Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

“RATU DONGENG” ANTIBULLYING DALAM PENDAMPINGAN P5 DI DESA BESAKIH, KECAMATAN RENDANG, KARANGASEM Sueca, I Nengah; Sudirman, I Nyoman; Lahallo, Cardian Althea Sthephanie; Sukawana, I Wayan; Novita, Ni Wayan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19509

Abstract

ABSTRAKProyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) menjadi prioritas utama dalam dunia pendidikan karena banyaknya penyimpangan karakter, seperti kekerasan, intoleransi, dan maraknya bullying di lingkungan sekolah. Bullying merupakan perilaku yang tidak diharapkan terutama pada lingkungan sekolah karena bully termasuk salah satu perilaku agresif. Selain rendahnya pendidikan guru dan lokasi sekolah di pelosok, PWP Surya Dhyana Kresna juga mengalami masalah keterbatasan fasilitas pembelajaran, keterbatasan media pembelajaran, serta permasalah bullying. Kondisi tersebut sangat mengkhawatirkan, jika tidak diberikan edukasi sedini mungkin kepada siswa, orang tua, dan guru tentang bahaya bullying. Untuk mengatasi hal itu, perlu dilakukan pengabdian “Ratu Dongeng” Anti-bullying. Program ini bertujuan untuk menguatkan P5 dan mencegah bullying yang terjadi di PWP Surya Dhyana Kresna, serta meningkatkan keterampilan guru dalam manajemen kelas. Metode Pengabdian ini dilaksanakan melalui metode PALS (participatory action learning system). Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa (1) pelaksaan pengabdian masyarakat ini dapat mengatasi permasalahan manajemen kelas yang dialami oleh guru-guru PWP Surya Dhyana Kresna, (2) pengabdian masyarakat ini dapat mengatasi bullying dan dapat meningkatkan pemahaman guru, orang tua, serta siswa dalam penguatan karakter, serta penguatan profil pelajar pancasila (P5). Kata kunci: ratu dongeng; antibullying; profil pancasila. ABSTRACTThe Project for Strengthening the Profile of Pancasila Students (P5) is a top priority in the world of education because of the many character deviations, such as violence, intolerance and widespread bullying in the school environment. Bullying is unwanted behavior, especially in the school environment because bullying is an aggressive behavior. Apart from low teacher education and school locations in remote areas, PWP Surya Dhyana Kresna also experiences problems with limited learning facilities, limited learning media, and bullying problems. This condition is very worrying, if education is not provided as early as possible to students, parents and teachers about the dangers of bullying. To overcome this, it is necessary to carry out anti-bullying "Fairy Tale Queen" services. This program aims to strengthen P5 and prevent bullying that occurs at PWP Surya Dhyana Kresna, as well as improving teacher skills in classroom management. This service method is implemented through the PALS (participatory action learning system) method. The results of this service show that (1) the implementation of this community service can overcome classroom management problems experienced by PWP Surya Dhyana Kresna teachers, (2) this community service can overcome bullying and can increase understanding of teachers, parents and students in strengthening character, as well as strengthening the profile of Pancasila Students (P5). Keywords: ratu dongeng; antibullying; profil pancasila.
Implementation of an Interactive Learning Approach to Improve Third-Grade Students’ Learning Concentration at SD Negeri 4 Sulahan Ekayanti, Ni Wayan; Sueca, I Nengah
The Future of Education Journal Vol 4 No 8 (2025): #2
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v4i8.1158

Abstract

This community service activity was carried out at SD Negeri 4 Sulahan by involving teachers and third-grade students as the main participants. The purpose of this program is to improve students’ learning concentration through the implementation of an interactive learning approach using video-based media. The methods used include observation and the application of learning by presenting video media relevant to the lesson content. The results show that the use of video media can enhance students’ attention, engagement, and learning motivation. Students became more focused during the lessons, showed enthusiasm while watching the videos, and actively participated in discussions and question-and-answer sessions. Teachers also experienced positive benefits, as video media provided variety in delivering material and created a more engaging and less monotonous classroom atmosphere. The implementation of this interactive learning approach proved effective in helping students understand the material more easily while also improving their thinking and communication skills. Overall, this community service activity successfully achieved its objectives, namely creating an active and enjoyable learning process that enhances elementary students’ learning concentration. Video media has been proven to serve as an alternative solution and reference for teachers in developing creative learning strategies that align with students’ characteristics.
OPTIMALISASI POJOK BACA “RATU DONGENG” BERBASIS MEDIA DIGITAL DALAM PENGUATAN LITERASI DAN PEMBIASAAN PHBS DI SD NEGERI 5 BESAKIH Sueca, I Nengah; Darmayanti, Ni Wayan Sri; Fitriana, Nurul Isnaini; Indah, Ni Komang Anggi Nusa; Pradewi, Ni Luh Esa
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.34952

