Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI BUDAYA GONG DAN TAMBUR DAERAH TTS KECAMATAN AMANUBAN SELATAN PADA PEMBELAJARAN SENI BUDAYA Puay, Once Aprianti; Lakusaba, Dian Elmeang; Siku, Leberina; Nay, Florianus Aloysius
Jurnal Pendidikan Dasar Borneo (Judikdas Borneo) Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Pendidikan Dasar Borneo (Judikdas Borneo)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/judikdas borneo.v7i1.6350

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji implementasi budaya gong dan gendang di daerah Timor Tengah Selatan ( TTS ) khususnya di Kecamatan Amanuban Selatan dalam konteks pendidikan seni budaya di sekolah . Budaya gong dan gendang merupakan bagian tak terpisahkan dari warisan budaya lokal yang memiliki nilai estetika dan sejarah tinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melibatkan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan budaya gong dan gendang dalam pendidikan seni budaya tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap seni tradisional tetapi juga memperkuat identitas budaya lokal . Selain itu, kegiatan ini mendorong partisipasi aktif siswa dalam melestarikan budaya lokal. Penelitian ini merekomendasikan agar sekolah-sekolah di Kecamatan Amanuban Selatan mengintegrasikan unsur-unsur budaya lokal ke dalam kurikulum seni budaya untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi siswa terhadap warisan budaya mereka
Tinjauan Kurikulum di Lembaga Bimbingan Belajar Taruna Akademia Kupang Nay, Florianus; Bria, Makarius; Fallo, Sefri; Talan, Rudobertus
Journal of Education Sciences: Fondation & Application Vol 4 No 1 (2025): Maret
Publisher : Pendidikan Nonformal Universitas Muhammadiyah Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56959/jesfa.v4i1.109

Abstract

Pendidikan nonformal memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran siswa, salah satunya melalui lembaga bimbingan belajar (bimbel). Implementasi kurikulum dalam bimbel menjadi faktor krusial dalam mendukung efektivitas pembelajaran dan pencapaian akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau kurikulum di Lembaga Bimbingan Belajar Taruna Akademia, mengidentifikasi keunggulan dan tantangan yang dihadapi, serta memberikan rekomendasi untuk peningkatan kualitas kurikulum. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen kurikulum. Subjek penelitian terdiri dari tutor, siswa, dan pihak manajemen bimbel yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dalam implementasi kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum di Taruna Akademia disusun dengan mengacu pada kurikulum nasional, namun memiliki fleksibilitas dalam penyesuaian materi sesuai dengan kebutuhan siswa. Metode pengajaran yang diterapkan bersifat interaktif, seperti diskusi, latihan soal, dan simulasi ujian, yang terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa. Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan, seperti keterbatasan sumber daya pembelajaran dan alokasi waktu yang kurang optimal.
Integrasi Tari Tradisional Bonet ke dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani sebagai Upaya Pelestarian Kearifan Lokal Talan, Rudobertus; Nay, Florianus Aloysius; Pratama, Rivan Saghita; Irawan, Yoga
Journal of SPORT (Sport, Physical Education, Organization, Recreation, and Training) Vol 9, No 2 (2025): Journal of S.P.O.R.T
Publisher : Pendidikan Jasmani Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/sport.v9i2.15536

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan tarian tradisional Bonet ke dalam pembelajaran PJOK sebagai langkah strategis dalam melestarikan warisan budaya lokal di Kabupaten Timor Tengah Utara. Peneliti menggunakan metode campuran, yaitu pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, wawancara, serta dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru PJOK di lima sekolah menengah pertama serta seorang tokoh budayawan lokal. Peneliti kemudian menyusun RPP dan LKPD yang menggabungkan tarian Bonet ke dalam materi senam ritmik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengintegrasian tarian Bonet dalam pembelajaran mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap budaya lokal, mendorong partisipasi siswa hingga 30%, serta memberikan kontribusi peningkatan kebugaran fisik sebesar 25%. Guru dan siswa merespons positif pendekatan ini karena mampu memadukan nilai-nilai budaya dengan aspek kebugaran secara relevan dan kontekstual. Disimpulkan bahwa Tarian Bonet berperan strategis dalam pendidikan jasmani sebagai sarana pengembangan fisik sekaligus pelestarian budaya yang memperkuat karakter dan identitas peserta didik di era globalisasi.
Sosialisasi Pengenalan Konsep Etnomatematika kepada Siswa dan Guru SMA Negeri 3 Amarasi Timur Maure, Osniman Paulina; Lalang, Andrian Runtius; Fallo, Sefri Imanuel; Nay, Florianus Aloysius; Pote, Fernince; Mauleto, Kamelia
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v2i2.305

