Claim Missing Document
Check
Articles

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA GANGGANG COKELAT ( Sargassum polycystum ) DAN GANGANG HIJAU (Euchema cottoni) PADA PERAIRAN DAHI’ AE melkianus mola kore; merpiseldin nitsae; sonya T. M Nge
Indigenous Biologi : Jurnal Pendidikan dan Sains Biologi Vol 1 No 3 (2018): Indigenous Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v1i3.7

Abstract

Rumput laut merupakan tumbuhan yang hidup di laut dan merupakan jenis makroalga. Tanaman ganggang ini adalah ganggang multiseluler devisi Thallophyta. Rumput laut tidak termaksud tumbuhan sejati karena tidak memiliki akar, batang dan daun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada ganggang cokelat jenis Sargassum polycystum dan ganggang hijau jenis Eucheuma cottonii pada perairan Dahi’Ae. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan mengunakan metode 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil (DPPH), dengan mengunakan 3 variasi konsentrasi (50 ppm, 75 pm, dan 100 ppm) dan 5 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis untuk mendaptkan nilai % IC50. Dari plot tersebut akan diperoleh persamaan regresi linear y = ax + b. Berdasarkan persamaan ini aktivitas antioksidan secara berturut-turut pada Sargassum polycystum adalah 242,02 ppm dan Euchema cottoni adalah 169,06 ppm. Kedua sampel tersebut tergolong dalam aktivitas antioksidan sedang, sehingga perlu dianalisis aktivitas antioksidan untuk S. polycystum pada konsentrasi tinggi sedangkan E.cottoni pada konsentrasi rendah.
IDENTIFIKASI DAN PENAPISAN ALKALOID PADA JENIS-JENIS TUMBUHAN PAKU (Pteridophyta) DI CAGAR ALAM GUNUNG MUTIS Wempi Silla; Arnold Christian Hendrik; Merpiseldin Nitsae
Indigenous Biologi : Jurnal Pendidikan dan Sains Biologi Vol 3 No 3 (2020): Indigenous Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v3i3.129

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan paku dan senyawa alkaloid pada tumbuhan paku yang terdapat di Cagar Alam Gunung Mutis. Penelitian ini akan dilakukan di Cagar Alam Gunung Mutis pada bulan Februari- Maret 2019 dan uji senyawa alkaloid. Pengambilan sampel menggunakan teknik metode jelajah sepanjang jalan yang dilalui dari Oenino hingga padang II pada ketinggian 1.500-1.800 mdpl di Cagar Alam Gunung Mutis. Penapisan alkaloid menggunakan Reagen Mayer, Wagner dan Dragendorff, sampel yang digunakan akar, batang dan daun sekitar 1 gram. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 9 spesies tumbuhan paku di Cagar Alam Gunung Mutis, yaitu Dryopteris filix-mas, Hypolepis tructata, Gleichenia truncata, Asplenium nidus, Trichomanes maximum, Platycerium bifurcatum, Nephrolepis cordifolia, Cyanthea contaminans dan Dyplazium esculentum. Berdasarkan hasil uji alkaloid, pada akar tumbuhan paku yang mengadung senyawa alkaloid adalah Dryopteris filix-mas, Hypolepis tructata, Gleichenia truncata, Asplenium nidus, Trichomanes maximum, Platycerium bifurcatum, Nephrolepis cordifolia, Cyanthea contaminans, pada bagian batang, tumbuhan paku yang mengandung senyawa alkaloid adalah Dryopteris filix-mas, Hypolepis tructata, Gleichenia truncata, Asplenium nidus, Trichomanes maximum, Platycerium bifurcatum, Nephrolepis cordifolia, Cyanthea contaminans dan pada bagian daun, tumbuhan paku yang mengandung senyawa alkaloid adalah Dryopteris filix-mas, Gleichenia truncata, Asplenium nidus, Trichomanes maximum, Platycerium bifurcatum, Nephrolepis cordifolia, dan Cyanthea contaminans. Kata Kunci : Alkaloid, Tumbuhan Paku, Cagar Alam
UJI KUALITAS AIR PADA SUMBER MATA AIR SUMUR BOR DI DESA BAUMATA TIMUR KECAMATAN TAEBENU KABUPATEN KUPANG Tini Margarita Talan; Merpiseldin Nitsae; Rony S. Mauboy
Indigenous Biologi : Jurnal Pendidikan dan Sains Biologi Vol 4 No 2 (2021): Indigenous Biologi Agustus 2021
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v4i2.220

