Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Kompres Hangat Terhadap Penurunan Dysmenorrhea Pada Mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Palu Maya Diningrat; Vidya Urbaningrum; Mikaela Delpin Fristalia
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): GJIK - AGUSTUS s/d JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v2i2.861

Abstract

Dysmenorrhea dapat diatasi dengan terapi farmakologi dan nonfarmakologi. pada penderita dysmenorrhea Penggunaan kompres hangat di area perut bertujuan untuk melebarkan pembuluh darah sehingga meningkatkan sirkulasi darah kebagian nyeri, dan menurunkan ketegangan otot sehingga mengurangi nyeri. Tujuan penelitian ini untuk diketahui pengaruh pemberian kompres hangat terhadap penurunan dysmenorrhea Pada Mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Palu.Jenis penelitian yaitu kuantitatif dengan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre-Experimental Design, dengan one grub prettst-posttest design. Populasi pada penelitian ini 71 dan sampel pada penelitian ini berjumlah 30 responden. Sampel didapatkan menggunakan rumus slovin dengan presisi 0,15, teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling dan uji data paired t test. Hasil penelitian ini menunjukan rata-rata penurunan dysmenorrhea yang dimana sebelum diberikan kompres hangat berada dalam skala nyeri berat sebanyak 19 responden (63,3%) setelah diberikan kompres hangat selama 20 menit sebanyak 20 responden (66,7%) berada dalam skala nyeri ringan. Hasil uji paired t test dengan model pengukuran sebelum dan sesudah diberikan intervensi, didapatkan nilai p= 0.000, nilai ini < α 0,05. Kesimpulan bahwa ada pengaruh pemberian kompres hangat terhadap penurunan dysmenorrhea pada mahasiswa program studi D-III Keperawatan Palu.
PENYULUHAN RANGE OF MOTION (ROM) PASIF DI RUANG PERAWATAN MAWAR KELAS III RSUD UNDATA PALU. Urbaningrum, Vidya; patade, Agnes erlita distriani; lestari, Katrina febby; Pebriani, Pebriani; Guampe, Ribka Gracia; Thamar, Andi Putri Ayu
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 12 (2023): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Desember 2023
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v1i12.1979

Abstract

PENDAHULUAN: Hambatan mobilitas fisik adalah hambatan yang secara mandiri dan spesifik membatasi pergerakan fisik satu atau lebih anggota tubuh. Menurunnya mobilitas fisik yang terjadi pada lansia berdampak pada perubahan performa atletik, seperti menurunnya kekuatan dan power otot. Hal ini biasanya disertai dengan perubahan fisik yang terjadi seiring bertambahnya usia, penurunan kinerja otot, kekakuan sendi, dan tremor pada tangan, kepala, dan tangan. Pada pasien dengan hambatan mobilitas fisik dapat ditangani dengan terapi Range Of Motion (ROM). METODE: Kegiatan ini melibatkan pasien dan keluarga di Ruang Perawatan Mawar Kelas III RSUD Undata Palu berjumlah 15 orang dilakukan dengan metode ceramah  dengan menggunakan SAP (satuan acara penyuluhan) dan leflet.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat tentang Pencegahan dan Pengendalian Hipertensi melalui Edukasi Gaya Hidup Sehat Desa Kapiroe Dusun I Patade, Agnes Erlita Distriani; Urbaningrum, Vidya; Meliana, Meliana; Sampo, Ilka Silviana Saputri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kesehatan masyarakat adalah isu yang kompleks dan berdampak luas, melibatkan berbagai faktor yang mempengaruhi kesehatan individu dan komunitas secara keseluruhan. Penyakit tidak menular dan infeksi masih menjadi tantangan utama dalam dunia kesehatan, di antara kondisi kesehatan yang sering dijumpai di masyarakat adalah Hipertensi, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dan Asam Urat. Desa Kapiroe memiliki permasalahan hipertensi yang menjadi perhatian khusus karena tingginya angka kejadian yang dilaporkan. Warga Dusun I terdiri dari 155 KK dengan 490 jumlah jiwa yang terdata. Untuk membantu masyarakat dalam mengatasi permasalahan kesehatan yang ditemukan oleh kelompok 6 di Desa Kapiroe Dusun I, dilakukan melalui praktik keperawatan komunitas untuk meningkatkan pengetahuan tentang pola hidup sehat yang dilakukan oleh Kelompok 6 pada kegiatan yang dilaksanakan pada Tanggal 19-20 Agustus 2024, dengan bentuk pemeriksaan kesehatan (program fisik), komunikasi, iInformasi dan edukasi (program non fisik) serta lahraga (program ekstra) dimana realisasi pelaksnaaan ini 100%. Pelaksanaan kegiatan KKN di Desa Kapiroe Dusun I Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah berjalan dengan baik atas kerjasama antara Mahasiswa, Pemerintah Desa dan Warga setempat serta Institusi Pendidikan Universitas Widya Nusantara Palu. Hasil pengabdian masyarakat ini diharapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat Desa Kapiroe Dusun I Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah dalam menghadapi kondisi kesehatan fisik yang dialami.
EDUKASI MOIST WOUND HEALING PADA MASYARAKAT DI DUSUN BATURITI DESA GUNUNG SARI Lestari, Katrina Feby; Irfan, Mohamad; Fadila, Nurul; Sintiawati, Ni Wayan; Anggreni, Ni Gusti Ayu; Sudiari, Ni Made Dwi; Humolungo, Nurlela H.; Walili, Marzelina; Sanjaya, Komang; Dahlan, Maharani M.; Tebisi, Juwita Meldasari; Urbaningrum, Vidya
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.29103

