Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Correlation of Body Mass Index and Menstrual Length to Hemoglobin Levels in Adolescent Women Yesi Mustika Sari; Amraini Amelia
Nursing and Health Sciences Journal (NHSJ) Vol. 4 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : KHD-Production

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53713/nhsj.v4i1.308

Abstract

Anemia is a condition in which the body experiences a lack of hemoglobin levels in the blood. In Indonesia, those who experience anemia the most are teenagers with a prevalence of 30-55%, meanwhile the proportion of anemia in women is higher than in men with a prevalence of 23.9%. Anemia in teenagers increases pregnant women's risk of chronic energy deficiency, stunting, low birth weight and other health problems. Body mass index (BMI) as an indicator of nutritional status and duration of menstruation is one of the factors causing anemia in adolescent girls, so this research aims to determine the relationship between BMI and duration of menstruation on hemoglobin levels in adolescent girls. Method: The research used a quasi-experimental design using the Nonequivalent Control Group Design model by selecting 60 young women who met the inclusion criteria as a sample. Results: Pearson correlation analysis shows that BMI is not correlated with hemoglobin levels with a p-value of 0.717, while the length of menstruation is correlated with hemoglobin levels in adolescent girls with the strength of the relationship being sufficient with an r-0.331 p-value of 0.010, which means that the longer the adolescent girls menstruate, the longer they menstruate. the lower the hemoglobin level.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perkembangan Balita 1-3 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kuamang Jaya Kecamatan Pelepat Ilir Kabupaten Bungo Tahun 2021 Yesi Mustika Sari; Siti Pariani
JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) Vol. 1 No. 1 (2022): JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
Publisher : UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas seorang anak dapat dinilai dari proses tumbuh kembang. Proses tumbuh kembang merupakan hasil interaksi faktor genetik dan faktor lingkungan. Faktor genetik/keturunan adalah faktor yang berhubungan dengan gen yang berasal dari ayah dan ibu, sedangkan faktor lingkungan meliputi lingkungan biologis, fisik, psikologis, dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk melihat fakto-fator yang berhubungan dengan perkembangan balita 1-3 tahun di wilayah kerja Puskesmas Kuamang Jaya, Kecamatan Pelepat Ilir Kabupaten Bungo Tahun 2021. Jenis penelitian analitik dengan desain cross sectional untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Balita 1-3 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kuamang Jaya Kecamatan Pelepat Ilir Kabupaten Bungo Tahun 2021. Populasi penelitian adalah ibu yang mempunyai anak usia 1-3 tahun yang berjumlah 474 orang. Sampel diambil dengan teknik proportional random sampling yang berjumlah 83 orang. Penelitian dilaksanakan Bulan Januari 2021 di Wilayah Kerja Puskesmas Kuamang Jaya Kecamatan Pelepat Ilir Kabupaten Bungo. Pengumpulan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan Chi-Square Test. Hasil penelitian dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian diperoleh gambaran bahwa sebagian besar balita tidak mendapatkan ASI eksklusif sebanyak 47 responden (56,6%), riwayat balita tidak BBLR sebanyak 78 responden (94,0%), status gizi normal sebanyak 79 responden (95,2%), dan perkembangan yang normal sebanyak 76 responden (91,6%). Ada hubungan riwayat pemberian ASI eksklusif, riwayat BBLR dan status gizi dengan perkembangan balita usia 1-3 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kuamang Jaya Kecamatan Pelepat Ilir Kabupaten Bungo Tahun 2021.
Hubungan Kualitas Pelayanan Kontrasepsi Dengan Tingkat Kepuasan Akseptor KB di Desa Pinang Merah Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Limbur Tahun 2022 Yesi Mustika Sari
JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) Vol. 2 No. 1 (2023): JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
Publisher : UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan dapat dikatakan berkualitas atau memuaskan bila pelayanan tersebut dapat memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui indeks kepuasan masyarakat sebagai tolak ukur untuk menilai tingkat kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Kualitas Pelayanan Kontrasepsi Dengan Tingkat Kepuasan Akseptor KB di Desa Pinang Merah Wilayah Puskesmas Simpang Limbur Kecamatan Pamenang Barat. Jenis penelitian analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh akseptor KB aktif Bulan Januari s/d September Tahun 2021 yang berjumlah 2.928 orang. Sampel diambil dengan teknik accidental sampling yang berjumlah 110 orang. Penelitian dilaksanakan Januari 2022 di wilayah kerja Puskesmas Simpang Kecamatan Pamenang Barat. Pengumpulan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian diperoleh sebagian besar kualitas pelayanan baik adalah 68 responden (61,8%), sebagian besar tingkat kepuasan pasien adalah sangat puas 54 responden (49,1%). Hasil uji statistik didapat bahwa ada hubungan antara kualitas pelayanan kontrasepsi dengan tingkat kepuasan akseptor KB dengan p-value 0,008.
PENGARUH PEMBERIAN JUS JERUK (CITRUS RETICULATA) TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS SENGETI MUARO JAMBI Lidya Kurniasari; Yesi Mustika Sari; Nia Nurzia
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i1.2508