Abstract

ABSTRAK Air adalah substansi yang memungkinkan terjadinya kehidupan seperti yang ada di bumi. Penggunaan air untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, mulai dari kebutuhan langsung seperti air minum, mandi, mencuci, irigasi, pertanian, perternakan, perikanan dan rekreasi. Air bersih harus memenuhi syarat kesehatan berupa faktor fisika, kimia maupun biologi. Penelitian ini bertujuan untuk Mengkaji Kualitas Air Pada Sumber Mata Air Sumur Bor Di Desa Baumata Timur Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang dengan menggunakan parameter Fisika, kimia dan biologi dibandingkan dengan PP No 82 tahun 2001 berdasarkan kelas 1. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif Kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian dilihat dari parameter yang digunakan, TSS dari kedua Sumur Bor Bilamun dan Putun melebihi standar baku mutu, sedangakan Suhu, TDS, pH, dan total colifrom dari kedua Sumur Bor memenuhi standar baku mutu air yang telah ditetapkan pada PP No 82 tahun 2001 tentang pengelolaan Kualitas air berdasarkan kelas 1. Maka demikian hasil penelitian pada kedua Sumur Bor Bilamun dan Putun dapat digunakan sebagai air baku mutu menurut PP No 82 tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas air sesuai peruntukannya.
Pelatihan Pembuatan Cairan Disinfektan Sebagai Upaya Pencegahan COVID-19 Di Jemaat Horeb Kuanheum Hartini Solle; Merpiseldin Nitsae; Sonya Titin Marlina Nge; Arnold Ch. Hendrik; Mellissa E.S Ledo; Henderina Mowata; Joenrith Agrid
J.Abdimas: Community Health Vol 3 No 2 (2022): J.Abdimas: Community Health - November 2022
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30590/jach.v3n2.535

Abstract

A group of viruses that can cause disease in humans are coronavirus disease (Covid-19). Several types of COVID-19 are capable of causing infections in the human respiratory tract through coughing and colds such as SARS and MERS. The spread of Covid-19 has become so widespread that the WHO has declared it a world pandemic. The increase in the number of sufferers can be caused by a lack of public awareness of healthy living behavior. This training is carried out so that the people of the Kuanheum village can know and be able to prevent the spread of Covid-19. This activity uses community education methods in the form of socialization and training to the community. The activity was carried out actively and enthusiastically, attended by 29 community representatives, especially young people, housewives and village officials. Training on making disinfectant liquid using household materials that are easy to obtain and inexpensive. Activities are carried out in 4 stages: 1) site survey; 2) the implementation was carried out at GMIT Horeb, Kuaheum; 3) evaluation by the PkM team. Based on the evaluation carried out, it can be seen that of the 29 respondents who gave feedback on activities for understanding the manufacture of disinfectant liquid before being given training materials (P1) were in the sufficient (28.6%) and very good (61.9%). This activity has a positive impact on the understanding and skills of the Horeb Kuanheum congregation about preventing the spread of Covid-19. Keywords: Disinfectant, Practice, Respondent, Socialization, Virus.
Perbandingan Butiran Kitosan dengan Pengikat Silang Epiklorohidrin (ECH) dan Glutaraldehid (GLA): Karakterisasi dan Kemampuan Adsorpsi Timbal (Pb) Armeida Dwi Ridhowati Madjid; Merpiseldin Nitsae; Akhmad Sabarudin
ALCHEMY:Journal of Chemistry Vol 6, No 1 (2018): ALCHEMY: JOURNAL OF CHEMISTRY
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.544 KB) | DOI: 10.18860/al.v6i1.6790

