p-Index From 2021 - 2026
8.063
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor – faktor Ibu yang Memengaruhi Kejadian Berat Badan Lahir Rendah Harfia, Firta Aisyah; Novayelinda, Riri; Guna, Stephanie Dwi
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 2 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i2.2368

Abstract

Kelahiran bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) dapat berdampak pada kesehatan bayi kedepannya. Kondisi tersebut dapat dicegah dengan mengetahui faktor penyebab bayi lahir dengan BBLR. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor – faktor ibu yang dapat memengaruhi bayi terlahir dengan BBLR. Penelitian ini menggunakan desain non eksperimental observasional dan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian adalah 150 responden yang diambil berdasarkan kriteria inklusi menggunakan teknik total sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis bivariat menggunakan uji Independent – Samples T Test. Penelitian menunjukkan bahwa usia ibu (p = 0,926), usia gestasi (p = 0,548) jumlah paritas (p = 0,120) tidak berpengaruh terhadap kejadian BBLR sedangkan riwayat pendidikan (p = 0,008) dan antenatal care (ANC) (p = 0,019) berpengaruh terhadap kejadian BBLR. Berdasarkan hasil penelitian, faktor - faktor yang memengaruhi kejadian bayi lahir dengan BBLR adalah riwayat pendidikan dan riwayat ANC, sedangkan usia ibu, usia gestasi dan jumlah paritas tidak memengaruhi kejadian BBLR. Menurut peneliti, hal ini terjadi dikarenakan masih banyak faktor lainnya yang memengaruhi berat bayi.
Efektivitas Stimulasi Oral terhadap Refleks Hisap pada Bayi Berat Badan Lahir Rendah AS, Fajrina Insyirah; Novayelinda, Riri; Aziz, Ari Rahmat
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 3 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i3.2382

Abstract

Lemahnya refleks hisap pada bayi baru lahir dapat mempengaruhi tumbuh kembang bayi seperti tertundanya proses konsumsi makanan atau pemberian ASI melalui mulut. Intervensi dini digunakan untuk meningkatkan keterampilan pemberian makan melalui oral dengan merangsang kemampuan menghisap pada bayi dengan berat badan lahir rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas stimulasi oral dalam meningkatkan refleks hisap pada bayi dengan berat badan lahir rendah. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi experiment dengan model Pre-test dan post-test nonequivalent control group yang dilakukan terhadap 30 responden bayi berat badan lahir rendah yang mengalami refleks hisap lemah. Intervensi yang digunakan adalah PIOMI, dan instrument perhitungan yang digunakan adalah OFS yaitu seberapa banyak susu yang dapat dihabiskan bayi dalam waktu 10 menit. Uji statistic yang diguakan adalah uji Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahawa karakteristik umur responden mayoritas berusia 34 minggu sebanyak 19 bayi (63,3%) dan mayoritas berjenis kelamin laki laki sebanyak 21 bayi (70%) dengan mayoritas responden memiliki berat badan 1500-2000 gram yaitu sebanyak 20 orang (66.7%). Dari hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa ada perbedaan nilai pre test dan juga post test pada setiap kelompok, dengan nilai p value kelompok intervensi 0,001 dan kelompok kontrol 0,001. Sedangkan pada uji Mann Whitney didapatkan nilai p value 0,000 yang artinya stimulasi oral efektif dalam peningkatan refleks hisap pada bayi berat badan lahir rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stimulasi oral terbukti efektif dalam meningkatkan refleks hisap pada bayi berar badan lahir rendah.
Mother’s experience in providing complementary food to stunted children Putri, Syeptri Agiani; Novayelinda, Riri; Indriati, Ganis; Zukhra, Ririn Muthia; Amir, Yufitriana; Tampubolon, Nurhannifah Rizky; Delfitri, Meri
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jnki.2024.12(2).135-150