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun SDM yang berkualitas. Salah satu aspek krusial dalam pendidikan adalah literasi. Namun, masih banyak sekolah dasar mengalami permasalahan literasi, termasuk SD Negeri 5 Besakih. Mitra PKM ini adalah SD Negeri 5 Besakih, yang terdiri atas 9 orang guru dan 110 siswa yang terlibat aktif dalam rangkaian pendampingan. SD Negeri 5 Besakih termasuk sekolah terpencil di Kabupaten Karangasem. Lokasi sekolah yang berada di kaki Gunung Agung menyebabkan jarang mendapat perhatian. Siswa yang bersekolah di SD 5 Besakih adalah anak-anak petani yang jarang mendapat penguatan literasi di rumahnya. Kemampuan literasi siswa di SD Negeri 5 Besakih masih sangat rendah. Hal ini terlihat dari Raport Pendidikan SD Negeri 5 Besakih Tahun 2023 yang menunjukkan capaian literasi pada kategori minimum. Selain itu, masalah yang dihadapi SD Negeri 5 Besakih adalah PHBS. Program pengabdian ini bertujuan untuk (1) menguatkan kemampuan literasi siswa melalui optimalisasi Pojok Baca “Ratu Dongeng” berbasis media digital; dan (2) membentuk pembiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan SD Negeri 5 Besakih. Pengabdian ini menggunakan metode PALS (participatory action learning system), yang meliputi persiapan (analisis kebutuhan mitra), pelaksanaan berupa sosialisasi dan pendampingan, monitoring berupa praktik mendongeng oleh siswa, evaluasi terhadap program ratu doengang dan refleksi. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa (1) kegiatan optimalisasi pojok baca “ratu dongeng” berbasis media digital dapat mengatasi permasalahan literasi melalui pendekatan holistik dengan menerapkan Program Rabu dan Sabtu mendongeng yang dikaitkan dengan pemanfaatan media digital berupa video dongeng; (2) kegiatan optimalisasi pojok baca “Ratu Dongeng” dapat digunakan mengatasi permasalahan PHBS, seperti kebiasaan jajan sembarangan, membuang sampah, dan kurangnya kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekolah. Kata kunci: Pojok Baca, Literasi, Media Digital. ABSTRACTEducation is the main foundation in developing quality human resources. One crucial aspect of education is literacy. However, many elementary schools still face literacy problems, including SD Negeri 5 Besakih. The partner of this community service program is SD Negeri 5 Besakih, consisting of 9 teachers and 110 students who were actively involved in the implementation process. SD Negeri 5 Besakih is categorized as a remote school in Karangasem Regency. Its location at the foot of Mount Agung has resulted in limited access and minimal attention from external parties. The students, who mostly come from farming families, receive very little literacy support at home. The literacy skills of students at SD Negeri 5 Besakih remain low, as shown in the 2023 Education Report, which indicates that the school’s literacy achievement is still at the minimum category. In addition to literacy issues, the school also faces problems related to Clean and Healthy Living Behavior (PHBS). This community service program aims to (1) strengthen students’ literacy skills through the optimization of the digital-based “Ratu Dongeng” Reading Corner, and (2) develop Clean and Healthy Living Habits (PHBS) among students at SD Negeri 5 Besakih. The program employs the PALS (Participatory Action Learning System) method, which includes preparation (needs analysis), implementation through socialization and mentoring, monitoring through students’ storytelling practice, and evaluation of the “Ratu Dongeng” program followed by reflection. The results of this program indicate that (1) the optimization of the digital-based “Ratu Dongeng” Reading Corner effectively addressed literacy problems through a holistic approach by implementing Wednesday and Saturday storytelling activities supported by digital media in the form of storytelling videos; and (2) the optimization of the “Ratu Dongeng” Reading Corner also helped address PHBS-related issues, such as unhealthy snacking habits, littering, and low awareness of school cleanliness. Keywords: Reading Corner, Literacy, Digital Media.
Pengembangan Bahan Bacaan Literasi Berbasis Kearifan Lokal Berbentuk Flipbook untuk Siswa Utama Widyalaya Astika Dharma I Komang Gede Selamet Kumara Priantara; I Nengah Sueca; I Wayan Numertayasa
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (4)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i4.1939

