p-Index From 2021 - 2026
8.063
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Perkembangan Bahasa Anak Usia 12-24 Bulan Tiara Eka Putri; Ganis Indriati; Riri Novayelinda
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 1 No 1 (2022): JUKEJ
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55784/jkj.Vol1.Iss1.125

Abstract

Kemampuan bahasa adalah salah satu perkembangan dasar yang harus dicapai oleh anak, termasuk anak usia toddler sesuai dengan usia dan karakteristiknya. Tujuan:  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perkembangan bahasa anak usia 12-24 bulan. Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan sampel 94 responden yang diambil dengan purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Kuesioner Pra Skrinning Perkembangan (KPSP). Analisis yang digunakan analisis univariat untuk melihat distribusi frekuensi karakteristik responden, dan gambaran perkembangan bahasa anak usia 12-24 bulan. Hasil: Responden sebagian besar berada pada kelompok usia 26-35 tahun (63,8%), pendidikan terakhir adalah SMA (59,6%), mayoritas responden adalah Ibu Rumah Tangga (IRT) (84,0%), sebagian besar anak responden berjenis kelamin laki-laki (52,1%), anak responden sebagian besar berada pada usia 24 bulan (29,8%). Perkembangan bahasa anak usia 12-24 bulan mayoritas dalam kategori sesuai perkembangan namun ada masing-masing 1 anak (1,1%) usia 12-14 bulan dan usia 21-23 bulan yang mengalami perkembangan bahasa yang tidak sesuai perkembangan. Kesimpulan: Penelitian ini mengharapkan agar ibu yang mempunyai anak usia 12-24 bulan, tetap melakukan stimulasi untuk mengoptimalkan perkembangan bahasa anak.
Hubungan Jenis Kelamin Dengan Body Image Siswa Sekolah Menengah Atas Di Kota Pekanbaru Annaya Qamara Tasman; Riri Novayelinda; Ari Rahmat Aziz
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 2 No 2 (2023): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan fisik seperti bentuk tubuh, tinggi badan, berat badan, perubahan suara serta perkembangan mammae akan menjadi bagian dari body image remaja. Pencapaian body image yang positif merupakan salah satu tugas perkembangan psikososial yang berperan penting pada masa remaja. Salah satu faktor yang memengaruhi body image remaja adalah jenis kelamin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jenis kelamin dengan body image remaja. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 340 remaja yang berusia 14-18 tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar usia responden berusia 16 tahun (42,9%), berjenis kelamin perempuan (58,5%), dan memiliki body image positif (51,5%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin (p value (0,119) > α) dengan body image remaja. Kesimpulan: Tidak ada hubungan jenis kelamin dengan body image remaja. Remaja diharapkan mampu membangun body image yang positif dalam kondisi apapun dan mampu menerima diri sendiri.
Gambaran Persepsi, Sikap Serta Kelengkapan Pemberian Imunisasi Pada Anak Dimasa Covid-19 Firdiana Suryani Siahaan; Riri Novayelinda; Herlina Herlina
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 2 No 2 (2023): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imunisasi merupakan upaya untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit pada anak. Orang tua memiliki peran penting dalam pemberian imunisasi, dimana peran orang tua berkaitan erat dengan kelengkapan imunisasi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran persepsi, sikap serta kelengkapan pemberian imunisasi pada anak dimasa COVID-19. Metode penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Sampel penelitian adalah 96 orang responden yang diambil berdasarkan kriteria inklusi menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner persepsi dan sikap yang dimodifikasi dari kuesioner penelitian sebelumnya, serta kuesioner pemberian imunisasi pada anak dan analisa data menggunakan analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki persepsi positif sebanyak 51%. Responden dengan persepsi positif terdapat 26% memberikan imunisasi tidak lengkap, dan responden dengan persepsi negatif sebanyak 26% juga memberikan imunisasi tidak lengkap. Responden memiliki sikap positif sebanyak 52,1%. Responden dengan sikap positif sebanyak 27,1% memberikan imunisasi tidak lengkap dan responden dengan sikap negatif sebanyak 25% juga memberikan imunisasi tidak lengkap. Kesimpulanya bahwa Persepsi serta sikap orang tua berada pada kategori positif dan pemberian imunisasi pada anak masih cenderung tidak lengkap. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi sumber informasi bagi masyarakat agar dapat memberikan imunisasi yang lengkap pada anak-anak.
Pendampingan Stimulasi Tumbuh Kembang Balita untuk Cegah Stunting dan Mengembangkan Kelekatan Orangtua-Balita di Daerah Pesisir Pekanbaru Nurhannifah Rizky Tampubolon; Yufitriana Amir; Riri Novayelinda; Ganis Indriati; Ririn Muthia Zukhra; Syeptri Agiani Putri; Deby Octaviani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12532