Abstract

Tujuan pelaksanaan kegiatan PkM ini yaitu sebagai berikut: (1) Mengedukasi dan memberikan pemahaman terkait kaitan budaya dan matematika kepada guru dan siswa SMA Negeri 3 Amarasi Timur; (2) Sebagai referensi bagi guru dalam mengembangkan strategi ataupun model dalam mengajar matematika di SMA Negeri 3 Amarasi Timur; dan (3) Mampu meningkatkan minat dan motivasi siswa dalam mempelajari matematika di sekolah. Metode pelaksanaan kegiatan PkM ini terdiri 4 tahapan yang meliputi observasi, persiapan, pelaksanaan, dan refleksi. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan PKM disimpulkan bahwa para siswa dan guru termotivasi mengikuti kegiatan PkM tersebut dikarenakan materi etnomatematika yang dipaparkan Tim PkM berkaitan dengan budaya, tradisi, dan praktik sehari-hari masyarakat Amarasi Timur. Selama kegiatan PkM, siswa dan guru terlibat aktif dalam bertanya dan menjawab pertanyaan Tim PkM. Selain itu, siswa juga dapat menjelaskan konsep etnomatematika yang terdapat pada masyarakat Amarasi Timur yang belum dipaparkan oleh Tim PkM. Melalui kegiatan PkM ini siswa lebih termotivasi untuk mempelajari materi matematika di sekolah, siswa lebih mengenal, menghargai, dan melestarikan budaya lokal masyarakat Amarasi Timur melalui pembelajaran yang terintegrasi dengan kearifan lokal, serta guru dapat menintegrasikan etnomatematika dalam pembelajaran matematika di SMA Negeri 3 Amarasi Timur.
Pelatihan Kepemimpinan Kreatif untuk Siswa SMP St. Angela Atambua: Mencetak Gen Z Creative Leaders Andiwatir, Alexius; Nay, Florianus Aloysius; Talan, Rudobertus; Fallo, Sefri Imanuel
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v2i2.323

Abstract

Kegiatan pengbadian ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan dan karakter siswa SMP Santa Angela Atambua melalui pengalaman belajar yang komprehensif dan berbasis pada keterlibatan aktif. Program ini dilaksanakan selama lima hari, dengan fokus pada pengembangan keterampilan mandiri, komunikasi efektif, kepemimpinan, dan nilai-nilai kebangsaan. Kegiatan ini mencakup berbagai materi, termasuk pengembangan keterampilan presentasi, problem solving, public speaking, serta wawasan nusantara. Selain itu, kegiatan ini melibatkan games simulasi dan latihan baris berbaris untuk memperkuat kerja sama tim dan disiplin.Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 80% siswa mengalami peningkatan keterampilan public speaking, dan 75% siswa menunjukkan peningkatan dalam kemampuan kerja sama tim. Dosen Universitas San Pedro berperan sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran, menyediakan wawasan teoretis dan praktis tentang kepemimpinan melalui pendekatan aplikatif dan interaktif. Siswa menunjukkan respons positif dengan terlibat aktif dalam setiap fase kegiatan, mengembangkan keterampilan praktis, serta membangun karakter kepemimpinan yang bertanggung jawab, beretika, dan berkomitmen terhadap kebaikan bersama. Program ini berhasil memperkuat kemampuan kepemimpinan siswa, memberikan kontribusi positif bagi perkembangan karakter siswa di masa depan, serta menumbuhkan rasa kebanggaan terhadap budaya Indonesia dan nilai-nilai sosial yang mendalam.
Pengaruh Tata Kelola Organisasi Intra Kampus Terhadap Pengembangan Kompetensi Mahasiswa; Perspektif Administrasi Publik Basra, Jumase; Arib, Yusril; Aloysius Nay, Florianus; Andi Achmad, Ilmar
Journal of Education Sciences: Fondation & Application Vol 3 No 1 (2024): Maret
Publisher : Pendidikan Nonformal Universitas Muhammadiyah Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56959/jesfa.v3i1.80