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pengembangan bahan bacaan literasi berbasis kearifan lokal berbentuk flipbook untuk siswa Utama Widyalaya Astika Dharma. Jenis penelitian ini adalah Pengembangan atau Research and Development (R&D), dengan model ADDIE. Penelitian ini dilaksanakan di Utama Widyalaya Astika Dharma. Subjek penelitian ini adalah dua validasi ahli pada aspek isi dan desain ilustrasi bahan bacaan literasi. Prosedur pengembangan bahan bacaan literasi berbasis kearifan lokal berbentuk flipbook terdiri atas empat langkah, yaitu analisis kebutuhan siswa dan guru, rancangan desain, tahap pengembangan bahan bacaan literasi, dan uji validitas. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu angket atau kuesioner dan wawancara. Data dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa dan guru membutuhkan bahan bacaan literasi yang sesuai dengan perkembangan zaman, relevan, interaktif, menarik, mengusung tema kearifan lokal, dan disajikan dalam format digital. Maka, dikembangkan novel berbasis kearifan lokal berbentuk flipbook untuk siswa Utama Widyalaya Astika Dharma, dan hasil validasi ahli pada aspek isi bahan bacaan literasi memperoleh skor 86 dengan persentase 95,5 yang termasuk dalam kategori “Sangat Valid”. Sementara itu, hasil validasi ahli pada aspek desain ilustrasi bahan bacaan literasi, diperoleh skor sama, yaitu 86 dengan persentase 95,5, yang juga termasuk kategori “Sangat Valid”. Hasil ini menunjukkan bahwa bahan bacaan literasi yang dikembangkan sangat layak digunakan sebagai bahan bacaan literasi untuk siswa di Utama Widyalaya Astika Dharma.
PENERAPAN METODE DISCOVERY LEARNING DENGAN MODEL GAMIFIKASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA KELAS 5 DI SD NEGERI 2 SUMITA Sudarmana, I Gede Agus; Sueca, I Nengah; Suardana, I Putu Oka
eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar Vol 9 No 2 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v9i2.4689

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas metode Discovery Learning dengan model gamifikasi untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas 5 di SD Negeri 2 Sumita. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 2 Sumita. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 5 di SD Negeri 2 Sumita. Penelitian ini dilaksanakan melalui 2 siklus, dengan empat tahap, yaitu (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Observasi, dan (4) Refleksi. Metode pengumpulan data ini, yaitu observasi dan tes, dengan instrumen penelitian berupa lembar observasi dan lembar tes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode Discovery Learning dengan model gamifikasi terbukti efektif meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas 5 di SD Negeri 2 Sumita. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata yang diperoleh pada pra-siklus I sebesar 69,16 dengan ketuntasan klasikal 16,6%. Kemudian, pada siklus I mengalami peningkatan nilai rata-rata 74,6 dengan ketuntasan klasikal 72,2%. Lalu meningkat signifikan pada siklus II yang memperoleh nilai rata-rata siswa mencapai 87,5 dengan ketuntasan klasikal 88,8%. Hal ini membuktikan bahwa pemilihan media yang lebih interaktif dapat memperkuat efektivitas metode yang digunakan.
Optimalisasi penggunaan alat peraga IPA aplikatif dan penguatan karakter siswa melalui pengembangan SIMAS (Sarana Inspiratif Modul Aktivitas Sains) bermuatan karakter di SDN 2 Manukaya N.W.S. Darmayanti; I Nengah Sueca; I Putu Andika Subagya Putra; Ni Komang Jesica; Ni Made Kembar Rianti; Ni Putu Murniasih
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.34263

Abstract

AbstrakProses pembelajaran IPA di sekolah mitra masih menghadapi sejumlah keterbatasan, antara lain keterbatasan alat praktikum, rendahnya pemahaman guru terhadap penggunaan KIT (Kotak Instrumen Terpadu), serta kurangnya keterampilan dalam menyusun bahan ajar bermuatan karakter maupun media praktikum yang menarik. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk: (1) menyediakan alat peraga IPA di sekolah mitra, (2) meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan alat peraga IPA, (3) melatih guru menyusun Modul Aktivitas Sains bermuatan karakter sebagai inovasi pembelajaran, (4) melatih guru menggunakan aplikasi Scratch sebagai media praktikum IPA, dan (5) menyediakan buku yang memuat nilai-nilai karakter. Kegiatan dilaksanakan bersama 10 guru SD N 2 Manukaya, Tampaksiring, Gianyar, melalui empat tahapan, yaitu persiapan, pelatihan dan pendampingan, evaluasi melalui presentasi dan konsultasi, serta implementasi. Evaluasi dilakukan melalui observasi serta pretest–posttest. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sekitar 80% guru mampu mengoperasikan KIT IPA, menyusun modul aktivitas siswa bermuatan karakter, dan mengembangkan media pembelajaran IPA berbasis aplikasi Scratch. Kata kunci: optimalisasi; KIT; IPA; modul aktivitas siswa; Scratch. AbstractThe science learning process at the partner school remains constrained by limited practicum equipment, insufficient teacher competence in utilizing the Integrated Instrument Box (KIT), and inadequate skills in developing character-based teaching materials and engaging practicum media. This Community Service Program (PKM) was designed to: (1) provide science teaching aids for the partner school, (2) strengthen teachers’ ability to effectively use science teaching aids, (3) facilitate the development of Character-Based Science Activity Modules as an instructional innovation to foster character education, (4) enhance teachers’ capacity to employ the Scratch application as practicum media in science learning, and (5) provide books incorporating character values. The program involved 10 teachers from SD N 2 Manukaya, Tampaksiring, Gianyar, and was implemented through four stages: preparation, training and mentoring, evaluation through presentation and consultation, and implementation. Program evaluation, conducted through observation and pretest–posttest, revealed that approximately 80% of participants successfully operated the KIT, developed character-based activity modules, and designed digital practicum media using Scratch. Keywords: optimization; KIT; IPA; student activity module; Scratch.
Optimalisasi pembelajaran bahasa inggris berbasis gamifikasi dalam implementasi kurikulum merdeka Luh Made Dwi Wedayanthi; I Nengah Sueca; I Putu Andika Subagya Putra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27385