Abstract

ABSTRAK Kejadian stunting masih menjadi masalah nasional yang salah satu upaya penanganannya melalui stimulasi perkembangan. Kelurahan Sri Meranti merupakan salah satu kelurahan yang menjadi lokus stunting di Kota Pekanbaru dan termasuk dalam kategori daerah pesisir. Masalah stunting di Kelurahan Sri Meranti terjadi karena banyak faktor antara lain, tingkat pendidikan orangtua, status ekonomi, dan pola pengasuhan yang masih kurang. Untuk melihat bagaimana status perkembangan balita menggunakan instrumen KPSP(Kuesioer Pra Skining Perkembangan), bagaimana kegiatan pendampingan stimulasi perkembangan dapat mencegah stunting dan mengembangkan kelekatan orangtua dengan balita. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan edukasi masalah stunting dan stimulasi perkembangan balita, kemudian dilanjukan dengan pendampingan stimulasi perkembangan balita. Kelompok sasaran kegiatan ini adalah orangtua yang memiliki anak balita dan kader posyandu. Mayoritas balita (80%) memiliki status perkembangan sesuai usia. Kegiatan pendampingan memberikan respon positif yaitu Ibu dari balita menjadi lebih mudah melakukan stimulasi perkembangan karena ada daftar kegiatan yang harus dilakukan dan ayah dari balita termotivasi untuk ikut terlibat dalam melakukan stimulasi perkembangan. Kegiatan pendampingan stimulasi memberikan hasil yang positif dan dapat dilanjutkan oleh kader posyandu sebagai salah satu upaya mencegah stunting. Kata Kunci: Balita, Stimulasi Perkembangan, Stunting  ABSTRACT The incidence of stunting is still a national problem, one of the efforts to deal with it is through stimulating development. Sri Meranti sub-district is one of the sub-districts that is the locus of stunting in Pekanbaru City and is included in the coastal area category. The problem of stunting in Sri Meranti Village occurs due to many factors, including parental education level, economic status and poor parenting patterns. To see how the development status of toddlers uses the KPSP instrument, how developmental stimulation assistance activities can prevent stunting and develop attachment between parents and toddlers. This activity is carried out by providing education on stunting problems and stimulating toddler development, then followed by assistance with stimulating toddler development. The target group for this activity is parents with children under five and posyandu cadres. The majority of toddlers (80%) have developmental status according to age. Mentoring activities provide a positive response, namely that mothers of toddlers find it easier to stimulate development because there is a list of activities that must be carried out and fathers of toddlers are motivated to get involved in stimulating development. Stimulation assistance activities provide positive results and can be continued by posyandu cadres as an effort to prevent stunting. Keywords: Stimulating Development, Stunting, Toddlers
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Kader dalam Pencegahan Penularan Covid-19 Saat Kegiatan Posyandu Balita di Kota Pekanbaru Winda Enjelika Enjelika; Ganis Indriati; Riri Novayelinda
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 5 No. 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jvk.v5i2.23926

Abstract

The COVID-19 pandemic has disrupted the implementation of the integrated healthcare center. cadre behavior in preventing COVID-19 transmission When integrated healthcare center activities are needed so that integrated healthcare center activities continue to run according to health protocols. Methods:This type of research is quantitative using a descriptive correlation research design and a cross sectional approach. The sampling technique was purposive sampling as many as 76 respondents. The analysis used was bivariate analysis with chi square test. Results: The results showed that predisposing factors related to cadre behavior were knowledge (p value = 0.000) and attitudes (p value = 0.003) while the unrelated factor was culture (p value = 0.365). The enabling behavior of cadres in preventing COVID-19 transmission during integrated healthcare center activities for toddlers is the availability of facilities and infrastructure (p value = 0.002), while the unrelated factor is access to integrated healthcare centers (p value = 0.942). The reinforcement related to the behavior of cadres was the support of health workers (p value = 0.005) while unrelated was the support of community leaders (p value = 0.443). Conclusion: Based on the results of this study, it was concluded that knowledge, attitudes, availability of facilities and infrastructure and support of health workers were related to cadre behavior, while habits, access to posyandu and support from community leaders were not related to cadre behavior.
Hubungan Tingkat Spiritualitas dengan Academic Burnout pada Mahasiswa Akhir Fakultas Keperawatan Universitas Riau Putri, Dinda Daisya; Yuniar Sari, Niken; Novayelinda, Riri
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 14 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v14i3.1288

