Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Pembuatan Biochar Dan Aplikasinya Di Desa Oel’ekam Kecamatan Mollo Tengah Kabupaten Timor Tengah Selatan Nusa Tenggara Timur Nitsae, Merpiseldin; Realista Lydia Solle, Hartini
BERBAKTI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2023): BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | May 2023
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/berbakti.v1i1.2218

Abstract

Biochar is a carbon material that can be produced from burning biomass. In general, East Nusa Tenggara is rich in untapped biomass. Understanding of the importance of biomass is still in the low category. Therefore, this Community Service activity was carried out to introduce and teach the process of making biochar and its application in Oel'ekam Village, Central Mollo sub-district, South Central Timor district, East Nusa Tenggara. This activity involved 27 participants from 3 farmer groups, namely the Olif Tataf farmer group (Oel'ekam hamlet); the Oemathonis farmer group (Oehala hamlet); and the Tafena Kuan Farmer's Group (Oel'ekam hamlet) as well as the head of the PKK team in Oel'ekam village and several of its members. The activity began with guidance and training on making biochar using coir and dried coconut shells using the kiln drum modification method (simple pyrolysis), followed by demonstration plots (demonstration plots) using a vermiculture system in the village office environment. The results showed that the participants understood the process of making biochar and its application to viticulture cropping systems as indicated by the observed crop yields after 10 days of activity. Thus, there is a need for continuous assistance for a wider cropping system on farmers' land.
Desalination of Seawater using Pahae Natural Zeolite-Activated Carbon derived from Kepok Banana Peel (Musa paradisiaca Linn.) Susilawati; Nitsae, Merpiseldin; Sinuhaji, Perdinan; Irma, Mutia; Lubis, Hariyati; Rinaldi, Fajar; Rafly Ihsan As Siddiq, Muhammad
Science and Technology Indonesia Vol. 10 No. 1 (2025): January
Publisher : Research Center of Inorganic Materials and Coordination Complexes, FMIPA Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26554/sti.2025.10.1.56-71

Abstract

The escalating demand for freshwater due to increased global population and intensified industrial activities necessitates innovative approaches to water desalination. This study explores the efficacy of a novel composite adsorbent material consisting of Pahae natural zeolite and activated carbon derived from Kepok banana peels for seawater desalination. This research synthesizes and evaluates the composite under varying conditions to ascertain its potential as an effective adsorbent material. Characterization methods included scanning electron microscopy (SEM), energy dispersive X-ray (EDX), X-ray diffraction (XRD), Fourier transform infrared spectroscopy (FTIR), Brunauer-Emmett-Teller (BET), and salinity removal measurement. The results demonstrated that the 85:15% zeolite to activated carbon ratio exhibited the highest porosity of 61.04% and a significant water absorption capacity of 86.65%. This composition also achieved the most substantial salinity reduction, lowering the initial salinity from 27.70‰ to 18.53‰ with a removal efficiency of 33.10%. SEM analyses revealed a more porous surface morphology at 85:15% which corroborated with the higher salinity removal efficiency. BET results indicated that the optimal pore size and distribution occurred in the 85:15% composition which directly correlated with enhanced adsorption capacities. This study reports the potential of using sustainable materials such as zeolite and agricultural waste-derived activated carbon for cost effective and environmentally friendly desalination processes. The findings suggest that such composites can be tailored to improve performance and provide a viable solution to the global freshwater scarcity challenge.
KINETIKA ADSORPSI METILEN BIRU MEMANFAATKAN SERBUK GERGAJI KAYU JATI TERAKTIVASI ASAM SULFAT Anselmus Boy Baunsele; Erly Grizca Boelan; Aloisius Masan Kopon; Maria Aloisia Uron Leba; Hildegardis Missa; Rahayu Rahayu; Merpiseldin Nitsae; Dwi Siswanta
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 9, No 4 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i4.12024

