p-Index From 2021 - 2026
8.063
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Postpartum Empowerment through Postnatal Care Education for Enhanced Maternal Health in Wetland Areas Dewi, Yulia Irvani; Erika, Erika; Lestari, Widia; Misrawati, Misrawati; Utami, Sri; Tampubolon, Masrina Munawarah; Novayelinda, Riri; Indriati, Ganis
Media Karya Kesehatan Vol 9, No 1 (2026): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v9i1.67049

Abstract

The postpartum period is a critical phase that requires optimal care to prevent maternal and neonatal complications. However, postpartum mothers living in the wetland area of Sri Meranti Subdistrict, Pekanbaru City, still have limited knowledge and skills regarding postpartum care and proper breastfeeding techniques. This community service program aimed to analyze the effectiveness of community empowerment-based postpartum care education in improving the knowledge and breastfeeding skills of postpartum mothers in wetland areas. The program employed a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach involving 30 postpartum mothers in the working area of the Umban Sari Public Health Center from July to September 2024. The intervention was conducted through health education, demonstrations, and re-demonstrations using booklets and educational videos. Evaluation was performed using a knowledge questionnaire and the LATCH Assessment Tool. Data were analyzed using a paired t-test with a 95% confidence interval. The results demonstrated a significant increase in postpartum mothers’ knowledge scores from 70.3 ± 8.5 to 89.7 ± 5.4 after the intervention (p=0.001). In addition, the total LATCH score increased from 5.4 ± 1.8 to 9.0 ± 0.9 after the intervention. All LATCH components showed improvement in breastfeeding technique ability  among postpartum mothers. Educational interventions grounded in community empowerment have the potential to enhance postpartum mothers’ knowledge and breastfeeding skills. Such interventions may be considered routine promotive strategies within maternal health services in wetland communities.Keywords: Community empowerment, health education, postpartum care, postpartum mothers, wetlands area.
Gambaran Tumbuh Kembang Pada Anak Dengan Riwayat Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Wahyu Clarita; Riri Novayelinda; Ade Dilaruri
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 4 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v4i2.5296

Abstract

Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah berat lahir < 2500gram terhitung dari berat badan bayi satu jam sesudah dilahirkan tanpa melihat usia kehamilan atau masa gestasi. Anak dengan BBLR cenderung memiliki keterlambatan baik dari pertumbuhan maupun perkembangan dibanding anak yang lahir dengan berat badan normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tumbuh kembang pada anak Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Penelitian ini dilakukan di ruang Perinatologi RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu menggunakan teknik convenience sampling dengan jumlah sampel sebanyak 54 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi penelitian. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner KPSP dan pengukuran antropometri. Analisis dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Hasil analisis univariat menunjukkan responden terbanyak berada pada masa dewasa awal (70,4%), berpendidikan SMA/SMK (50,0%) serta pekerjaannya ibu rumah tangga (51,9%). Sebagian besar usia gestasi anak yang tidak cukup bulan adalah 28-35 minggu (53,7%). Untuk metode melahirkan, sebagian besarnya metode SC/Operasi (59,3%), jenis kelamin anak laki-laki (63,0%), usianya berkisar 3 - 5 bulan (37,0%). Pertumbuhan anak paling banyak berada di kondisi berat badan normal (-2SD s.d +1SD) (64,8%). Perkembangan anak sebagian besarnya ialah sesuai (77,8%). Dapat disimpulkan anak dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru paling banyak memiliki pertumbuhan yang normal dan perkembangan yang sesuai.
Enhancing Readiness for Discharge through Effective Teaching: A Study on Low Birth Weight Mothers in NICU Rara Angela; Riri Novayelinda; Ganis Indriati
Viva Medika Vol 17 No 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v17i3.1755

Abstract

Maternal readiness for home care is crucial for optimal LBW outcomes. However, there are still many mothers who feel unprepared. The quality of discharge teaching provided to mothers is an important factor in this readiness. This study aims to determine the relationship between the quality of discharge teaching with discharge readiness in mothers of low birth weight (LBW) in the NICU. This study used a correlational method with a cross sectional approach. The study sample was 30 respondents based on inclusion and exclusion criteria using total sampling technique. Bivariate analysis with Fisher's exact test was used to analyze the data. Of the 30 respondents, 15 (50%) had a good level of discharge teaching quality, and 19 (63.3%) demonstrated good discharge readiness. The statistical test results demonstrated a significant relationship between the quality of discharge teaching and discharge readiness in mothers of low birth weight (LBW) in the NICU (p-value 0.016 < α 0.05). Mothers who received high-quality discharge teaching had a higher proportion of readiness for discharge (75%) compared to mothers who received low/moderate quality teaching (16.7%). The quality of discharge teaching plays an important role in improving discharge readiness in LBW mothers. Therefore, efforts to improve the quality of discharge teaching are recommended through effective communication training for nurses, and use of interactive learning media.
Hubungan Perilaku Caring Perawat Dengan Tingkat Kecemasan Anak Prasekolah Yang Dirawat Inap Rizka Anggraini; Riri Novayelinda; Nurhannifah Rizky Tampubolon
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Vol : 5 No : 1 : Periode Januari 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i1.7872