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Kompetensi Mahasiswa Prodi Pendidikan Non Formal Yang Dipengaruhi Oleh Kegiatan Organisasi Intra Kampus Tingkat Program Studi Yakni Ikatan Mahasiswa Jurusan di Universitas Muhammadiyah Bulukumba. Fokus penelitian ini adalah: Berfokus pada kegiatan organisasi yang mempengaruhi kompetensi kreatifitas dan kompetensi kolaborasi mahasiswa yang aktif dalam organisasi intra kampus Ikatan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Non Formal. Penelitian ini ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pengaruh Organisasi Intra Kampus Terhadap Pengembangan Kompetensi Mahasiswa Prodi Pendidikan Non Formal Universitas Muhammadiyah Bulukumba. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif dengan langkah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pembuktian keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Triangulasi yang digunakan adalah penggabungan sumber data dengan sumber data lain. Hasil penelitian disimpulkan bahwa dari beberapa diantara kegiatan yang direalisasikan Ikatan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Non Formal, pada kegiatan organisasi Pekan Kreatifitas Mahasiswa mempengaruhi pengembangan kompetensi kreatifitas mahasiswa dan kegiatan organisasi penyelenggaraan Lapak Baca mempengaruhi kompetensi kolaborasi mahasiswa.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesulitan Belajar Matematika pada Siswa Kelas VIII : Artikel Leibniz Ratuanik, Mesak; Watunglawar, Yosina; Nay, Florianus Aloysius
Leibniz: Jurnal Matematika Vol. 1 No. 2 (2021): Leibniz: Jurnal Matematika
Publisher : Program Studi Matematika - Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/leibniz.v1i2.52

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui; (1) Faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar matematika siswa kelas VIII (2) Seberapa besar faktor-faktor tersebut mempengaruhi kesulitan belajar matematika. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII yang berjumlah 25 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, wawancara, dan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dengan persentase, dan teknik analisis faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Faktor penyebab yang mempengaruhi kesulitan belajar matematika siswa kelas VIII ditinjau dari faktor internal adalah sebagai berikut: Aspek minat berada pada kriteria sangat rendah dengan frekuensi nilai 0 – 21, yakni sebanyak 12. Aspek yang kedua yaitu motivasi berada pada kriteria sangat rendah dengan frekuensi nilai 0 – 21, yakni sebanyak 20.2%. Aspek ketiga yaitu kebiasaan belajar berada pada kriteria rendah dengan frekuensi nilai 22-35, yakni sebanyak 32 %. Aspek keempat yaitu intelegensi berada pada kriteria sangat rendah dengan frekuensi nilai 0-21, yakni sebanyak 25.2 %. (2) Faktor penyebab yang mempengaruhi kesulitan belajar matematika siswa kelas VIII ditinjau dari faktor eksternal adalah sebagai berikut: sebanyak 25.2% dari sampel menyatakan bahwa aspek lingkungan sekolah mempunyai pengaruh yang rendah terhadap penyebab kesulitan belajar siswa.
Pemodelan Sistem Antrian Pasien Rawat Jalan Menggunakan Petri Net dan Aljabar Max-Plus: Studi Kasus RSU di Yogyakarta Maure, Osniman Paulina; Ningsi, Gabariela Purnama; Nay, Florianus Aloysius
Leibniz: Jurnal Matematika Vol. 1 No. 2 (2021): Leibniz: Jurnal Matematika
Publisher : Program Studi Matematika - Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/leibniz.v1i2.101

