Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

OPTIMALISASI PENGGUNAAN APLIKASI CANVA UNTUK PENGEMBANGAN MEDIA LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING Triyanto, Agus; Ardini, Fadhila Malasari; Sari, Widya Juwita; Setiani, Ismarini Bekti; Eliasa, Eva Imania
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.27640

Abstract

Abstrak: Perkembangan teknologi di era digital menghadirkan berbagai aplikasi yang mendukung pembelajaran, salah satunya Canva. Platform ini memungkinkan guru untuk mengembangkan media pembelajaran dan layanan yang menarik, interaktif, serta efisien. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan hard skill dan soft skill guru bimbingan dan konseling SMK di Yogyakarta dengan pemanfaatan Canva sebagai media layanan bimbingan dan konseling. Alat ukur yang digunakan untuk mengetahui keefektifan teknik tersebut adalah skala penilaian pemahaman pengembangan media melalaui canva yang dilakukan dengan memberikan pre-test dan post-test. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan kemampuan guru bimbingan dan konseling dalam menggunakan canva. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata skor pre-test sebesar 48 yang mengalami peningkatan menjadi 77 pada saat pre-test. Berdasarkan hal tersebut mazka kegiatan pengabdian masyarakat ini telah berhasil mencapai tujuan yang ditetapkan.Abstract: The development of technology in the digital era presents various applications that support learning, one of which is Canva. This platform allows teachers to develop learning media and services that are interesting, interactive, and efficient. This activity aims to develop the hard skills and soft skills of vocational guidance and counseling teachers in Yogyakarta by utilizing Canva as a medium for guidance and counseling services. The measuring instrument used to determine the effectiveness of the technique is an assessment scale for understanding media development through Canva which is done by giving a pre-test and post-test. The results of the implementation of the activity showed an increase in the understanding and ability of guidance and counseling teachers in using Canva. This can be seen from the average pre-test score of 48 which increased to 77 during the pre-test. Based on this, this community service activity has succeeded in achieving the stated objectives. 
Peran Literasi dan Guru dalam Deteksi Dini Kekerasan Seksual pada Anak Usia Sekolah Dasar Wulan Tri Puji Utami; Ismarini Bekti Setiani; Zaenal Mustofa; Lina Rahmawati; Fahrozi Ar-Ra’afi
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107487

Abstract

Sexual violence against elementary school students is a crucial problem that often goes unnoticed due to low self-protection literacy and minimal teacher competence in early detection. This study uses a qualitative descriptive approach with a collective case study in three Child-Friendly Schools in Kulon Progo, Yogyakarta. Data collection techniques include in-depth interviews, participant observation, and analysis of school policy documents. The findings show that students' understanding of body rights and how to report violence is still limited. On the other hand, the majority of teachers have not received formal training to recognize signs of sexual violence. Child protection materials have not been fully integrated into the curriculum, and the reporting system in schools does not support optimal student participation. These results emphasize the importance of strengthening child protection literacy through thematic curricula, ongoing teacher training, and a reporting system that is safe, inclusive, and responsive to children's needs. Strategic recommendations include integrating child protection literacy into learning, improving early detection capabilities for teachers, and developing a safe and responsive complaint system.Kekerasan seksual pada siswa sekolah dasar merupakan permasalahan krusial yang kerap luput dari perhatian karena rendahnya literasi perlindungan diri dan minimnya kompetensi guru dalam deteksi dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran literasi siswa dan guru dalam mendeteksi dini kekerasan seksual di tingkat sekolah dasar. Fokus utamanya mencakup identifikasi kontribusi literasi dalam upaya pencegahan kekerasan seksual, analisis terhadap kemampuan guru dalam melakukan deteksi dini, serta penyusunan rekomendasi strategis untuk intervensi yang efektif di lingkungan sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif desktiptif dengan studi kasus kolektif di tiga Sekolah Ramah Anak di Kulon Progo, Yogyakarta. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen kebijakan sekolah. Temuan menunjukkan bahwa pemahaman siswa tentang hak atas tubuh dan cara melaporkan kekerasan masih terbatas. Di sisi lain, mayoritas guru belum memperoleh pelatihan formal untuk mengenali tanda-tanda kekerasan seksual. Materi perlindungan anak belum terintegrasi secara menyeluruh dalam kurikulum, dan sistem pelaporan di sekolah belum mendukung partisipasi siswa secara optimal. Hasil ini menekankan pentingnya penguatan literasi perlindungan anak melalui kurikulum tematik, pelatihan guru berkelanjutan, dan sistem pelaporan yang aman, inklusif, serta responsif terhadap kebutuhan anak. Rekomendasi strategis mencakup integrasi literasi perlindungan anak dalam pembelajaran, peningkatan kemampuan deteksi dini bagi guru, serta pengembangan sistem pengaduan yang aman dan pastiripatif.