Abstract

Luka adalah rusaknya suatu jaringan serta struktur dan fungsi dari anatomis kulit. Perawatan luka yang tidak tepat dapat membuat proses penyembuhan luka lebih lama karena aliran darah dan suplai O2 ke sekitar luka tidak lancar, sehingga dapat menyebabkan luka menjadi kronik serta meningkatkan resiko infeksi pada area luka. Salah satu bentuk pencegahan infeksi pada luka yaitu peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai perawatan luka melalui edukasi metode moist wound healing. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait perawatan luka dengan metode moist wound healing. Metode yang digunakan adalah penyuluhan disertai tanya jawab. Hasil dari 60 sampel didapatkan bahwa sebelum dilakukan edukasi terdapat 20% responden memiliki pengetahuan baik, 57% responden memiliki pengetahuan cukup dan 23% responden memiliki pengetahuan kurang sedangkan setelah edukasi didapatkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan yang dilihat dari responden aktif dan antusias dalam menjawab pertanyaan yang diberikan pemateri. Kesimpulan: Edukasi perawatan luka menggunakan metode moist wound healing pada masyarakat di Dusun Baturiti dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat sehingga proses penyembuhan luka menjadi lebih cepat dan mengurangi risiko infeksi.
Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Siswa SDN Balaroa 2 Desa Uwemanje Kecamatan Kinovaro Vidya urbaningrum vidya; Doddy Alfayet Lambogo; Wahyuni; Sinta; Elfiana; Asriandini; Ananda Shesilia Lambe; Valen Pawakang; Umi Kalsum; I Gusti Agung Giri Utami,; Fitrahaitunnufus; Sri Ainun J; Alfryana Towesu; Citra Wahyuni
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 03 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) in schools is a set of behaviors practiced by students, teachers and the school community on the basis of awareness, so that they are able to independently prevent disease, improve their health, and play an active role in creating a healthy environment. Some indicators of PHBS in schools include washing hands with running water and using soap, eating healthy snacks, using clean latrines, exercising regularly, eradicating mosquito larvae, not smoking at school, weighing body weight, measuring height, and throwing garbage at school. This activity is carried out using the lecture method using leaflets and posters. Before and after conducting counseling about PHBS, the presenters gave 3 questions orally. In this activity, demonstration activities were also carried out on how to wash hands properly and correctly. After finishing the presentation of the material, the presenters again gave questions orally about PHBS as many as 3 questions this was done to see how the children responded to the material that had been delivered whether they understood it or not, of the 37 students who attended most of them answered correctly and a small part answer incorrectly. The results of this activity concluded that the knowledge of SDN Balaroa 2 students about PHBS before the counseling was carried out was still very lacking. However, after counseling and demonstrations on how to wash hands properly and correctly the students really understood and were able to practice it again. Keywords: PHBS, School, Washing Hands