Abstract

Academic burnout is the condition in which an individual feels physically, mentally, and emotionally tired due to work done over a long period time. Final year nursing student of Faculty of Nursing are at risk of experiencing academic burnout due to the many routines and tasks performed during the course. One factor that can affect academic burnout is the spiritual level. Method: The method in this study uses a descriptive design of correlation with the total sample of 142 respondents taken based on the inclusion criteria with total sampling techniques. The measurement tool used is the Maslach Burnout Inventory-Student Survey questionnaire which has passed the validity test with a count r value starting from 0.332-0.724 and Cronbach's alpha value of 0.895 and the Daily Spiritual Experience Scale which has passed validity tests with a table r value of 0.514 and r count of 0.804-0.874. The majority of respondents are aged 22 (55.6%), the majority are female (89.4%), and they are moslem (88.7%). A high spiritual level with a total of 59.2%. Academic burnout was 74.6 percent. The results of the statistical test chi-square obtained p-value = 0.536 (p>0.05). Conclusion: There was no link between the spiritual level and academic burnout in the final students of the University of Riau Faculty of Nursing.
Dampak Psikologis pada Perawat yang Mengalami Long Covid Aisyah, Nurismi; Veny Elita; Riri Novayelinda
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v6i1.1821

Abstract

Long Covid is athe residual symptoms of COVID-19 that are still felt by the survivors. One of these survivors is nurses because many nurses are currently affected by COVID-19. Survivors can feel the psychological impact of Long Covid. This study aims to describe the psychological impact on nurses who experience Long Covid. Descriptive research with a sample of 90 nurses who experienced Long Covid was taken with a total sampling technique taking by considering the inclusion criteria, namely: Nurses who contracted COVID-19 in 2020 and 2021 who experienced sequelae of Long Covid. The data were processed using a simple descriptive test. The majority of respondents were in the age range of 26-54 years (97.8%). Most gender is female (73.3%). The most places of work are hospitals (83.3%), and the majority of respondents experienced one time confirmed COVID-19 (81.1%). The psychological problems experienced were anxiety (32.2%), stress (13.3%) and depression (4.4%). Based on the results of the study, it can be concluded that there is a psychological impact on nurses who experience Long Covid. It is hoped that nurses who experience Long Covid can overcome perceived psychological problems so that they do not experience a decline in daily performance. Abstrak Long Covid merupakan sisa gejala COVID-19 yang masih dirasakan oleh para penyintas. Salah satu survivor tersebut adalah perawat karena saat ini banyak perawat yang terdampak COVID-19. Para penyintas dapat merasakan dampak psikologis Long Covid. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak psikologis pada perawat yang mengalami Long Covid. Penelitian deskriptif dengan sampel 90 perawat yang mengalami Long Covid diambil dengan teknik pengambilan total sampling dengan mempertimbangkan kriteria inklusi yaitu: Perawat yang terjangkit COVID-19 tahun 2020 dan 2021 yang mengalami gejala sisa Long Covid. Data diolah dengan menggunakan uji deskriptif sederhana. Mayoritas responden berada pada rentang usia 26-54 tahun (97,8%). Jenis kelamin terbanyak adalah perempuan (73,3%). Tempat kerja terbanyak adalah rumah sakit (83,3%), dan mayoritas responden mengalami satu kali konfirmasi COVID-19 (81,1%). Masalah psikologis yang dialami adalah kecemasan (32,2%), stres (13,3%) dan depresi (4,4%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat dampak psikologis pada perawat yang mengalami Long Covid. Diharapkan perawat yang mengalami Long Covid dapat mengatasi masalah psikologis yang dirasakan sehingga tidak mengalami penurunan kinerja sehari-hari.
Effectiveness of Combo Acupressure Points During the Menstrual Phase Against Dysmenorrhea in Adolescents: EFEKTIFITAS COMBO ACCUPRESSURE POINT PADA FASE MENSTRUASI TERHADAP DISMINORE PADA REMAJA Hasanah, Oswati; Lestari, Widia; Novayelinda, Riri; Deli, Hellena
Jurnal Ilmiah Ners Indonesia Vol 1 No 1 (2020): May 2020
Publisher : Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.74 KB) | DOI: 10.22437/jini.v1i1.9226

