas ekstrak kasar lipase A. niger M1407 memiliki pH optimal pada pH= 8 dengan aktivitas sebesar 118,52 U/mL pada suhu kamar. Aktivitas lipase A. niger M1407 yang telah mengalami purifikasi menggunakan metode kromatografi pertukaran kation (cation exchange chromatography) adalah 71,11 U/mL. Dengan demikian, optimasi purifikasi lipase A. niger M1407 dan karakterisasinya perlu dilakukan dalam upaya pengembangan produksi biodiesel dengan pemanfaatan biji kesambi.
Uji Ketahanan Luntur dan Karakterisasi Serbuk Tinta Cumi-Cumi (Loligo sp.) sebagai Dasar Pewarna Hitam untuk Kain Tenun Ikat Asal Nusa Tenggara Timur Merpiseldin Nitsae; Egertha Karpada Arsun Banamtuan Mellissa E. S. Ledo; Ronny S. Mauboy Alan Ch. Sabuna
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 2, No 3 (2017): October 2017
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v2i3.1884

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji sifat karakter dan karakteristik bubuk tinta cumi. Uji ketahanan luntur menggunakan metode Grey Scale dan Staining Scale, sedangkan uji karakteristik tinta cumi-cumi menggunakan metode FT-IR dan SEM. Hasil yang diperoleh menunjukkan pada saat kain katun dicelupkan ke dalam 250 mL tinta cumi-cumi selama 1 jam menghasilkan warna hitam namun mudah luntur sehingga warna yang dihasilkan perlu dipertahankan menggunakan fiksator yaitu kapur tohor dan tawas. Variasi konsentrasi fiksator yang digunakan yaitu: 20, 50, dan 100 g/mL. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa fiksator kapur tohor menghasilkan warna cokelat, sedangkan fiksator tawas menghasilkan warna hitam pekat. Hasil uji menggunakan Grey Scale dan Staining Scale menunjukkan perlakuan terbaik pada konsentrasi fiksator 100 g/mL. Selain itu hasil karakterisasi tinta cumi-cumi menggunakan FT-IR menunjukkan adanya serapan pada peak 3236, 33 cm-1 merupakan gugus –OH dan gugus –NH (tumpang tindih); 2964, 39 cm-1 dan 2927, 74 cm-1 merupakan gugus C-H sp2; 1633, 59 cm-1 dan 1544, 88 cm-1 merupakan ikatan cincin aromatik dari C=C dan C=N. Hasil karakterisasi menggunakan SEM menunjukkan diameter serbuk bervariasi yaitu berukuran 58, 8 µm; 68, 3 µm; dan 68, 8 µm yang tidak teratur (serpihan amorf).
Pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) Terhadap Perkecambahan Cendana (Santalum album L.) Secara In Vitro di Nusa Tenggara Timur Hartini Realista Lydia Solle; Merpiseldin Nitsae; Mellissa Erlyn Stephanie Ledo
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 4, No 3 (2019): October 2019
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v4i3.2517

Abstract

Cendana (Santalum album L.) merupakan tanaman hutan penghasil kayu di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan mempunyai nilai ekonomi tinggi. Tanaman ini merupakan spesies endemikyang mempunyai keunggulan kadar minyak dan produksi kayu teras yang baik. Minyak cendana yang dihasilkan memiliki aroma yang harum sehingga banyak digemari. Kayu cendana digunakan sebagai bahan dasar parfum, sabun, ukiran dan kemenyan. Keberadaan cendana di NTT saat ini jumlahnya semakin menurun karena eksploitasi oleh penduduk setempat. Upaya pemulihan tanaman cendana NTT telah banyak dilakukan, seperti usaha pengembangan dengan penanaman cendana dari pembibitan maupun pemeliharaan anakan yang berasal dari penyebaran secara alami akan tetapi usaha tersebut tidak cukup berhasil. Untuk memecahkan masalah tersebut, perbanyakan tanaman melalui kultur jaringan menjadi salah satu cara terbaik dalam upaya konservasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian POC terhadap pertumbuhan biji cendana secara invitro. Penelitian ini dilakukan dengan menambahkan Pupuk Organik Cair (POC) pada medium Murashige and Skoog (MS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi 2 mL POC nasa pada medium MS berdampak baik terhadap perkecambahan Cendana (Santalum album  L.) dengan konsentrasi 2 mL yang merupakan konsentrasi optimal.  Respon perkecambahan ditunjukan pada 14 hari setelah ditanam pada medium MS.
Pembuatan Arang Aktif dari Tempurung Siwalan (Borassus flabellifer L.) yang Diaktivasi dengan Kalium Hidroksida (KOH) Merpiseldin Nitsae; Lans Asideo Lano; Mellissa E. Ledo
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 5, No 1 (2020): February 2020
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v5i1.2948