Abstract

Sistem antrian sering ditemukan pada suatu pelayanan fasilitas publik diantaranya sistem pelayanan suatu RSU di Yogyakarta. Antrian ini disebabkan karena jumlah pasien yang membutuhkan pelayanan lebih banyak dari pada petugas dan fasilitas layanan yang tersedia di rumah sakit tersebut. Tujuan penelitian ini adalah memodelkan sistem antrian pada suatu RSU di Yogyakarta dengan menggunakan aljabar max-plus. Sistem antrian yang dianalisis pada penelitian ini dikhususkan pada sistem antrian pelayanan pasien rawat jalan yang menggunakan BPJS. Metode penelitian pada penelitian ini adalah studi literatur dan teknik pengumpulan data adalah wawancara dan observasi. Observasi dilakukan pada saat kedatangan pasien di rumah sakit sampai pasien pulang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Petri net dapat digunakan untuk menggambarkan diagram alur sistem antrian pada suatu RSU di Yogyakarta, sedangkan aljabar max-plus dapat digunakan untuk memodelkan sistem antrian pelayanan pasien rawat jalan berdasarkan diagram alur yang telah diperoleh penulis. Pemodelan ini menghasilkan matriks dari suatu keadaan tertentu.
Etnomatematika pada Tarian Tnabar Ila’a Masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar Ratuanik, Mesak; Batfin, Yosina; Urath, Samuel; Nay, Florianus Aloysius
Leibniz: Jurnal Matematika Vol. 2 No. 1 (2022): Leibniz: Jurnal Matematika
Publisher : Program Studi Matematika - Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/leibniz.v2i1.136

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aspek-aspek matematika pada tarian Tnabar Ila’a. Metode pengumpulan data yaitu wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa Tarian Tnabar Ila’a adalah suatu warisan leluhur Maluku asal Tanimbar (Kabupaten Kepulauan Tanimbar) yang bersifat ritual. Tarian ini hanya ditampilkan dalam mengungkapkan peristiwa-peristiwa khusus, seperti: peristiwa Penobatan Raja, Peresmian Negeri (Desa) Baru, Peristiwa konflik antara kelompok atau desa, dan peristiwa panas pela atau persahabatan di dalam suatu Negeri (Desa) sebagai suatu bentuk “Keselamatan, Perdamaian, dan Syukuran”. Terdapat aspek matematika pada tarian Tnabar Ila’a yaitu pada bentuk barisan, bentuk gerakan goyang, tore, somar, ukuran panjang celana untuk laki-laki dari pinggang sampai pada lutut, ukuran panjang kain tenun pada perempuan dari pinggang sampai pada tumit kaki dan alat-alat pendukung tarian Tnabar ila’a.
Dinamika Model Penyebaran HIV AIDS Berdasarkan Jumlah Sel CD4 Lela, Gudilia; Nay, Florianus Aloysius; Maure, Osniman Paulina
Leibniz: Jurnal Matematika Vol. 2 No. 1 (2022): Leibniz: Jurnal Matematika
Publisher : Program Studi Matematika - Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/leibniz.v2i1.156

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan sebuah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, sedangkan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) merupakan sekumpulan gejala dan infeksi yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat virus HIV. Tingkat HIV dalam tubuh menjadi indikator bahwa infeksi HIV telah berkembang menjadi AIDS. Infeksi HIV berkembang saat jumlah sel CD4 manusia berkurang atau di bawah 200 sel/mm3, karena jumlah sel CD4 orang normal berkisar antara 500-1500 sel/mm3. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan, menganalisis dan menginterpretasikan model penyebaran HIV berdasarkan jumlah sel CD4. Populasi penyebaran HIV/AIDS dibagi menjadi 8 kompartemen dan sosialisasi pendidikan, serta Konseling Tes Sukarelan HIV dianggap sebagai strategi intervensi untuk mengendalikan penyakit ini. Dari hasil analisis model diperoleh 2 titik kesetimbangan yaitu titik kesetimbangan bebas penyakit dan titik kesetimbangan endemik kemudian dilakukan analisis kestabilannya. Bilangan Reproduksi Dasar (R0) merupakan parameter yang digunakan untuk mengetahui tingkat penyebaran HIV/AIDS yang diperoleh dengan mencari nilai karakteristik terbesar dari dari Next Generation Matrix (NGM).