Abstract

Peningkatan kapasitas industri memberikan dampak positif bagi masyarakat namun meninggalkan jejak kerusakan bagi lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk membantu menangani limbah metilen biru yang sering menjadi bahan buangan dari aktivitas industri. Metilen biru menjadi salah satu masalah karena mencemari lingkungan. Berbagai penyakit misalnya kanker maupun perubahan genetik bisa terjadi karena bioakumulasi bahan ini. Penanganan masalah pencemaran lingkungan akibat metilen biru telah banyak dilakukan misalnya adsorpsi, karena metode ini cukup sederhana dan mudah diterapkan. Berbagai bahan alam digunakan sebagai adsorben, contohnya serbuk gergaji kayu jati yang dijadikan sebagai adsorben. Serbuk gergaji kayu jati pada penelitian ini diaktivasi menggunakan larutan asam sulfat. Selanjutnya dilakukan karakterisasi menggunakan FTIR, SEM-EDX dan pHpzc. Setelah dikarakterisasi lalu dilakukan analisis adsorpsi metilen biru secara batch. Variabel penelitian yaitu variasi pH dan waktu kontak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorpsi maksimal pada pH 6 dengan kapasitas adsorpsi 1,96 mg g-1 (99,3%) dan waktu kontak maksimum yaitu 30 menit dengan nilai Qe adalah 1,97 mg g-1 (99,7%)
KINETIKA ADSORPSI METILEN BIRU MEMANFAATKAN SERBUK GERGAJI KAYU JATI TERAKTIVASI ASAM SULFAT Anselmus Boy Baunsele; Erly G. Boelan; Aloisius M. Kopon; Maria A. U. Leba; Hildegardis Missa; Rahayu; Merpiseldin Nitsae; Dwi Siswanta
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol. 9 No. 4 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i4.12522

Abstract

Peningkatan kapasitas industri memberikan dampak positif bagi masyarakat namun meninggalkan jejak kerusakan bagi lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk membantu menangani limbah metilen biru yang sering menjadi bahan buangan dari aktivitas industri. Metilen biru menjadi salah satu masalah karena mencemari lingkungan. Berbagai penyakit misalnya kanker maupun perubahan genetik bisa terjadi karena bioakumulasi bahan ini. Penanganan masalah pencemaran lingkungan akibat metilen biru telah banyak dilakukan misalnya menggunakan metode adsorpsi, karena metode ini cukup sederhana dan mudah diterapkan. Berbagai bahan alam digunakan sebagai adsorben, salah satu contoh limbah yang bisa dijadikan sebagai adsorben yaitu serbuk gergaji kayu jati. Serbuk gergaji kayu jati pada penelitian ini diaktivasi menggunakan larutan asam sulfat. Selanjutnya dilakukan karakterisasi menggunakan FTIR, SEM-EDX dan pHpzc. Setelah dikarakterisasi lalu dilakukan analisis adsorpsi metilen biru secara batch. Variabel penelitian yaitu variasi pH dan waktu kontak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorpsi maksimal pada pH 6 dengan kapasitas adsorpsi 1,96 mg g-1 (99,3%) dan waktu kontak maksimum yaitu 30 menit dengan nilai Qe adalah 1,97-1mg g (99,7%).
Rancang Bangun Dan Kinerja Alat Borazsilab Filter Dengan Sistem Filtrasi Nitsae, Merpiseldin; Solle, Hartini R.L.; Blegur, Willem Amu; Solissa, Arfie Pigan
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol. 41 No. 2 (2023): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jphh.2023.864

Abstract

Research has been carried out on the BorazSiLab Filter design and performance used filtration system. The selected filtration mechanism is a multi-stage filtration system. The filter material used is lontar shell activated charcoal, coconut fiber, sand, and zeolite. The purpose of this study is to test the performance of the tool (effectiveness and efficiency) filled with the four materials above. The implementation stages of this research are divided into two, namely fabricating the BorazSiLab Filter tool and testing the reliability of tool. To facilitate tool fabrication, it is necessary to design tools in the form of working drawings of 2D shapes and 3D geometry so that they are easy to understand. The reliability test was carried out on the dimensions of the filter box, the surface area and volume of the material, the filtration discharge, and the water quality (pH, temperature, odor, and colors). The results showed that the tool was made of a glass box measuring 20×20×20 cm. The filtration time is fixed at 45 minutes. The measured filtration efficiency and effectiveness of the filter material surface area, filter media volume, filtration discharge before (Qin) and after (Qout) filtration are 0,0022 m2 (one tea bag) to 0,0044 m2 (two tea bag); 3,3×105 m3 (one tea bag) to 5,81×105 m3 (two tea bag); 1,1423 L/s; and 0,00046 L/s. Preliminary tests for water quality before and after for the parameters of odor, pH, and temperature values, respectively, are odor to odorless; colored to colorless pH = 7; temperature = 26,1 ± 3 °C to 27,9 ± 3 °C. Therefore, the BorazSiLab Filter can be used as a filtration tool for wastewater treatment.
Rancang Bangun Dan Kinerja Alat Borazsilab Filter Dengan Sistem Filtrasi Nitsae, Merpiseldin; Solle, Hartini R.L.; Blegur, Willem Amu; Solissa, Arfie Pigan
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol. 41 No. 2 (2023): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jphh.2023.864