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan arang aktif teraktivasi KOH dari limbah tempurung Siwalan yang ada di Nusa Tenggara Timur terutama di daerah pesisir pantai.  Pembuatan arang aktif dilakukan melalui dua tahap, yaitu tahap karbonisasi dan aktivasi. Pada proses karbonisasi tempurung Siwalan dibakar dalam alat pirolisis sederhana dengan oksigen terbatas. Selanjutnya, dilakukan aktivasi arang dengan cara direndam KOH dengan variasi 0,1 M; 0,5M; dan 1M selama 24 jam.  Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh positif KOH terhadap aktivitas arang tempurung Siwalan . Karakteristik arang yang dihasilkan memenuhi SNI 06-3730 dengan kriteria terbaik 6,56% kadar air; 8,55% kadar abu; bilangan iodin sebanyak 2163,36 mg g-1; dan daya serapmetilen biru sebanyak 438,52 mg g-1. Daya adsorbsi arang aktif tempurung Siwalan terhadap iodin dan metilen biru yang tinggi (lebih besar dari SNI) menunjukkan bahwa arang aktif tempurung Siwalan dapat digunakan sebagai adsorben.
STUDI ADSORPSI METHYLENE BLUE TERHADAP ARANG AKTIF TEMPURUNG LONTAR (Borassus flabellifer L.) ASAL NUSA TENGGARA TIMUR Merpiseldin Nitsae; Hartini R. L. Solle; Serliani M. Martinus; Imanuel J. Emola
Jurnal Kimia Riset Vol. 6 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Airlangga, Campus C Mulyorejo, Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkr.v6i1.24525

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang studi adsorpsi Methylene Blue (MB) terhadap arang aktif tempurung lontar (AAtl) asal Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas adsorpsi, kinetika adsorpsi, dan isoterm adsorpsi yang terjadi melalui interaksi antara MB dan AAtl. Penelitian ini dilakukan pada konsentrasi MB 7 ppm, 0,05 g AAtl (variasi AAtl KOH 0,5 M; AAtl KOH 1,0 M; AAtl KOH 1,5 M; dan AAtl H2SO4 1,0 M), kecepatan 100 rpm, pada rentang waktu 0-180 menit. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa jumlah MB yang terserap pada 3 variasi AAtl KOH (terjadi pada t = 60 menit) secara berturut-turut adalah 27,18 mg g-1; 23,76 mg g-1; 27,84 mg g-1; dan AAtl H2SO4 (t = 120 menit) adalah 22,90 mg g-1. Model kinetika adsorpsi MB cenderung terjadi secara pseudo orde kedua (mekanisme adsorpsi secara kimia berdasarkan nilai qe = 30,30 mg g-1) dengan kapasitas adsorpsi maksimum secara isoterm Langmuir-Freundlich adalah 1614,968 mg g-1 dimana proses adsorpsi berdasarkan nilai RL (dimensi kuantitas adsorpsi) berada pada kategori berlangsung secara baik (0,214-0,259). Dengan demikian, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk optimalisasi kondisi adsorpsi yang terjadi berdasarkan pH, massa adsorben, dan konsentrasi adsorbat.
ADSORPSI ISOTERMAL HERBISIDA PARAQUAT PADA TANAH DI DESA NONBAUN KECAMATAN FATULEU Merpiseldin Nitsae; Philiphi de Rozari; Pius Dore Ola
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPerilaku dan nasib herbisida di dalam tanah sangat dipengaruhi oleh sifat- sifat tanah. Proses adsorpsi paraquat dapat membantu mengurangi pencemaran pada lingkungan tanah namun kelebihan konsentrasi paraquat dapat menyebabkan kerusakan pada struktur tanah dan keracunan bagi organisme di dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tanah serta menentukan kapasitas dan energi adsorpsi paraquat di dalam tanah Desa Nonbaun- Fatuleu. Hasil penelitian menunjukan bahwa tanah desa Nonbaun mempunyai 3 jenis meneral yaitu mineral kuarsa, actinolite dan muscovite. Harga kapasitas pertukaran kation tanah Nonbaun berada pada kisaran mineral kaolinit yaitu 9,864 meq/100 gram adsorben dengan nilai pH 5,15-5,30 yang menunjukan tanah Desa Nonbaun-Fatuleu tergolong tanah asam. Hasil ini juga diperkuat dengan harga kadar air dan kadar bahan organik yang relatif kecil yaitu 2,77% dan 7,22%. Kapasitas dan energi adsorpsi mengikuti proses isoterm Langmuir baik sebelum maupun sesudah tanah dijenuhkan dengan paraquat. Dari percobaan ini diperoleh nilai kapasitas yang terikat kuat adalah 3,4693 mg/g tanah dan yang terikat lemah adalah 17,7374 mg/g tanah. Sedangkan Energi adsorpsi paraquat berkisar antara 22,92-23,09 KJ/mol.
KARAKTERISASI SUBSTRAT DAN SUHU EKSTRAK KASAR LIPASE Aspergillus niger M1407 Amelia M Salmon; Mellissa E. S. Ledo; Merpiseldin Nitsae
Saintek Lahan Kering Vol 3 No 1 (2020): JSLK JUNI 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.245 KB) | DOI: 10.32938/slk.v3i1.1038