Abstract

Dysmenorrhea is a problem that is often occur among adolescent girls during menstruation. Dysmenorrhea in adolescents can cause impact to academic and daily activities, which in turn may have an impact on adolescent quality of life in the future. The purpose of this study was to determine the effectiveness of acupressure therapy at 3 points on the intensity of dysmenorrhea in adolescents. This research is a quantitative research, using a randomized clinical trial design. The study was conducted in Pekanbaru with the population were all female students of the Faculty of Nursing, at Riau University. A sample of 30 respondents divided into experimental group and the control group were selected based on inclusion and exclusion criteria. The measuring instrument used in this study consists of 2 parts. The first part is a structured questionnaire and the second part is the Visual Analogue Scale (VAS). The result shows, based on the age of most respondents were aged 18-19 years (53%). Based on ethnicity, most respondents have Malay ethnicity (43, 3%). Based on the results of the bivariate test analysis in both groups, combination acupressure at LR3, LI4 and Yintang points did not affect the decrease in pain intensity of dysmenorrhea if it was done in the menstrual phase (p-value> α), but there were significant differences in pain intensity before and after the intervention in the experimental and control group (p-value> α), which is 3.13 points in the experimental group when compared to the control group which is 2.53 points. The results of this study can recommend the use of acupressure as a nursing intervention or as an independent intervention for adolescents to overcome dysmenorrhea.
HUBUNGAN PERILAKU MAKAN TERHADAP IMT (INDEKS MASSA TUBUH) PADA REMAJA Azhima Rahmatika Sasmi; Riri Novayelinda; Rismadefi Woferst
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): Maret : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v3i1.1011

Abstract

Periode terjadinya puncak masa pertumbuhan terjadi pada masa remaja. Puncak pada masa pertumbuhan ini akan mempengaruhi perubahan pada komposisi tubuh, aktivitas fisik, pertumbuhan yang pesat pada berat badan dan juga massa tulang. Karena hal ini, remaja sangat rentan untuk mengalami permasalahan pada gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku makan terhadap berat badan berlebih pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 160 orang dengan teknik pengambilan kluster random sampling. Alat ukur yang digunakan berupa kuesioner perilaku makan yang diadaptasi dari kuesioner Hidayati (2009). Hasil perhitungan uji Chi-Square menunjukkan ada hubungan bermakna antara perilaku makan terhadap berat badan berlebih pada remaja p-value=0,003 (p<0.05). Didapatkan juga 52,5% (84 responden) mengalami perilaku makan yang buruk, sedangkan untuk hasil dari perhitungan IMT didapatkan 40% (64 responden) mengalami berat badan berlebih. Kesimpulan penelitian didapatkan bahwa mayoritas remaja mengalami perilaku makan yang buruk, serta ada hubungan antara perilaku makan terhadap IMT pada remaja.
Hubungan Dukungan Suami dengan Pemberian ASI Eksklusif Silaen, Ribka Septiana; Novayelinda, Riri; Zukhra, Ririn Muthia
Holistic Nursing and Health Science Vol. 5, No. 1 (2022): June
Publisher : Master of Nursing, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hnhs.5.1.2022.1-10