Abstract

Research has been carried out on the BorazSiLab Filter design and performance used filtration system. The selected filtration mechanism is a multi-stage filtration system. The filter material used is lontar shell activated charcoal, coconut fiber, sand, and zeolite. The purpose of this study is to test the performance of the tool (effectiveness and efficiency) filled with the four materials above. The implementation stages of this research are divided into two, namely fabricating the BorazSiLab Filter tool and testing the reliability of tool. To facilitate tool fabrication, it is necessary to design tools in the form of working drawings of 2D shapes and 3D geometry so that they are easy to understand. The reliability test was carried out on the dimensions of the filter box, the surface area and volume of the material, the filtration discharge, and the water quality (pH, temperature, odor, and colors). The results showed that the tool was made of a glass box measuring 20×20×20 cm. The filtration time is fixed at 45 minutes. The measured filtration efficiency and effectiveness of the filter material surface area, filter media volume, filtration discharge before (Qin) and after (Qout) filtration are 0,0022 m2 (one tea bag) to 0,0044 m2 (two tea bag); 3,3×105 m3 (one tea bag) to 5,81×105 m3 (two tea bag); 1,1423 L/s; and 0,00046 L/s. Preliminary tests for water quality before and after for the parameters of odor, pH, and temperature values, respectively, are odor to odorless; colored to colorless pH = 7; temperature = 26,1 ± 3 °C to 27,9 ± 3 °C. Therefore, the BorazSiLab Filter can be used as a filtration tool for wastewater treatment.
Pembuatan Masker wajah Nano Emulgel Arang Aktif Tempurung Lontar sebagai Anti Acne Nitsae, Merpiseldin; Solle, Hartini R.L.; Toulasik, Yulita; Ame, Joni Alvonsius; Redo, Irmina; Kana, Belandina Here
Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian Vol. 9 No. 2 (2025): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, 9 (2) Juni 2025
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agr.v9i2.13509

Abstract

Telah dilakukan riset tentang pembuatan masker nano emulgel (peel off mask) berbahan dasar arang aktif tempurung lontar. Aktivasi arang aktif menggunakan 0,5M kalium hidroksida (KOH) selama 68 jam berukuran 65 mesh. Masker wajah yang sudah jadi diuji stabilitas (warna, aroma, tekstur, dan pertumbuhan jamur), pH, Elastisitas (waktu kering) dan dispersitas (daya sebar). Hasil yang diperoleh menunjukkan warna masker adalah hitam pekat dengan aroma yang serta tektur yang baik yang stabil pada siklus ke-5 (hari ke-5 suhu ruang). Pertumbuhan jamur terjadi pada hari ke-6 (siklus ke-6) dengan ciri-ciri jamur teridentifikasi jenis jamur kapang. Masker nano emulgel membutuhkan waktu 10-20 menit untuk mongering pada pH stabil= 6 dengan daya sebar 3-5 cm. komposisi terbaik dalam pembuatan masker wajah nano emulgel berbahan dasar arang aktif tempurung lontar adalah variasi 3 g. Dengan demikian, riset ini menghasilkan masker nano emugel sebagai anti acne yang bersifat elastis dan ramah lingkungan. Kata Kunci: Arang aktif tempurung lontar; masker nano emulgel; anti acne; jamur kapang.
Pembuatan Masker wajah Nano Emulgel Arang Aktif Tempurung Lontar sebagai Anti Acne Nitsae, Merpiseldin; Solle, Hartini R.L.; Toulasik, Yulita; Ame, Joni Alvonsius; Redo, Irmina; Kana, Belandina Here
Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian Vol. 9 No. 2 (2025): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, 9 (2) Juni 2025
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agr.v9i2.13509

