Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Faktor Penghambat Pembelajaran Daring Pada Mata Kuliah Sistem Politik dan Pemerintahan Indonesia Edy Kurniawansyah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i1.1188

Abstract

Pembelajaran daring merupakan metode pembelajaran/pendidikan jarak jauh yang memanfaatkan berbagai sumber atau bahan ajar yang dapat diakses secara online oleh siapa saja yang mempunyai akses, kapan saja, dan dimana saja dengan menggunakan teknologi internet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor penghambat pembelajaran daring pada mata kuliah system politik dan pemerintahan Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengungkapkan gejala atau fenomena yang terjadi. Lokasi penelitian dilaksanakan di Program Studi PPKn FKIP Unram. Metode pengumpulan data yaitu menggunakan kuesioner yang berisi jenis pertanyaan-pertanyaan yang dibagikan dengan menggunakan google form. Teknik Analisis data dilakukan dengan tahap reduksi data, tahap display data dan tahap penarikan kesimpulan. Luarannya adalah Publikasi ilmiah pada jurnal terakreditasi Sinta. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Faktor penghambat pembelajaran daring pada mata kuliah sistem politik dan pemerintahan Indonesia di Program Studi PPKn FKIP Unram adalah 1) sinyal atau jaringan internet yang tidak lancar dan suka mengalami gangguan, 2) paket internet atau kuota yang terbatas 3) Kurangnya minat dan motivasi mahasiswa, 4).Kurang penguasan materi. Empat faktor inilah yang merupakan faktor penghambat mahasiswa dalam proses pembelajaran daring berlangsung.
Upaya Guru PPKn dalam Mengatasi Kenakalan Siswa di SMPN 5 Mataram Ego Saputra; Dahlan Dahlan; Edy Kurniawansyah; Muh. Zubair
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 1b (2023): April
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i1b.1234

Abstract

Kenakalan siswa menjadi masalah nasional yang sering terjadi di Indonesia. Kenakalan siswa merupakan semua tingkah laku atau tindakan tidak baik yang dilakukan siswa dan dapat melanggar norma serta hukum yang berlaku. Tujuan dari penelitian ini ingin mengetahui upaya guru PPKn dalam mengatasi kenakalan siswa di SMPN 5 Mataram dan kendala yang dihadapi guru PPKn dalam mengatasi kenakalan siswa di SMPN 5 Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus (case study). Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil peneltian menunjukkan bahwa upaya guru PPKn dalam mengatasi kenakalan siswa di SMPN 5 Mataram yakni (a) upaya preventif: membuat kontrak belajar dan sosialisasi/penyuluhan dengan pihak terkait, (b) upaya refsesif: memberikan teguran secara lisan/tulisan, kerjasama dengan guru BP/BK dan guru mata pelajaran, memberikan sanksi, dan buku kasus, (c) upaya kuratif: absen khusus dan pemberian siraman rohani. Adapun kendala guru PPKn dalam mengatasi kenakalan siswa yaitu kurangnya perhatian orang tua, adanya guru yang cuti, pengaruh lingkungan/media massa, dan kurangnya minat belajar siswa.
Ethnocivic: Eksplorasi Potensi Kearifan Lokal Sasak sebagai Sumber Belajar PPKn Sekolah Menengah Atas Kelas XII Lalu Sumardi; Mohamad Mustari; Edy Herianto; Ahmad Fauzan; Edy Kurniawansyah
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i2.2289

Abstract

Masyarakat Sasak sangat kaya dengan kearifan lokal baik berupa pengetahuan, kepercayaan, persepsi, ataupun adat istiadat. Di sektor pendidikan kearifan lokal Sasak dapat menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas pendidikan salah satunya menjadi sumber belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengkategorisasi, dan memadankan kearifan lokal Sasak yang relevan menjadi sumber belajar PPKn SMU Kelas XII . Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan naturalistik dengan jenis penelitian etnograpi. Sumber data penelitian ini adalah para tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pelaku budaya Sasak, serta dokumen. Informan penelitian ditentukan dengan menggunakan teknik bola salju (snowball sampling) dimana penentuan informan dimulai dari informan kunci dan terus bergulir sampai data dirasa cukup. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik wawancara terbuka dengan menggunakan instrumen pedoman wawancara dan teknik dekumentasi dengan instrumen lembar catatan dokemen. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif tiga tahap dari Miles, Huberman, & Saldana, yaitu; kondensasi data, display data, dan penarikan simpulan. Temuan penelitian ini menunjukkan semua PB PPKn Kelas XII inline dengan kearifan lokal Sasak. Banyak kearifan lokal Sasak yang relevan menjadi sumber belajar PPKn Kelas XII. Berkaitan dengan bentuk relevansi ada 2 bentuk relevansi kearifan lokal Sasak dengan materi PPKn Kelas XII, yaitu; relevansi substantif dan relevansi valuatif.
The Role of Zakat Community Development Program Institutions in Increasing Youth Creativity in Selat Village, West Lombok Regency Rudi Siswandi; Ahmad Fauzan; Edy Kurniawansyah; Muh. Zubair
Abjadia Vol 8, No 1 (2023): Abjadia
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/abj.v8i1.21509