Abstract

Isolation of crude extract lipase Aspergillus niger M1407 using kesambi seeds flour medium through solid state fermentation was carried for substrate and temperature characterization fo determenie optimal condition enzyme substarate reaction. The aim of this study are determenie the substrate and temperature profile crude extract lipase Aspergillus niger M1407. This research was conducted in the laboratory (microbiology and chemistry) of the Biology Education Study Program at Artha Wacana Christian University, Kupang, in January 2019 untel March 2019. The method used in this study divided into four stages, namely medium preparation for Aspergillus niger M1407 lipase; Solid-State Fermentation medium for 7 days; substrate characterization using oleic acid + ethanol in isooktan and oleic acid + methanol in isooktan and temperature characterization was done at 20oC, 30oC, 40oC, 50oC, and 60oC. Analysis of crude extract lipase Aspergillus niger M1407 activity using the titration method. Data obtained in quantitative descriptive analysis. The results of this study indicate that the crude extract lipase Aspergillus niger M1407. crude enzyme lipase Aspergillus niger M1407 activity is better on oleic acid methanol + substrate which has 200 U / mL activity while temperature characterization show best activity at 40oC with 580 u / mL lipase activity.
Effect of Variations in Sugar Addition to the Quality of Bamboo Shoot Syrup (Dendrocalamus asper) Soleman Sayuna; James Ngginak; Merpiseldin Nitsae
BIOEDUKASI Vol 18 No 1 (2020)
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bioedu.v18i1.15445

Abstract

Bambu betung (Dendrocalamus asper) merupakan tumbuhan berumpun yang memiliki fase tumbuh melalui tunas (rebung). Rebung memiliki kandungan fosfor, vitamin A, vitamin C, serat mineral dan protein yang baik untuk tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi penambahan gula terhadap kualitas sirup rebung betung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) untuk uji sifat organoleptik. Variasi penambahan gula yang digunakan dalam penelitian ini adalah 50%, 55%, 60% dan 65%. Hasil uji vitamin C secara berturut - turut adalah 2,112%, 3,256%, 4,136%, dan 5,016%. Hasil uji protein secara berturut – turut untuk setiap perlakuan adalah 0,25%, 0,15%, 0,24% dan 0,17%. Hasil uji kadar air menunjukkan 0,073%, 0,063%, 0,056% dan 0,056%. Serta hasil uji oganoleptik (kekentalan, rasa dan kesukaan) menunjukkan perlakuan terbaik terdapat pada kosentrasi gula 65% dengan nilai 3.8000, 3.4667 dan 3.6000. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh variasi gula terhadap vitamin C, kadar air dan organoleptik, akan tetapi tidak memiliki pengaruh terhadap kadar protein. Perlu adanya penelitian lanjutan untuk mengetahui nilai gizi lemak, Karbohidrat, Vitamin A, vitamin B1 (Thiamin), Vitamin B2 (Ribovlavin), Fe, K, Ca, P, Na dan uji mikrooganisme.
UJI KUALITAS AIR PADA SUMBER MATA AIR WAIMARAPU DESA WAIMANU KECAMATAN KATIKUTANA SELATAN KABUPATEN SUMBA TENGAH eunike puteri ate; merpiseldin nitsae; yanti daud
Indigenous Biologi : Jurnal Pendidikan dan Sains Biologi Vol 1 No 3 (2018): Indigenous Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v1i3.4