Abstract

Background: Stunting is a condition of growth failure in children resulting from malnutrition for a long time since the first 1000 days of life. One of the factors causing stunting is chronic malnutrition so that children have a small height for their age. This stunting condition will have an impact on children's health, such as impaired brain development, cognitive development, growth faltering, and low immune system. Stunting treatment is carried out starting from the first 1000 days of a child’s life until the child is 6 years old. Providing complementary food is also one of the specific nutritional interventions in the program to accelerate stunting management. Complementary food has an important role in improving the quality of health in order to optimize children's growth and development from the age of 6 months. Objectives: This research aims to explore mothers experience in providing complementary food to stunted children.Methods: This research uses a qualitative method with a descriptive phenomenological design. Participants were selected using purposive sampling techniques, resulting in 6 participants. The research data was analyzed thematically using the Colaizzi method. Results: This research found themes, namely: 1) The mother's feelings when the child was first discovered to be stunted, 2) The causes of stunting, 3) The age at which the child was discovered to be stunted, 4) History of complementary food, 5) Handling of stunting, 6) Support in caring for the child with stunting. Conclusions: Knowledge about mothers' experiences in providing MP-ASI to stunted children will help to determine appropriate interventions to improve the quality of life for stunted children. Education about giving complementary food to children with stunting conditions must be optimized to reduce the incidence of stunting in children in Indonesia, especially in Riau. 
THE EFFECTIVENESS OF HEALTH EDUCATION ON PARENT’S KNOWLEDGE LEVEL ABOUT CHILDREN WITH CONGENITAL TALIPES EQUINOVARUS IC ROOMS Ingga; Yufitriana Amir; Riri Novayelinda
Jurnal Smart Kebidanan Vol. 12 No. 1 (2025): JUNE 2025
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/jskb.v12i1a153

Abstract

CTEV (Congenital et al.) is defined as a condition in which there is adductor in the front of the foot and supination in the back, varus in the toes in the subtalar complex, equinus in the hindfoot, and medial deviation of the entire foot towards the floor surface. The CTEV therapy process requires routine and periodic evaluations until the child ages 4-5. This, of course, impacts the level of knowledge and compliance of parents in accompanying their children during the therapy program. Examining how health education utilizing leaflet media affects parents' understanding of children with CTEV is the primary goal of this study. One group was given a pretest-posttest as part of this quantitative study's quasi-experimental methodology. The parents of children who are patients make up the population. Thirty participants were selected using a purposive sampling method. Using a questionnaire as its measuring instrument, this study examines two parts: part A, which focuses on respondent characteristics, and part B, which delves into questions on CTEV and the knowledge element associated with it. The analysis used is a bivariate analysis using the Wilcoxon test. There is a significant difference in the mean level of parental knowledge on the pre-test and post-test in the experimental group, with a p-value of 0f 0.019. Health education regarding CTEV for parents who have children suffering from CTEV using leaflets influences the level of knowledge of respondents. Hopefully,  these results can be an alternative intervention to increase parents' knowledge about CTEV.
Hubungan Keanekaragaman Pangan Terhadap Status Gizi Anak Usia Balita Nirmala Ayu Derryanti; Riri Novayelinda; Jumaini Jumaini
SMASH: Journal of Social Management Sains and Health Vol 2, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/smash.v2i2.6731

Abstract

Status gizi merupakan faktor krusial yang memengaruhi kualitas sumber daya manusia, terutama pada anak balita yang mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Kekurangan gizi pada kelompok usia ini dapat meningkatkan risiko penyakit serta menghambat perkembangan kognitif. Keanekaragaman pangan telah diakui sebagai indikator valid untuk menilai kecukupan asupan gizi anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan keanekaragaman pangan dengan status gizi anak usia balita. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross-sectional. Populasi penelitian adalah balita berusia 24-60 bulan di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki. Sampel penelitian berjumlah 61 balita. Teknik pengambilan sampel ialah Simple Random Sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Household Dietary Diversity Score (HDDS) dan pengukuran antropometri (berat badan dan tinggi badan). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas balita di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki memiliki status gizi normal (44,3%). Distribusi keanekaragaman pangan menunjukkan sebagian besar balita memiliki keanekaragaman pangan tinggi (78,7%). Uji Chi-Square menunjukkan nilai p sebesar 0,000 (p  0,05). Penelitian ini menyimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara keanekaragaman pangan dan status gizi anak balita.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Kecemasan Anak Usia Prasekolah Yang Menjalani Hospitalisasi Tiara Asyifa Putri; Riri Novayelinda; Nurhannifah Rizky Tampubolon
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.480

