Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Public Health Concerns

Peningkatan pengetahuan tentang kewirausahaan di pondok pesantren Al Firdaus Listyaningsih, Erna; Nuryani, Dina Dwi; Natalina, Natalina; Ulfa, Ade Maria; Oktarina, Devi
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 6 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i6.757

Abstract

Background: One of the challenges faced by Indonesia in global competition is improving the quality of its human resources. The formal and non-formal education sectors also have a very significant role in creating its human resources. Islamic boarding schools are one of the Islamic-based educational communities that have developed quite significantly in Indonesia. Islamic boarding schools as educational institutions have long played a role in shaping the character and knowledge of the young generation in Indonesia. The young generation who have received formal education in Islamic boarding schools should be equipped with expertise or at least have entrepreneurial skills as a form of support in providing a quality generation in the future. A generation that has the ability and has an entrepreneurial spirit will greatly assist in achieving economic growth regionally and nationally. In general, there are still many Islamic boarding schools that have not included an entrepreneurship curriculum in their learning system. Purpose: Providing education about entrepreneurship to students with the aim of improving their abilities to become a generation with an entrepreneurial spirit. Method: This community service activity was held in October 2024 at the Al Firdaus Islamic Boarding School in Kemiling Village, Bandar Lampung City with 89 students with the target of the activity to provide education about the importance of entrepreneurship and its benefits. The education provided is knowledge, insight, understanding, literacy about the basic concepts of entrepreneurship related to managing the environment around the Islamic boarding school such as utilizing organic and inorganic waste into something of economic value. Results: Participants gain knowledge in managing the environment related to waste problems and the participants are also enthusiastic in participating in the activities, listening carefully to the material presented, asking questions and having interactive discussions with the service team during the activity until the end. The participants also get comprehensive solutions about entrepreneurship in addition to managing waste in maintaining environmental health. The implementation of the activity went very well and received a good response in the form of ideas and innovations from the participants. Conclusion: Education to increase knowledge about entrepreneurship can develop the spirit of entrepreneurship, increase literacy, competence, and creativity in the mindset of students. Suggestion: Provide entrepreneurial assistance in Islamic boarding schools to improve the spirit, enthusiasm and entrepreneurial competence of the students of the Al Firdaus Islamic Boarding School so that they will get graduates who have more value, especially knowledge about entrepreneurship and managing environmental health. Keywords: Education; Entrepreneurship; Environmental health; Islamic boarding school Pendahuluan: Salah satu tantangan yang dihadapi Indonesia dalam kompetisi global adalah peningkatan kualitas sumber daya manusianya. Sektor pendidikan formal dan nonformal juga memiliki peranan yang sangat signifikan terhadap penciptaan sumber daya manusianya. Pondok pesantren (Ponpes) adalah salah satu komunitas pendidikan berbasis Islam yang cukup besar perkembangannya di Indonesia. Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan yang telah lama berperan dalam membentuk  karakter  dan  pengetahuan  generasi  muda  di  Indonesia. Generasi muda yang sudah mendapatkan pendidikan formal dikalangan pondok pesantren sebaiknya dilengkapi dengan keahlian atau setidaknya memiliki ketrampilan kewirausahaan sebagai bentuk dukungan dalam penyediaan generasi berkualitas di masa depan. Generasi yang memiliki kemampuan dan memiliki jiwa kewirausahaan akan sangat membantu pencapaian pertumbuhan ekonomi secara regional maupun nasional. Pada umumnya masih banyak pondok pesantren yang belum memasukkan kurikulum kewirausahaan ke dalam sistem pembelajarannya. Tujuan: Memberikan edukasi tentang kewirausahaan pada santri dengan sasaran meningkatkan kemampuan diri menjadi generasi yang memiliki jiwa entrepreneur. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diselenggarakan pada bulan Oktober 2024 di Ponpes Al Firdaus di Kelurahan Kemiling Kota Bandar Lampung dengan jumlah santri sebanyak 89 santri dengan sasaran kegiatan memberikan edukasi tentang pentingnya kewirausahaan dan manfaatnya. Edukasi yang diberikan adalah pengetahuan, wawasan, pemahaman, literasi tentang konsep dasar wirausaha yang berkaitan dengan mengelola lingkungan sekitar ponpes seperti pemanfaatan sampah organik dan anorganik menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis. Hasil: Peserta mendapatkan pengetahuan dalam mengelola lingkungan terkait dengan masalah sampah dan para peserta juga antusias mengikuti kegiatan, menyimak dengan baik dari materi yang disampaikan, mengajukan pertanyaan dan diskusi interaktif dengan tim pengabdian selama kegiatan berlangsung sampai akhir. Para peserta juga mendapatkan solusi komprehensif tentang kewirausahaan selain dari mengelola sampah dalam menjaga kesehatan lingkungan. Pelaksanaan kegiatan berjalan dengan sangat baik dan mendapatkan respon baik berupa munculnya ide dan inovasi dari para peserta. Simpulan: Edukasi peningkatan pengetahuan tentang kewirausahaan dapat mengembangkan semangat jiwa wirausaha, meningkatkan literasi, kompetensi, kreativitas pola pikir para santri. Saran: Memberikan pendampingan kewirausahaan di pondok pesantren  untuk  meningkatkan  jiwa,  semangat  dan  kompetensi  kewirausahaan  para santri Pondok Pesantren Al Firdaus  sehingga  akan mendapatkan lulusan santri yang memiliki  nilai lebih terutama pengetahuan tentang kewirausahaan dan mengelola kesehatan lingkungan.
Kolaborasi FIK dan HPU dalam menumbuhkan kesadaran pemeriksaan kesehatan rutin sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular Nuryani, Dina Dwi; Listyaningsih, Erna; Sary, Lolita; Oktarina, Devi; Chrisanto, Eka Yudha; Muhani, Nova; Perdana, Agung Aji; Setiawati, Setiawati
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 6 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i6.1382