Abstract

Chitosan was an abundantly available source but it has a drawback which unstable in acid or base. So, it must be added with a crosslinker. In this article, we would compare the using of 2 crosslinkers, glutaraldehyde (GLA) and epichlorohydrin (ECH). Chitosan was formed as bead using tripolyphosphate (TPP). Chitosan beads crosslinked with GLA became browny beads and chitosan beads crosslinked with ECH became pearly white. IR characterization showed peaks in 1640 and 1540 cm-1 represent phosphate contained TPP. There is no significant or unique peak differ GLA chitosan bead from ECH chitosan bead. Adsorption capacity of lead (Pb) in ECH chitosan bead was higher than in GLA chitosan bead. Morphology in SEM characterization exhibited a crinkle GLA chitosan bead then ECH chitosan bead. Kitosan merupakan polimer alam dengan ketersediaan yang meruah tetapi memiliki kelemahan yaitu kurang stabil dalam asam maupun basa sehingga diperlukan pengikat silang. Dalam artikel ini akan dibandingkan dengan penggunaan 2 agen pengikatsilang yang dapat mengatasi permasalahan tersebut yaitu epiklorohidrin (ECH) dan glutaraldehid (GLA). Untuk pembuatan butiran kitosan digunakan tripolyphosphate (TPP). Setelah menjadi butiran kitosan diikatsilangkan dengan GLA menjadi butiran kitosan yang berwarna kecoklatan dan diikatsilangkan dengan ECH menjadi butiran kitosan bening. Karakterisasi spektrofotometri Infra Merah menunjukkan puncak pada daerah 1640 dan 1540 cm-1 yang merupakan serapan khas dari tripolyphospate sedangkan tidak nampak perbedaan puncak spektra yang signifikan dari butiran kitosan GLA maupun ECH. Kemampuan adsorpsi butiran logam timbal (Pb) butiran kitosan ECH lebih tinggi jika dibandingkan dengan butiran kitosan GLA. Morfologi butiran kitosan dianalisis menggunakan Scanning Electron Morphology (SEM) dan menunjukkan bahwa morfologi untuk butiran GLA memiliki morfologi yang lebih berkerut jika dibandingkan dengan butiran ECH.
Aplikasi Arang Aktif Tempurung Saboak (Borassus Flabellifer L) Sebagai Komponen Media Tumbuh Tanaman Gude (Cajanus Cajan L.) Daud E. Adu; Merpiseldin Nitsae; Hartini R.L Solle
Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian Vol. 6 No. 1 (2021): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, Desember
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agr.v6i1.5564

Abstract

Application of activated charcoal in agriculture will give advantage for plant growth because will enrich nutrients, mantain soil properties, enhance root development and  increase microorganism propagation and activities that would support the plant growth. The objective of this research is to examine the effect of Saboak shell (Borassus flabellifer L.)  activated charcoal addition into culture medium on growth of Gude plants (Cajanus cajan L.). Saboak shell (Borassus flabellifer L.) was carbonised in drum kiln to produce charcoal, then activated charcoal using H2SO4 for 180 minutes at 110 0C. The activated charcoal produced is then applied as a component of growing media of Gude plants (Cajanus cajan L) with levels of 5, 10 and 15% of the media weight. The results showed that addition of activated charcoal to the growth media could significantly increase the growth rate, growth rate and root length when compared to the control. The best addition of activated charcoal for Gude growth media is 10%, which with this level can increase growth height of 27.33 cm growth rate of 0.79 cm / day and root length of 15.13 cm for 30 days.
Pemanfaatan Arang Aktif Tempurung Borassus flabellifer L. untuk Adsorpsi Logam Fe(III) pada Air Sumur di Kota Kupang Merpiseldin Nitsae; Alwan M. Ninef; Sonya Titin M. Nge; Hartini R.L. Solle
Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian Vol. 7 No. 2 (2023): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, Juni
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agr.v7i2.9690

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang adsorpsi besi (III) pada air sumur dengan menggunakan arang aktif tempurung Borassus flabellifer L. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan arang aktif dalam menyerap kadar logam besi (III) pada air sumur. Dilakukan dengan variasi waktu kontak antara adsorben dan logam besi (III) pada (x menit = 0, 15, 30, 60, 90 dan 120 ) serta penentuan nilai kapasitas adsorpsi Fe(III) pada 5 lokasi sampel air sumur di Kota Kupang. Pemanfaatan arang aktif tempurung Borassus flabellifer L. sebagai adsorben ditinjau dari penentuan panjang gelombang maksimum Fe, pembuatan kurva kalibrasi Fe, uji pendahuluan air sumur dengan metode EDTA, dan uji arang aktif tempurung Borassus flabellifer L. pada air sumur. Hasil penelitian menunjukkan panjang gelombang maksimum Fe(III) (λmaks) adalah 302 nm dan persamaan regresi linearnya adalah y =0.101x + 0.005; R2 = 0.994. Pada pengukuran variasi waktu kontak antara adsorben dan Fe menunjukkan waktu optimum 15 menit dengan qe=0.4255mg g-1. Untuk hasil uji pendahuluan Fe(III) pada sampel air dengan metode EDTA adalah 0.52 mg g-1. Pengukuran sampel air sumur diperoleh kapasitas adsorpsi tertinggi pada sumur lokasi 5 yaitu 0.101 mg g-1.
Sosialisasi dan Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Bagi Guru-Guru SDI Kobelete Anselmus Boy Baunsele; Ambrosius Faofeto; Yoaclina D. Ninu; Adri Gabriel Sooai; Merpiseldin Nitsae; Lenciani Seran
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12554