Abstract

Tingkat kecemasan anak prasekolah yang dirawat inap dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya adalah perilaku caring perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku caring perawat dengan tingkat kecemasan anak prasekolah yang dirawat inap. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah 71 responden menggunakan teknik total sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner PSNCQQ dan SCAS yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis yang digunakan adalah analisis uji chi square. Hasil penelitian didapatkan 42,3% perilaku caring perawat baik dan 40,8% anak prasekolah yang dirawat inap mengalami kecemasan sedang. Hasil uji chi square menunjukkan terdapat hubungan antara perilaku caring perawat dengan tingkat kecemasan anak prasekolah yang dirawat inap (p value 0,000 <  0,05). Perilaku caring perawat memengaruhi tingkat kecemasan anak sehingga perawat yang memiliki perilaku caring yang baik akan menurunkan kecemasan anak prasekolah yang dirawat inap. Perawat di masa depan diharapkan dapat mengoptimalkan perilaku caring melalui pemberian informasi tindakan perawatan yang jelas, sikap ramah, serta responsif terhadap kebutuhan anak dan orang tua.
Hubungan Caring Perawat Dengan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan Di Puskesmas Payung Sekaki Izza Tunnisa; Yulia Irvani Dewi; Riri Novayelinda
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1231

Abstract

Pelayanan kesehatan di tingkat primer seperti puskesmas menuntut kualitas interaksi perawat yang baik. Perilaku caring perawat merupakan fondasi utama dalam memberikan asuhan keperawatan yang dapat memengaruhi persepsi kepuasan pasien.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku caring perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan dengan tingkat kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Payung Sekaki, Pekanbaru. Metode: Penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional ini melibatkan 85 responden pasien rawat jalan yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur mengenai caring perawat dan tingkat kepuasan pasien. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil: Mayoritas responden menilai perilaku caring perawat berada pada kategori baik yaitu sebanyak 69 orang (81,2%). Namun, dari segi kepuasan secara umum, sebagian besar responden menyatakan kurang puas yaitu sebanyak 46 orang (54,1%) dan responden yang merasa puas sebanyak 39 orang (45,9%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara caring perawat dengan tingkat kepuasan pasien rawat jalan (p-value = 0,016 < 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara caring perawat dengan tingkat kepuasan pasien rawat jalan. Meskipun caring perawat tergolong baik, tingkat kepuasan pasien juga dipengaruhi oleh faktor sistemik pendukung pelayanan kesehatan lainnya.
HUBUNGAN PERILAKU MAKAN TERHADAP IMT (INDEKS MASSA TUBUH) PADA REMAJA Azhima Rahmatika Sasmi; Riri Novayelinda; Rismadefi Woferst
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): Maret : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v3i1.1011

Abstract

Periode terjadinya puncak masa pertumbuhan terjadi pada masa remaja. Puncak pada masa pertumbuhan ini akan mempengaruhi perubahan pada komposisi tubuh, aktivitas fisik, pertumbuhan yang pesat pada berat badan dan juga massa tulang. Karena hal ini, remaja sangat rentan untuk mengalami permasalahan pada gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku makan terhadap berat badan berlebih pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 160 orang dengan teknik pengambilan kluster random sampling. Alat ukur yang digunakan berupa kuesioner perilaku makan yang diadaptasi dari kuesioner Hidayati (2009). Hasil perhitungan uji Chi-Square menunjukkan ada hubungan bermakna antara perilaku makan terhadap berat badan berlebih pada remaja p-value=0,003 (p<0.05). Didapatkan juga 52,5% (84 responden) mengalami perilaku makan yang buruk, sedangkan untuk hasil dari perhitungan IMT didapatkan 40% (64 responden) mengalami berat badan berlebih. Kesimpulan penelitian didapatkan bahwa mayoritas remaja mengalami perilaku makan yang buruk, serta ada hubungan antara perilaku makan terhadap IMT pada remaja.
Faktor Faktor yang Berhubungan dengan Kesepian pada Lansia yang Tinggal Bersama Keluarga Regina Dirgahayu Putri; Reni Zulfitri; Riri Novayelinda
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1452