Abstract

Telah dilakukan riset tentang pembuatan masker nano emulgel (peel off mask) berbahan dasar arang aktif tempurung lontar. Aktivasi arang aktif menggunakan 0,5M kalium hidroksida (KOH) selama 68 jam berukuran 65 mesh. Masker wajah yang sudah jadi diuji stabilitas (warna, aroma, tekstur, dan pertumbuhan jamur), pH, Elastisitas (waktu kering) dan dispersitas (daya sebar). Hasil yang diperoleh menunjukkan warna masker adalah hitam pekat dengan aroma yang serta tektur yang baik yang stabil pada siklus ke-5 (hari ke-5 suhu ruang). Pertumbuhan jamur terjadi pada hari ke-6 (siklus ke-6) dengan ciri-ciri jamur teridentifikasi jenis jamur kapang. Masker nano emulgel membutuhkan waktu 10-20 menit untuk mongering pada pH stabil= 6 dengan daya sebar 3-5 cm. komposisi terbaik dalam pembuatan masker wajah nano emulgel berbahan dasar arang aktif tempurung lontar adalah variasi 3 g. Dengan demikian, riset ini menghasilkan masker nano emugel sebagai anti acne yang bersifat elastis dan ramah lingkungan. Kata Kunci: Arang aktif tempurung lontar; masker nano emulgel; anti acne; jamur kapang.
Pembentukan Kelompok dan Pendampingan Eco Farming Menggunakan Biochar Lontar Kepada Jemaat GMIT Ebenhaezer Bilamun dalam Menerapkan Sistem Tanam Tumpang Sari Nitsae, Merpiseldin; Koehuan, Jonathan Ebet; Missa, Hildegardis; Solle, Hartini Realista Lydia; Banu, Erik Sandy; Kii, Arniati Ina; Lolonrian, Patrisia Marfiana Dae
DEDIKASI Vol 25, No 2 (2023): JURNAL DEDIKASI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dedikasi.v25i2.56074

Abstract

Abstrak. Telah dilakukan kegiatan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) pada kelompok muda dan Ibu Jemaat GMIT Ebenhaezer Bilamun Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan kepada jemaat dalam memanfaatkan limbah organik tempurung lontar menjadi biochar dan diaplikasikan menggunakan pendekatan eco farming untuk sistem tanam tumpang sari. Tahapan kegiatan dimulai dari pembentukan kelompok, sosialisasi/penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kelompok muda dan Ibu merespon baik dengan cara 17 orang anggota terlibat dalam kegiatan ini. Terdiri dari 4 orang laki-laki dan 13 orang perempuan. Secara internal, kehendak untuk bertani dimiliki oleh 53% usia produktif kelompok yaitu usia 31-59 tahun dan 71% lama berusaha tani (1-10 tahun). Kegiatan pendampingan telah menghasilkan produk berupa CharTa (biochar lontar) dan panen sawi putih/manis dan kangkung sedangkan terong, bayam, daun bawang, dan mentimum masih dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan. Oleh karena itu, kegiatan pendampingan akan terus dilakukan sampai Desember 2023.Kata kunci: Eco farming; GMIT Ebenhaezer Bilamun; Sistem tanam tumpang sari; biochar lontarPembentukan Kelompok dan Pendampingan Eco Farming Menggunakan Biochar Lontar Kepada Jemaat GMIT Ebenhaezer Bilamun dalam Menerapkan Sistem Tanam Tumpang Sari
Pembentukan Kelompok dan Pendampingan Eco Farming Menggunakan Biochar Lontar Kepada Jemaat GMIT Ebenhaezer Bilamun dalam Menerapkan Sistem Tanam Tumpang Sari Nitsae, Merpiseldin; Koehuan, Jonathan Ebet; Missa, Hildegardis; Solle, Hartini Realista Lydia; Banu, Erik Sandy; Kii, Arniati Ina; Lolonrian, Patrisia Marfiana Dae
DEDIKASI Vol 25, No 2 (2023): JURNAL DEDIKASI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dedikasi.v25i2.56074