Abstract

Pendahuluan: Hospitalisasi adalah pengalaman anak saat menjalani suatu proses perawatan dan tinggal di rumah sakit karena alasan kesehatan atau keadaan darurat sampai anak pulang ke rumah kembali. Tujuan: Penelitin bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan anak usia prasekolah yang menjalani hospitalisasi, meliputi usia, jenis kelamin, lama rawat, pengalaman hospitalisasi, serta perilaku caring perawat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 126 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Caring Profesional Scale (CPS) dan Spence Children’s Anxiety Scale Parent Report (SCAS) yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya Analisis yang digunakan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil analisis uji chi-square, diperoleh nilai p value < α (0,05) yang menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara faktor lama rawat (0,008), usia (0,043), pengalaman hospitalisasi (0,001), serta perilaku caring perawat (0,000). Namun jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (0,721). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa usia, lama rawat, pengalaman hospitalisasi, dan perilaku caring perawat berhubungan dengan tingkat kecemasan, sedangkan jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Anak Usia Sekolah Dengan Epilepsi Di Pekanbaru Nur Allima; Riri Novayelinda; Syeptri Agiani Putri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.481

Abstract

Pendahuluan: Epilepsi merupakan gangguan neurologis kronis yang dapat menurunkan kualitas hidup anak pada aspek fisik, psikologis, sosial, dan pendidikan. Faktor klinis serta sosial keluarga berperan penting terhadap kualitas hidup anak dengan epilepsi. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kualitas hidup anak usia sekolah dengan epilepsi di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Metode: penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 60 anak usia 7–12 tahun yang dipilih menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner kualitas hidup dan karakteristik responden. Analisis yang digunakan yaitu univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman untuk variabel numerik dan uji Chi-Square untuk variabel kategorik. Karena sebagian tabel tidak memenuhi asumsi uji Chi-Square (expected count > 20%), maka digunakan uji alternatif Fisher’s Exact. Hasil: analisis univariat menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki (65%) dengan kategori kualitas hidup terbanyak adalah sedang (71,7%), diikuti tinggi (16,7%) dan rendah (11,7%). Uji Spearman menunjukkan hubungan signifikan antara frekuensi kejang dengan kualitas hidup, sedangkan usia dan lama mengalami epilepsi tidak signifikan. Uji Fisher’s Exact menunjukkan hubungan signifikan antara kualitas hidup dengan pendapatan orang tua dan pendidikan orang tua, sedangkan jenis kelamin tidak signifikan. Kesimpulan: terdapat hubungan antara frekuensi kejang, pendapatan orang tua, dan pendidikan orang tua dengan kualitas hidup anak usia sekolah dengan epilepsi.
Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kesiapan Ibu Merawat Bayi BBLR di Rumah Rishatul Khoiriyah Abrar; Riri Novayelinda; Syeptri Agiani Putri
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v2i1.271

Abstract

Bayi berat lahir rendah didefinisikan sebagai bayi yang terlahir dengan berat badan kurang dari normal yakni kurang dari 2500 gram. Selama masa adaptasi yang terjadi selama pemindahan dari rumah sakit ke rumah dan seterusnya, masalah kesehatan dapat muncul sehingga ibu mengalami rasa cemas, takut, dan kurangnya dukungan dari keluarga membuat ibu tidak percaya diri untuk merawat bayinya saat diperbolehkan pulang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi tingkat kesiapan ibu merawat bayi BBLR di rumah. Metode penelitian ini menggunakan desain cros-sectional. Sampel penelitian adalah 32 responden yang diambil berdasarkan kriteria inklusi. Analisis yang digunakan adalah analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil uji chi-square antara tingkat pengetahuan dengan tingkat kesiapan ibu p- value = 0,161, yang tidak ada hubungan. Pada hasil tingkat stres dengan tingkat kesiapan p-value = 0,427, tidak ada hubungan. Sedangkan dukungan keluarga dengan tingkat kesiapan ibu p-value = 0,536, yang artinya tidak ada hubungan. Kesimpulan dalam penelitian ini faktor tingkat pengetahuan, tingkat stres, dan dukungan keluarga tidak ada hubungan dengan tingkat kesiapan ibu merawat bayi BBLR di rumah.
Survei Kejadian Growth Faltering Pada Anak Usia 6–12 Bulan di Kota Pekanbaru Syeptri Agiani Putri; Riri Novayelinda; Ririn Muthia Zukhra; Yesi Hasneli
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i6.20500