Abstract

Background: Maintaining health is a fundamental aspect in supporting quality of life, especially for vulnerable groups such as mothers and children. Prevention through early detection and health education is a key strategy in building public awareness. As a concrete manifestation of the university's role in improving public health, the Faculty of Health Sciences (FIK) of Malahayati University, in collaboration with Health Promoting University (HPU), conducted a community service activity. Purpose: To raise awareness and increase knowledge of mothers and children regarding the importance of regular health check-ups and adopting a healthy lifestyle as a preventative measure for non-communicable diseases (NCDs). Method: The activity was held on Sunday, May 24, 2025, involving 136 orphans and 120 mothers of orphans. The series of activities included a fun walk, health checks by FIK lecturers (measurement of blood pressure, blood sugar, uric acid, weight, and height), and distribution of iron tablets. Additionally, educational games were provided by the Psychology Study Program, reproductive health counseling by the Midwifery Study Program, and education on NCD prevention by the Public Health Study Program. Results: The number of participants in this activity was quite significant, demonstrating high public enthusiasm for the free health screening service. The majority of participants were housewives and school-aged children from communities with limited access to routine health services. The examination results indicated that some participants had test results that were outside the normal range, particularly for blood pressure and blood sugar levels. In children, several cases were found with a body mass index (BMI) below the standard. Conclusion: The basic health screening activity for mothers and orphans went smoothly and received high enthusiasm from participants. The basic health screening activity for mothers and orphans had a positive impact in raising awareness of the importance of early detection for preventing non-communicable diseases (NCDs). Suggestion: Participants are expected to undergo regular health checks, and relevant parties are also encouraged to facilitate access and improve health education in the community. Keywords: Community service; Early detection; Health education; Non-communicable diseases Pendahuluan: Menjaga kesehatan merupakan aspek fundamental dalam menunjang kualitas hidup, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu dan anak. Pencegahan melalui deteksi dini dan edukasi kesehatan menjadi strategi utama dalam membentuk kesadaran masyarakat. Sebagai wujud nyata peran perguruan tinggi dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Malahayati bekerja sama dengan Health Promoting University (HPU) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat. Tujuan: Untuk menumbuhkan kesadaran serta meningkatkan pengetahuan ibu dan anak mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin dan penerapan gaya hidup sehat sebagai langkah pencegahan penyakit tidak menular (PTM). Metode: Kegiatan dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 24 Mei 2025, dengan melibatkan 136 anak yatim dan 120 ibu dari anak-anak yatim. Rangkaian kegiatan meliputi jalan sehat, pemeriksaan kesehatan oleh dosen FIK (pengukuran tekanan darah, gula darah, asam urat, berat badan, dan tinggi badan), serta pemberian tablet Fe. Selain itu, terdapat permainan edukatif oleh Prodi Psikologi, penyuluhan kesehatan reproduksi oleh Prodi Kebidanan, serta edukasi pencegahan PTM oleh Prodi Kesehatan Masyarakat. Hasil: Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini cukup signifikan, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Mayoritas peserta merupakan ibu rumah tangga dan anak-anak usia sekolah dari kelompok masyarakat dengan akses terbatas terhadap layanan kesehatan rutin. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian peserta memiliki hasil pemeriksaan yang tidak berada dalam rentang normal, khususnya dalam hal tekanan darah dan kadar gula darah. Pada anak-anak, ditemukan beberapa kasus dengan indeks massa tubuh (IMT) yang berada di bawah standar. Simpulan: Kegiatan pemeriksaan kesehatan dasar bagi ibu-ibu dan anak-anak yatim berjalan dengan lancar, mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Kegiatan pemeriksaan kesehatan dasar bagi ibu-ibu dan anak-anak yatim berdampak positif dalam meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya deteksi dini untuk pencegahan terjadinya penyakit tidak menular (PTM). Saran: Diharapkan pada peserta untuk memeriksakan kesehatannya secara rutin dan pihak terkait juga diharapkan untuk memberikan kemudahan dalam peningkatan akses dan edukasi kesehatan di masyarakat.