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan di Indonesia, termasuk penyempurnaan kurikulum yang mempengaruhi pengajaran di semua level. Bahasa Inggris, sebagai bahasa internasional, memiliki peran penting di era globalisasi dan teknologi. Pengajaran bahasa Inggris sejak usia dini dinilai efektif dalam meningkatkan akses informasi dan teknologi. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pembelajaran bahasa Inggris di SDN 1 Sulahan melalui pendekatan gamifikasi, yang diterapkan pada siswa kelas 1 dan kelas 4 sebagai perwakilan kelas rendah dan tinggi. Program ini terdiri dari pelatihan guru mengenai strategi pengajaran, penggunaan media gamifikasi online dan offline, serta pengembangan media ajar berbasis digital. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan motivasi siswa dan penguasaan kosakata bahasa Inggris melalui metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Pendampingan di kelas 1 dan kelas 4 juga memperlihatkan bahwa siswa lebih tertarik dan termotivasi untuk belajar bahasa Inggris. Dengan demikian, program ini berhasil memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas pengajaran bahasa Inggris dasar di SDN 1 Sulahan, Bali. Kata kunci: gamifikasi; bahasa inggris; kurikulum merdeka; pengajaran berbasis teknologi Abstract Technological advancements have brought significant changes to the educational landscape in Indonesia, including curriculum improvements that affect teaching at all levels. English, as an international language, plays a crucial role in the era of globalization and technology. Teaching English from an early age is considered effective in enhancing access to information and technology. This community service program aims to optimize English learning at SDN 1 Sulahan through a gamification approach, implemented for 1st and 4th-grade students as representatives of lower and upper grades. The program includes teacher training on teaching strategies, the use of online and offline gamification media, and the development of digital-based teaching materials. The results of this program showed an increase in students' motivation and mastery of English vocabulary through interactive and enjoyable learning methods. Assistance in 1st and 4th-grade classes also demonstrated that students became more interested and motivated to learn English. Therefore, this program successfully delivered a positive impact on improving the quality of basic English teaching at SDN 1 Sulahan, Bali. Keywords: gamification; english; merdeka curriculum; technology-based teaching
Implementasi Kegiatan Tari Tradisional Dalam Meningkatkan Pembentukan Karakter Siswa di Desa Sulahan Sita Cahyani, Ni Kadek; Sueca, I Nengah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7628

Abstract

Kegiatan pelatihan tari tradisional di Balai Banjar Alisbintang, Desa Sulahan, dilaksanakan untuk mengatasi rendahnya rasa percaya diri, disiplin, dan kemampuan kerja sama pada siswa sekolah dasar di wilayah tersebut. Penelitian pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pembentukan karakter anak melalui pembelajaran seni tari berbasis budaya lokal. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Learning System (PALS), dengan pelaksanaan selama empat bulan dan diikuti oleh 10-15 siswa kelas II-VI. Indikator karakter yang diukur meliputi kepercayaan diri, disiplin, dan kerja sama melalui observasi terstruktur pada setiap sesi latihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan karakter yang cukup signifikan. Rata-rata keaktifan dan keberanian tampil meningkat dari 40% pada awal kegiatan menjadi 85% pada akhir program. Tingkat kedisiplinan ditinjau dari kehadiran dan ketepatan waktumeningkat dari 60% menjadi 90%. Kemampuan kerja sama dalam latihan kelompok juga mengalami kenaikan dari 50% menjadi 88%. Selain itu, peserta menunjukkan perkembangan pada aspek motorik, ekspresi, dan kreatifitas gerak. Dengan demikian, pelatihan tari tradisional menggunakan metode PALS terbukti efektif dalam memperkuat nilai-nilai karakter siswa serta menjadi media yang relevan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Bali. Temuan ini menegaskan bahwa seni tari dapat dijadikan strategi konkret dalam pembentukan karakter anak.