Abstract

Mata air Waimarapu merupakan sumber mata air di Desa Waimanu KecamatanKatikutana Selatan Kabupaten Sumba Tengah. Masyarakat menggunakan mata air untukmencukupi kebutuhan air bersih (sebagai air minum, mandi, cuci, dan pengairantanaman) akan tetapi belum mengetahui kualitas air tesebut. Tujuan dalam penelitian iniadalah untuk mempelajari kualitas dari mata air Waimarapu dengan acuan PeraturanPemerintah Nomor 82 Tahun 2001. Metode penelitian yang digunakan adalah metodeeksperimen dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan membandingkan data hasilpengukuran dari masing-masing parameter air dengan nilai baku mutu PeraturanPemerintah Nomor 82 Tahun 2001. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan ada 3parameter yang tidak sesuai dengan baku mutu yaitu kandungan oksigen terlarut (5,60mg/L) tembaga (0,11 mg/L) dan phospat (0,54 mg/L). Hal ini disebabkan oleh karenaperubahan cuaca, pergerakan massa air dan lokasi mata air Waimarapu yang berada diarea persawahan sehingga menyebabkan masuknya limbah pertanian (penggunaanpupuk dan pembasmi hama). Sedangkan untuk parameter lainnya (suhu, TDS, TSS, pH,BOD, besi, mangan, sulfat, nitrat, nitrit, klorin, sianida, dan total coliform) masih sesuaidengan baku mutu yang ditetapkan. Nilai ini masih bisa ditolerir dalam kualitas air.Berdasarkan hasil yang diperoleh, mata air Waimarapu masih berada dalam batas amanuntuk digunakan sesuai peruntukkannya.
Co-Authors Adri Gabriel Sooai Akhmad Sabarudin Akhmad Sabarudin Aloisius M. Kopon Aloisius Masan Kopon Alwan M. Ninef Ambrosius Faofeto Ame, Joni Alvonsius Amelia M Salmon Anselmus Boy Baunsele Armeida D. R. Madjid Armeida Dwi Ridhowati Madjid Arnold Ch. Hendrik arnold christian hendrik Banu, Erik Sandy Blegur, Willem Amu Daud E. Adu Daud, Yanti Dwi Siswanta Egertha Karpada Arsun Banamtuan Mellissa E. S. Ledo Elsita Rambu Kahi Erly Grizca Boelan eunike puteri ate Hariyati Lubis, Hariyati Hartini R.L. Solle Henderina Mowata Hendrik, Gersandi Hildegardis Missa Imanuel Jacob Emola Irma, Mutia James Ngginak Joenrith Agrid Kana, Belandina Here Kii, Arniati Ina Koehuan, Jonathan Ebet Lano, Lans Asideo Lans Asideo Lano Ledo, M E S Ledo, Mellisa E.S. Ledo, Mellissa Erlyn Stephanie Lenciani Seran Lolonrian, Patrisia Marfiana Dae Lukman Hakim M Nitsae, M Maria A. U. Leba Maria Aloisia Uron Leba Medah, Andreas Isakh melkianus mola kore Mellissa E. S. Ledo, Egertha Karpada Arsun Banamtuan mellissa e.s ledo Mesri Welhelmina Nisriani Manafe Nomleni, Fransina T Perdinan Sinuhaji Philiphi de Rozari Philiphi de Rozari Pius Dore Ola Rafly Ihsan As Siddiq, Muhammad Rahayu Rahayu Rahayu Realista Lydia Solle, Hartini Redo, Irmina Rinaldi, Fajar Rony S. Mauboy Rupidara, Anggreini D.N Sabuna, Alan Ch. Serliani M. Martinus Soleman Sayuna Solissa, Arfie Solle, Hartini Realista Lidya Solvina Tanggu Sana Sonya Titin M. Nge Sonya Titin Marlina Nge Sonya Titin Nge Sooai, Adry Gabriel Susilawati Tini Margarita Talan Toulasik, Yulita Wempi Silla Wora, Theresia Wea Yoaclina D. Ninu Yulita Iryani Mamulak