Abstract

ABSTRACT Growth faltering is a condition of growth failure characterized by a slowing growth rate. The main cause is malnutrition. Continuous growth faltering conditions can cause disturbances in growth, cognitive and psychomotor development, physical activity, behavior and learning abilities. The Purpose of this study is to see the incidence of growth faltering in children aged 6 – 12 month in Pekanbaru City. This study uses a quantitative descriptive method with cross sectional approach. The research sample was 386 children aged 6 - 12 months using the Lemeshow formula. The sampling technique used purposive sampling. The instruments used were demographic data questionnaires and anthropometric measuring instruments. The data analysis used was univariate analysis. The research results show that the incidence of growth faltering in children aged 6 - 12 months in Pekanbaru City is 42.7%. Characteristics of children with growth faltering occur in children aged 9 - 11 months (40.3%) and male (51.5%). The majority of respondents were born at full term (39.9%), not LBW (43%), had a history of receiving exclusive breastfeeding (44.7%) and had family income above the minimum wage (44.9%). Based on the research results, it is recommended that the Community Health Center add education regarding providing appropriate and healthy MPASI before giving MPASI to children. Suggestions for future researchers to be able to identify factors related to the incidence of growth faltering in children. Keywords: Growth Faltering, Malnutrition, Stunted  ABSTRAK Growth faltering merupakan suatu kondisi gagal tumbuh yang ditandai dengan melambatnya laju pertumbuhan. Penyebab utamanya adalah kekurangan gizi. Kondisi growth faltering yang terus menerus dapat menyebabkan gangguan pada pertumbuhan, perkembangan kognitif dan psikomotorik, aktivitas fisik, perilaku dan kemampuan belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat kejadian growth faltering pada anak usia 6 – 12 bulan di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 386 anak usia 6 – 12 bulan dengan menggunakan rumus Lemeshow. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner data demografi dan alat ukur antropometri. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian growth faltering pada anak usia 6 – 12 bulan di Kota Pekanbaru sebesar 42,7%. Karakteristik anak dengan growth faltering terjadi pada anak usia 9 – 11 bulan (40,3%) dan berjenis kelamin laki-laki (51,5%). Mayoritas responden lahir cukup bulan (39,9%), tidak BBLR (43%), memiliki riwayat mendapat ASI eksklusif (44,7%) dan memiliki pendapatan keluarga di atas UMR (44,9%). Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada Puskesmas untuk menambah edukasi mengenai pemberian MPASI yang tepat dan sehat sebelum memberikan MPASI pada anak. Saran bagi peneliti selanjutnya agar dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian growth faltering pada anak. Kata Kunci: Gizi Buruk, Growth Faltering, Stunting.
PAKET EDUKASI HIDUP SEHAT “MINUM YANG CUKUP UNTUK ANAK CEMERLANG” DAN PEMERIKSAAN WARNA URIN SEBAGAI SKRINNING SEDERHANA UNTUK KEADEKUATAN MINUM PADA ANAK USIA SEKOLAH Syeptri Agiani Putri; Riri Novayelinda; Yufitriana Amir; Juniar Ernawaty; Ganis Indriati; Ririn Muthia Zukhra; Nurhannifah Rizky Tampubolon
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38911