Abstract

Introduction: Husband support is an important factor that influences a mother's decision to give exclusive breastfeeding to their baby. Previous studies refer to the dimensions of husband's support, while research related to the relationship between husband's support and exclusive breastfeeding based on the husband's support component is still a little done and requires further research. The study aimed to examine the relationship of husband support needed by mothers with exclusive breastfeeding practice in the Simpang Tiga Health Care working area.Methods: The design of this study is a descriptive correlation with a cross-sectional study approach. The samples in this study were 89 participants taken using the purposive sampling technique with the inclusion criteria are mothers who are willing to be respondents, mothers who have babies aged 6 to 12 months, and mothers who have been given breast milk. Data analysis was performed by Chi-square test.Results: Main results distinguished that there is a relationship of husband support needed by mothers with exclusive breastfeeding practice p-value (0.015) < alpha (0.05). This is indicative that there is a significant relationship between husband support needed by mothers with exclusive breastfeeding practice.Conclusion: The husband's support needed by mothers has a relationship with exclusive breastfeeding practice. Husbands need to provide support to mothers during breastfeeding period because it can affect the amount of milk produced by mothers, affect the duration of exclusive breast feeding and affect the mother's choice of breastfeeding. 
Co-Authors Abd. Rasyid Syamsuri Abda Abda Ade Dilaruri Ade Yusnida Harahap Agrina Aisyah, Nurismi Ali Djamhuri Aminatul Fitri Amir, Yufitriana Andika Syahputra Annaya Qamara Tasman Apri Nur Rahmadhani Apri Nur Ramadhani Ari Pristiana Dewi Arisandi " " Aristiana &#039; Kesuma Arneliwati AS, Fajrina Insyirah Ayu Anita Azat Aprianto Azhima Rahmatika Sasmi Azhima Rahmatika Sasmi aziz, ari rahmat Azizah " " Bayhakki " " Bayhakki Bayhakki Berlian Febriana Putri Bima Doni Pranata Cindya, Nada Darwin - Karim Dasfianti Deby Octaviani Dede - Renolvadi Delfitri, Meri Desi " Wahyuni Desti &#039; Ismarozi Dewi &#039; Ernita Dhyta " Puspita Diah Pratiwi Widiastuti Dinda Ayu Lestari Dinul Tauhid Almaturidi Ditha Paulina Sembiring Donna Febri Rotua Eni Angriani Enni Purwanti Erika Erika Erwin " " Erwin - - Erwin Erwin Eva " Agustina Fathra Annis Nauli Febriana - Sabrian Fifi Oktaviani Firdiana Suryani Siahaan Gamya Tri Utami Gina Febiola Manalu Harfia, Firta Aisyah Hellena Deli Herlina Herlina Hertika Nanda Putri Indriati, Ganis Indriati, Ganis Ingga Ingga Intan Putri Arisandi Irene Novita Sari Tarigan Isdelni Isdelni Izza Tunnisa Jumaini " " Jumaini &#039; &#039; Jumaini, Jumaini ' Juniar Ernawaty khaidarismail99 Lichentia Putri Elisabet Panjaitan Lisdahartati Br Sinulingga Lybella Meyrisa Sofni Maifera Maifera Marleni, Lela Meisa Daniati Melvanriz Fahlevi Mhd. Ikhwan Nulhakim Miftah - Andini Mira Afnesta Yuzefo Misrawati Montella, Bayong Muhammad Fauzan 'Azima Nada Cindya Nadira Husna Nadzla - Kirana Natasya, Saruli Netty Ami R. F Sihite Nirmala Ayu Derryanti Norhadila Norhadila Novia Sartika Novita Dewi Novy Isni Kurniyati Nunung " Oktavien Nur Allima Nur Kumala Sinta Nur Sella Nuremsita " " Nurhannifah Rizky Tampubolon Nurhidayatul Nadya Oktalia " Devega Oktifani, Latifa Oswati - Hasanah Oswati Hasanah Patri Cia Yeremia Putri, Dinda Daisya Putri, Novrita Riawan Rahendra, Karina Rahmadhani, Nafia Rahmi Maulia Rara Angela Regina Dirgahayu Putri Reni Zulfitri Rika Diah Pitaloka Rillia " Handayani Rishatul Khoiriyah Abrar Rismadefi - Woferst Rizka Anggraini Sada Ulina Sembiring Safri " " Safri Safri Safri Safri Samsul " Bahri Sari, Niken Yuniar Sekar Lia Alpriani Septi Akhwi Fanni Silaen, Ribka Septiana Sismi - Yeni Siti &#039; Rahmalia Siti Rahmalia HD Sofiana Nurchayati Sri &#039; Utami Sri Utami Sri Wahyuni Stephanie Dwi Guna Syeptri Agiani Putri Tampubolon, Masrina Munawarah Tarikah Amaliah Tiara Asyifa Putri Tiara Eka Putri Tri - Sumaryani Tri Puspa Rini Utamy Arum Try Lestary Veny Elita Verawati - - Viola Hamnesti Wahyu Clarita Wahyu Putri Handayani Wan Nishfa Dewi Wasisto Utomo Weni - Utari Widia Lestari Winda Enjelika Enjelika Wiwit Radika Yesi " Hasneli Yesi Hasneli Yovia Rahayu Yoza Dwi Saputra Yulia Irvani Dewi Yuliana. S - - Yurike Reza Zukhra, Ririn Muthia