Abstract

Latar Belakang: Lansia yang tinggal bersama keluarga masih dapat mengalami kesepian meskipun memiliki interaksi sosial, dukungan keluarga, dan spiritualitas yang baik. Kondisi ini dapat memengaruhi kualitas hidup serta kesejahteraan fisik dan mental. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kesepian pada lansia yang tinggal bersama keluarga di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional dan metode cross-sectional. Sampel berjumlah 100 responden lansia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner interaksi sosial, spiritualitas, dukungan keluarga, dan kesepian. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil: Sebagian besar responden berada pada kategori lanjut usia (elderly) 60-74 tahun (77,0%), berjenis kelamin perempuan (68,0%), serta tidak bekerja (74,0%). Hasil analisis menunjukkan sebagian besar lansia memiliki interaksi sosial baik, kehidupan spiritual baik, dan dukungan keluarga baik, namun masih terdapat lansia yang mengalami kesepian. Uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara interaksi sosial, spiritualitas, dan dukungan keluarga dengan tingkat kesepian pada lansia (p 0,000 < 0,05). Kesimpulan: Lansia dengan interaksi sosial baik, spiritualitas tinggi, serta dukungan keluarga yang kuat cenderung memiliki tingkat kesepian yang lebih rendah. Sebaliknya, lansia dengan dukungan keluarga dan spiritualitas yang kurang berisiko mengalami kesepian lebih tinggi meskipun tinggal bersama keluarga. Hasil ini menegaskan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam mencegah kesepian pada lansia sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup mereka.
Co-Authors Abd. Rasyid Syamsuri Abda Abda Ade Dilaruri Ade Yusnida Harahap Agrina Aisyah, Nurismi Ali Djamhuri Aminatul Fitri Amir, Yufitriana Andika Syahputra Annaya Qamara Tasman Apri Nur Rahmadhani Apri Nur Ramadhani Ari Pristiana Dewi Arisandi " " Aristiana &#039; Kesuma Arneliwati AS, Fajrina Insyirah Ayu Anita Azat Aprianto Azhima Rahmatika Sasmi Azhima Rahmatika Sasmi aziz, ari rahmat Azizah " " Bayhakki " " Bayhakki Bayhakki Berlian Febriana Putri Bima Doni Pranata Cindya, Nada Darwin - Karim Dasfianti Deby Octaviani Dede - Renolvadi Delfitri, Meri Desi " Wahyuni Desti &#039; Ismarozi Dewi &#039; Ernita Dhyta " Puspita Diah Pratiwi Widiastuti Dinda Ayu Lestari Dinul Tauhid Almaturidi Ditha Paulina Sembiring Donna Febri Rotua Eni Angriani Enni Purwanti Erika Erika Erwin " " Erwin - - Erwin Erwin Eva " Agustina Fathra Annis Nauli Febriana - Sabrian Fifi Oktaviani Firdiana Suryani Siahaan Gamya Tri Utami Gina Febiola Manalu Harfia, Firta Aisyah Hellena Deli Herlina Herlina Hertika Nanda Putri Indriati, Ganis Indriati, Ganis Ingga Ingga Intan Putri Arisandi Irene Novita Sari Tarigan Isdelni Isdelni Izza Tunnisa Jumaini " " Jumaini &#039; &#039; Jumaini, Jumaini ' Juniar Ernawaty khaidarismail99 Lichentia Putri Elisabet Panjaitan Lisdahartati Br Sinulingga Lybella Meyrisa Sofni Maifera Maifera Marleni, Lela Meisa Daniati Melvanriz Fahlevi Mhd. Ikhwan Nulhakim Miftah - Andini Mira Afnesta Yuzefo Misrawati Montella, Bayong Muhammad Fauzan 'Azima Nada Cindya Nadira Husna Nadzla - Kirana Natasya, Saruli Netty Ami R. F Sihite Nirmala Ayu Derryanti Norhadila Norhadila Novia Sartika Novita Dewi Novy Isni Kurniyati Nunung " Oktavien Nur Allima Nur Kumala Sinta Nur Sella Nuremsita " " Nurhannifah Rizky Tampubolon Nurhidayatul Nadya Oktalia " Devega Oktifani, Latifa Oswati - Hasanah Oswati Hasanah Patri Cia Yeremia Putri, Dinda Daisya Putri, Novrita Riawan Rahendra, Karina Rahmadhani, Nafia Rahmi Maulia Rara Angela Regina Dirgahayu Putri Reni Zulfitri Rika Diah Pitaloka Rillia " Handayani Rishatul Khoiriyah Abrar Rismadefi - Woferst Rizka Anggraini Sada Ulina Sembiring Safri " " Safri Safri Safri Safri Samsul " Bahri Sari, Niken Yuniar Sekar Lia Alpriani Septi Akhwi Fanni Silaen, Ribka Septiana Sismi - Yeni Siti &#039; Rahmalia Siti Rahmalia HD Sofiana Nurchayati Sri &#039; Utami Sri Utami Sri Wahyuni Stephanie Dwi Guna Syeptri Agiani Putri Tampubolon, Masrina Munawarah Tarikah Amaliah Tiara Asyifa Putri Tiara Eka Putri Tri - Sumaryani Tri Puspa Rini Utamy Arum Try Lestary Veny Elita Verawati - - Viola Hamnesti Wahyu Clarita Wahyu Putri Handayani Wan Nishfa Dewi Wasisto Utomo Weni - Utari Widia Lestari Winda Enjelika Enjelika Wiwit Radika Yesi " Hasneli Yesi Hasneli Yovia Rahayu Yoza Dwi Saputra Yulia Irvani Dewi Yuliana. S - - Yurike Reza Zukhra, Ririn Muthia