Abstract

Abstrak. Telah dilakukan kegiatan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) pada kelompok muda dan Ibu Jemaat GMIT Ebenhaezer Bilamun Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan kepada jemaat dalam memanfaatkan limbah organik tempurung lontar menjadi biochar dan diaplikasikan menggunakan pendekatan eco farming untuk sistem tanam tumpang sari. Tahapan kegiatan dimulai dari pembentukan kelompok, sosialisasi/penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kelompok muda dan Ibu merespon baik dengan cara 17 orang anggota terlibat dalam kegiatan ini. Terdiri dari 4 orang laki-laki dan 13 orang perempuan. Secara internal, kehendak untuk bertani dimiliki oleh 53% usia produktif kelompok yaitu usia 31-59 tahun dan 71% lama berusaha tani (1-10 tahun). Kegiatan pendampingan telah menghasilkan produk berupa CharTa (biochar lontar) dan panen sawi putih/manis dan kangkung sedangkan terong, bayam, daun bawang, dan mentimum masih dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan. Oleh karena itu, kegiatan pendampingan akan terus dilakukan sampai Desember 2023.Kata kunci: Eco farming; GMIT Ebenhaezer Bilamun; Sistem tanam tumpang sari; biochar lontarPembentukan Kelompok dan Pendampingan Eco Farming Menggunakan Biochar Lontar Kepada Jemaat GMIT Ebenhaezer Bilamun dalam Menerapkan Sistem Tanam Tumpang Sari
Co-Authors Adri Gabriel Sooai Akhmad Sabarudin Akhmad Sabarudin Aloisius M. Kopon Aloisius Masan Kopon Alwan M. Ninef Ambrosius Faofeto Ame, Joni Alvonsius Amelia M Salmon Anselmus Boy Baunsele Armeida D. R. Madjid Armeida Dwi Ridhowati Madjid Arnold Ch. Hendrik arnold christian hendrik Banu, Erik Sandy Blegur, Willem Amu Daud E. Adu Daud, Yanti Dwi Siswanta Egertha Karpada Arsun Banamtuan Mellissa E. S. Ledo Elsita Rambu Kahi Erly Grizca Boelan eunike puteri ate Hariyati Lubis, Hariyati Hartini R.L. Solle Henderina Mowata Hendrik, Gersandi Hildegardis Missa Imanuel Jacob Emola Irma, Mutia James Ngginak Joenrith Agrid Kana, Belandina Here Kii, Arniati Ina Koehuan, Jonathan Ebet Lano, Lans Asideo Lans Asideo Lano Ledo, M E S Ledo, Mellisa E.S. Ledo, Mellissa Erlyn Stephanie Lenciani Seran Lolonrian, Patrisia Marfiana Dae Lukman Hakim M Nitsae, M Maria A. U. Leba Maria Aloisia Uron Leba Medah, Andreas Isakh melkianus mola kore Mellissa E. S. Ledo, Egertha Karpada Arsun Banamtuan mellissa e.s ledo Mesri Welhelmina Nisriani Manafe Nomleni, Fransina T Perdinan Sinuhaji Philiphi de Rozari Philiphi de Rozari Pius Dore Ola Rafly Ihsan As Siddiq, Muhammad Rahayu Rahayu Rahayu Realista Lydia Solle, Hartini Redo, Irmina Rinaldi, Fajar Rony S. Mauboy Rupidara, Anggreini D.N Sabuna, Alan Ch. Serliani M. Martinus Soleman Sayuna Solissa, Arfie Solle, Hartini Realista Lidya Solvina Tanggu Sana Sonya Titin M. Nge Sonya Titin Marlina Nge Sonya Titin Nge Sooai, Adry Gabriel Susilawati Tini Margarita Talan Toulasik, Yulita Wempi Silla Wora, Theresia Wea Yoaclina D. Ninu Yulita Iryani Mamulak