Abstract

Pendahuluan: Air merupakan komponen penting bagi tubuh manusia, yang berperan dalam berbagai fungsi vital, termasuk menjaga keseimbangan cairan tubuh, mengatur suhu tubuh, dan mendukung fungsi organ. Kebutuhan cairan yang cukup sangat penting, terutama bagi anak-anak usia sekolah yang sedang dalam masa pertumbuhan dan aktivitas fisik yang tinggi. Dehidrasi pada anak sekolah dapat menyebabkan gangguan konsentrasi, penurunan daya tahan tubuh, kelelahan, dan dampak negatif lainnya terhadap kesehatan serta prestasi belajar. Oleh karena itu, penting untuk memberikan edukasi tentang pentingnya hidrasi yang cukup guna mencegah dehidrasi dan mendukung kesehatan anak-anak di sekolah. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa dan kebiasaan hidrasi melalui edukasi menggunakan media PowerPoint dan buku saku di SDN 166 Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan 30 siswa kelas 4 yang mengikuti edukasi dan skrining warna urin. Penilaian dilakukan melalui pre-test dan post-test dengan kuesioner serta pengukuran kepekatan warna urin sebelum dan sesudah edukasi. Hasil: Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan siswa dari 67,33 pada pre-test menjadi 71,67 pada post-test. Skrining urin juga menunjukkan penurunan rata-rata kepekatan warna urin dari 3,7 menjadi 3,1, yang mencerminkan perbaikan kebiasaan hidrasi siswa. Kesimpulan: Edukasi menggunakan media powerpoint dan buku saku efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kebiasaan minum air putih siswa. Program ini memberikan dampak positif pada kesehatan dan konsentrasi belajar siswa, serta mendorong pembentukan pola hidup sehat dengan cukup minum air putih.
Co-Authors Abd. Rasyid Syamsuri Abda Abda Ade Dilaruri Ade Yusnida Harahap Agrina Aisyah, Nurismi Ali Djamhuri Aminatul Fitri Amir, Yufitriana Andika Syahputra Annaya Qamara Tasman Apri Nur Rahmadhani Apri Nur Ramadhani Ari Pristiana Dewi Arisandi " " Aristiana &#039; Kesuma Arneliwati AS, Fajrina Insyirah Ayu Anita Azat Aprianto Azhima Rahmatika Sasmi Azhima Rahmatika Sasmi aziz, ari rahmat Azizah " " Bayhakki " " Bayhakki Bayhakki Berlian Febriana Putri Bima Doni Pranata Cindya, Nada Darwin - Karim Dasfianti Deby Octaviani Dede - Renolvadi Delfitri, Meri Desi " Wahyuni Desti &#039; Ismarozi Dewi &#039; Ernita Dhyta " Puspita Diah Pratiwi Widiastuti Dinda Ayu Lestari Dinul Tauhid Almaturidi Ditha Paulina Sembiring Donna Febri Rotua Eni Angriani Enni Purwanti Erika Erika Erwin " " Erwin - - Erwin Erwin Eva " Agustina Fathra Annis Nauli Febriana - Sabrian Fifi Oktaviani Firdiana Suryani Siahaan Gamya Tri Utami Gina Febiola Manalu Harfia, Firta Aisyah Hellena Deli Herlina Herlina Hertika Nanda Putri Indriati, Ganis Indriati, Ganis Ingga Ingga Intan Putri Arisandi Irene Novita Sari Tarigan Isdelni Isdelni Izza Tunnisa Jumaini " " Jumaini &#039; &#039; Jumaini, Jumaini ' Juniar Ernawaty khaidarismail99 Lichentia Putri Elisabet Panjaitan Lisdahartati Br Sinulingga Lybella Meyrisa Sofni Maifera Maifera Marleni, Lela Meisa Daniati Melvanriz Fahlevi Mhd. Ikhwan Nulhakim Miftah - Andini Mira Afnesta Yuzefo Misrawati Montella, Bayong Muhammad Fauzan 'Azima Nada Cindya Nadira Husna Nadzla - Kirana Natasya, Saruli Netty Ami R. F Sihite Nirmala Ayu Derryanti Norhadila Norhadila Novia Sartika Novita Dewi Novy Isni Kurniyati Nunung " Oktavien Nur Allima Nur Kumala Sinta Nur Sella Nuremsita " " Nurhannifah Rizky Tampubolon Nurhidayatul Nadya Oktalia " Devega Oktifani, Latifa Oswati - Hasanah Oswati Hasanah Patri Cia Yeremia Putri, Dinda Daisya Putri, Novrita Riawan Rahendra, Karina Rahmadhani, Nafia Rahmi Maulia Rara Angela Regina Dirgahayu Putri Reni Zulfitri Rika Diah Pitaloka Rillia " Handayani Rishatul Khoiriyah Abrar Rismadefi - Woferst Rizka Anggraini Sada Ulina Sembiring Safri " " Safri Safri Safri Safri Samsul " Bahri Sari, Niken Yuniar Sekar Lia Alpriani Septi Akhwi Fanni Silaen, Ribka Septiana Sismi - Yeni Siti &#039; Rahmalia Siti Rahmalia HD Sofiana Nurchayati Sri &#039; Utami Sri Utami Sri Wahyuni Stephanie Dwi Guna Syeptri Agiani Putri Tampubolon, Masrina Munawarah Tarikah Amaliah Tiara Asyifa Putri Tiara Eka Putri Tri - Sumaryani Tri Puspa Rini Utamy Arum Try Lestary Veny Elita Verawati - - Viola Hamnesti Wahyu Clarita Wahyu Putri Handayani Wan Nishfa Dewi Wasisto Utomo Weni - Utari Widia Lestari Winda Enjelika Enjelika Wiwit Radika Yesi " Hasneli Yesi Hasneli Yovia Rahayu Yoza Dwi Saputra Yulia Irvani Dewi Yuliana. S - - Yurike Reza Zukhra, Ririn Muthia