Abstract

This study aims to determine the role of Zakat Community Development program institutions, the creativity of Youth in Selat village, West Lombok district, and the role of Zakat Community Development program institutions in increasing youth creativity in Selat village, West Lombok district. The research method used is a qualitative approach with a survey type. The subject of this research is the head of the program or commonly called a friend of zakat at the Zakat Community Development program institution in Selat village, West Lombok district. Informants in this study were youth and the people of Selat village who had involvement with Zakat Community Development. The informants for this study were determined with certain considerations so that the data from the informants were not arbitrary or commonly referred to as a purposive sampling technique. Data collection was carried out by observation, interview and documentation techniques. Data analysis was carried out using the Miles and Huberman model which took place in four cycles, namely data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study show that the Zakat Community Development (ZCD) program institution has a very important role in increasing youth creativity in Selat village, West Lombok district, this can be seen from ZCD's commitment in facilitating financing, utilization of natural resources, training and coaching, can be seen also on creative products produced by youth.
Peran Guru PPKn dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di SMA Muhammadiyah Sumbawa Edy Kurniawansyah; Ahmad Fauzan; Mohammad Mustari
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i2.1454

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran Guru PPKn dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di SMA Muhammadiyah Sumbawa. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner yang berisi jenis pertanyaan-pertanyaan yang akan dibagikan. Adapun subjek penelitian atau informan yang terlibat dalam penelitian ini ada guru dan siswa SMA Muhammadiyah Sumbawa. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, display data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peranan guru PPKn dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SMA Muhammadiyah Sumbawa antara lain memberikan angka yang objektif, memberikan hadiah kepada siswa yang mendapatkan juara perlombaan antar kelas dan juara kelas, guru memberikan pujian kepada siswa yang dapat menjawab pertanyaan yang diberikan pada saat pelajaran atau saat mendapatkan nilai yang memuaskan setelah ulangan atau tugas, memberikan hukuman berupa memberikan tugas tambahan, memberikan masukan kepada siswa yang prestasinya masih kurang standar Kendala yang dihadapi guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa.
Implementasi Pendidikan Karakter Religius dan Toleransi Melalui Budaya Sekolah di SMP Negeri 22 Mataram Khifayatul Khoiriah; M. Ismail; Edy Kurniawansyah; Muh. Zubair
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i3.1490

Abstract

Pendidikan karakter adalah proses pembelajaran untuk membentu karakter baik dan berkulaitas pada siswa. Pendidikan karakter tidak hanya bertujuan untuk menciptakan individu yang pintar secara akademik, tetapi juga individu yang memiliki integritas moral dan etika yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) implementasi pendidikan karakter religius dan toleransi melalui budaya sekolah di SMP Negeri 22 Mataram, 2) faktor pendorong dan penghambat implementasi pendidikan karakter religius dan toleransi melalui budaya sekolah di SMP Negeri 22 Mataram. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian etnografi. Informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dah guru-guru SMP Negeri 22 Mataram. Sumber data terdiri dari sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan datanya yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan datanya yaitu triagulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter religius terlaksana melalui 1) pembiasan dalam beribadah yang terlaksana melalui program GIRS terdiri dari membaca al-quran, sholat fardu dan sunnah berjamaah, imtaq, perayaan acara besar keagamaan dan kegiatan di bulan ramadhan. 2) penguatan karakter berakhlak yaitu pembiasan melalui 3S dan budaya do’a, serta 3) penguatan melalui keteladanan. Implementasi karakter toleransi yaitu: 1) pengintegrasian dalam kegiatan pengembangan diri yaitu budaya berjabat tangan, peringatan hari besar keagamaan, baca senyap. 2) penguatan melalui materi ajar. Faktor pendorong implementasi karakter religius terdiri dari: dukungan dari sekolah, dukungan guru, dan dukungan orangtua. Sedangkan aktor penghambatnya berasal dari siswa, dan orangtua. Faktor pendorong karakter toleransi yaitu: materi ajar dan dukungan dari warga sekolah sedangkan faktor penghambatnya berasal dari siswa.
Analysis of the Implementation of Adaptive School-Based Management in the Independent Curriculum in West Lombok High Schools Mohamad Mustari; Muhammad Zubair; Edy Kurniawansyah; Lalu Sumardi
Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Vol 10, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v10i1.10819

Abstract

This study aims to analyze the implementation of adaptive School Based Management with an independent curriculum in the Schools Mobilizer Program (SMP) education unit. The research employed a descriptive method with a qualitative approach. The research location, namely, 3 high schools implementing the Schools Mobilizer Program (SMP) in West Lombok. The respondents were school principals by were given instruments focused on implementing the Independent Curriculum, SBM, and supporting stakeholders and the obstacles they face. The data sources for this research were secondary data and observation, with the data analysis technique used as qualitative descriptive analysis. The results of this research showed that SBM was still very relevant to the demands of the times and the needs of society, because SBM provides broad autonomy to schools to involve the community to take part in determining school policies. Schools were given independence in managing human resources and financial resources by allocating them according to needs and priorities according to the school's strategic plan and operational plan, as well as developing organizational cultural values based on local wisdom to encourage community participation in order to grow and develop organizational culture and quality culture and form students who have character through the application of the noble values of the community where the school was located in accordance with the independent learning platform.