Abstract

ABSTRAK Publikasi karya ilmiah merupakan suatu syarat yang cukup penting untuk membantu memperlancar kenaikan pangkat seorang guru. Melalui kegiatan ini diharapkan para guru SDI Kobelete mampu menghasilkan karya ilmiah yang akan dipakai untuk keperluan peningkatan kariernya. Kegiatan yang akan dilakukan ini berupa sosialisasi substansi dan pelatihan penulisan karya ilmiah. Sebelum dilakukan sosialisasi maka diberikan angket kepada para peserta untuk diketahui kemampuan awal para guru. Materi yang diberikan adalah pengenalan karya ilmiah, PTK dan cara mengirimkan artikel ke jurnal. Hasil dari kegiatan PKM ini selanjutnya akan diberikan angket untuk mengetahui hasil atau perubahan yang dirasakan para guru setelah mengikuti kegiatan ini. Hasil yang diperoleh bahwa banyak indikator utama pada PKM ini yang terpenuhi diantaranya guru memahami substansi karya ilmiah, gambaran tentang PTK dan cara mengirimkan artikel ke jurnal ilmiah. Dapat dikatakan bahwa kegiatan PKM ini mampu membantu para guru untuk meningkatkan kemampuan mereka. Kata Kunci: Artikel ilmiah, PKM, Publikasi, Sosialisasi ABSTRACT Publication of scientific work is an important requirement to help facilitate the promotion of a teacher. Through this activity, it is hoped that Kobelete SDI teachers will be able to produce scientific work that will be used for career advancement purposes. The activities that will be carried out are in the form of substance socialization and training in writing scientific papers. Before the socialization was carried out, a questionnaire was given to the participants to determine the initial abilities of the teachers. The material provided is an introduction to scientific work, classroom action research, and how to submit articles to journals. The results of this community service activity will then be given a questionnaire to find out the results or changes felt by the teachers after participating in this activity. The results obtained showed that many of the main indicators of community service were met, including teachers understanding the substance of scientific work, an overview of class action research, and how to submit articles to scientific journals. It can be said that this community service activity is able to help teachers improve their abilities.  Keywords: Scientific Articles, Community Service Activity, Publication, Socialization
Aktivitas Antimikroba Larutan Antiseptik Dari Garbage Enzyme Terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus Ledo, Mellissa Erlyn Stephanie; Rupidara, Anggreini D.N; Solle, Hartini R.L; Nitsae, Merpiseldin; Nomleni, Fransina T
SCISCITATIO Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 Number 1, January 2024
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/sciscitatio.2024.51.162

Abstract

Pengolahan sampah yang belum optimal menimbulkan berbagai masalah pencemaran lingkungan yang belum dapat diatasi. Berbagai upaya pengolahan sampah, terutama dari jenis organik dilakukan untuk menghasilkan produk baru yang memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Istilah garbage enzyme (GE) mengacu kepada hasil fermentasi sisa sayuran dan buah yang memiliki banyak manfaat diantaranya sebagai purifikato air yang tercemar, pupuk organik, dan mengurangi bau tidak sedap pada timbunan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas antimikroba larutan antiseptik dari GE terhadap Escherichia coli ATCC 25922 dan Staphylococcus aureus ATCC 25923. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan variasi konsentrasi larutan antiseptic GE yaitu 0%, 15%, 30%, 45% dan 60%. Metode uji aktivitas antimikroba adalah metode difusi agar yang mengukur diameter zona bening yang menunjukan penghambatan pertumbuhan bakteri. Hasil penelitian menunjukkan terdapat aktivitas antimikroba pada larutan antiseptik GE dengan rata-rata diameter zona bening adalah 14-21,3 mm untuk E. coli, dan 14,3-25,9 mm untuk S. aureus. Aktivitas antimikroba larutan antiseptik GE terhadap E. coli dan S. aureus meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi larutan antiseptik GE, dimana konsentrasi 45 % dan 60% memiliki aktivitas antimikroba yang kuat dalam menghambat pertumbuhan E. coli dan S. aureus.
Aktivitas Antimikroba Larutan Antiseptik Dari Garbage Enzyme Terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus Ledo, Mellissa Erlyn Stephanie; Rupidara, Anggreini D.N; Solle, Hartini R.L; Nitsae, Merpiseldin; Nomleni, Fransina T
SCISCITATIO Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 Number 1, January 2024
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/sciscitatio.2024.51.162