Abstract

Anemia pada ibu hamil bukan tanpa resiko, tingginya angka kematian ibu berkaitan erat dengan anemia. Salah satu buah yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil yaitu buah jeruk memiliki kandungan zat besi 0,4 mg, dan senyawa bermanfaat untuk kesehatan ibu hamil.Penelitian ini merupakan pra-eksperimental, dengan rancangan yang one group pretest-postest.  Populasi penelitian ini adalah ibu hamil yang anemia di Puskesmas Sengeti sebanyak 17 orang. Sampel penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik sampling total sampling. Uji statistik yang digunakan untuk menganalisa data kedua variable tersebut adalah dengan menggunakan T-Test.Berdasarkan hasil penelitian Nilai rata-rata kadar hemoglobin ibu hamil sebelum diberikan jus jeruk adalah 10.32 g/dL dan setelah 11.40 g/dL. Berdasarkan uji statistik nilai p-value 0.000 yang artinya ada Pengaruh pemberian jus jeruk terhadap kadar Hemoglobin ibu hamil di Puskesmas Sengeti Muaro Jambi Tahun 2022.Dapat dijadikan sumber informasi dalam perencanaan program kesehatan resproduksi ibu hamil di Puskesmas dan sebagai gambaran dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu hamil dengan melakukan penyuluhan dan pendidikan kesehatan tentang pencegahan amenia pemberian tablet fe. Ibu hamil juga dapat menggunakan terapi jus ini sebagai pendukung pengobatan konvensional atau pilihan lain dari pengobatan medis.
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF, BERAT BADAN BAYI LAHIR DAN ASUPAN PROTEIN TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTO BARU Liani Setyarsih; Mery Merlisia; Yesi Mustika Sari; Tora Margareta
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2026): Volume 4, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i4.62703

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan kronis multifaktorial pada anak yang berdampak panjang pada perkembangan kognitif dan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemberian ASI eksklusif, berat badan bayi lahir (BBL), dan asupan protein dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Koto Baru, Kota Sungai Penuh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional yang melibatkan 73 pasang ibu dan balita yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling dari populasi 276 ibu. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara kuesioner, peninjauan catatan BBL pada buku KIA/KMS, wawancara Food Frequency Questionnaire (FFQ), serta pengukuran antropometri. Analisis data mencakup analisis univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stunting pada sampel penelitian tercatat sebesar 45,2% (33 balita). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara berat badan lahir dengan kejadian stunting (p = 0,035), di mana balita dengan riwayat BBLR mengalami proporsi stunting lebih tinggi (66,7%) dibandingkan balita BBL normal (38,2%). Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara pemberian ASI eksklusif (p = 0,897) maupun asupan protein (p = 0,105) dengan kejadian stunting. Kejadian stunting pada lokasi penelitian lebih kuat berhubungan dengan hambatan pertumbuhan intrauterin yang tecermin dari riwayat BBLR dibandingkan faktor pascanatal tunggal. Disimpulkan bahwa BBL merupakan determinan utama stunting pada populasi ini, sehingga upaya pencegahan memerlukan intervensi komprehensif yang berfokus sejak masa kehamilan.