Abstract

Pengolahan sampah yang belum optimal menimbulkan berbagai masalah pencemaran lingkungan yang belum dapat diatasi. Berbagai upaya pengolahan sampah, terutama dari jenis organik dilakukan untuk menghasilkan produk baru yang memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Istilah garbage enzyme (GE) mengacu kepada hasil fermentasi sisa sayuran dan buah yang memiliki banyak manfaat diantaranya sebagai purifikato air yang tercemar, pupuk organik, dan mengurangi bau tidak sedap pada timbunan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas antimikroba larutan antiseptik dari GE terhadap Escherichia coli ATCC 25922 dan Staphylococcus aureus ATCC 25923. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan variasi konsentrasi larutan antiseptic GE yaitu 0%, 15%, 30%, 45% dan 60%. Metode uji aktivitas antimikroba adalah metode difusi agar yang mengukur diameter zona bening yang menunjukan penghambatan pertumbuhan bakteri. Hasil penelitian menunjukkan terdapat aktivitas antimikroba pada larutan antiseptik GE dengan rata-rata diameter zona bening adalah 14-21,3 mm untuk E. coli, dan 14,3-25,9 mm untuk S. aureus. Aktivitas antimikroba larutan antiseptik GE terhadap E. coli dan S. aureus meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi larutan antiseptik GE, dimana konsentrasi 45 % dan 60% memiliki aktivitas antimikroba yang kuat dalam menghambat pertumbuhan E. coli dan S. aureus.
Co-Authors Adri Gabriel Sooai Akhmad Sabarudin Akhmad Sabarudin Aloisius M. Kopon Aloisius Masan Kopon Alwan M. Ninef Ambrosius Faofeto Ame, Joni Alvonsius Amelia M Salmon Anselmus Boy Baunsele Armeida D. R. Madjid Armeida Dwi Ridhowati Madjid Arnold Ch. Hendrik arnold christian hendrik Banu, Erik Sandy Blegur, Willem Amu Daud E. Adu Daud, Yanti Dwi Siswanta Egertha Karpada Arsun Banamtuan Mellissa E. S. Ledo Elsita Rambu Kahi Erly Grizca Boelan eunike puteri ate Hariyati Lubis, Hariyati Hartini R.L. Solle Henderina Mowata Hendrik, Gersandi Hildegardis Missa Imanuel Jacob Emola Irma, Mutia James Ngginak Joenrith Agrid Kana, Belandina Here Kii, Arniati Ina Koehuan, Jonathan Ebet Lano, Lans Asideo Lans Asideo Lano Ledo, M E S Ledo, Mellisa E.S. Ledo, Mellissa Erlyn Stephanie Lenciani Seran Lolonrian, Patrisia Marfiana Dae Lukman Hakim M Nitsae, M Maria A. U. Leba Maria Aloisia Uron Leba Medah, Andreas Isakh melkianus mola kore Mellissa E. S. Ledo, Egertha Karpada Arsun Banamtuan mellissa e.s ledo Mesri Welhelmina Nisriani Manafe Nomleni, Fransina T Perdinan Sinuhaji Philiphi de Rozari Philiphi de Rozari Pius Dore Ola Rafly Ihsan As Siddiq, Muhammad Rahayu Rahayu Rahayu Realista Lydia Solle, Hartini Redo, Irmina Rinaldi, Fajar Rony S. Mauboy Rupidara, Anggreini D.N Sabuna, Alan Ch. Serliani M. Martinus Soleman Sayuna Solissa, Arfie Solle, Hartini Realista Lidya Solvina Tanggu Sana Sonya Titin M. Nge Sonya Titin Marlina Nge Sonya Titin Nge Sooai, Adry Gabriel Susilawati Tini Margarita Talan Toulasik, Yulita Wempi Silla Wora, Theresia Wea Yoaclina D. Ninu Yulita Iryani Mamulak